Menikah Karena Amanat

Menikah Karena Amanat
Bab 70 . Serangan 2


__ADS_3

Siang ini , Risa dan Esme harus rela menjadi penonton sepasang kekasih yang sedang kasamaran .


“ Walaupun makanan di sini enak-enak , tapi kenapa rasanya hambar setelah melihat kalian berdua bermesraan tak kenal tempat seperti itu , “ ucap Risa .


Esme mengangguk , setuju dengan ucapan Risa .


“ Kau baru pertama kali merasakannya, sedang diriku ? Dulu harus melihatmu dan Aydin serta Dafha seperti keluarga cemara . Sekarang , harus melihat kembaranku dan Gio yang terus menempel seperti perangko . "


Yah , ketiganya kini sedang berada di ruangan kantor milik Gio . Amora dan Gio yang baru saja meresmikan hubungan mereka sebagai sepasang kekasih beberapa hari yang lalu , memaksa Risa dan Esme untuk ikut makan siang Bersama .


" Itulah sebagai kembaran yang baik , aku sudah menyarankanmu untuk menerima cinta Echa . Terlalu jual mahal , jangan menangis kalau Echa berpaling ke wanita lain . " Balas Amora .


Setelah makan siang selesai , bukannya segera pergi kini Amora malah bermesraan Bersama Gio .


Risa dan Esme yang sejak tadi bersungut-sungut bahkan tidak mengganggu kegiatan keduanya .


Hingga ketukan di pintu lalu diikuti masuknya sosok Albert yang memberitahu jika Ferdinand dan Anggun ingin bertemu .


“ Usir saja , kita sudah tidak punya urusan lagi dengannya . Katakan untuk menemuiku nanti di pengadilan saja , “ ucap Gio .


“ Tapi Pak , katanya dia ingin Anda bertanggung jawab pada putrinya , “ ucap Albert .


“ Tanggung Jawab ? “ sela Amora .


Ia meminta penjelasan pada Gio .


Gio bungkam ,memikirkan apa yang telah Ia lakukan hingga harus bertanggung jawab .


Hingga ingatan membawanya pada kejadian suatu malam saat Ferdinand memaksanya bertemu dengan Anggun .


“ Oh , aku ingat sekarang . Albert kau mengerti yang ku maksud kan ? “ tanyanya .


Bagaikan bisa membaca apa yang dipikirkan Gio , Albert mengangguk tanda Ia paham .


“ Risa , apa tidak masalah jika kamu bertemu dengannya sekarang ? Atau kau boleh menunggu di ruang pribadiku saja , “ tawar Gio .


“ Tidak apa , aku disini saja . Lagian cepat atau lambat aku juga pasti akan menemuinya . “


Meski ragu , Risa tetap tidak ingin menghindari Ferdinand . Ia selalu merasa aman jika kedua kakak angkatnya ada di dekatnya .


Bersama Albert , Ferdinand masuk keruangan Gio . Ia di persilahkan duduk di sofa yang lebih dulu sudah ditempati oleh Risa dan Esme .


Sedang Gio duduk dengan santainya di hadapan Ferdinand sambil merangkul Pundak Amora dengan mesra .


“ Wah , sepertinya kalian sedang merencanakan sesuatu hingga berkumpul seperti ini . “ Sarkas Ferdinand .


“ Anda salah Tuan , kami sedang merayakan keberhasilan awal kami , " balas Gio .


" Apa surat cinta dari pengacaraku sudah Anda terima ? “ tanya Gio .


Anggun terus menunduk , sesekali Ia menatap pada Risa .


“ Harusnya kau ikut saja bersama Ibumu , jadi tidak perlu menyusahkanku seperti ini . “ ucap Ferdinand menatap Risa .


“ Aku akan sangat berterimakasih andai saja Anda lakukan itu . Tapi karena tidak Anda lakukan , sekarang saya jadi marah dan lihatlah apa yang bisa saya perbuat .” Balas Risa dengan seringai sinis .


Tangan Ferdinand terkepal , “ Aku akan mengurus kau sebentar lagi . Tunggu saja , “ ancamnya pada Risa .

__ADS_1


“ Jadi Tuan Ferdinand segera katakan apa maskud Anda datang kemari ? Jika hanya untuk membuat para tamuku tidak nyaman maka aku bisa saja menyeret kalian berdua keluar . “ Tegas Gio .


“ Cabut laporanmu pada polisi dan beli kembali saham yang telah kau jual . “ Titahnya .


“ Woow, siapa Anda berani sekali memerintahku , “ balas Gio .


“ Kalau tidak , aku akan beberkan ke publik jika kau telah menghamili putriku dan tidak ingin bertanggung jawab . “ Ancamnya .


“ Kau pasti tau bagaimana kau akan hancur perlahan jika sudah tidak memiliki kepercayaan dari publik lagi ? “ sambungnya .


“ Syukurnya kau sudah tau mengenai hal itu Tuan Ferdinand . “ Ucap Gio .


" Jadi kau pasti tahu , jika semua kelakuan istrimu juga di ketahui oleh publik . " Balas Gio .


“ Tapi sebaiknya sebelum kau datang mengancam seseorang pastikan dulu kebenanrannya . “ lanjutnya .


“ Putri mu yang sedari tadi diam , harusnya kau biarkan dia bicara juga .”


Ferdinand menoleh pada Anggun , “ katakan padanya , anak siapa yang sedang kau kandung . “


Risa terkejut dengan ucapan Ferdinand , Ia sampai menutup mulut dengan kedua tangannya .


Sedang Gio kini tengah menahan sakit akibat kakinya yang diinjak Amora saat tahu jika Wanita dihadapannya kini tengah hamil .


“ Anggun , jujurlah apa kau memang tengah hamil ? “ tanya Risa lembut.


Biar bagaimanapun Anggun tetaplah adik tirinya .


Anggun mulai terisak lalu mengangguk .


Amora melayangkan tatapan tajam pada pria di sampingnya yang beberapa hari lalu meminta dirinya menjadi kekasih .


“ Sebaiknya kau jujur karena aku tau semua yang terjadi malam itu dan tentunya aku punya buktinya .” Sambung Gio .


Tangisan Anggun semakin menjadi membuat Risa merasa iba .


Ia hendak berdiri dan menenagkan Anggun tapi segera dicegah oleh Esme .


“ Katakan Anggun , katakan jika pria ini yang sudah menghamilimu . “ Desak Ferdinand .


Namun Anggun malah menggeleng , membuat Ferdinand emosi .


“ Maafkan aku Pa , tapi malam itu aku sangat mabuk sehingga tak sadar jika Gio sudah pergi . Dan saat aku terbangun aku sudah berada di dalam kamar hotel sendirian, aku bahkan tak tahu siapa ayah dari bayi yang tengah ku kandung . “ Jelas Anggun dengan air mata yang mengalir deras .


Risa yang sejak tadi merasa Iba kini sudah ikut terisak , Ia tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan Anggun kini .


Adik tirinya itu pasti sangat malu sekarang .


“ Apa katamu ? Dasar bodoh . Anak tidak berguna kau, “ maki Ferdinand lalu melayangkan tamparan keras di wajah Anggun hingga wanita yang tengah mengandung itu terjerambab ke sofa .


Risa sudah tidak tahan lagi , dengan berani Ia menantang Ferdinand ,


“ Kau sungguh Ayah yang kejam Ferdinand . Dulu kau hendak menjualku , dan ternyata sekarang kau lakukan lagi cara licik itu pada Anggun. Kau sungguh tidak punya hati nurani , kau bukanlah manusia , kau Iblis . “ Ucap Risa .


“ Kau jangan berani ikut campur anak durhaka . “


Ferdinand hendak melayangkan tamparannya pada Risa, namun tangannya segera dihadang oleh Esme .

__ADS_1


Dengan cekatan Esme membalikkan keadaan .


Ia putar tangan Ferdinand kebelakang ,


“ sebaiknya kau sadar diri pak tua , dan persiapkan saja dirimu untuk mendekam di penjara . “ Ancamnya .


Esme lalu mendorong tubuh Ferdinand hingga pria paruh baya itu mundur beberapa langkah .


“ Awas kalian semua, tunggu saja pembalasanku . “ ucapnya sebelum akhirnya dia pergi dari ruangan Gio .


Risa menghampiri Anggun yang masih tertunduk dan menangis .


Perlahan Ia merangkul adik tirinya itu , “ Anggun… , “ ucapnya lembut .


Tak ada jawaban dari Anggun , Risa masih bisa merasakan tubuh Anggun yang bergetar.


Namun tanpa diduga , Anggun segera menghempaskan tangan Risa , “ tidak perlu berpura-pura peduli padaku . Aku tidak perlu belas kasihan darimu . “


“ Aku tau sekarang di dalam hatimu kau menertawaiku kan ? Sekarang kau puaskan melihat kehancuran kami ? Ini semua tidak akan terjadi seandainya kau benar-benar mati . “ Penuh kebencian di wajah Anggun saat Ia memaki Risa .


Risa tertegun , Ia tak menyangka jika Anggun benar-benar membencinya .


Siang ini hati Risa kembali tertampar dua kali , oleh Ayah kandung dan Adik tirinya yang sungguh mengharapkan kematiannya .


Esme hendak menampar Anggun yang begitu kurang ajar pada Risa , namun Risa mencegahnya .


Anggun meraih tasnya lalu beranjak pergi tanpa berniat pamit .


“ Anggun , “ panggil Risa lirih .


Wanita yang sedang hamil itu menghentikan langkahnya .


“ Maaf seandainya kehadiranku tak pernah kau harapkan . Meski terkesan jahat, tapi jujur itulah yang juga kurasakan dulu saat pertama kali bertemu denganmu , maafkan aku soal itu . “ Ucap Risa .


“ Tapi jika suatu saat nanti kau butuh bantuanku , kau tau harus mencariku dimana . Aku akan ada untukmu , seperti yang seharusnya seorang kakak lakukan pada adiknya . “ Sambungnya .


Anggun tak menjawab namun terus melangkahkan kakinya menjauh dari ruangan Gio .


Sedang Risa berusaha tersenyum . Sungguh Ia iba pada Anggun . Jika dulu Risa masih dilindungi oleh Tuhan lewat sahabatnya Kirani , bagaimana dengan Anggun .


Risa tidak yakin jika dia memiliki sahabat atau orang yang dekat dengannya .


FLASHBACK OFF


.


.


.


.


“ Jangan pernah menyalahkan orang lain atas apa yang terjadi pada kehidupanmu . Orang yang baik padamu akan membuatmu Bahagia , orang yang jahat padamu akan mebuatmu belajar, dan orang yang terbaik akan membuatmu mengingatnya . “


.


.

__ADS_1


.


To be continue


__ADS_2