Menikah Karena Amanat

Menikah Karena Amanat
Bab 22 . Kebetulan yang sebenarnya


__ADS_3

Setelah dari sekolah Dafha , Risa dan Esme langsung menuju ke Stars Academy .


Sesuai jadwal hari ini , Risa akan bertemu dengan para model dari Stars Academy .


Risa dan Esme disambut baik oleh pimpinan dan staff Stars Academy .


Sudah lama agensi ini mengirimkan surat kerjasama kepada agensi yang menaungi Risa di korea , namun baru kali ini mereka mendapat respon baik . Bahkan model utama agensi itu yang datang langsung ,memberi nilai lebih bagi Stars Academy .


Hari ini akan ada 30 model trainee yang akan memberi penampilan terbaik mereka . Dari 30 model itu , Risa akan memilih 10 model yang akan Ia mentori selama 6 bulan . Dan pada puncaknya hanya akan ada 1 model yang dipilih untuk mendapatkan kesempatan mengikuti trainee model di Korea selama setahun .


Semua model sangat antusias , bagi mereka ini sebuah kesempatan luar biasa . Bisa belajar langsung dari model dan bintang iklan terkenal Kim Risa . Apalagi Risa terkenal sudah sering wara wiri di setiap pagelaran fashion atau pemotretan dari produk produk terkenal dunia , pengalamannya sudah tidak diragukan lagi .


Tepuk tangan dari semua peserta menyambut Risa saat masuk ke tempat seleksi .


Dengan langkah anggun , Risa berjalan menaiki panggung untuk menyapa dan memperkenalkan dirinya . Sementara Esme langsung ke meja juri. Auranya yang selalu bersinar , mampu  membuat orang tak berhenti memujinya .


" Annyeonghaseyo Yeorubun ...  Jeoneun Kim Risa imnida . Mannaseo bangaweoyo ....  " Ujar Risa memperkenalkan diri dalam bahasa Korea .


" Annyeonghaseyo .... " Balas serentak orang orang yang ada di ruangan .


" jal jinaesyeosseoyo ? " Risa kini menanyakan kabar , namun hanya beberapa orang yang menjawab.


Risa tersenyum , " Maaf ... maaf .. maaf jika membuat kalian semua bingung . " ujar Risa .


" Saya akan mengulang dalam bahasa Indonesia saja . " Ujar Risa dengan senyum manisnya .


Setelah sesi perkenalan , Risa kembali duduk di meja juri bergabung bersama Esme dan 2 orang perwakilan dari Stars Academy .


Satu per satu peserta menaiki panggung , menunjukkan kemampuan terbaik mereka .


Sesuai prediksi Risa jika Ayana, adik Aydin dan juga Anggun, anak dari Ferdinand juga ikut dalam audisi ini .


Walapun begitu Risa akan tetap bersikap profesional . Jika Ayana tidak terpilih , maka dia akan memikirkan cara lain untuk mendekatinya .


Tapi ternyata  penampilan Ayana cukup baik . Dan mendapat penilaian yang sama dari ketiga juri yang lain .


Selama audisi , sesekali ponsel Risa bergetar . Ada panggilan masuk dari Gio . Risa pikir ini menyangkut kerja sama mereka , tapi saat Ia tanya ke Esme jika kontrak dan lainnya masih dalam pratinjau .


Sesi audisi pertama telah selesai . Break selama 15 menit digunakan peserta untuk menyiapkan diri ke tahapan seleksi selanjutnya yaitu melihat kepiawaian peserta saat berpose di depan kamera .


Saat Break Risa menghubungi Gio . Ternyata Gio mengajaknya makan siang bersama . Tapi Risa belum bisa memberi jawaban karena tak tahu audisi ini akan berlangsung sampai kapan .


Setelah mengakhiri panggilan , Risa tanpa sengaja bertemu Ayana .


" Hai ... Ms Kim ... perkenalkan aku Ayana . "  ucapnya ramah .


Risa tersenyum . " Hai .. bukankah kamu yang mengirimiku pesan ? "


" Iya . Terimakasih sudah membalasnya . Aku sangat senang . " ujar Ayana .


" Tidak perlu berterima kasih , itu bukan apa apa . Aku hanya suka sama gadis sepertimu , penuh semangat . Aku seperti melihat diriku 10 tahun lalu . " Ujar Risa .


" Terimakasih Ms. Kim . Semoga aku juga bisa sepertimu . " balas Ayana .


" Berjuanglah , berikan tampilan terbaikmu . " ujar Risa kemudian pergi meninggalkan Ayana .


Karena masih tahap seleksi, Risa tak ingin nampak dekat dengan Ayana . Ia tak ingin ada yang berpikir macam macam .


Dari kejauhan ternyata seseorang menatap Ayana dengan geram .


Ya , Dia adalah Anggun . Mereka ternyata sekolah di sekolah yang sama sejak SMP . Tapi Anggun membenci Ayana , karena Ayana selalu mendapatkan apa yang Anggun mau .


Anggun sangat ingin memberikan pelajaran pada Ayana , tapi karena dia menyukai kakak dari Ayana akhirnya dia harus menahan diri .


Seleksi tahap dua dimulai . Kali ini seleksinya berlangsung cepat karena 5 orang peserta maju bersamaan .


Setelah penilaian yang cukup sulit . Terpilihlah 10 nama peserta yang akan di mentori langsung oleh Risa , termasuk Ayana didalamnya .


Kini ke 10 peserta itu sedang mendengarkan arahan dari Risa . Mereka juga berkenalan satu per satu .


Risa berubah 180° saat sudah mengajar . Dia akan jadi lebih tegas .  Risa menyampaikan bagaimana metode yang Ia gunakan, juga hal hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat jam pelajaran Risa .

__ADS_1


Setelah selesai Risa dan Esme hendak pamit pada pimpinan agensi . Namun dari luar ruangan , Ia bisa mendengar seseorang sedang mengeluh pada pimpinan agensi .


" Bu ... mengapa saya  tidak terpilih . Padahal saya lebih baik dari mereka . " ujarnya .


" Semua orang juga pasti punya pemikiran yang sama terhadap dirinya . Tapi ini sudah jadi keputusan dari juri . "


Pimpinan agensi mencoba untuk membuatnya mengerti .


" Kalau seperti itu aku akan bilang pada papa untuk meninjau kembali dana yang dia investasikan di agensi ini . " ancam gadis itu .


" Ini tidak ada  hubungannya dengan kerja sama antara perusahaan ayahmu dan agensi . "


Pimpinan terdengar mulai geram .


Risa dan Esme yang mendengar hal itu sejak tadi menjadi emosi . Dasar anak manja , pikirnya.


" Permisi Bu . " Risa masuk ke dalam ruangan .


" Ms . Kim.... ada yang bisa saya bantu ? "


" Saya mohon maaf sebelumnya . Sebenarnya saya ingin pamit , tapi tak sengaja mendengar percakapan kalian . " ujar Risa .


" Begini saja , saya akan menerima kamu masuk ke dalam kelas saya . Tapi hanya dalam 3 bulan. Selama 3 bulan kamu harus memberikan progress yang jauh lebih baik . "  tantang Risa .


" Baik , aku bersedia . " Jawab Anggun dengan gaya arogannya .


" Ayunan langkahmu yang tak beraturan , cara berputarmu yang tak seimbang , dan ekspresi wajahmu yang tidak menonjolkan karakter apapun . Ku lihat kamu sangat yakin , saat hal hal dasar seperti itu saja kamu masih kurang . " Ujar Risa menyebutkan hasil penilaiannya pada Anggun .


Anggun terdiam . Wajahnya memerah menahan amarah .


" Saya permisi Bu . Semoga berhasil , datanglah hari rabu pekan depan . Sampai jumpa . " ujar Risa .


Risa keluar dari ruangan . Esme menepuk bahunya , " itu baru gadisku . " puji Esme .


Esme tahu bagaimana Risa menahan amarahnya menatap Anggun . Adik tirinya , putri dari wanita  yang telah membunuh ibunya .


" Ms . Kim .... " Panggil Anggun sambil berlari .


" Aku jarang mengingat wajah orang yang baru sekali ku temui . Mengenai wajahku yang tak asing , aku tidak tahu kamu orang keberapa yang mengatakan itu . Banyak orang melihatku di TV atau majalah , dan setelah itu berkata wajahku tak asing saat bertemu . " ujar Risa .


" Tidak Ms . Kim . Ini berbeda , seperti aku melihat wajah orang lain yang mirip denganmu. Tapi siapa yah ? " Anggun bergumam .


" Apa memamg kita baru bertemu sekali ? " gumamnya lagi .


Risa tak ingin membuang buang waktu lagi . " Ya , tapi tenanglah setelah ini kita akan lebih sering bertemu kok . "


Lalu Ia melangkah pergi meninggalkan Anggun yang terus menatap padanya .




Di luar gedung Stars Academy , Ayana segera menghampiri Aydin yang menjemputnya untuk makan siang bersama .



Baru saja keduanya akan berjalan ke mobil , Risa dan Esme juga keluar .



" Ms. Kim ... " sapa Ayana .



" Hai Ayana .... " balasnya membuat pria yang berdiri membelakanginya berbalik .



" Risa ... "


" Aydin ... "

__ADS_1


Ujar mereka bersamaan .



" Sedang apa kamu disini ? Jangan bilang ini kebetulan lagi ? " tanya Aydin .



" Harusnya aku yang bertanya padamu ? Aku salah satu pengajar disini . " Jawab Risa  .



Risa akui insiden kedai kopi tadi memang sengaja direncanakan oleh Esme yang sudah mencari informasi kebiasaan Aydin . Tapi kali ini , Ia juga tidak menyangka akan bertemu dengan pria itu .



" Bang Aydin adalah kakakku Ms.Kim . Dia kemari menjemputku untuk makan siang bersama . " Ayana yang menjawab .



" Bagaimana jika Ms. Kim juga ikut bersama kami . Bukannya kalian sudah saling kenal ? Jadi bukan masalah jika makan siang bersama . " ajaknya .



" Tapi ..... " Risa ingin menolak , tak ingin Aydin semakin curiga padanya .



" Ikutlah , aku juga harus membalas kopi yang kamu beri pagi tadi . " ujar Aydin .



" Baiklah . " Putus Risa akhirnya .



Setelah berdebat sekali lagi , akhirnya Risa setuju untuk ikut di mobil Aydin bersama Ayana  sedangkan Esme akan mengikuti mereka dengan mobilnya .



Ini kali kedua Risa berada di mobil Aydin . Jika pertama Risa yang memaksa untuk ikut . Tapi kini berbalik , Aydin yang memaksanya untuk ikut karena Ia curiga Risa tidak akan menyusul ke restauran .



" Rani ... bagaimana menurutmu ? Apakah sudah ada kemajuan ? " batin Risa yang tiba tiba saja mengingat Rani .



.


.


.


.


.


" *Aku tidak merencanakan untuk jatuh cinta dan merindukan dirimu. Semua terjadi begitu saja*. "


.


.


.


.


.


To be continue

__ADS_1


__ADS_2