Jembatan Dosa

Jembatan Dosa
Daddy Aku Mohon!


__ADS_3

...Pastikan musuh terburukmu tidak hidup di antara kedua telingamu...


"Sampai bertemu besok di sekolah, Prince!"


Ucap Percy, mobil mereka baru saja sampai tepat di depan rumah Prince. Setelah saling melambaikan tangan pertanda perpisahan, mobil Eddie pun pergi meninggalkan kediaman Prince.


Dalam kepalanya Prince masih memikirkan perihal apa yang Eddie katakan. Sambil membuka gerbang rumahnya Prince tertunduk. Kepalanya masih di penuhi perihal penjelasan itu.


"Tuan Muda, apakah kau baik-baik saja?"


Salah seorang Bodyguard berjalan tepat di samping Prince. Bodyguard itu terlihat begitu khawatir pada Tuan Mudanya. Prince menoleh ke samping tepat ke arah seorang Pria yang sedang berdiri berjalan disampingnya.


"Tidak, aku tak apa paman! Lagi pula ini hanya sekedar letih saja!" Jawab Prince ramah.


"Perlukah aku menggendong mu Tuan?"


Tawaran dari Bodyguard nya membuat Prince tertawa. Sungguh adalah hal yang paling konyol bagi seorang Prince apabila di gendong.


"Tidak perlu Paman, terima kasih! Aku masih sanggup berjalan!"


"Baiklah Tuan Muda!"


Ucap Bodyguard itu lalu beralih pergi dari Prince. Ketika Prince masuk kedalam rumahnya terlihat disana sepi tak ada siapapun. Ketika ia melewati dapur tepat di meja makan rupanya Bella dan Syena masih berada disana.


Prince tersenyum melihat mereka dari kejauhan. Disana terlihat Bella begitu menyayangi Sienna disana. Posisinya saat ini Sienna sedang makan disana lalu disampingnya Bella sedang menemaninya. Mereka terlihat sedang asik membahas sesuatu.


Pemandangan seindah ini menghangatkan hati Prince rasanya. Terbesit dalam kepalanya perihal Daddy nya saat ini. Rasanya ingin sekali melihat Daddy nya memperlakukan Sienna seperti itu.


"Prince?"


Panggilan lembut itu datang dari Bella. Refleks lamunan Prince terbuyar sudah rasanya. Kali ini netranya beralih ke arah Bella disana. Wanita itu sedang tersenyum ke arahnya begitu juga dengan adiknya Sienna.


Keduanya menggerakan tangannya ke arah Prince. Menyuruhnya untuk mendekat ke arah mereka. Prince dengan senang menghampiri mereka berdua disana. Prince duduk di samping Sienna kali ini, mereka berdua menatap ke arah Bella kemudian.


"Kau lusuh sekali sayang, katakan darimana kau?" Tanya Bella padanya.


Tangannya terulur mengusap bagian wajah Prince yang kotor. Prince tersenyum disana. Sambil mengacungkan kedua jempol nya.


"Mommy, aku baru saja berlatih tembak! Percy mengajakku untuk berlatih." Jawab Prince jujur.

__ADS_1


Sienna yang mendengar itu dibuat kagum rasanya. Dalam hatinya ia juga ingin ikut berlatih. Sebab sepertinya mendengar kakaknya bercerita itu seperti hal yang sangat seru.


"Wah kakak, itu terdengar sangat seru! Apakah boleh aku ikut bersamamu?" Tanya Sienna padanya.


"Boleh saja, asalkan Mommy mengijinkan dirimu!" Jawab Prince sambil mengacak-acak surai adiknya.


Bella tersenyum melihat keharmonisan ini terjadi didepan matanya. Ketika Sienna berpaling ke arah Bella disana ia mendapatkan satu anggukan yang membuat hatinya di penuhi bunga rasanya.


"Boleh, asalkan kalian bisa menjaga diri dengan baik! Maka tak apa jika Sienna ikut bersamamu. Untuk Prince, tolong jaga adikmu dengan baik selama disana yaa..."


"Tidak Sayang!"


Ucapan Bella seketika terpotong oleh Brian yang baru saja pulang. Kedua anaknya yang tersenyum seketika senyumannya pudar begitu saja. Mereka semua menatap ke arah Brian yang sedang berjalan mendekati mereka.


"Dia tidak boleh berada di dalam markas kita!" Ucap Brian sambil menunjuk tepat ke arah Sienna.


"Hunny, apa yang kau bicarakan? Dia hanya ingin ikut bersama Prince!" Jawab Bella berusaha membujuk.


"Tetap tidak boleh!" Ucap Brian tegas.


Intonasi suara yang meninggi itu membuat Sienna tersenyum miring. Entah mengapa sakit sekali hatinya saat ini.


Bocah ini bosan hanya diam menyaksikan perlakuan berbeda antara dirinya dan adiknya. Ia geram rasanya, saatnya baginya untuk bersuara membela Sienna.


"Apakah Daddy pernah mengajarkan padamu menyela pembicaraan orang tua, Prince?" Tanya Brian pada anaknya.


Namun disana terlihat Prince hanya tersenyum. Prince beranjak dari duduknya lalu berjalan mendekati Brian, berdiri tepat di hadapannya. Bella memperhatikan anak laki-lakinya itu mencoba membiarkan anak laki-lakinya itu mengutarakan apa yang ada dalam hatinya.


"Daddy kumohon jangan pernah bedakan kami!"


Deggggg


Ucapan itu adalah sebuah pintu yang tulus. Seketika hati mereka bergetar usai Prince mengatakannya. Kenyataan yang baru saja ia ketahui membuatnya berani melakukan ini. Bella tersenyum lalu menunduk.


Keberanian dalam menegakkan keadilan ini mirip sepertinya. Brian disana mengepalkan kedua tangannya kuat. Hatinya tak terima rasanya ketika anaknya juga memihak pada Sienna, anak yang jelas bukan anak sah nya.


"Hunny..."' Lirih Bella, namun Brian mengangkat telapak tangannya ke arah Bella menyuruhnya berhenti berbicara.


"Prince perlu kau tau! Bahwa dia bukanlah..."

__ADS_1


"Brian!!!"


Pekik an dari istrinya itu membuat Brian menghentikan ucapannya. Sienna disana dibuat bingung juga takut. Ketika Bella mendekati Brian, disana Prince mendekati adiknya.


"Sienna, pergilah ke kamar!" Perintah Prince padanya.


Sienna yang sudah ketakutan disana hanya mengangguk. Buliran air mata jatuh membasahi pipinya. Sungguh ia tak pernah melihat pertengkaran antara Brian, Bella dan Prince semacam ini.


Ketika kaki kecil Sienna sudah tak terdengar. Prince menghampiri Daddy nya.


"Daddy, aku tau dia bukan anak sah mu!"


"Huh!"


Baik Brian dan Bella terkejut mendengar apa yang Prince katakan. Mereka berdua benar-benar tak percaya. Rahasia besar yang mereka simpan pada akhirnya terkuak begitu saja oleh Prince.


"Sayang... Apa yang kau katakan?" Tanya Bella padanya.


"Mommy tidak perlu khawatir, bagaimana pun Sienna dia tetaplah adikku. Tidak peduli dari rahim siapakah dia berasal, dia tetap adik yang ku sayangi! Jadi Daddy tolong seperti Mommy dan aku yang menerimanya, tolong terima dia juga sebagai anak sah mu."


Bella meneteskan air matanya mendengar itu. Sungguh ia bangga atas apa yang Prince katakan. Ditambah bocah itu berbicara memohon sambil mengatupkan kedua tangannya ke arah Brian.


Bella berjalan mendekati Prince disana lalu memeluknya. Mereka berdua menatap ke arah Brian. Berharap hari batunya mampu menerima permohonan itu. Namun nyatanya Brian sepertinya sulit menerima ini.


"Apakah kau akan terus mengatakan tidak, Hunny?" Tanya Bella padanya.


"Hunny, dia tidak bersalah dalam hal ini! Mengapa kau masih bersikukuh dengan prinsip mu?" Tanya Bella lagi padanya.


"Sebab hatiku masih belum mampu menerimanya jadi jangan paksa aku!" Jawab Brian lalu berbalik dan pergi meninggalkan Prince dan Bella disana.


"Batu itu masih sama seperti beberapa tahun lalu! Tapi aku yakin, suatu saat nanti kau pun juga akan menyerah dan berhenti membencinya. Sebab yang namanya ketulusan dan kasih sayang pasti akan menang, Hunny!" Batin Bella.


"Mommy dia masih belum merubah prinsip nya!" Ucap Prince pada Mommy nya.


Disana Bella tersenyum lalu bersimpuh dihadapan Prince. Bella menghapus sisa air mata anaknya disana.


"Sayang terima kasih ya, karenamu aku merasa terbantu. Jadi, mari kita rubah Daddy mu! Apakah kau mau bekerja sama denganku?" Tanya Bella.


Prince mengangguk mantap mendengar itu. Tentu saja ia mau, apapun untuk Sienna adiknya.

__ADS_1


__ADS_2