Jembatan Dosa

Jembatan Dosa
Liburan di Hawai


__ADS_3

Hari ini bertepatan dengan ulang tahun Sienna. Bella dan Brian sudah memiliki kado istimewa untuk anak perempuan kecil nya itu.


Saat ini mereka sudah berada di pesawat. Prince dan Sienna duduk berdampingan. Mereka berdua menatap ke arah jendela.


Seorang pramugari datang sambil membawa menu makanan. tentu saja mereka berada di kelas VIP saat ini. Ini adalah pesawat pribadi mereka.


"Sienna apakah kau tak lapar?" Tanya Prince padanya.


Hal itu membuat Sienna menutup mulutnya menggunakan kedua tangannya. Prince bertanya padanya apakah ia lapar. Tentu saja tidak, sebab beberapa jam lalu mereka baru saja mengisi perut mereka.


"Bagaimana kakak bisa berbicara demikian? Padahal kau tau bahwa kita baru saja makan bukan? Apakah kau kelaparan lagi kali ini?" Tanya Sienna pada kakaknya itu.


"Hahaha... Kau lapar Prince?" Bella terkekeh sambil memperhatikan kedua anaknya yang duduk di samping mereka.


Prince menoleh ke arah Mommy nya lalu mengangguk. Memang perut laki-laki dan perempuan itu diciptakan berbeda sepertinya.


Brian melambaikan tangannya ke arah Pramugari. Segera melihat itu Pramugari itu pun berjalan mendekatinya.


"Ada yang bisa saya bantu Tuan?" Tanya Pramugari itu padanya.


"Anakku sepertinya membutuhkan sesuatu!" Ucap Brian sambil menunjuk ke arah Prince dan Sienna.


Pramugari itu mengangguk ia pun berjalan ia arah Prince dan Sienna. Ia membungkuk memberi hormat sebentar lalu kembali menegaskan tubuhnya.


"Ad yang bisa saya bantu?" Tanya Pramugari itu pada mereka.


"Aku membutuhkan beberapa kue ringan! Apakah kau memilikinya?" Tanya Prince padanya.


Mendengar itu pramugari itupun mengeluarkan sebuah buku menu pada keduanya.


Prince meraih buku menu itu lalu memilih beberapa makanan disana. Ketika usai memilih makanan itu ia pramugari itu pun pergi dari sana.


"Berapa lama kira-kira perjalanan kita kesana Sienna?" Tanya Prince pada adiknya.


Sienna hanya mengangkat kedua bahunya. Ia tak mampu mengira juga menerka, akan berapa lama mereka sampai disana.


Sembari menunggu tujuan mereka sampai. Sienna lebih memilih terlelap.


Beberapa jam berlalu pada akhirnya mereka pun sampai di Hawai. Setibanya disana Brian menuntun keluarga kecilnya itu mengikutinya.


Mereka berhenti tepat di sebuah mobil mewah. Itu adalah mobil pesanan Brian. Keluarga kecil itu pun masuk ke dalam sana.

__ADS_1


Mereka menuju ke penginapan yang Brian pesan meletakkan beberapa pakaian juga barang mereka disana.


Prince dan Sienna mereka berada dalam satu kamar. Dari atas balkon mereka dan buat takjub akan pemandangan kota Hawai yang begitu indah.


"Luar biasa bukan?" Tanya Prince pada adiknya.


"Iya ini luar biasa!" Keduanya terpaku menatap ke arah kota.


Keindahan kota seakan menghipnotis mereka. Rasanya mereka tak mampu berkata-kata apa-apa lagi sekarang. Hanya mata yang terus menatap ke bawah terbuai akan keindahan kotanya.


Tokkkkk


Tokkkk


Suara ketukan dari pintu kamar membuyarkan lamunan mereka. Mereka pun berjalan ke arah pintu mendekatinya lalu membukanya. Rupanya itu adalah Mommy dan Daddy mereka.


"Sayang mari kita pergi!" Ucap Bella pada kedua anaknya.


"Kita akan kemana Mommy?" Tanya Sienna pada mereka.


"Sebuah tempat yang indah!" Jawab Bella pada mereka.


Tepat ketika mereka berada dibawah Bella menutup kedua mata Sienna dengan sehelai kain.


"Mommy, mengapa kau menutup kedua mataku?" Tanya Sienna pada Mommy nya.


"Selama perjalan kau harus menutup kedua matamu! Sebab ini adalah hal luar biasa yang akan kami berikan untukmu." Ucap Bella berbisik tepat di telinga Sienna.


Prince tersenyum melihat itu. Ia baru ingat sekarang bahwa adiknya ini sedang berulang tahun. Mengapa ia bisa melupakannya.


Setelah hal itu selesai mereka pun kembali masuk kedalam mobil. Satu tujuan mereka kali ini adalah dermaga.


Butuh waktu sekitar setengah jam untuk mereka sampai di dermaga. Pelabuhan itu begitu ramai. Kapal-kapal berbaris megah disana.


Pemandangannya juga sangat indah dan mengesankan. Baik Prince dan Bella mereka berbinar menatap keindahan itu.


Ketika mereka sampai di depan sebuah kapal mewah. Brian dan Bella saling tatap sejenak. Sedangkan Prince ia terbelalak melihat betapa megahnya kapal yang akan mereka tumpangi.


"Ini pasti sangat mahal bukan?" Tanya Prince pada Daddy nya.


"Apanya yang mahal kakak?" Tanya Sienna di sampingnya.

__ADS_1


Melihat itu Bella mengisyaratkan pada Prince untuk diam. Sebab ini adalah sebuah kejutan untuk Sienna.


"Tidak Sienna! Bukan apa-apa hanya sebuah penjual sovenir yang lewat tadi." Jawab Prince asal.


Kembali Brian dan Bella melangkahkan kaki mereka masuk kedalam kapal itu. Mereka menuntun Sienna terus mengikutinya hingga tibalah mereka berada dibatas kapal. Puncak yang sudah Brian pesan untuk keluarganya.


Disana dekorasi sudah di siapkan. Dekorasi ulang tahun yang sangat indah. Nuansa warna pink menghiasi area itu.


Ada sebuah kue tingkat tiga dengan boneka dari kue di ujung nya.


"Wah luar biasa!" Lirih Prince.


Kemudian Brian mengarahkan netranya ke arah Sienna. Lalu ia bersimpuh di hadapannya membuka penutup matanya.


"Daddy..." Lirih Sienna padanya.


Brian tersenyum lalu menarik pelan kepala anaknya itu padanya menciumnya lembut dan lama.


Adalah hal yang sangat jarang bagi Brian melakukan itu. Dan bagi Sienna ini adalah pertama kalinya Brian menciumnya lembut.


"Selamat ulang tahun putriku! Semoga kau menyukai hadiahmu. Maafkan Daddy yang mungkin selama ini sudah bersikap kasar padamu. Aku tidak mampu mengembalikan waktu dan apa yang sudah ku berikan padamu. Tapi aku, berjanji! Mulai saat ini tidak akan ada perbedaan antara dirimu dan Prince. Kau anakku, kalian sama-sama darah dagingku!"


Ucapan itu hangat sekali rasanya menyentuh tepat hati Sienna. Ketika Sienna berhambur memeluk Daddy nya ia di kejutkan dengan pemandangan luar biasa.


Sebuah dekorasi ulang tahun semewah ini dan hanya untuknya. Sebuah belaian di kepalanya membuatnya manangis kali ini.


"Terima kasih Daddy, aku selalu menyayangimu!" Ucap Sienna melepas pelukannya.


"Selamat ulang tahun adik! Dia yang sampai lebih dulu ke kue itu akan mendapat potongan paling besar!" Ucap Prince berlari.


Hal itu membuat Sienna terkejut sontak ia pun juga berlari mengikuti Prince dan berteriak.


"Sebuah pemandangan yang luar biasa bukan sayang? Ini lah yang ku harapkan sejak dulu. Dan terima kasih karena kau sudah bisa menerima putriku sekarang!" Ucap Bella disamping Brian.


"Maaf sayang jika aku butuh waktu cukup lama untuk memahami itu." Ucap Brian padanya.


Bella mengangguk lalu menggeleng. Baginya tak apa asalkan Brian saat ini sudah menerimanya. Ia tak peduli lagi dengan masa lalu.


"Tidak apa, terima kasih ya Hunny! Aku mencintaimu, mari jaga keluarga kecil kita ini!" Ucap Bella.


"Ya, akan ku jaga kalian dengan segenap nyawaku!" Jawab Brian diakhiri ciuman lembut di puncak kepala Bella.

__ADS_1


__ADS_2