Menikah Karena Amanat

Menikah Karena Amanat
Bab 25 . Mencari tahu


__ADS_3

Esme menghentikan laju mobilnya ketika jarak mereka sudah semakin dekat dengan perusahaan Ohana Tech Group milik Aydin .


" Telepon gih ... kan lucu kalau tiba tiba kita nongol bawa anaknya . Pura pura aja kamu gak tahu . " ujar Esme .


Dengan ragu Risa menekan nomor ponsel Aydin yang diberi Dafha .


Tut.... tut.... tut.....


Panggilan tidak dijawab .


Tut.... tut.... tut...


" Ya . " suara seorang pria terdengar dingin .


Aydin sebenarnya ingin mengabaikan panggilan dari nomor yang tidak dikenalnya karena saat ini Ia sedang meeting . Apa lagi moodnya sejak semalam sedang tidak baik  .


" Maaf , apa benar anda ayah dari anak yang bernama Dafha ? " ujar Risa berusaha terdengar senatural mungkin .


" Iya benar , ada apa dan siapa anda ? " tanya Aydin .


Perhatiannya seketika beralih pada lawan bicaranya di telepon saat mendengar nama putranya . Ada perasaan aneh saat mendengar suara wanita di telepon .


" Saya menemukan putra Anda di sekitar Jalan XX . Sepertinya dia tersesat . Dan memberiku nomor ini untuk menghubungi orang tuanya . " jelas Risa  .


" Astaga... Dafha . " Aydin tercekat .


Ia melihat jam di pergelangan tangannya dan memang saat ini sudah lewat dari jam pulang sekolah putranya .


" Aku melupakan Dafha ", rutuknya dalam hati .


" Terimakasih sudah menghubungiku . Tolong bantu menjaga putraku sebentar , aku akan segera ke sana . Tolong kirimkan lokasi anda . " Aydin berbicara sambil setengah berlari meninggalkan meeting begitu saja .


Franda akhirnya mengambil alih memimpin meeting .


Karyawannya juga ikut cemas karena bisa mengerti apa yang sedang terjadi saat mendengar potongan pembicaraan bosnya .


" Tunggulah di perusahaan anda . Ohana Tech benarkan ? Saya tahu dari kartu yang putra anda berikan . " ujar Risa .


" Hah ? Baiklah  . " Aydin menurut .


" Tapi ... maaf bukannya meragukan anda . Bolehkah saya bicara pada putra saya ?  Saya ingin memastikan dia baik baik saja agar bisa lebih tenang . " pinta Aydin .


" Putra anda sedang tertidur . Tapi dia baik baik saja . Tunggulah , sebentar lagi kami sampai . " ujar Risa lalu memutuskan sambungan telepon .




Aydin ditemani asistennya Chandra sudah menunggu didepan pintu lobby perusahaan .


Hanya berselang beberapa menit sebuah mobil mini cooper berwarna tosca menarik perhatian Aydin dan Chandra .



Mobil itu mulai melambat ketika akan menepi dan berhenti tepat di depan Aydin dan Chandra .



Dengan tidak sabar Aydin membuka pintu mobil dan betapa terkejutnya dirinya .



" Kamu ? " ujarnya



" Aydin ? " Risa juga berpura pura terkejut .



" Kamu yang tadi menelepon ? Gimana ceritanya Dafha bisa sama kamu ? "


Aydin mencecar Risa dengan banyak pertanyaan .



" Ssstttt jangan berisik , nanti anaknya bangun . Nanti aja aku jelasinnya . Ini gimana nuruninnya , pulas banget tidurnya . " ujar Risa .



Aydin mengangguk setuju . " Sini , biar aku yang gendong ke ruanganku . "



Aydin menunduk sehingga wajahnya berada sangat dekat dengan Risa .



Aydin terpaku saat kedua netra mereka saling bertemu . Hembusan napas Risa terasa sangat wangi menembus indra penciumannya .



" Aydin , kok malah bengong . " tegur Risa dengan berbisik .



Berada diposisi seperti itu dengan Aydin , membuat kesehatan jantungnya terganggu .



Saat kesadarannya kembali , Aydin hendak mengambil alih menggendong Dafha .



Namun siapa sangka , Dafha membuka sedikit matanya karena tidurnya terganggu . Lalu menepis tangan Daddynya , dan makin memeluk erat leher Risa seolah tak ingin dipisahkan .

__ADS_1



Aydin dan Risa menghela napas bersamaan .



" Ya udah , aku aja yang gendong ke atas . " ujar Risa .



Ia lalu turun perlahan dari mobil .


" Aydin , bawain tas aku yah " , pintanya manja .



Entah mengapa Aydin menurut saja ucapan wanita itu . Aydin meraih tas Risa , lalu melangkah dengan cepat menyusul Risa yang sudah berjalan masuk lebih dulu .



Chandra sampai tak berkedip melihat kejadian barusan . Demi apa bosnya yang sangat tidak peduli dan tidak peka bisa menurut dengan model cantik itu , pikirnya .



Chandra menunggu Esme memarkirkan mobilnya dulu , lalu mereka akan ikut menyusul si Bos .



Sementara tatatapan beberapa karyawan tertuju pada seorang model asal korea selatan yang sedang ramai diperbincangkan karena akan menjadi coach di Starts Academy , saat ini malah terlihat menggendong putra bos mereka .


Bahkan di belakangnya,  bos mereka yang terkenal dingin mengikuti lengkap dengan tas wanita di genggamannya .



Ketiganya masuk ke lift , Aydin menekan tombol 17 .


" Kamu kuat gak ? Dafha biar bangun juga gak kenapa napa . " Ujar Aydin .



Dengan tetap menstabilkan pernapasannya , Risa menggeleng . " Gwaenchanayo ( *tidak apa apa* )..... udah sampai disini juga , lanjut aja . "



Aydin mengamati kaki Risa yang hampir saja goyah , mungkin karena sepatu berhak tinggi yang Ia gunakan membuatnya semakin kesulitan .



Ting ......


Pintu lift terbuka .




Franda ikut keluar dari ruang meeting dan mengikuti langkah Aydin dan Risa .



Aydin membuka pintu ruangannya , mempersilahkan Risa masuk .



Risa hendak membaringkan Dafha di sofa namun segera dicegah oleh Aydin .



" Di ruang pribadi aku aja Ris , tolong yah . " Ujarnya lalu membuka sebuah pintu lagi .



Risa masuk melewati Aydin yang menahan pintu agar terbuka . Lalu dengan perlahan membaringkan Dafha yang masih tertidur di ranjang .



Risa merasa pinggangnya hampir patah dan napasnya masih memburu sehingga ikut merebahkan tubuhnya di ranjang Aydin dengan kaki masih menapaki lantai .



" Aydin .... " tegur Franda saat melihat Aydin mengajak wanita tadi masuk ke dalam ruang pribadinya .



" Ya ... " jawab Aydin masih dengan posisinya menahan pintu .



" Kamu ? Dia ? " tanya Franda .



" Oh ya .. tolong lanjutin meetingnya yah . " Ujar Aydin lalu ikut masuk ke ruang pribadinya dan menutup pintu .



Mata Franda tiba tiba saja memansa . Rasanya ada bulir air mata yang ingin keluar tanpa permisi .



" Bahkan aku saja tidak pernah diizinkan masuk keruangan itu . Siapa wanita itu ? " batin Franda.



Sementara Aydin menyusul Risa dan Dafha , namun pemandangan yang Ia dapatkan adalah Dafha yang tidur lelap dan Risa yang setengah berbaring sambil memejamkan matanya dengan dada naik turun selaras dengan napasnya yang masih memburu .

__ADS_1



Aydin menarik napas panjang , mengumpulkan oksigen sebanyak banyaknya  .



Pemandangan seorang wanita cantik , kulit putih mulus tanpa cacat . Paha putihnya bahkan kini bisa terlihat karena rok bermotif bunga yang dikenakannya memang hanya mampu menutupi setengah saja .



Aydin sudah bersusah payah menahan gejolak dalam dirinya . Ia hanya bisa menelan salivanya . Belum lagi Risa hanya menggunakan tanktop oversized berwarna kuning cerah hingga pundak putihnya terekspos .



Aydin berdiri berkacak pinggang tepat dihadapan Risa . " Dia bahkan tidak mengindahkan peringatanku tentang pakaiannya . " gumam Aydin .



Risa merasa sedang diawasi , seperti ada mata yang menatapnya sehingga Ia membuka matanya .



" Maaf , aku berbaring di ranjangmu tanpa meminta izin . " ujar Risa . 



" Hemm ... " Aydin hanya berdeham .



" Jadi sekarang bisa jelaskan padaku , mengapa bisa Dafha bersama mu ? Apa kebetulan lagi  ? Atau kamu memang mencaritahu tentangku dan sudah tahu jika Dafha putraku ? "


Aydin mencecar Risa dengan berbagai pertanyaan .



" Sungguh imajinasimu luar biasa . " ujar Risa .



" Jawab saja Risa . "



" Oke oke ... akan ku jawab satu per satu . Tapi lebih dulu bantu aku berdiri . " pinta Risa dengan manja .



Dia kini mengulurkan kedua tangannya pada Aydin .



" Dia benar benar mengujiku . " batin Aydin .



Aydin meraih kedua tangan Risa dan menariknya dengan kuat hingga wanita itu terpaksa berdiri .



Namun karena tak siap Risa hampir saja terjatuh jika Aydin tak menahan pinggangnya .



Kini bukan hanya wajah mereka saja yang berdekatan, bahkan keduanya kini berdiri berhadapan tanpa jarak karena Aydin menarik Risa agar menempel padanya .



Kedua netra itu saling beradu . Baru saja tadi rasanya Risa berhasil menormalkan kerja jantungnya , kini jantungnya kembali berdetak lebih cepat . " Perasaan apa ini  ? " batin Risa .



Katakan Aydin sudah kehilangan kewarasannya. Yang Ia tahu , wanita didekapannya ini telah mengganggu pikirannya sejak semalam .


Dan kini dia sendiri yang datang pada Aydin .



" Baiklah Kim Risa , ayo kita cari tahu apa yang terjadi padaku . " Batin Aydin , lalu Ia mulai mendekatkan wajahnya pada wajah cantik di hadapannya kini .



.


.


.


.


.


"*Siapapun yang jatuh cinta sedang mencari bagian yang hilang dari diri mereka sendiri*."


.


.


.


.


.


To be continue

__ADS_1


__ADS_2