
" Brisa Elzavira "
Teriak seorang wanita paruh baya yang berdiri tak jauh dibelakang Aydin dan Risa .
Deg .........
Risa sangat mengenal suara itu . Suara wanita yang menyiksanya selama bertahun tahun . Suara wanita yang memakinya setiap hari . Dan suara wanita yang menyebabkan Ibunya meninggal dunia .
Ingin sekali rasanya Risa berbalik dan membalas semua yang pernah Ia terima dulu .
Namun Risa mencoba menahan semua amarahnya . Risa yakin akan ada saat dimana Risa membalas semua yang telah mereka lakukan .
" Ris ... ris ... kok malah melamun sih . "
Aydin menegur Risa yang tiba tiba menegang dalam rangkulannya .
" Brisa ... Brisa Elzavira ... berhenti ... "
Teriak wanita paruh baya itu sekali lagi .
Aydin menoleh mencari sumber suara .
" Itu mereka manggil siapa sih , memangnya harus pakai teriak teriak . "
" Ma... Mama... udah dong jangan teriak teriak , malu dilihatin banyak orang nih . "
Anggun menegur mamanya .
Sama seperti Mamanya , sejak melihat Risa pertama kali Anggun merasa Ia mengenal wajah dan suara itu .
Tapi karena ragu akhirnya Ia mengajak Mamanya untuk melihat langsung sosok wanita bernama Kim Risa yang sangat mirip dengan kakak tirinya Brisa Elzavira .
" Mama yakin itu Brisa . " Ujar Indri .
" Ayo kita kejar dia . Anak sial itu harus mengganti semua uang yang kita keluarkan saat dia kabur . " Geram Indri sembari mempercepat langkahnya mengikuti Risa dan Aydin .
Anggun mengikuti mamanya , " Ma ... jangan gegabah dong . Walaupun mama yakin dia adalah Brisa tapi kita harus punya bukti . Sekarang dia itu adalah model terkenal bernama Kim Risa yang punya power dan kekuasaan . " Ujar Anggun memperingatkan Mamanya sembari terus menyamakan langkahnya .
" Diam saja .. Mama tau apa yang harus Mama lakukan . Yang penting sekarang kita jangan kehilangan dia dulu , " balas Indri .
Aydin dan Risa kini sudah berada di depan lobby.
" Tunggu bentar yah , aku ambil mobil di parkiran . " Ujar Aydin .
Namun langkahnya terhenti saat seorang wanita memanggil namanya .
" Bang ... Bang Aydin .... "
Aydin dan Risa berbalik ke arah sumber suara .
Aydin menatap wanita itu seolah sedang mengingat siapa sosok yang memanggilnya .
Sedang Risa kini sedang berusaha untuk menormalkan raut wajah dan debaran jantungnya .
" Bang Aydin masih ingat aku kan ? " tanya Anggun dengan manja .
Aydin mengernyitkan keningnya .
" Aku Anggun , teman SMA Ayana dulu . " Ujarnya .
" Oh ... Astaga... maaf kamu sekarang terlihat berbeda , lebih dewasa . Aku bahkan sampai tidak mengenalimu . " Ujar Aydin .
Risa menatap Aydin , " respon seperti apa itu ? Kenapa tidak sekalian puji saja jika dia semakin cantik . " Batin Risa .
" Kamu bergabung di agensi ini juga ? " tanya Aydin .
Anggun mengangguk .
" Aku dan Ayana ikut bimbingan Ms. Kim . " Jawabnya .
" Oh yah .... "
" Bang kenalkan ini Mama ku , " ujar Anggun .
Aydin dan Indri berjabat tangan .
" Ms. Kim.... kenalkan ini Mama ku , " lanjutnya .
Risa memaksakan senyumnya dan mengulurkan tangannya pada Indri .
Indri menatap tajam pada Risa , Ia sangat yakin jika wanita di hadapannya ini adalah Brisa . Tatapan dan suaranya sama dengan gadis yang membuat mereka hampir bangkrut 10 tahun lalu karena kabur .
" Maaf Nona Kim ... apa kita pernah bertemu sebelumnya ? " tanya Indri .
" Entahlah . Saya baru beberapa minggu kembali ke Indonesia . Tapi jika Nyonya adalah penggemar dunia fashion , mungkin Nyonya pernah melihat saya sesekali saat fashion show atau mungkin foto saya di majalah fashion . "
Jawab Risa terdengar sangat penuh percaya diri.
" Oh yah ? Tapi tatapan dan suaramu sangat mirip dengan orang yang pernah ku kenal dulu ." Indri masih teguh dengan pendapatnya .
" Ha ... ha... ha... " Risa tertawa .
" Saya jadi penasaran dengan orang yang Nyonya maksud . Soalnya Anggun pertama kali bertemu saya juga mengatakan hal yang sama . Semoga suatu saat saya bisa bertemu dengan dia , mungkin dia juga akan punya kesempatan menjadi model seperti saya . "
Risa kembali menjawab dengan kepercayaan dirinya yang tinggi .
" Bang Aydin dan Ms. Kim mau ke mana ? Mau makan siang yah ? Anggun dan Mama boleh ijut gabung gak ? " ujar Anggun mengalihkan pembicaraan .
Aydin menatap Risa , seolah meminta persetujuannya .
__ADS_1
" Maaf Anggun . Tapi kami masih harus ke tempat lain dulu , next time mungkin . Iya kan Ay ? "
Risa yang menjawab pertanyaan Anggun .
" Ay ? " ulang Aydin dalam hatinya .
Rasanya jantungnya kini sedang melompat lompat mendengar Risa memanggilnya Ay .
Risa menepuk lengan Aydin lembut .
" Iya kan Ay ?? " ulangnya sekali lagi .
" Eh.. Iya ... iya Yang .... " balasnya .
Risa membelalakkan matanya .
" Mwo ( apa ) ? YANG ? yang mana ? Yang , Sayang maksudnya ? " batin Risa .
Raut wajah Anggun terlihat tak senang . Akibat panggilan Aydin barusan pada Risa membuat Anggun mengira jika Aydin dan Risa memiliki hubungan .
Setelah berpamitan pada Indri dan Anggun , Aydin kembali merangkul Risa . Tapi bukan lagi di pundaknya melainkan di pinggangnya .
Kini Aydin dan Risa sudah berada di dalam mobil . Aydin melajukan mobilnya menuju rumah orang tuanya untuk menjemput Dafha lebih dulu .
Risa melirik ke arah Aydin , Ia melihat pria itu terus saja tersenyum . Sesekali juga Risa merasa jika Aydin menatap padanya .
Begitu juga dengan Aydin , Ia sesekali melirik ke arah Risa . Aydin jadi penasaran mengapa Risa jadi diam , " apa Risa terlalu senang karena aku jadi lebih peka dan membalas panggilan sayangnya tadi ? " batin Aydin membuat bibirnya kembali tersenyum .
" Yang ... kok malah diam ? " tanya Aydin .
Risa tetap fokus menatap ke jalan . Ia tidak berbalik karena tak mendengar namanya di panggil .
" Yang .... "
Masih tidak ada jawaban .
" Eh.. iya... iya ... maaf maaf . " Jawab Risa .
" Ada apa ? "
" Kamu kenapa melamun ? "
" Gak melamun kok . Lagi mikirin sesuatu aja . " jawab Risa .
" Mikirin apa ? Yang penting jangan mikirin pria lain aja .. " Ujar Aydin .
Risa mengernyitkan dahinya , " Sebenarnya kenapa dengan pria ini ? Tiba tiba saja menjadi aneh ? " batin Risa .
" Yah.. sayangnya aku memang lagi mikirin pria lain . " ujar Risa dengan raut wajah sengaja dibuat penuh penyesalan .
" Siapa ? " tanya Aydin datar .
" Bisa bisanya wanita ini dengan santainya mengakui jika sedang memikirkan pria lain . " Batin Aydin menggerutu .
" Sahabatku . Sudah seperti kakakku . " Jawab Risa .
" Memangnya pria dan wanita bisa bersahabat ? " tanya Aydin sarkas .
Risa hanya mengedikkan bahunya karena dia tahu jika pria yang dia anggap sebagai sahabatnya itu memang menaruh hati padanya .
__ADS_1
" Ya udah kalau kamu memang mikirin dia , yok aku antar . Dia di mana ? " tanya Aydin sedikit meninggikan suaranya .
" Kalau aku tahu dia di mana udah aku temuin sejak aku balik ke Indo . " jawab Risa juga dengan nada kesal .
" Baguslah .... " gumam Aydin .
Ia pikir Risa tidak bisa mendengar ucapannya barusan .
" Baguslah ? " tanya Risa .
" Iya , bagus dong Yang .... artinya aku gak perlu pusing mikirin kamu yang bakal ketemuan lagi dengan pria lain . Sudah cukup saat itu kamu makan malam bareng Gio . " Jawab Aydin tanpa sadar Ia telah mengungkapkan kegelisahan hatinya selama ini .
Risa terdiam cukup lama . Ia sibuk dengan pikirannya , menafsirkan ucapan Aydin barusan .
" Apa itu sebuah pengakuan lagi dari seorang Aydin . " Batin Risa .
Tak terasa kini mobil Aydin sudah memasuki halaman rumah orang tuanya .
Terlihat Dafha dan Ibu Indira sudah menunggu di teras rumah .
Ketika melihat Risa turun dari mobil , Dafha segera berlari kearahnya . Dafha menyambut Risa dengan pelukan .
" Aunty , Dafha kangen .... " Ujarnya manja .
" Sama dong .... Aunty juga kangen banget sama Dafha . " Balas Risa .
Tak lupa Risa menyalami Ibu Indira .
" Yang .... bentar yah aku ganti baju dulu , gerah pakai setelan jas gini . " Ujar Aydin .
Ucapan Aydin barusan membuat Ibu Indira terkejut . " Yang .... " gumamnya lirih .
Risa yang melihat respon Ibu Indira menjadi malu hingga pipi putihnya menjadi merona .
Tak butuh waktu lama setelah Aydin selesai dengan acara ganti bajunya , ketiganya berpamitan pada Ibu Indira .
Ibu Indira memandangi ketiganya yang berjalan bersama ke mobil .
" Semoga Risa benar benar bisa mencairkan hati Aydin lagi . " Batin seorang Ibu yang berharap agar putranya bisa kembali merasakan kebahagiaan .
.
.
.
.
.
"*Mengejar kebahagiaan adalah ungkapan yang paling konyol, jika kamu mengejar kebahagiaan, kamu tidak akan pernah menemukannya. Yang kamu perlukan adalah menciptakan kebahagiaan itu sendiri*."
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
To be continue