Menikah Karena Amanat

Menikah Karena Amanat
Bab 16 . Franda


__ADS_3

Franda Rosa , Chief Operating Office ( COO ) pada  Ohana Tech Group .


Franda salah satu teman Aydin sejak masih SMA . Mereka berdua sempat menjalin kasih pada masa masa awal perkuliahan . Namun hubungan keduanya harus kandas , ketika Franda harus pindah ke luar negeri dan menolak untuk menjalani hubungan LDR . Hingga akhirnya 5 tahun lalu Ia kembali ke Indonesia . Harapannya untuk bisa kembali bersama Aydin harus pupus tatkala mengetahui Aydin telah menikah dengan Kirani bahkan mereka baru saja  dikaruniai seorang putra .


Namun Franda yang memang kembali ke Indonesia demi Aydin tetap menyimpan perasaannya . Ia kemudian ikut bergabung di Ohana Tech agar bisa lebih dekat dengan pujaan hatinya . Karena prestasi dan kemampuannya hingga kini Ia menjabat sebagai COO di perusahaan itu .


Saat Kirani meninggal dunia , Franda tidak bisa membohongi dirinya jika Ia merasa bahagia . Penghalang bagi dirinya untuk bisa kembali bersama Aydin akhirnya tidak ada lagi .  Kini Franda sudah memantapkan hatinya untuk kembali memikat Aydin , membuat Aydin jatuh cinta padanya lagi  .



Tok tok tok



Suara ketukan di pintu disusul pintu yang terbuka membuat Aydin menatap ke sumber suara .



" Pagi Pak.... " sapa seorang wanita cantik dengan lembut .



" Pagi Franda .... " balas Aydin dengan senyum .



" Tidak perlu formal begitu , disini tak ada orang lain kok . " ujar Aydin membuat senyum terbit di wajah wanita bernama Franda itu .



" He he he .... aku hanya bersikap profesional Aydin . "  ujarnya .



Franda duduk di kursi yang ada di depan meja Aydin .



" Apa kamu habis mengunjungi Kirani ? " tanyanya .



" Ya ... hari ini tanggal 4 kalau kalu lupa . "  ujar Aydin .



" Sudah 7 bulan berlalu , bagaimana keadaanmu sekarang ? "


Franda bertanya dengan ragu .



" Hemm ...  entahlah . Aku baik baik saja . Aku harus baik demi Dafha . Bukankah harusnya seperti itu ? "  ujar Aydin , terlihat jelas Ia memaksakan senyumnya .



" Yah .. memang harus seperti itu . Tapi sampai kapan kamu akan baik baik saja ? Kalau yang semestinya ada dua , kini hanya ada satu . " ujar Franda .



Aydin menghela napasnya .



" Franda ... please . Aku lagi tidak ingin bahas hal itu .  "  ujar Aydin dengan tegas .



" Maaf . " Franda merasa Aydin kesal padanya .



" It's Ok ... aku ngerti kok . Pasti mama yang minta kamu ngomong gini . " tebak Aydin dan memang benar .

__ADS_1



Mama Aydin sangat mendukung Franda untuk menggantikan sosok Kirani sebagi menantunya kelak .



Franda tersenyum , " sepertinya aku ketahuan . " ujarnya .



Suasana saat itu tiba tiba saja menjadi canggung . Franda melihat sebuah jepitan rambut di atas meja Aydin .



" Sejak kapan seorang Aydin ikut ikutan demam Korea ? " tanya Franda memcoba mencairkan suasana .



" Hah ? " Aydin tak mengerti maksud ucapan Franda .



Franda menunjuk ke arah jepitan rambut itu dengan dagunya .



" Oh ini ... " Aydin mengambil jepitan rambut itu .



" Memangnya apa hubungannya benda ini dengan demam korea ? "Tanya Aydin .



" Kamu gak tahu ? Itu jepitan rambut tradisional korea . Penggemar drama drama Korea banyak yang berburu jepitan seperti itu . " jelas Franda .



" Aku gak tahu . Aku nemu ini di atas makam Kirani . Mungkin milik seseorang yang terjatuh . " ujar Aydin .




Aydin ingat , malam itu mereka sedang menonton drama korea kesukaan Kirani di TV . Dan Kirani tiba tiba memotret salah satu pemeran wanita dengan ponselnya .


Katanya Ia ingin meminta seseorang untuk membelikannya jepitan rambut seperti yang dipakai oleh pemeran wanita di drama .



Namun tak lama setelah itu , Kirani berubah murung . Katanya Ia hawatir bagaimana jika saat Ia memiliki jepitan rambut yang diinginkannya tapi malah rambutnya sudah rontok semua .



Lamunan Aydin terhenti saat Chandra masuk ke ruangannya . Memberitahu jika sudah saatnya mereka bertiga pergi menemui klien .



Aydin berdiri dari duduknya , memasukkan ponsel ke sakunya . Sedang jepitan rambut itu Ia simpan di dalam lacinya .



Setelah itu Aydin bergegas menyusul Franda dan Chandra yang berjalan lebih dulu .



Sementara itu di tempat lain , Esme dan Risa tiba dengan selamat di Palembang , salah satu kota di Sumatera Selatan .


Kota kelahiran Risa . Kota yang menjadi saksi jika dulu seorang Risa juga pernah memiliki keluarga yang utuh dan bahagia , meski hanya bertahan selama 8 tahun .


Di kota ini pula Risa kehilangan Ibunya . Wanita yang membawanya melihat dunia  . 


Dengan taksi , Esme dan Risa menuju pemakaman yang menjadi tempat peristirahatan terakhir Ibunya .

__ADS_1


Air mata Risa tidak bisa terbendung . Ia menangis , Ia merasa berdosa , sebagai anak satu satunya Ia telah mengabaikan Ibunya selama ini .  Makam Kakek , Nenek ,dan Ibunya sudah tertutupi oleh semak semak yang tinggi .


Esme sampai beberapa kali mengingatkannya   kalau kalau ada duri yang bisa melukainya .


Risa memang tidak memiliki keluarga besar .


Neneknya pergi jauh sebelum kakeknya juga tiada .  Ibunya yang merupakan anak tunggal , juga hanya memiliki Risa  . Jadi sudah pasti tidak ada orang lain yang bisa  menjaga makam kakek,  nenek dan Ibunya selain Risa .


Untung saja ada warga sekitar yang mau menolong Risa membersihkan semak semak dari ketiga makam itu .


Risa memberikan sejumlah uang pada Bapak yang menolongnya , sebagai ucapan terimakasih dan meminta Bapak untuk membantunya menjaga makam kakek, nenek , dan Ibunya .


Setelah itu , Esme dan Risa tidak langsung kembali ke Jakarta . Selagi mereka di Palembang , mereka tak akan melewatkan untuk menikmati empek empek makanan khas kota Palembang .


Namun sebelumnya mereka berdua berkeliling  mall untuk membeli pakaian ganti .


Keberadaan Risa cukup menarik perhatian warga sekitar . 10 tahun tinggal di Korea , berprofesi sebagai model membuat Risa memang sangat memperhatikan wajah dan penampilannya .


Apalagi saat di salah satu mall ada seseorang yang mengenalinya sebagai brand ambasador salah satu produk kecantikan asal Korea . Esme harus rela menjadi fotografer dadakan .


Setelah puas menikmati empek empek , Risa dan Esme langsung menaiki taksi menuju bandara . Mereka akan langsung pulang ke Jakarta .


Risa dan Esme akhirnya bisa kembali ke apartemen pukul 11 malam .


Baru saja masuk melewati pintu apartemen, ponsel Esme berdering . Ada panggilan video dari Amora .


Dengan setengah hati Esme menjawab,


" Ya........ "


" ESME ........ RISA ........ apa yang sudah kalian berdua lakukan hahhh ? "


Teriakan Amoran bahkan menghentikan langkah Risa yang hendak masuk ke kamarnya .


Ia mendekati Esme , ingin tahu hal apa yang membuat Amora gadis lembut itu berteriak .


" Foto foto Risa bersama seorang penggemar beredar di Internet . Sekarang wartawan berkumpul di depan kantor agensi , ingin menanyakan kebenaran foto itu dan apa tujuanmu ke Indonesia . " Ujar Amora .


Risa tak menyangka jika satu foto yang baru diambil tadi menjadi seheboh ini .


" Kan wartawannya berkumpul di sana , jadi itu tugasmu mengurusnya . " Ujar Esme santai makin memancing emosi Amora .


" Apa katamu ?? " Amora sudah akan kembali mengoceh namun di sela oleh Risa .


" Tenanglah  Eonni ... aku sudah punya rencana untuk menyelesaikannya . Akan kulakukan besok . Tenang saja Eonni , semua akan baik baik saja . " Ujar Risa .


Setelah membicarakan rencananya dengan Amora , Risa meminta Esme untuk menghubungi Stars Academy .


Kemudian Risa masuk ke kamarnya , membersihkan dirinya , melakukan ritual perawatan dirinya setiap malam sebelum tidur , kemudian segera merebahkan dirinya di tempat tidur .


" Kerja bagus hari ini Risa . Ayo tidur , kita  butuh tenaga untuk besok . " gumamnya lalu mulai memejamkan matanya dan terlelap .


.


.


.


.


.


" Bermimpilah untuk malam ini dan biarkan sang mentari menjemput dengan pancaran sinarnya yang hangat di pagi hari."


.


.


.


.


.

__ADS_1


To be continue


__ADS_2