
Setelah mengantar Risa pulang , Aydin langsung pulang ke rumah orang tuanya .
" Assalamualaikum . " Teriaknya memberi salam .
Tak ada jawaban Aydin pikir semua orang sudah tidur . Tapi saat melewari ruang tengah , Aydin terkejut karena Mama , Papa , Ayana , bahkan Dafha masih terjaga dengan wajah murka .
" Loh kok belum pada tidur ? " tanya Aydin tanpa rasa berdosa .
" Daddy dari mana ? " Dafha balas bertanya .
" Kantor . " Jawabnya singkat tanpa berpikir lebih dulu .
" Bohong , " teriak Mama , Papa , dan Ayana bersamaan .
" Apa aunty Risa masih sakit ? " tanya Dafha .
" Dari mana Dafha tau jika Risa sakit . " Batin Aydin .
" eh Iya . Aunty masih lemas . " Jawab Aydin kali ini Ia pikirkan dulu sesaat .
" Bohong " ketiganya meneriaki Aydin lagi .
" Apa daddy telat pulang karena pergi berdua bersama Aunty Risa ? " tanya Dafha .
Bola mata kecil Dafha sudah berkaca - kaca.
Aydin tidak tega membohonginya lagi .
" Boy , I am sorry so much . Oke Daddy ngaku , daddy memang telat karena bersama aunty Risa , kami .... "
Belum selesai Aydin menjelaskan Dafha sudah berlari menuju kamarnya .
Ia sempat berhenti di tengah tangga .
" Tuhan manggil Mommy pulang ke surga , kata mommy Dafha gak boleh marah dan sedih karena akan ada malaikat yang datang nemenin Dafha . Sekarang aunty Risa sudah datang , tapi kenapa daddy mau ngambil malaikat Dafha ? Harusnya daddy juga minta kirimin malaikat sama mommy sebelum mommy pergi . " Teriak bocah berusia 5 tahun itu sambil terisak .
Kemudian Ia kembali berlari ke kamarnya.
Mama Indira segera menyusul cucunya ke kamar , namun sebelumnya Ia berhenti sejenak di tempat putranya terpaku sedang bersimpuh lutut.
" Kalau berbohong , yang total aja sekalian . Kasihan cucu mama . " Sindir Mama Indira .
Aydin berpindah duduk di atas kursi . Mengusap wajahnya kasar , " apa sih sebenarnya yang terjadi ? " tanya Aydin dengan geraman yang tertahan .
Ayana yang semula berada di pihak Dafha menjadi iba juga dengan abangnya . Dan mulailah Ia menceritakan kejadian yang Aydin lewatkan .
*Dafha yang hari ini harus pulang sekolah dijemput supir terlihat sangat gembira ketika tiba di rumah Oma dan Opanya* .
*Indira tentunya heran ,biasanya jika supir yang menjemputnya anak itu akan cemberut seharian . Sudah seminggu , Risa kekasih baru putranya yang selalu menjemput Dafha , dan hari ini walau tidak di jemput cucunya itu tetap bahagia* .
" *Dafha , kamu packing mau kemana ? " tanya Oma Indira* *saat menyusul ke kamar cucunya* .
" *Dafha dan Daddy sudah jajian untuk ngasih surprise ke aunty Risa . Dafha mau ke rumah aunty Risa ." Ujarnya bahagia* .
" *Emang aunty Risa yang manggil kalian kesana ? " tanya Oma* .
*Dafha mengedikkan bahunya* .
" *Kata Daddy ini surpsrise , jadi aunty Risa gak boleh tau . Ssssttttt.... oma jangan bilang ke aunty yah ... " peringat bocah 5 tahun itu dengan polosnya* .
*Sampai waktu makan siang usai , namun sang Daddy yang ditunggunya belum juga menjemputnya* .
*Dafha yang sudah siap dengan barang yang akan dibawanya terus duduk diteras menunggu mobil yang tak kunjung datang* .
*Indira terus menghubungi ponsel Aydin dan Risa bergantian , namun tak ada jawaban . Kedua ponsel itu tidak aktif . Hingga akhirnya Mama Indira menghubungi Esme , wanita yang diperkenalkan sebagai manager dari kekasih putranya* .
*Esme meminta maaf dan menjelaskan jika Risa tiba-tiba saja sakit saat meeting , dan kini Aydin yang menungguinya* .
*Karena Esme harus menyelesaikan sesuatu* .
*Saat Esme menjelaskan apa yang terjadi , air mata Dafha berlinang* .
" *Kenapa Dafha menangis ? " tanya Oma* .
" *Maafkan Daddy , semua diluar dari rencananya* . "*bujuk oma*.
*Dafha menggeleng* .
" *No oma ... bukan itu . Dafha takut aunty Risa juga pulang ke surga , kata aunty Esme dia sakit . Mommy dulu juga sakit sebelum Ia pulang ke surga* . "
*Ucapan polos Dafha membuat hati wanita yang masih cantik di usia senjanya itu tersayat* .
__ADS_1
" *Dafha doakan aja aunty cepat sembuh dan bisa ketemu Dafha lagi . Jadi Dafha biarin Daddy nemenin aunty dulu yah . Biar aunty istirahat ," bujuk Oma Indri* .
*Dafha mengangguk* .
" *Masuk yuk Oma , Dafha lapar ," rengeknya* .
*Oma Indri tersenyum melihat Dafha yang sekarang sudah bisa mengerti dengan keadaan sekelilingnya* .
*Hingga malam tiba , saat Dafha dan Ayana sedang bermain bersama* .
*Ayana sedang berselancar di dunia maya , saat Dafha ikut berbaring disampingnya* .
*Lalu sebuah foto yang baru dipost oleh seseorang membuat Dafha dan Ayana tercengang* .

" *Ayyan... itu foto daddy kan ? " tanya Dafha* .
*Ayana yang tidak tahu apa yang terjadi sebelumnya membenarkan ucapan ponakannya*.
" *Iya ... itu Daddy dan Ms. Kim ," jelasnya* .
" *Aunty Risa ? " tanya Dafha* .
" *Iya , memangnya kenapa boy ? " tanya Ayana* .
" *Tapi aunty Risa lagi sakit ," lirih Dafha* .
*Mata bocah itu mulai berkaca-kaca* .
" *Sakit ? Apa itu alasannya tadi Ms. Kim tidak ikut photoshoot ? " gumam Ayana* .
*Tangis Dafha menggema di seluruh penjuru rumah . Bahkan bibi juga tergopoh gopoh berlari dari dapur* .
*Sejak detik itu tidak ada lagi kedamaian di kediaman Bapak Dimas Syauki* .
*Hingga , Opa Dimas berhasil membujuk Dafha untuk mengatur rencana pembalasan untuk Aydin* .
~~~~~~~~~~~~ **Flash back Off** ~~~~~~~~~~
Pukul 3 dini hari .
Seorang gadis sedang mengendap-ngendap keluar dari kamarnya .
Lampu rumah yang telah sengaja di padamkan saat malam hari membuatnya semakin berdebar untuk menyukseskan misinya malam ini .
Langkah kakinya berjinjit , Ia puas karena menurutnya bahkan semutpun tidak akan mendengar langkahnya yang perlahan .
Semua Ia lakukan bukan untuk kabur dari rumah, tapi semua demi ponakan tercintanya juga bayangan liburan gratis di raja ampat .
Berbeda dengan seorang wanita yang sedang menunggu di balik pintu .
" Lama banget , aku kan juga takut sendirian ." Keluhnya .
Dengan kesal Ia memotret dirinya yang menunggu sendiri di depan rumah seseorang lengkap dengan tampang menangis .
Dia terkekeh dengan idenya yang brilian .
" Selamat menikmati omelan Amora . "
Batinnya .
Ceklek .... pintu akhirnya terbuka .
" Sssttt .... Ms . Kim .... " panggilnya dengan suara berbisik .
" Ayana ... kamu lama ak.. hhhmmmppttr "
Mulut Risa dibekap oleh Ayana .
" Jangan berisik Ms .Kim , kalau ketahuan udah gak jadi kejutan ," ujar Ayana .
" Oke ," Risa tanpa sadar mengikuti cara bicara Ayana .
Setah kembali masuk mengendap -ngendap akhirnya Ayana dan Risa tiba di Kamar Dafha .
Mama Indira baru saja selesai menunaikan ibadah shalat malam .
__ADS_1
" Allah mendengar doa Mama , " ucapnya .
" Doa mama apaan ? " tanya Ayana .
" Mama berdoa kalian berdua sampai di kamar ini dengan selamat . " Ucapnya penuh syukur .
Risa takjub menatap Ayana dan Mama Indira yang langsung berpelukan .
" Makasih mama sudah mendoakan Yana ," ujar Ayana terharu .
" Mama akan selalu menyebut nama kalian disetiap doa mama ," balas Mama Indira berurai air mata .
" Risa juga kok kan bentar lagi jadi anak mama ." Sambungnya sambil menarik Risa dalam pelukannya .
Setelah drama absurd yang diperankan oleh Mama Indira dan Ayana , mereka membahas tentang rencana besok seperti apa .
Satu jam berlalu rasa kantuk sudah mulai menyerang . Mama Indira pamit untuk ke kamarnya , begitupun dengan Ayana .
" Ms . Kim , apa kamu bawa baju tidur? " tanya Ayana .
Risa menatap dirinya , " apa Ayana tidak lihat pakaiannya . " Batinnya .
" Ini aku tengah memakainya , " balas Risa .
Mama Indira dan Ayana menatap Risa .
" Baju tidur seorang model terkenal memang berbeda dengan model modelan , " gumam Mama Indira melirik Risa dan Ayana bergantian .
Ayana tak menjawab . Ia melihat penampilannya yang memakakai piyama kaos pink dengan gambar karakter kartun berbentuk kucing yang memakai pita di bagian depan.
" Huuffttt .. aku harus merombak isi lemariku segera . " monolognya .
" Setiap orang perlu bermimpi supaya tahu arah dan tujuan. Tapi setiap orang harus terbangun untuk mewujudkannya. "
Dengan pemikiran itu , Aydin menyemangati dirinya untuk bangun dan bersiap menghadapi putranya .
" Aku harus minta maaf dan jujur jika melupakan janjiku . " Batin Aydin sedang menyusun rencana.
" Lalu aku akan berjanji hal yang lebih menarik lagi , tapi apa yah ? " monolognya .
" Nanti saja ku pikirkan , hadapi saja dulu . "
Setelah 3 kali batal mengetuk pintu , akhirnya Ia beranikan dirinya masuk .
" *Untung ada Ayana yang menemaninya tidur , jadi dia tidak sedih sendirian semalam ," lirinya dalam hati* .
Aydin semakin mendekat ke ranjang , matanya terbelalak , mulutnya terbuka karena terkejut melihat siapa yang sedang di peluk putranya .
" SAYANG !!!!! " Teriaknya .
" KIM RISA , " sambungnya masih dengan teriakan .
.
.
.
.
.
.
.
"*Tuhan menciptakan malam agar kita belajar, bahwa setelah gelap terbit lah terang*. "
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
To.be continue