
Siang ini , Risa dan Esme harus rela menjadi penonton sepasang kekasih yang sedang kasamaran .
“ Walaupun makanan di sini enak-enak , tapi kenapa rasanya hambar setelah melihat kalian berdua bermesraan tak kenal tempat seperti itu , “ ucap Risa .
Esme mengangguk , setuju dengan ucapan Risa .
“ Kau baru pertama kali merasakannya, sedang diriku ? Dulu harus melihatmu dan Aydin serta Dafha seperti keluarga cemara . Sekarang , harus melihat kembaranku dan Gio yang terus menempel seperti perangko . "
Yah , ketiganya kini sedang berada di ruangan kantor milik Gio . Amora dan Gio yang baru saja meresmikan hubungan mereka sebagai sepasang kekasih beberapa hari yang lalu , memaksa Risa dan Esme untuk ikut makan siang Bersama .
" Itulah sebagai kembaran yang baik , aku sudah menyarankanmu untuk menerima cinta Echa . Terlalu jual mahal , jangan menangis kalau Echa berpaling ke wanita lain . " Balas Amora .
Setelah makan siang selesai , bukannya segera pergi kini Amora malah bermesraan Bersama Gio .
Risa dan Esme yang sejak tadi bersungut-sungut bahkan tidak mengganggu kegiatan keduanya .
Hingga ketukan di pintu lalu diikuti masuknya sosok Albert yang memberitahu jika Ferdinand dan Anggun ingin bertemu .
“ Usir saja , kita sudah tidak punya urusan lagi dengannya . Katakan untuk menemuiku nanti di pengadilan saja , “ ucap Gio .
“ Tapi Pak , katanya dia ingin Anda bertanggung jawab pada putrinya , “ ucap Albert .
“ Tanggung Jawab ? “ sela Amora .
Ia meminta penjelasan pada Gio .
Gio bungkam ,memikirkan apa yang telah Ia lakukan hingga harus bertanggung jawab .
Hingga ingatan membawanya pada kejadian suatu malam saat Ferdinand memaksanya bertemu dengan Anggun .
“ Oh , aku ingat sekarang . Albert kau mengerti yang ku maksud kan ? “ tanyanya .
Bagaikan bisa membaca apa yang dipikirkan Gio , Albert mengangguk tanda Ia paham .
“ Risa , apa tidak masalah jika kamu bertemu dengannya sekarang ? Atau kau boleh menunggu di ruang pribadiku saja , “ tawar Gio .
“ Tidak apa , aku disini saja . Lagian cepat atau lambat aku juga pasti akan menemuinya . “
Meski ragu , Risa tetap tidak ingin menghindari Ferdinand . Ia selalu merasa aman jika kedua kakak angkatnya ada di dekatnya .
Bersama Albert , Ferdinand masuk keruangan Gio . Ia di persilahkan duduk di sofa yang lebih dulu sudah ditempati oleh Risa dan Esme .
Sedang Gio duduk dengan santainya di hadapan Ferdinand sambil merangkul Pundak Amora dengan mesra .
“ Wah , sepertinya kalian sedang merencanakan sesuatu hingga berkumpul seperti ini . “ Sarkas Ferdinand .
“ Anda salah Tuan , kami sedang merayakan keberhasilan awal kami , " balas Gio .
" Apa surat cinta dari pengacaraku sudah Anda terima ? “ tanya Gio .
Anggun terus menunduk , sesekali Ia menatap pada Risa .
“ Harusnya kau ikut saja bersama Ibumu , jadi tidak perlu menyusahkanku seperti ini . “ ucap Ferdinand menatap Risa .
“ Aku akan sangat berterimakasih andai saja Anda lakukan itu . Tapi karena tidak Anda lakukan , sekarang saya jadi marah dan lihatlah apa yang bisa saya perbuat .” Balas Risa dengan seringai sinis .
Tangan Ferdinand terkepal , “ Aku akan mengurus kau sebentar lagi . Tunggu saja , “ ancamnya pada Risa .
__ADS_1
“ Jadi Tuan Ferdinand segera katakan apa maskud Anda datang kemari ? Jika hanya untuk membuat para tamuku tidak nyaman maka aku bisa saja menyeret kalian berdua keluar . “ Tegas Gio .
“ Cabut laporanmu pada polisi dan beli kembali saham yang telah kau jual . “ Titahnya .
“ Woow, siapa Anda berani sekali memerintahku , “ balas Gio .
“ Kalau tidak , aku akan beberkan ke publik jika kau telah menghamili putriku dan tidak ingin bertanggung jawab . “ Ancamnya .
“ Kau pasti tau bagaimana kau akan hancur perlahan jika sudah tidak memiliki kepercayaan dari publik lagi ? “ sambungnya .
“ Syukurnya kau sudah tau mengenai hal itu Tuan Ferdinand . “ Ucap Gio .
" Jadi kau pasti tahu , jika semua kelakuan istrimu juga di ketahui oleh publik . " Balas Gio .
“ Tapi sebaiknya sebelum kau datang mengancam seseorang pastikan dulu kebenanrannya . “ lanjutnya .
“ Putri mu yang sedari tadi diam , harusnya kau biarkan dia bicara juga .”
Ferdinand menoleh pada Anggun , “ katakan padanya , anak siapa yang sedang kau kandung . “
Risa terkejut dengan ucapan Ferdinand , Ia sampai menutup mulut dengan kedua tangannya .
Sedang Gio kini tengah menahan sakit akibat kakinya yang diinjak Amora saat tahu jika Wanita dihadapannya kini tengah hamil .
“ Anggun , jujurlah apa kau memang tengah hamil ? “ tanya Risa lembut.
Biar bagaimanapun Anggun tetaplah adik tirinya .
Anggun mulai terisak lalu mengangguk .
Amora melayangkan tatapan tajam pada pria di sampingnya yang beberapa hari lalu meminta dirinya menjadi kekasih .
“ Sebaiknya kau jujur karena aku tau semua yang terjadi malam itu dan tentunya aku punya buktinya .” Sambung Gio .
Tangisan Anggun semakin menjadi membuat Risa merasa iba .
Ia hendak berdiri dan menenagkan Anggun tapi segera dicegah oleh Esme .
“ Katakan Anggun , katakan jika pria ini yang sudah menghamilimu . “ Desak Ferdinand .
Namun Anggun malah menggeleng , membuat Ferdinand emosi .
“ Maafkan aku Pa , tapi malam itu aku sangat mabuk sehingga tak sadar jika Gio sudah pergi . Dan saat aku terbangun aku sudah berada di dalam kamar hotel sendirian, aku bahkan tak tahu siapa ayah dari bayi yang tengah ku kandung . “ Jelas Anggun dengan air mata yang mengalir deras .
Risa yang sejak tadi merasa Iba kini sudah ikut terisak , Ia tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan Anggun kini .
Adik tirinya itu pasti sangat malu sekarang .
“ Apa katamu ? Dasar bodoh . Anak tidak berguna kau, “ maki Ferdinand lalu melayangkan tamparan keras di wajah Anggun hingga wanita yang tengah mengandung itu terjerambab ke sofa .
Risa sudah tidak tahan lagi , dengan berani Ia menantang Ferdinand ,
“ Kau sungguh Ayah yang kejam Ferdinand . Dulu kau hendak menjualku , dan ternyata sekarang kau lakukan lagi cara licik itu pada Anggun. Kau sungguh tidak punya hati nurani , kau bukanlah manusia , kau Iblis . “ Ucap Risa .
“ Kau jangan berani ikut campur anak durhaka . “
Ferdinand hendak melayangkan tamparannya pada Risa, namun tangannya segera dihadang oleh Esme .
__ADS_1
Dengan cekatan Esme membalikkan keadaan .
Ia putar tangan Ferdinand kebelakang ,
“ sebaiknya kau sadar diri pak tua , dan persiapkan saja dirimu untuk mendekam di penjara . “ Ancamnya .
Esme lalu mendorong tubuh Ferdinand hingga pria paruh baya itu mundur beberapa langkah .
“ Awas kalian semua, tunggu saja pembalasanku . “ ucapnya sebelum akhirnya dia pergi dari ruangan Gio .
Risa menghampiri Anggun yang masih tertunduk dan menangis .
Perlahan Ia merangkul adik tirinya itu , “ Anggun… , “ ucapnya lembut .
Tak ada jawaban dari Anggun , Risa masih bisa merasakan tubuh Anggun yang bergetar.
Namun tanpa diduga , Anggun segera menghempaskan tangan Risa , “ tidak perlu berpura-pura peduli padaku . Aku tidak perlu belas kasihan darimu . “
“ Aku tau sekarang di dalam hatimu kau menertawaiku kan ? Sekarang kau puaskan melihat kehancuran kami ? Ini semua tidak akan terjadi seandainya kau benar-benar mati . “ Penuh kebencian di wajah Anggun saat Ia memaki Risa .
Risa tertegun , Ia tak menyangka jika Anggun benar-benar membencinya .
Siang ini hati Risa kembali tertampar dua kali , oleh Ayah kandung dan Adik tirinya yang sungguh mengharapkan kematiannya .
Esme hendak menampar Anggun yang begitu kurang ajar pada Risa , namun Risa mencegahnya .
Anggun meraih tasnya lalu beranjak pergi tanpa berniat pamit .
“ Anggun , “ panggil Risa lirih .
Wanita yang sedang hamil itu menghentikan langkahnya .
“ Maaf seandainya kehadiranku tak pernah kau harapkan . Meski terkesan jahat, tapi jujur itulah yang juga kurasakan dulu saat pertama kali bertemu denganmu , maafkan aku soal itu . “ Ucap Risa .
“ Tapi jika suatu saat nanti kau butuh bantuanku , kau tau harus mencariku dimana . Aku akan ada untukmu , seperti yang seharusnya seorang kakak lakukan pada adiknya . “ Sambungnya .
Anggun tak menjawab namun terus melangkahkan kakinya menjauh dari ruangan Gio .
Sedang Risa berusaha tersenyum . Sungguh Ia iba pada Anggun . Jika dulu Risa masih dilindungi oleh Tuhan lewat sahabatnya Kirani , bagaimana dengan Anggun .
Risa tidak yakin jika dia memiliki sahabat atau orang yang dekat dengannya .
FLASHBACK OFF
.
.
.
.
“ Jangan pernah menyalahkan orang lain atas apa yang terjadi pada kehidupanmu . Orang yang baik padamu akan membuatmu Bahagia , orang yang jahat padamu akan mebuatmu belajar, dan orang yang terbaik akan membuatmu mengingatnya . “
.
.
__ADS_1
.
To be continue