Menikah Karena Amanat

Menikah Karena Amanat
Bab 9 . Mengakhiri hidup


__ADS_3

" Aaaaaaaaaarrrrrrggggghhhhhhhhhhh "


Brisa berteriak histeris di dalam ruangan .


Bagaimana bisa seorang ayah tega menjual anaknya darah dagingnya sendiri demi harta yang tak akan bisa dia bawa ke kuburnya .


Jika  bertanya apa  Brisa sekarang baik baik saja ?


TIDAK .


Hatinya hancur , remuk , bahkan mungkin kini menjadi abu .  Pria yang Ia hormati , Pria yang 18 tahun lalu menjadi cinta pertamanya ketika dia mulai bernapas didunia , tapi kini pria itu yang membuatnya tidak percaya adanya rasa yang bernama cinta .


Raganya sudah terlampau letih . Selama hampir 3 tahun dia coba bertahan . Menahan rasa sakit saat pertama kali menerima tamparan , pukulan ,dan  tendangan . Hingga hal itu terus berulang ulang tak terhitung jumlahnya berapa kali , yang pasti setiap inci tubuhnya sudah tak asing lagi dengan rasa sakit itu .


Semua kepedihan dan penderitaan Brisa lalui . Bertahan dengan dukungan orang yang peduli padanya .


Semua demi menyelamatkan nyawa seorang yang sejak kecil mengasuhnya .


Brisa merasa tak berguna sebagai seorang anak yang sampai Ibunya tiada , dia belum bisa membalas sedikitpun kasih sayang yang Ia terima .


Karena tak ingin menyesal lagi , maka Ia memilih bertahan walaupun penuh rasa sakit . Sebagai balasan untuk kasih sayang tulus dari pengasuhnya .


Brisa bahkan tak akan menolak jika nyawanya yang diinginkan agar menghentikan iblis itu menyakiti Mbok Min .


Tapi jika dia harus pergi selamanya  , dia ingin pergi dalam keadaan terhormat .


Setidaknya , walaupun jiwa dan raganya telah tiada , tapi dia berhasil menjaga kehormatan yang merupakan harta paling berharga bagi wanita .


Setelah berulang ulang kali berpikir , Brisa merasa mungkin ini adalah akhir dari pertahanannya selama ini .


Dalam hatinya Ia terus memohon maaf jika hanya sebatas ini kemampuannya untuk melindungi nyawa Mbok Min .


Brisa memutuskan untuk mengakhiri semuanya.


Dengan ragu Ia mengambil pisau yang masih tertata rapi di meja makan .


Sekilas Ia melihat ke arah hidangan mewah di meja yang  bahkan belum di sentuh sama sekali karena dua pria tadi lebih lapar pada tubuhnya .


Mengingat itu membuat Brisa menjadi jijik .


Dengan yakin , Ia segera menyayat pergelangan tangannya . Memotong tepat di nadinya membuat darah segar mengalir .


Dalam kelemahan  , Brisa bisa melihat wajah cantik Ibunya yang Ia rindukan . Lalu wajah Kirani yang tertawa , wajah Eijaz yang mengacak rambutnya ,bahkan Brisa melihat bayangan kejadian saat si Ohana mengejarnya setelah melihat lebam di pipinya .


Terakhir Brisa melihat wajah Mbok Min yang tersenyum . " Mbok maafin aku . " ucap Brisa lirih sebelum akhirnya matanya terpejam .



Seorang pelayan merasa aneh dengan salah satu ruangan VIP yang sejak tadi tidak pernah memanggil service atau semacamnya .



Pelayan wanita itu segera mengambil teko berisi air dan berjalan menuju ruangan itu .



Tok tok tok


Setelah mengetuk , perlahan pelayan membuka sedikit pintu .



Karena tak ada orang yang bisa Ia jumpai , pelayan membuka pintu lebih lebar .



Pelayan wanita  itu terkejut sampai menjatuhkan teko air yang dibawanya .



Keributan yang Ia buat membuat manager restauran segera turun tangan .



Responnya tak jauh beda dengan pelayan tadi , namun sang manager bisa mengendalikan keterkejutannya .


__ADS_1


Dengan dasi yang dia pakai , segera Ia ikatkan di pergelangan tangan wanita yang mengeluarkan darah .



Manager tadi mendekatkan wajahnya dan merasa masih ada hembusan napas walaupun lemah .



Dengan sigap Ia menutupi tubuh wanita itu dengan jasnya lalu menggendongnya menuju parkiran basement menggunakan lift barang agar tidak terjadi kehebohan .



Berusaha secepat mungkin mengemudikan mobilnya hingga kini sudah sampai di UGD rumah sakit .



Keberuntungan masih memihak wanita itu .  Dokter berhasil menghentikan pendarahan sehingga nyawa wanita itu masih tertolong .



Tak lama datang seorang karyawan lain menyusul atasannya membawa sebuah cluth yang tertinggal di restaurant .



Manager tadi membuka tas yang di duga milik wanita itu . Di dalamnya ada KTP , uang tunai  , juga ponsel .



Ia cukup terkejut saat melihat usia wanita tadi masih sangat muda .



Manager lalu mengecek nama kontak di ponsel , hanya ada 3 nama :


Kak Eijaz


Ohana


Sist Kirani



Panggilan pertama  , nomor tidak bisa di hubungi .



Panggilan kedua , nomor aktif tapi tidak dijawab.



Panggila  ketiga , hanya 2 kali nada tunggu lalu terdengar suara wanita yang menerima telepon .


Wanita di seberang telepon terdengar histeris dan tak percaya dengan kabar yang baru Ia terima .



Setelah mengakhiri panggilan , manager itu kembali masuk ke ruang rawat Nona itu .



Setelah mengetahui usianya , Manager mengubah sebutannya menjadi Nona .



Ia memandangi wajah cantik yang tengah berbaring tak berdaya  .



" Sebenarnya masalah berat apa yang dialami gadis muda sepertimu . " ucapnya sambil duduk di tepi brankar .



" Kau sangat cantik Nona . Apa kamu seperti ini karena disia siakan oleh seorang pria ?  Jika iya , bodoh sekali pria itu . " lanjutnya masih bicara seorang diri .



Manager itu betah berlama lama menatap kecantikan , hingga matanya tak sengaja melihat ada jejak yang ditinggalkan seseorang di ceruk leher  nona itu .

__ADS_1



" Apa ada unsur pelecehan ? "


Saat tengah berpikir , pintu ruang rawat terbuka masuklah sosok gadis yang mungkin usianya sama dengan nona tadi .



" Risa ...... " teriak Kirani sambil memeluk tubuh dingin Brisa .



Ayah Kirani , Pak Wisnu Kusuma berterima kasih pada manager tadi dan memimta agar kejadian tadi dirahasiakan mengingat korban masih pelajar .



Setelah mengantar manager hingga ke pintu , Pak Wisnu mendekati putrinya . Memeluknya   memberinya kekuatan .



Ia tahu bagaimana kedekatan keduanya 2 tahun terakhir . Brisa menghilangkan rasa sepi yang selalu dirasakan Kirani .



" Ayahh... janji . Ayah harus bisa . Kumohon ayah . Lakukan secepatnya . " pinta kirani memohon bantuan Ayahnya .



Sementara ditempat lain , Aydin yang baru saja selesai mandi mengecek ponselnya . Ia melihat ada 3 panggilan tak terjawab . Aydin bingung sendiri , siapa yah orang yang dia simpan di phonebook ponselnya dengan nama  ' Titipan paket ' .


Berpikir sejenak , ingatannya membawa pada gadis pujaan hati Eijaz . " Ada urusan apa dia menghubungiku ? "


Entahlah , tapi perasaan Aydin menjadi tidak nyaman . Ia gelisah , apalagi saat di hubungi balik ponsel gadis itu tidak aktif .


Akhirnya Aydin menyambar kunci motornya . Lalu melajukannya menuju rumah pohon tempat terakhir mereka bertemu .


Tapi sayang , disana tidak ada siapa siapa .


Tak ingin kedatangannya sia sia , Aydin naik kerumah pohon . Disana bisa Ia lihat banyak coretan nama Risa dan Rani .  Sayangnya pintu untuk masuk kedalam rumah pohon terkunci .


Aydin mengintip kedalam lewat celah berbentuk kotak .Entah mengapa Ia penasaran dengan dua buku bersampul hitam . Susah payah Ia berusaha meraihnya dan akhirnya Ia berhasil .


Mulai membaca buku dengan nama Rani di sampul . Isinya biasa saja , hanya cerita tentang hal hal yang membuatnya kesal .


Berbeda dengan buku bersampul Risa . Isi bukunya hampir semua berisi bagiamana Ia mengalami kekerasan fisik dan mental .


Menurut Aydin , kedua gadis ini sengaja menuliskan dibuku hal hal yang tidak bisa mereka sampaikan pada orang lain .


Walaupun Ia tahu ini salah membaca privasi orang lain , tapi rasa penasarannya lebih besar jadi Ia terus melanjutkan membaca .


" Tapi , diantara dua nama ini , yang


Mana milik si titipan paket ? Kenapa aku bisa lupa sih . " batin Aydin menyesali dirinya yang sulit mengingat nama orang lain .


.


.


.


.


.


" Hidupmu tidak akan berakhir hanya karena hari ini adalah hari yang menyedihkan untukmu” – Baker King Kim Tak Goo


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


To be continue


__ADS_2