
Sukses dengan acara ulang tahun Sienna. Saat ini setelah perayaan selesai. Brian dan Bella lebih memilih bersantai sambil duduk di pinggir kapal.
Diatas kapal itu mereka menikmati minuman mereka. Sebuah wine terbaik dari Hawai.
Durasi yang diatur Tuhan itu luar biasa. Pada akhirnya mereka benar-benar mampu bersantai tanpa adanya kendala apapun.
"Sayang bagaimana jika ada militer dari Amerika kemari lalu ingin membawaku lagi?" Tanya Brian di sela-sela waktu santai mereka.
Bella yang meneguk wine nya pun beralih ke arah suaminya. Ia mengerutkan keningnya. Rasanya apa yang Brian katakan tidak akan mungkin terjadi.
"Bagaimana kau bisa berpikir semacam itu? Waktu tenang dan damai nya kita itu sudah dimulai. Jadi, jangan bahas masa lalu yang bahkan sudah kita lewati." Jelas Bella sambil tersenyum.
"Aku hanya bertanya, jikalau mereka datang lalu meminta nyawaku kembali." Ucap Brian lagi.
Bella meletakkan segelas wine yang tinggal separuh itu. Lalu ia menggenggam salah satu tangan Brian yang berada di atas meja.
"Aku tidak akan membiarkan mereka mengambilmu! Lagi pula itu adalah hal yang tidak mungkin. Dan jika memang itu mungkin, mereka hanya akan kalah. Sebab kau sudah membayar seluruh denda akibat kejahatanmu dahulu. Buku ku sukses menyihir mereka, mengatakan segala yang terjadi melalui tulisan. Pendukung kita banyak meskipun namamu tetap kotor!" Jelas Bella padanya.
"Lihatlah, ini sudah berapa tahun kita menikah! Dan kau masih sangat menawan dimataku." Ucap Brian membalas genggaman tangan Bella.
"Bella mu tidak akan berubah jika suaminya pandai cara menyenangkannya." Ucap Bella.
Brian tersenyum lagi mendengar itu. Kemudian ia mengangkat wine nya mengajak Bella bersulang.
Dengan senang hati, Bella pun juga mengangkat wine nya bersulang bersama suaminya disana.
"Enak sekali wine ini!" Ucap Brian.
"Sayang, mabuklah secukupnya! Aku tidak ingin kerepotan membawamu ke kamar nanti!" Tutur Bella.
"Iya sayang .." Jawab Brian.
Kedua anak mereka datang menghampiri mereka. Sepertinya Sienna dan Prince sudah cukup lelah sekarang.
Entah sudah berapa jam terlewat mereka menikmati seisi kapal. Mereka benar-benar bersenang-senang disini.
__ADS_1
"Daddy.." Panggil Prince pada Brian.
"Ada apa Prince?" Tanya Brian ketika anaknya berada di hadapannya lalu di susul Sienna yang juga berdiri di samping Prince.
"Daddy, bisakah kau ceritakan bagaimana dulu kalian bertemu?" Tanya Prince.
Pertanyaan itu membuat Bella dan Brian terkejut. Sejenak keduanya saling tatap satu sama lain.
Kejadian perihal pertemuan mereka kelam. Namun manis di sela-sela perjalanannya. Namun apakah mereka harus menceritakan nya pada kedua anak mereka saat ini.
"Apakah boleh kami tau? Aku tau, Daddy seorang mafia dulu. Mommy, seorang detektif. Aku tau itu! Jadi ceritakan saja!"
Keduanya terkejut mendengar itu. Belum sempat mereka bercerita, tetapi Prince sudah mengetahui profesi mereka dulu.
"Siapa yang mengatakan itu?" Tanya Brian padanya.
"Tidak ada yang mengatakannya! Aku hanya membaca buku Mommy, disana Mommy bicara bahwa itu mirip seperti kisah hidupnya." Jelas Prince.
Bella menepuk keningnya. Mengapa ia tidak menyembunyikan buku karya nya. Ceroboh sekali ia sungguh.
"Tidak apa Bella, jika memang begitu maka kita harus menceritakannya bukan?" Tanya Brian pada istrinya.
"Iya Hunny, ceritakan saja pada mereka!"
Ucap Bella padanya, Brian pun mengangguk. Mendengar persetujuan itu Prince juga Syena pun mengambil tempat duduk disamping orang tua mereka.
Mereka menopang dagu mereka menatap ke arah Brian bersikap mendengarkan kisah tentang perjalanan hidup orang tua mereka.
Brian menceritakan segalanya, dari awal sampai akhir tanpa ada yang terlewat. Terkadang Prince menangis begitu juga Syena.
Terkadang mereka juga tersenyum dan tertawa jika Brian mengingatkan perihal kisah cinta mereka juga beberapa kekonyolan yang mereka lakukan.
Cerita panjang itu berdurasi setidaknya dua jam. Dan pada akhirnya keduanya tersenyum.
Rumit, itulah yang ada di dalam kepala mereka saat ini. Namun mereka tetap menikmati alur cerita yang Brian berikan.
__ADS_1
Jika ada kosa kata yang tidak mereka mengerti saat ini. Maka esok suatu saat mereka pasti akan mengerti.
Sebab waktu berjalan maju. Dan itulah yang terjadi. Waktu tidak akan berhenti. Benci tidak akan selamanya melekat. Dan batu tidak selamanya berdiri kokoh, ia akan hancur di hancurkan masa.
Tidak ada kebencian abadi di dunia ini. Begitupun dengan kesengsaraan. Tidak ada kesengsaraan abadi, mereka akan terkikis waktu lalu menggantikannya menjadi memori-memori indah kelak.
Bumi mu berputar dan manusia akan terus ada dalam siklus hidup dan mati. Dan itu kehidupan. Karma-karma berjalan sesuai perbuatan.
Brian juga menyisipkan perihal pengertian takdir dan karma.Ia ingin kedua anaknya ini kelak tidak akan bertemu kegelapan dalam kehidupan mereka.
Ia ingin kedua anaknya ini berjalan di bawah terangnya mentari. Badai yang datang semoga tidak menyulitkan kedua anaknya.
Momen di kapal pesiar juga penerimaan Syena dalam hati Brian akan selalu terukir lama. Hawai adalah tempat pendewasaan karakter mereka.
Hingga tahun-tahun berganti sejak hari itu berakhir. Membentuk dua manusia dewasa pewaris dari Kaneki Corps. Ada empat pewaris yang akan mewarisi kekayaan mereka.
Itu adalah Prince, Syena, Petra, juga Percy. Mereka sudah membuktikan bahwa mereka mampu mengelola bisnis besar itu.
Saham mereka akan di bagi. Kekayaan akan dibagi sama rata. Kedua orang tua mereka sudah hidup dengan bahagia.
Tak ada kendala tak ada masalah. Yang tersisa adalah, penobatan mereka sebagai pewaris perusahaan besar.
Hari itu akan terjadi esok. Dimana Brian Dan Bella. Beserta Eddie dan Angela akan ikut hadir disana mengumumkan penerus mereka.
"Jangan pernah menanamkan kebencian dalam hati seseorang!" Ucap Syena.
Saat ini mereka para pewaris Kaneki Corps sedang berada dalam ruang rapat. Mereka sedang mengingat lagi perihal para orang tuanya.
Disana terletak foto-foto para leluhur mereka. Mereka berdiri memandangi itu lama sekali.
"Kekayaan ini dimulai dari kepahitan yang luar biasa! Tapi orang tua kita tetap yang terbaik!" Ucap Prince ia melipat kedua tangannya.
Percy dengan segelas wine di tangannya tersenyum. Di depannya ada adiknya Petra dengan kursi rodanya.
"Kita tidak bisa memilih orang tua kita. Tetapi kita bisa memilih, akan seperti apa kita nanti sebagai orang tua. Perlakuan Paman Brian pada Syena, memang terhitung pilih kasih. Tetapi pada akhirnya, tidak ada yang bisa menyela bahwa Syena juga bagian darinya. Dan dia juga penerus usaha besar ini!" Ujar Percy meminum wine nya.
__ADS_1
"Sudah mari kita mulai rapatnya! Besok adalah hari besar. Kita di beri tugas cukup bagus disini untuk merancang dekorasi penobatan sesuai keinginan kita!" Ucap Petra.
Keempat penerus Kaneki Corps itupun duduk di kursi mereka. Dari sana mereka mulai membahas perihal penobatan mereka esok.