Jembatan Dosa

Jembatan Dosa
Hallo Sienna!


__ADS_3

Sienna merasa keberadaannya seakan menjadi aib bagi Brian, Daddy nya. Bel pulang sudah di bunyikan, biasanya selang lima belas menit Brian akan datang dengan mobilnya menjemputnya.


Sienna menggunakan waktu lima belas menit itu untuk menemui seseorang di dalam surat itu. Menurut perjanjian mereka, mereka akan bertemu dihalaman sekolah.


Dimana di halaman sekolah terdapat sebuah lapangan bola yang besar. Itu mirip stadion. Sekolah bagi anak-anak kaya ini memang mewah segala fasilitasnya.


Sienna berjalan menyusuri lorong-lorong sekolah. Rupanya kelas masih belum sepi, masih ada beberapa siswa dan siswi berada di kelas. Sepertinya itu sebuah pelajaran tambahan.


"Rupanya kelas masih belum sepi ya? Ku pikir sudah sepi dan semuanya sudah pulang. Andai saja ada Prince disini mungkin aku akan di temani olehnya." Lirih Sienna.


Ia sedikit merindukan Prince kakaknya disini. Seorang kakak yang akan selalu menemaninya kapan saja. Kapan pun Sienna membutuhkannya, maka Prince pasti akan membantu nya.


Prince adalah salah satu bocah paling tampan disini. Wajahnya itu benar-benar memukau para gadis disini. Sienna juga mengingat sedikit ketika kakaknya itu membanggakan dirinya dan wajahnya yang tampan itu. Sungguh terkadang Sienna geli ketika melihatnya. Namun terkadang Sienna juga merasa lucu sekali saat itu.


Sambil mengingatkan kembali Prince. Pada akhirnya kakinya berhenti tepat di di stadion. Ketika masuk ke dalam Sienna mengobjekkan pandangannya pada satu titik.


Disana terlihat seorang wanita berkacamata hitam duduk. Dia duduk di antara Stadion yang sepi. Ia duduk di podium baris ketiga.


Sienna berjalan mendekati orang itu. Ketika ia hampir dekat, orang itu menepuk tempat samping dirinya. Dan itu adalah sebuah isyarat untuk Sienna agar duduk di sampingnya.


"Maaf Nyonya, aku tidak terbiasa duduk di samping orang asing. Jadi, apakah kau tidak keberatan jika posisinya tetap seperti ini?" Tanya Sienna padanya.


Wanita yang tak lain adalah Annie itu tersenyum seketika. Sienna memang sangat waspada.


Sebab Bella dan Stevan lah yang mengajarkan untuk lebih hati-hati saat di luar. Terlebih hati-hati kepada orang asing.

__ADS_1


"Kau memang jenius sekali! Aku memahami ke khawatiran mu atas orang baru. Kau tenang saja, aku tidak akan mencelakai mu. Lagi pula ini di area sekolah. Dan apakah kau melihat area ini di penuhi CCTV? Jika aku berulah atau berbuat jahat padamu, akan mudah bagiku untuk tertangkap!" Jelas Annie padanya.


Sienna berpikir sejenak, benar sekali apa yang Annie katakan. Pengawasan area sekolah ini ketat. Penjahat yang berniat menculik anak-anak pasti akan cepat tertangkap.


Meski berat, demi sebuah jawaban Sienna pun berjalan mendekati wanita itu. Lalu ia duduk di sampingnya. Keduanya menatap lekat ke depan. Belum ada yang ingin memulai pembicaraan.


"Tentang surat itu, apakah kau memiliki pertanyaan setelah membacanya?" Tanya Annie padanya.


"Pertanyaan akan muncul ketika penjelasan itu di katakan. Tetapi aku ingin mendengar lebih detailnya. Hatiku masih belum sepenuhnya mempercayai itu." Ucap Sienna.


Annie tau itu, dugaannya semalam benar adanya. Sienna saat ini masih belum percaya sepenuhnya padanya.


Tapi baiklah, hari ini adalah waktu yang pas baginya untuk mengatakan kebenarannya.


"Kau sebenarnya anak dari Tasya, sekertaris perempuan Brian dulu. Kau bukan anak dari Bella, tapi kau adalah anak Tasya. Pernahkah kau melihat Brian bersikap hangat padamu selama ini? Coba katakan padaku, pernahkah? Tidak bukan?" Tanya Annie padanya.


"Aku benar kan Sienna?" Tanya Annie padanya sambil menoleh.


Disini Annie kembali merubah penampilannya. Itulah mengapa Sienna bahkan tidak mengenali dirinya.


"Itu benar, tapi apa yang mendukung argumenmu itu untuk benar?" Tanya Sienna lagi padanya.


"Sebenarnya perbedaan yang terjadi antara dirimu dan Prince sudah membenarkan perkataan ku. Itu adalah bukti kuatnya. Jika kau ingin bukti yang lebih kuat daripada ini, maka kau bisa tanyakan langsung pada Bella. Dia pasti akan menjelaskan semuanya! Dan ya, satu lagi. Ibumu sangat merindukanmu di penjara!"


Jelas Annie, Sienna membulatkan kedua matanya tak percaya. Dia baru saja bilang penjara. Apa itu artinya, ibunya adalah seorang kriminal disini?

__ADS_1


"Apakah dia orang jahat?" Tanya Sienna padanya.


Disitu Annie menggeleng. Namun ia juga berpikir, masalah dewasa yang terjadi antara saudaranya dan Brian tidak pantas apabila di ceritakan pada seorang anak kecil.


"Daddy mu Brian lah yang jahat disini! Dia lah yang membawa Tasya masuk ke dalam penjara, lalu Bella mengambilku atas nama simpati. Sebab bayi tidak boleh di rawat di dalam penjara. Selama ini mungkin kasih sayang itu simpati. Jadi, akan lebih baik apabila kau Sienna, menemui ibu kandungmu dan melihat keadaannya." Tutur Annie.


Lagi-lagi dilema membuat Sienna bingung. Annie berdiri setelah mengatakan itu semua. Sungguh, sepertinya ini cukup bagi Sienna untuk setuju bertemu dengan Tasya.


"Jika kau masih ragu, kau boleh mencari tahu sendiri jawabannya pada Bella dan Brian. Sebab aku tau, kau pasti tidak akan mudah menerima ini. Perlu kau tau, ibumu di dalam penjara bicara padaku bahwa di sangat merindukanmu. Dia ingin melihatmu, sebab ketika kau lahir bahkan ia tidak melihat wajahmu. Karena Bella langsung membawamu pergi saat itu!" Jawab Annie lagi menjelaskan.


Annie mengeluarkan sesuatu dari dalam sakunya. Itu adalah selembar kertas dengan nomor teleponnya. Annie menyerahkan itu pada Sienna. Sienna yang masih terdiam, terbuyar sudah lamunannya.


"Ambillah Sienna! Aku akan menunggumu. Dan jika memang kau ingin menemui ibumu. Maka hubungi nomor ini, aku akan menjadwalkan nya nanti." Ucap Annie padanya.


Sienna meraih itu menerimanya. Tak lama Annie pun pergi dari sana meninggalkan Sienna sendiri disana.


Selang beberapa menit setelah pembicaraan itu. Ponsel di sakunya Sienna pun berbunyi.


Sienna mengeluarkan ponselnya dan disana tertera Daddy nya sedang menghubunginya.


Tak ingin membuat hubungan mereka semakin kaku. Sienna pun turun dari podium untuk segera menemui Brian dan pulang.


Masalahnya semakin rumit dan runyam sungguh. Anak sekecil Sienna harus dihadapkan dilema sebesar ini. Namun beruntungnya Sienna adalah anak yang kuat.


Bahkan saat ini ia masih memendam itu mencoba mencari momen yang pas untuk membicarakan dilemanya pada Mommy nya nanti.

__ADS_1


Dalam hatinya Sienna sudah mantap bahwa ia akan mengatakan ini pada Mommnya malam nanti. Ketika ia akan tertidur. Akan ada pembicaraan tatap muka antara Mommy nya dan dirinya nanti.


Barulah jika semua ini benar maka Sienna pasti akan datang menemui Tasya.


__ADS_2