
"Hidup menertawakanmu saat kamu tidak bahagia. Hidup tersenyum padamu saat kamu bahagia. Tapi, hidup memberi hormat saat kamu membuat orang lain bahagia." - Charlie Chaplin
♡♡♡
Betapa pentingnya untuk bangun di pagi hari dengan jiwa dan raga yang semangat dan optimis.
Sehingga segala aktivitas yang akan dilakukan dengan sikap positif dan bahagia.
Dan tentunya semua yang positif akan membawa dampak yang baik, terutama diri sendiri.
Hal yang baru disadari oleh Risa. Ketika hampir satu bulan terakhir mengikuti kebiasaan Esme.
Bagun lebih awal, dan menyambut hari dengan berolahraga. Hal positif bukan? Olah raga membuat raganya menjadi lebih sehat.
Setiap mengawali paginya Risa akan menyiapkan keyakinan dan tindakannya untuk menjalani hari dengan baik.
Setiap pagi, Ia akan mengatur bagaimana suasana untuk melewati sisa hari itu, tidak selamanya akan berakhir menyenangkan.
Tapi Ia percaya jika besok akan ada kesempatan lain lagi.
Seperti pagi ini, Esme dan Risa baru saja selesai berlari di taman sekitar apartemen.
Taman yang sama, yang dulu pernah bersekongkol dengan langit untuk tertawa ketika Risa sedang patah hati.
Namun berbeda dengan saat ini, kini taman lebih ramai, langit cerah, banyak orang berlalu lalang untuk memulai aktivitas mereka.
Lain dengan Risa dan Esme, mereka berdua tengah beristirahat sejenak setelah berlari pada jogging track yang tersedia di taman ini.
“Pikirkanlah Eonni, betapa berharganya kesempatan itu, kita bisa kembali hidup, bernapas, berpikir, menikmati, mencintai."
“Hemm, tapi untukku mencintai sepertinya akan ku coret dulu.” Ujarnya lalu terkekeh dengan sendirinya.
Esme tahu, tawa Risa kini hanyalah cara Ia menyembunyikan rasa sedih dan kecewanya pada cinta.
Hingga suara lembut seorang wanita yang menyebut nama Risa berhasil menghentikan tawanya.
“Risa,” panggilnya.
Risa dan Esme menoleh ke arah sumber suara.
“Bolehkah aku bicara berdua denganmu?” tanyanya.
Beberapa detik Risa bungkam, hingga akhirnya Ia menjawab.
“Tentu saja boleh Franda.” Ucapnya disertai senyuman.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Memilih kedai kopi yang tak jauh dari taman.
__ADS_1
Franda cukup tahu diri jika Ia yang meminta Risa bertemu secara mendadak, sehingga setelah menanyakan minumam yang diinginkan Risa, Ia segera beranjak untuk memesan, meninggalkan Risa yang masih bertanya-tanya apa tujuan Franda mengajaknya bertemu.
“Apa adegan di film-film yang biasa Ia tonton akan terjadi?” batinnya.
Risa membayangkan adegan di film yang pernah Ia tonton ketika seorang wanita meminta wanita lain untuk menjauhi kekasihnya, tapi karena wanita itu menolak Ia disiram dengan gelas yang berisi air.
Risa bergidik ketika membayangkannya.
Meski kini Ia mulai menarik diri dari dunia permodelan, tapi jika apa yang dibayangkannya benar-benar terjadi maka Risa yakin akan viral.
Tak lama Franda kembali dengan 2 Ice Americano, di saat Risa masih berusaha menghilangkan bayangan aneh di benaknya.
Tapi secara naluriah, Risa tetap mensyukuri karena minuman yang dibawa Franda adalah minuman dingin.
“Risa, terimakasih sudah mau menemuiku, padahal aku tau kau sungguh sibuk.” Ucap Franda.
“Jangan berlebihan, aku tidak sesibuk yang kau pikirkan.” Balasnya.
“Ada apa dengannya? Dia jadi ramah padaku.” Batin Risa.
“Risa aku ingin jujur padamu, sebenarnya malam itu tidak seperti yang kamu pikirkan. Tidak terjadi apapun di antara Aku dan Aydin. Aku memasukkan obat tidur ke minumannya, setelah Ia tertidur ku pindshakan ke tempat tidur agar seolah-olah kami benar telah melakukannya.” Akunya.
Risa terkejut, Ia bahkan menutup mulutnya dengan kedua tangan.
“Astaga, kau benar-benar nekat. Aku salut padamu.” Balas Risa.
Risa menggeleng, “Sebenarnya saat itu aku juga tidak percaya jika Aydin melakukan itu.”
“Hingga aku merasa, benar atau tidaknya kejadian saat itu mungkin adalah jalan Tuhan agar kami berpisah.” Lanjut Risa.
“Kau pasti taukan betapa besarnya cinta Aydin pada almarhumah mantan istrinya.” Ucapnya berusaha terdengar sesantai mungkin, meski kini hatinya teriris.
“Iya tapi itu dulu Risa, sebelum Dia benar-benar telah jatuh cinta sangat dalam padamu.
Hatinya seluruhnya milikmu Risa.” Ujar Franda.
“Kau jangan bercanda Franda. Terakhir kali dia bahkan berbohong padaku jika kalian akan segera menikah, dia akan bertanggung jawab atas perbuatannya padamu. Untuk apa? Untuk memintaku pergi dari hidupnya.” Jelas Risa.
Franda terkekeh mendengar cerita Risa. Ia tak menyangka jika Aydin benar-benar melakukan rencana konyolnya.
“Itu tidak benar Risa. Meski memang tujuannya adalah agar kau menjauh. Tapi bukan karena dia tidak mencintaimu, dia takut jika tidak akan bisa menahan perasaannya padamu.” Ujar Franda.
“Akan ku ceritakan padamu kejadian sebenarnya. Ku mohon percayalah.” Pinta Franda.
¤¤¤¤¤¤¤ 《Flashback On》 ¤¤¤¤¤¤¤
Setelah kepulangan dari Raja Ampat, harapan Franda untuk mendapatkan Aydin semakin besar.
Dugaannya, Risa percaya dan tak akan menerima Aydin lagi.
__ADS_1
*Satu hal yang membuat Franda risau, sejak kemarin sikap Aydin sedikit berubah.
Dia menjadi lebih lembut pada Franda.
Padahal jika diingat bagaimana kemarahan Aydin saat Risa pergi, Ia bahkan hendak menghancurkan apapun*.
Hingga keesokan harinya saat mereka kembali bekerja seperti biasa . *Aydin meminta Franda untuk menemuinya.
Ruang kerja Aydin yang sehari-hari sering Ia masuki entah kini membuatnya gugup.
Franda duduk di hadapan Aydin*.
“Franda, sampai kapan kau akan berbohong dan mempermalukan dirimu? Aku menganggapmu sahabatku selama bertahun-tahun. Aku berusaha menjaga agar tidak terjadi kesalah pahaman di antara kita. Tapi mengapa kau menghancurkan kepercayaanku?” ucap Aydin.
Franda yang masih tak mengerti tetap bungkam. Hingga Aydin menyodorkan sebuah ponsel padanya. Ia meminta Franda menonton video yang ada di ponsel itu.
Video yang Ia dapatkan dari Steve, si tour guide dengan harga yang fantastis.
Mata Franda membulat, ketika melihat dengan jelas kejadian sebenarnya malam itu.
Ia ingin mengelak, mengatakan video itu rekayasa. Namun semua ingatannya sama dengan apa yang ada di potongan video itu.
Karena tak ingin menambah kemarahan Aydin, akhirnnya Franda hanya bisa menangis sebagai jawabannya.
“Itu karena aku begitu mencintaimu Aydin. Sejak dulu, bahkan ketika aku jauh darimu, tak pernah sedikitpun rasaku berubah padamu. Tapi ketika aku kembali kesini yang kutemui adalah kenyataan jika kau telah menikahi wanita lain. Bisakah sekarang aku mohon padamu untuk kembali membuka hatimu padaku?”
Franda akhirnya mengungkapkan semua rasa yang Ia pendam.
“Maaf mengecewakanmu Franda. Tapi di hatiku kini sudah ada wanita lain yang ku cintai.” Jawab Aydin.
“Ya , aku tau. Mengapa bisa kau begitu mudah mencintai model itu, padahal dia orang baru dalam hidupmu. Kenapa itu tidak bisa berlaku padaku?”
“Risa? Kamu salah Franda, ku akui aku memang memiliki perasaan padanya. Tapi Kirani, istriku yang masih jadi pemilik hati ini.” Sanggah Aydin.
Franda menatap kedalam netra Aydin, lalu Ia tertawa.
“Sekarang aku merasa cukup lega. Setidaknya disini bukan cuma aku yang bodoh. Kamu juga bodoh karena berusaha membohongi kata hatimu.” Ucap Franda.
“Tetaplah dengan pemikiranmu yang seperti ini, sehingga bukan hanya aku yang akan merasakan sakit hati sendirian.” Lanjutnya.
“Mulai hari ini aku berhenti bekerja. Jangan pernah menemuiku lagi.” Ucap Franda sebelum pergi meninggalkan ruangan Aydin.
¤¤¤¤¤¤¤《 Flashback Off》 ¤¤¤¤¤¤¤
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
"Belajar dari kesalahan membuatmu dewasa dan belajar dari pengalaman orang lain membuatmu lebih bijaksana."
♡♡♡♡♡ to be continue ♡♡♡♡♡
__ADS_1