Menikah Karena Amanat

Menikah Karena Amanat
Bab 79. Karma is real


__ADS_3

“Ku mohon, jangan pernah tanyakan apa kini aku baik-baik saja.”


“Biarlah air mata yang menjawab semua pertanyaan kalian.”


-Amora


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


“Echa!"


Teriak Amora tanpa peduli dimana kini Ia berada, walaupun sebagian orang merasa terganggu dengan teriakannya.


Ia berlari dengan niat hendak mencecar Echa dengan berbagai pertanyaan yang ada di benaknya sejak Ia menerima kabar menyakitkan ini.


Tapi melihat wajah kusut pria itu, matanya sembab oleh air mata, dengan jari yang bergetar, rasanya semua pertanyaannya mendadak hilang dari benaknya.


Yang Amora lakukan hanyalah memeluknya. Membagi sedikit kekuatannya yang masih tersisa.


“Tenanglah, semua akan baik-baik saja.” Ucapnya.


Tak berselang lama, seorang perawat keluar dari ruangan dan mencari keluarga dari pasien bernama Brisa Elzavira.


“Saya Sus, saya kakaknya.” Pekik Amora.


“Silahkan ikut saya Nona, pasien baru saja siuman.”


Dengan langkah lebar dan cepat, Amora mengikuti langkah perawat memasuki sebuah ruangan, melewati beberapa brangkar yang berjejer rapi dan hanya dibatasi oleh tirai berwarna hijau.


Perawat menarik salah satu tirai yang sebelumnya tertutup rapat.


Setelah tirai terbuka akhirnya Amora bisa melihat Risa yang terbaring lemah dengan dahi yang terlilit perban.


Collar neck (penyangga leher) cukup membatasi pergerakan kepala Risa, namun tidak membatasi air mata yang terus berlinang.


“Risa,” panggil Amora lirih.


“Eonni,” jawabnya.


Tangisan kedua saudara angkat itu pecah bersamaan.


“Eonni, kenapa Esme harus menyelamatkanku,” keluhnya.


“ Harusnya aku yang kini kritis Eonni, bukan Esme, “ lanjutnya.


“Ssssttttt.... Jangan banyak bicara dulu, istirahatlah.” Saran Amora.


“Tidak Eonni, aku ingin menemui Esme. Aku ingin melihat keadaannya. Dia tertikam pisau Eonni,” pinta Risa. Ia bahkan sedikit histeris saat mengucapkan kata pisau.


“Sekarang pun kau tak bisa menemuinya Risa, Esme sedang menjalani operasi. Berdoalah untuknya.” Ucap Amora.


“Harusnya aku saja yang tertikam Eonni, aku sudah tak punya siapapun. Kenapa Tuhan begitu menyiksaku dengan membiarkan aku baik-baik saja sedang Esme terluka begitu parah.” Keluhnya.


“Kamu tidak sendiri Risa, kamu punya keluarga. Dan Esme sudah melakukan tugasnya dengan baik, menjaga adiknya, memastikan adiknya baik-baik saja. Semua kakak akan seperti itu pada adiknya.” Jelas Amora.


Tangisan Risa semakin pecah. Untuk kesekian kalinya ada orang yang mempertaruhkan hidupnya demi Risa.


Dan mirisnya, orang itu bahkan tak punya hubungan darah dengannya.


Dokter akhirnya harus menyuntikkan obat tidur pada Risa karena dikhawatirkan efek benturan di kepalanya semakin parah sebab Ia terus menangis menyebabkan kepalanya terus bergerak.


Setelah memastikan Risa dipindahkan ke salah satu ruang rawat VIP, Amora kembali ke ruang tunggu operasi.


Disana sudah ada Echa dan Gio.


“Bagaimana Risa?” tanya Gio.

__ADS_1


“Sudah dipindahkan ke ruang perawatan, dokter memberinya obat tidur karena Ia tak henti menangis dan terus menyalahkan dirinya.” Ucap Amora.


“Apa sudah ada kabar dari polisi? Bagaimana dengan pelaku sudah diamankan?” Amora mencecar dengan pertanyaannya.


“Sudah, dan sudah dipastikan semua ini ulah Ferdinand.” Ucap Gio.


“Bagaimana dengan orang tua kalian? Apa sudah diberi kabar?” tanya Gio.


Amora mengangguk.


Gio melihat kelelahan di mata sang kekasih. Ia tahu di dalam hatinya terdalam Amora merasa sangat bersalah.


Yah benar, Amora menyesali dirinya. Ia menyesal karena harus mabuk dan pulang lebih dulu.


Dia adalah kakak, sedang dia meninggalkan kedua adiknya dan kemudian adiknya celaka seperti ini.


“Sudahlah sayang, ini bukan kesalahanmu. Yang harus disalahkan adalah Ferdinand. Akan ku pastikan dia mendapatkan balasan yang setimpal atas perbuatannya.” Ucap Gio.


Amora kini luruh dalam pelukan Gio. Sejenak, hanya sejenak biarkan Ia seperti ini. Ia harus siap, ia harus kuat, untuk menerima hasil apapun dari operasi Esme.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Berita penangkapan Ferdinand, mantan CEO Ortiva Construction menggegerkan publik. Pasalnya dalam berita dikabarkan jika pria itu ditangkap karena di duga sebagai dalang dalam kecelakaan dan penyerangan terhadap putrinya sendiri.


Berita ini juga akhirnya sampai di kediaman keluarga Dimas Dzauky.


Papa Dimas yang mendapatkan informasi dari grup media sosialnya bersama para pengurus yayasan Lil-lie Foundation, bahwa pemilik yayasan saat ini tengah berada di rumah sakit karena tertabrak sepeda motor semalam.


Papa Dimas segera menemui istrinya hendak mengabari perihal kabar ini.


Saat sampai di ruang keluarga ternyata istri dan anaknya tengah menyaksikan berita mengenai Risa.


Fakta mengejutkan lain diberikan oleh Ayana, menurut kabar dari rekan-rekan sesama modelnya jika semalam ada dua korban salah satunya kini tengah kritis karena terkena senjata tajam.


“Apa yang sedang kalian bahas? Sepertinya serius sekali. Siapa yang terkena senjata tajam?” tanya Aydin yang baru saja tiba bersama Dafha.


Kening Aydin mengernyit.


“Ikut Papa, jika kau benar-bemar ingi tahu.


Aydin merasa ada yang sesuatu yang serius sedang terjadi. Karena Ayahnya tidak mau membicarakan hal itu di hadapan Dafha.


Semenjak terakhir kali Risa pergi dari rumah Orang tuanya, Aydin juga memutuskan untuk kembali tinggal di rumah pribadinya bersama Dafha.


Ia sudah memutuskan untuk kembali ke kehidupannya yang dulu. Bersama putranya Dafha, dan bayangan masa lalu bersama istrinya, Kirani.


Awalnya Aydin cemas jika putranya mungkin tidak akan mau pulang ke rumahnya, namun ternyata hal mengejutkan karena Dafha bersedia.


Di ruang kerja, kini Aydin dan Papa Dimas tengah duduk berhadapan di sofa.


“Ada apa Pa?” tanya Aydin.


“Apa kamu sudah mendengar kabar terbaru dari Risa?”


“Pa, ku mohon berhentilah membahas Risa. Kami berdua sudah sepakat untuk berpisah secara baik-baik. Aku tersiksa Pa dengan perasaanku sendiri. Aku ingin kembali ke masa-masa tenangku Pa.” Jelas Aydin panjang lebar tanpa ingin tahu lebih dulu apa yang akan disampaikan oleh ayahnya.


Papa Dimas menghela napasnya, “Apa kamu selalu seperti ini? Sudah menyimpulkan duluan sebelum tau faktanya?”


“Papa jadi ragu, apakah perlu memberitahumu atau tidak.” Lanjut Papa Dimas.


Aydin mengalihkan tatapannya. Ini sungguh bukan harapannya, sepagi ini sudah membahas wanita yang sangat sulit Ia lupakan.


Tanpa menunggu jawaban Aydin, Papa Dimas menunjukkan artikel yang memuat berita mengenai Risa.


Aydin membaca headline artikel itu, “Seorang model internasional ditabrak oleh orang suruhan ayah kandungnya.”

__ADS_1


Seketika perasaan Aydin tak enak.


Matanya segera memindai satu persatu kata dari artikel itu.


“Model yang berasal dari Korea Selatan berinisial R, sebagai korban kasus perencanaan pembunuhan oleh Ayah kandungnya. Korban tertabrak sepeda motor pelaku yang hendak menyerangnya dengan senjata tajam. “


Aydin seketika membeku, “Apakah yang dimaksud adalah Risa?” Batinnya.


Aydin menepis semua pikiran buruk yang kini bersarang di benaknya.


“Apa Papa tau bagaimana keadaannya sekarang?” tanyanya.


Papa Dimas menggeleng.


“Aydin, bukannya papa mencampuri kehidupanmu. Tapi, kau yang sudah memutuskan untuk menghapus Risa dari kehidupanmu.” Ucap Papa Dimas.


“Keadaan Risa kini sedang kacau, sebaiknya jangan lagi menemuinya jika kau nantinya hanya akan melepaskannya lagi."


" Wanita itu terlalu baik untuk kau perlakukan hanya berdasarkan emosi sesaatmu.” Lanjut Papa Dimas.


Setelah itu beliau pergi meninggalkan Aydin dengan perasaan yang kini berkecamuk dalam hatinya.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Walaupun matahari masih betah bersembunyi dan kesejukan embun pagi masih bisa dinikmati dengan bebas .


Di kediaman keluarga Ferdinand, beberapa pelayan dikejutkan dengan kedatangan beberapa pria berbadan kekar dan tegap yang megakui diri mereka sebagai petugas dari kepolisian.


Mereka hendak bertemu dengan Nyonya Indri yang merupakan istri dari Bapak Ferdinand.


Dengan takut-takut pelayan itu memanggil majikannya di kamar.


Beberapa kali mengetuk tak ada jawaban dari dalam.


Pemandangan seperti ini sudah biasa bagi para pelayan.


Jika Nyonya nya kedatangan tamu pria muda di malam hari maka sudah pasti kamar ini akan kembali terbuka saat matahari telah bersinar terik-teriknya.


Petugas polisi yang sudah lama menunggu akhirnya memutuskan untuk menyusul sang pelayan.


Petugas mengetuk beberapa kali tidak ada jawaban, hingga akhirnya ketukan yang awalnya biasa saja berubah menjadi gedoran yang seperti bisa meruntuhkan pintu.


Tak lama akhirnya pintu terbuka. Indri terkejut dengan penggerebekan yang terjadi.


Setelah menyampaikan maksud dan menunjukkan surat perintah pengangkapan, Indri dan seorang pria muda segera diamankan .


Fakta jika suaminya Ferdinand telah ditangkap lebih dulu saat akan kabur menggunakan sebuah kapal pribadi, memaksa Indri untuk pasrah saat polisi membawanya.


Namun sebelum itu, Ia meminta untuk diizinkan bertemu dengan putrinya Anggun.


Dikawal seorang petugas polisi, Indri membuka pintu kamar Anggun namum terkunci.


Beberapa kali diketuk dari lembut sampai keras, tapi tetap tidak ada jawaban.


Petugas akhirnya membantu untuk mendobrak pintu kamar.


Indri segera masuk, matanya membulat melihat kenyataan di hadapannya kini.


“ANGGUN.............. TIDAAAAAAKKKKKKKKKKK!”


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Setiap manusia punya hak untuk mengadu pada penciptanya.


Jangan sampai kau menyakiti hati orang lain.

__ADS_1


Karena kau tau pernah tau apa yang Ia adukan pada penciptanya.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


__ADS_2