
Setelah dari sekolah Dafha , Risa dan Esme langsung menuju ke Stars Academy .
Sesuai jadwal hari ini , Risa akan bertemu dengan para model dari Stars Academy .
Risa dan Esme disambut baik oleh pimpinan dan staff Stars Academy .
Sudah lama agensi ini mengirimkan surat kerjasama kepada agensi yang menaungi Risa di korea , namun baru kali ini mereka mendapat respon baik . Bahkan model utama agensi itu yang datang langsung ,memberi nilai lebih bagi Stars Academy .
Hari ini akan ada 30 model trainee yang akan memberi penampilan terbaik mereka . Dari 30 model itu , Risa akan memilih 10 model yang akan Ia mentori selama 6 bulan . Dan pada puncaknya hanya akan ada 1 model yang dipilih untuk mendapatkan kesempatan mengikuti trainee model di Korea selama setahun .
Semua model sangat antusias , bagi mereka ini sebuah kesempatan luar biasa . Bisa belajar langsung dari model dan bintang iklan terkenal Kim Risa . Apalagi Risa terkenal sudah sering wara wiri di setiap pagelaran fashion atau pemotretan dari produk produk terkenal dunia , pengalamannya sudah tidak diragukan lagi .
Tepuk tangan dari semua peserta menyambut Risa saat masuk ke tempat seleksi .
Dengan langkah anggun , Risa berjalan menaiki panggung untuk menyapa dan memperkenalkan dirinya . Sementara Esme langsung ke meja juri. Auranya yang selalu bersinar , mampu membuat orang tak berhenti memujinya .
" Annyeonghaseyo Yeorubun ... Jeoneun Kim Risa imnida . Mannaseo bangaweoyo .... " Ujar Risa memperkenalkan diri dalam bahasa Korea .
" Annyeonghaseyo .... " Balas serentak orang orang yang ada di ruangan .
" jal jinaesyeosseoyo ? " Risa kini menanyakan kabar , namun hanya beberapa orang yang menjawab.
Risa tersenyum , " Maaf ... maaf .. maaf jika membuat kalian semua bingung . " ujar Risa .
" Saya akan mengulang dalam bahasa Indonesia saja . " Ujar Risa dengan senyum manisnya .
Setelah sesi perkenalan , Risa kembali duduk di meja juri bergabung bersama Esme dan 2 orang perwakilan dari Stars Academy .
Satu per satu peserta menaiki panggung , menunjukkan kemampuan terbaik mereka .
Sesuai prediksi Risa jika Ayana, adik Aydin dan juga Anggun, anak dari Ferdinand juga ikut dalam audisi ini .
Walapun begitu Risa akan tetap bersikap profesional . Jika Ayana tidak terpilih , maka dia akan memikirkan cara lain untuk mendekatinya .
Tapi ternyata penampilan Ayana cukup baik . Dan mendapat penilaian yang sama dari ketiga juri yang lain .
Selama audisi , sesekali ponsel Risa bergetar . Ada panggilan masuk dari Gio . Risa pikir ini menyangkut kerja sama mereka , tapi saat Ia tanya ke Esme jika kontrak dan lainnya masih dalam pratinjau .
Sesi audisi pertama telah selesai . Break selama 15 menit digunakan peserta untuk menyiapkan diri ke tahapan seleksi selanjutnya yaitu melihat kepiawaian peserta saat berpose di depan kamera .
Saat Break Risa menghubungi Gio . Ternyata Gio mengajaknya makan siang bersama . Tapi Risa belum bisa memberi jawaban karena tak tahu audisi ini akan berlangsung sampai kapan .
Setelah mengakhiri panggilan , Risa tanpa sengaja bertemu Ayana .
" Hai ... Ms Kim ... perkenalkan aku Ayana . " ucapnya ramah .
Risa tersenyum . " Hai .. bukankah kamu yang mengirimiku pesan ? "
" Iya . Terimakasih sudah membalasnya . Aku sangat senang . " ujar Ayana .
" Tidak perlu berterima kasih , itu bukan apa apa . Aku hanya suka sama gadis sepertimu , penuh semangat . Aku seperti melihat diriku 10 tahun lalu . " Ujar Risa .
" Terimakasih Ms. Kim . Semoga aku juga bisa sepertimu . " balas Ayana .
" Berjuanglah , berikan tampilan terbaikmu . " ujar Risa kemudian pergi meninggalkan Ayana .
Karena masih tahap seleksi, Risa tak ingin nampak dekat dengan Ayana . Ia tak ingin ada yang berpikir macam macam .
Dari kejauhan ternyata seseorang menatap Ayana dengan geram .
Ya , Dia adalah Anggun . Mereka ternyata sekolah di sekolah yang sama sejak SMP . Tapi Anggun membenci Ayana , karena Ayana selalu mendapatkan apa yang Anggun mau .
Anggun sangat ingin memberikan pelajaran pada Ayana , tapi karena dia menyukai kakak dari Ayana akhirnya dia harus menahan diri .
Seleksi tahap dua dimulai . Kali ini seleksinya berlangsung cepat karena 5 orang peserta maju bersamaan .
Setelah penilaian yang cukup sulit . Terpilihlah 10 nama peserta yang akan di mentori langsung oleh Risa , termasuk Ayana didalamnya .
Kini ke 10 peserta itu sedang mendengarkan arahan dari Risa . Mereka juga berkenalan satu per satu .
Risa berubah 180° saat sudah mengajar . Dia akan jadi lebih tegas . Risa menyampaikan bagaimana metode yang Ia gunakan, juga hal hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat jam pelajaran Risa .
__ADS_1
Setelah selesai Risa dan Esme hendak pamit pada pimpinan agensi . Namun dari luar ruangan , Ia bisa mendengar seseorang sedang mengeluh pada pimpinan agensi .
" Bu ... mengapa saya tidak terpilih . Padahal saya lebih baik dari mereka . " ujarnya .
" Semua orang juga pasti punya pemikiran yang sama terhadap dirinya . Tapi ini sudah jadi keputusan dari juri . "
Pimpinan agensi mencoba untuk membuatnya mengerti .
" Kalau seperti itu aku akan bilang pada papa untuk meninjau kembali dana yang dia investasikan di agensi ini . " ancam gadis itu .
" Ini tidak ada hubungannya dengan kerja sama antara perusahaan ayahmu dan agensi . "
Pimpinan terdengar mulai geram .
Risa dan Esme yang mendengar hal itu sejak tadi menjadi emosi . Dasar anak manja , pikirnya.
" Permisi Bu . " Risa masuk ke dalam ruangan .
" Ms . Kim.... ada yang bisa saya bantu ? "
" Saya mohon maaf sebelumnya . Sebenarnya saya ingin pamit , tapi tak sengaja mendengar percakapan kalian . " ujar Risa .
" Begini saja , saya akan menerima kamu masuk ke dalam kelas saya . Tapi hanya dalam 3 bulan. Selama 3 bulan kamu harus memberikan progress yang jauh lebih baik . " tantang Risa .
" Baik , aku bersedia . " Jawab Anggun dengan gaya arogannya .
" Ayunan langkahmu yang tak beraturan , cara berputarmu yang tak seimbang , dan ekspresi wajahmu yang tidak menonjolkan karakter apapun . Ku lihat kamu sangat yakin , saat hal hal dasar seperti itu saja kamu masih kurang . " Ujar Risa menyebutkan hasil penilaiannya pada Anggun .
Anggun terdiam . Wajahnya memerah menahan amarah .
" Saya permisi Bu . Semoga berhasil , datanglah hari rabu pekan depan . Sampai jumpa . " ujar Risa .
Risa keluar dari ruangan . Esme menepuk bahunya , " itu baru gadisku . " puji Esme .
Esme tahu bagaimana Risa menahan amarahnya menatap Anggun . Adik tirinya , putri dari wanita yang telah membunuh ibunya .
" Ms . Kim .... " Panggil Anggun sambil berlari .
" Aku jarang mengingat wajah orang yang baru sekali ku temui . Mengenai wajahku yang tak asing , aku tidak tahu kamu orang keberapa yang mengatakan itu . Banyak orang melihatku di TV atau majalah , dan setelah itu berkata wajahku tak asing saat bertemu . " ujar Risa .
" Tidak Ms . Kim . Ini berbeda , seperti aku melihat wajah orang lain yang mirip denganmu. Tapi siapa yah ? " Anggun bergumam .
" Apa memamg kita baru bertemu sekali ? " gumamnya lagi .
Risa tak ingin membuang buang waktu lagi . " Ya , tapi tenanglah setelah ini kita akan lebih sering bertemu kok . "
Lalu Ia melangkah pergi meninggalkan Anggun yang terus menatap padanya .
Di luar gedung Stars Academy , Ayana segera menghampiri Aydin yang menjemputnya untuk makan siang bersama .
Baru saja keduanya akan berjalan ke mobil , Risa dan Esme juga keluar .
" Ms. Kim ... " sapa Ayana .
" Hai Ayana .... " balasnya membuat pria yang berdiri membelakanginya berbalik .
" Risa ... "
" Aydin ... "
__ADS_1
Ujar mereka bersamaan .
" Sedang apa kamu disini ? Jangan bilang ini kebetulan lagi ? " tanya Aydin .
" Harusnya aku yang bertanya padamu ? Aku salah satu pengajar disini . " Jawab Risa .
Risa akui insiden kedai kopi tadi memang sengaja direncanakan oleh Esme yang sudah mencari informasi kebiasaan Aydin . Tapi kali ini , Ia juga tidak menyangka akan bertemu dengan pria itu .
" Bang Aydin adalah kakakku Ms.Kim . Dia kemari menjemputku untuk makan siang bersama . " Ayana yang menjawab .
" Bagaimana jika Ms. Kim juga ikut bersama kami . Bukannya kalian sudah saling kenal ? Jadi bukan masalah jika makan siang bersama . " ajaknya .
" Tapi ..... " Risa ingin menolak , tak ingin Aydin semakin curiga padanya .
" Ikutlah , aku juga harus membalas kopi yang kamu beri pagi tadi . " ujar Aydin .
" Baiklah . " Putus Risa akhirnya .
Setelah berdebat sekali lagi , akhirnya Risa setuju untuk ikut di mobil Aydin bersama Ayana sedangkan Esme akan mengikuti mereka dengan mobilnya .
Ini kali kedua Risa berada di mobil Aydin . Jika pertama Risa yang memaksa untuk ikut . Tapi kini berbalik , Aydin yang memaksanya untuk ikut karena Ia curiga Risa tidak akan menyusul ke restauran .
" Rani ... bagaimana menurutmu ? Apakah sudah ada kemajuan ? " batin Risa yang tiba tiba saja mengingat Rani .
.
.
.
.
.
" *Aku tidak merencanakan untuk jatuh cinta dan merindukan dirimu. Semua terjadi begitu saja*. "
.
.
.
.
.
To be continue
__ADS_1