Menikah Karena Amanat

Menikah Karena Amanat
Bab 31 . Rival


__ADS_3

Mobil Aydin kini melewati pagar hitam yang tidak terlalu tinggi memasuki sebuah halaman rumah yang terlihat asri dengan banyak pohon dan bunga bunga yang menghiasi halaman rumah . Lokasi rumahnya juga hanya di perumahan biasa , bukan di perumahan mewah .


Disinilah kediaman keluarga Bapak Dimas Syauqi dan Ibu Indirawati , orang tua Aydin .


Setelah bingung ingin mengajak Risa makan di restauran mana , Aydin memutuskan untuk mengajaknya ke rumah orang tuanya saja .


" Mama tidak mungkin tidak masak dan Dafha juga pasti akan senang bertemu dengan Risa . " Batinnya .


Sejak diantarkan oleh Risa ke kantor Daddynya , saat terbangun Dafha terus mencari aunty yang mengantarnya .


Saat merasakan mobil Aydin berhenti , barulah Risa menghentikan kegiatannya dengan ponsel .


" Sudah sampai yah ? Dimana ini ? " tanya Risa bingung .


" Ck.. ck.. ck... untung saja aku tidak berniat jahat padamu . Jika orang jahat , mereka akan sukses melakukan aksinya tanpa ada perlawanan darimu . " ujar Aydin menyidir Risa .


Risa tidak membalas ucapan Aydin karena sebenarnya Ia bingung maksud ucapan Aydin .


" Ayo turun .... " ajak Aydin .


Risa tidak bergeming . Bukankah rencana mereka ke restauran untuk makan , tapi sepertinya ini sebuah rumah .


Aydin mengitari mobilnya untuk membukakan pintu untuk Risa .


" Silahkan turun princess .... "


Aydin mengulurkan tangannya untuk membantu Risa turun .


" Bukannya kita mau makan ke restauran yah ? " tanya Risa sambil meraih tangan Aydin .


" Kita memang mau makan , tapi bukan di restauran . Kita makan disini saja , di rumah orang tuaku . " ujar Aydin sontak menghentikan langkah Risa .


" Ada apa ? " tanya Aydin .


" Apa tak masalah kamu mengajakku kemari ? "


" Tenanglah , orang tuaku akan bersikap baik pada setiap wanita cantik . " Ujar Aydin bercanda untuk menenangkan Risa yang nampak gugup .


" Assalamualaikum . "


Aydin memberi salam saat mengetuk pintu rumah .


Tak lama pintu rumah dibuka oleh seorang ART .


" Bi ... Mama dan Papa kemana ? " tanya Aydin .


" Bapak dan Ibu lagi istirahat di kamar , Den . " jawabnya sopan .


" Bi ... tolong siapin makanan di meja makan yah . " pintanya .


" Ris ... duduk dulu yuk , biar Bibi siapin makanannya dulu . "


Aydin mengajak Risa duduk di ruang tamu .


Risa mengikuti Aydin dan duduk di salah satu sisi sofa yang dekat dengan buffet yang di atasnya banyak bingkai foto yang tertata rapi .


" Ris .. aku tinggal bentar . Aku panggilin mama dan papa dulu yah . " ujar Aydin kemudian berlalu meninggalkan Risa .


Cukup lama Risa menunggu , Aydin lalu kembali bersama dua orang paruh baya yang tersenyum padanya .


" Ris .... kenalin ini Mama dan Papa aku . " ujar Aydin .


" Mama , Papa , kenalin ini Risa . Kim Risa . " Ujar Aydin mengenalkan Risa pada kedua orang tuanya .


" Halo Om , Tante .... saya Kim Risa . " ujar Risa ramah sambil menyalami kedua orang tua Aydin.


" Silahkan duduk Nak Risa . " Ujar Papa Dimas .


" Terimakasih Om . "


" Risa , bule yah ? Tapi bahasa Indonesianya fasih . " ujar Mama Indira .


" Risa lahirnya di Indonesia Tante , tapi pindah ke Korea . "


" Korea ? Astaga ... itu negara asal oppa oppa kesukaan  Mama loh . " ujar Mama Indira bersemangat .


Ucapan Mama Indira mendapat cibiran dari Papa Dimas membuat Risa dan Aydin tertawa .


" Permisi Den , makanannya udah siap . " ujar Bibi .


" Ma ... aku dan Risa makan siang disini yah . " ujar Aydin .


" Loh... ini udah sore , memangnya kalian belum makan ? " tanya Mama Indira .


" Iya ... soalnya Risa ditanyain mau makan apa tapi jawabnya terserah . Telat deh jadinya karena Aydin muter muter Jakarta dulu tapi gak dapet makanan terserah . " jawab Aydin dengan bercanda .


" Ya udah ... ayo Ris , makan dulu Nak . "


Mama Indira menautkan lengannya pada Risa , mengajak wanita pertama yang dibawa oleh Aydin dalam 7 bulan terakhir .


Di meja makan sudah terhidang berbagai menu masakan rumahan yang sangat dirindukan Risa .


" Risa , maaf yah makanan seadanya . Aydin gak ngomong kalau mau ngajak kamu . Kalau tahu , Tante bisa masak dulu . " ujar Mama Indira .


" Tante , ini udah wah banget . Risa memang rindu banget makanan rumahan khas Indonesia seperti ini . Hampir 11 tahun Risa gak makan makanan seperti ini selama di Korea . " Ujar Risa.


Mendengar ucapan Risa , Mama Indira makin bersemangat mengambilkan Risa berbagai jenis lauk . Risa sampai bingung cara menghabiskannya nanti bagaimana .


" Memangnya Risa gak pernah pulang ke Indonesia setelah pindah ke Korea ? " tanya Mama Indira .

__ADS_1


" Gak pernah Tante , udah hampir 11 tahunan . "


" Mama gak temenin Papa ? Kasihan Papa ditinggal sendiri di ruang tamu . " Ujar Aydin agar Mama Indira tidak ikut bergabung di meja makan .


" Papa udah biasa ditinggalin . Lagian di rumah sendiri , gak bakal hilang papa . " Jawaban Mama Indira sungguh mengecewakan Aydin .


Niat makan berdua bersama Risa musnah sudah .


" Jadi Risa di Jakarta tinggal dengan siapa ? "


Tanya Mama Indira lagi .


" Aku tinggal di apartemen bersama manager aku , Tan ."


" Keluarga Risa di Jakarta juga ?


Mama Indira melakukan sesi wawancara langsung untuk memastikan wanita yang sedang didekati putranya .


" Aku anak tunggal Tante  , Mamaku meninggal saat aku usia 15 tahun . Sedang ayahku , hemmm .... "


Risa tidak melanjutkan perkataannya .


Merasa telah salah menanyakan hal yang membuat Risa mengingat kesedihannya , Ibu Indira segera mengalihkan topik pembicaraan mereka .


" Risa, tante ikut berduka yah . " ujarnya berempati .


" Risa balik ke Indonesia karena udah rindu yah ? "


" Karena kerjaan tante . " Jawab Risa singkat .


Aydin yang sejak tadi menjadi pendengar pembicaraan Mama dan Risa akhirnya sedikit tahu dari mana asal tatapan sendu yang sesekali Ia tangkap dari netra wanita yang telah berhasil menggoyahkan hatinya .


" Ma... udahan dong ngobrolnya . Risa gak bisa makan kalau mama ajak ngobrol mulu . " ujar Aydin .


" He... he... he... iya yah... maaf maaf , Risa lanjutin deh makannya . Tante tinggal bentar, mau buat cemilan . "


Ujar Mama Indira kemudian berlalu meninggalkan ruang makan .


Sepeninggal Mamanya , Aydin menatap ada perubahan di wajah Risa . Saat berbicara soal Ibunya , wajah Risa sangat sedih penuh kerinduan disana . Tapi saat berbicara soal ayahnya  , wajah Risa seketika berubah . Seperti ada amarah dan kebencian disana .


" Ris... maafin mama yah . Mama emang gitu banyak nanya udah ngalah ngalahin wartawan . " ujar Aydin bercanda .


" Ha.. ha.. ha.. gak masalah . Aku udah biasa kok hadapi wartawan . " balas Risa dengan bercanda pula .


Setelah itu keduanya melanjutkan makan siang mereka di sore hari .




Setelah makan , Risa diajak oleh Aydin untuk berkumpul bersama keluarganya di taman depan rumah mereka .




Dari belakang Mama Indira ada sosok bocah laki laki yang memandangi Risa dengan tatapan tak percaya .



" Aunty ..... " panggilnya sambil berteriak



Risa menoleh ke sumber suara lalu melambaikan tangannya .



Dafha yang baru saja bangun dari tidur siangnya mengira jika tadi dia bermimpi melihat Aunty cantiknya . Tapi saat Risa merespon panggilannya barulah Ia sadar jika itu bukan mimpi .



Bocah itu segera berlari  ke arah Risa . Risa merentangkan kedua tangannya untuk memeluk Dafha .



Pemandangan itu tak lepas dari tatapan Aydin dan kedua orang tuanya . Pertama kalinya Dafha bisa sedekat ini dengan wanita selain Kirani , Mama Indira , dan Ayana .



Dafha kini bahkan sudah duduk di pangkuan Risa , dan tidak ingin berpindah . Beberapa kali Aydin memintanya turun tapi tidak dituruti oleh Dafha .



Bahkan Risa harus menerima panggilan telepon dari Esme tetap di kursinya, karena Dafha yang tidak ingin berpindah dan kini malah duduk mengahadap Risa dan memeluk erat wanita itu .



" Maaf Om dan tante , Risa izin nerima telepon ." Ujarnya sopan lalu segera menerima panggilan telepon dari Esme dengan suara pelan .



" Yeoboseyo , ne Eonni .... " sapa Risa .


( Halo ...., Ya kakak )



" Jigeum eodi innayo  ? " tanya Esme

__ADS_1


( Sekarang kamu ada dimana ?  ) "



" Aydin-ssi Jib-esseo " jawab Risa .


( Rumah Aydin )



" Jinjja ? " Esme tak menyangka secepat itu Aydin mengajak Risa ke rumahnya .


( Benarkah ? )



" Ohae Hajima  eonni  . "


( Jangan salah paham Kak . )


Risa menghentikan pikiran aneh Esme . Bisa saja Esme akan berpikir jika dirinya hanya berduaan bersama Aydin .



" Jigeum Iri Omnayo ? "  tanya Risa memastikan .


( Apa sekarang tidak ada pekerjaan ? )



" Eopsoyo  .... Risa , Jal jinaeseyo . "


( Tidak ada ....  selamat bersenang senang Risa)



" Ne ... Kamsahamnida Eonni . "


( Ye ... terimakasih Kak )


Setelah memastikan keberadaan Risa , Esme memutuskan panggilan teleponnya .



Sementara Risa merasa tak sopan karena harus menerima telepon dalam bahasa asing . Tapi dia juga tak ingin Aydin atau orang tuanya mendengar pembicaraannya dengan Esme .



" Telepon dari siapa Ris ? " tanya Aydin ketika melihat Risa menyimpan ponselnya kembali di tas .



" Dari Esme , managerku . Hanya bertanya aku dimana , bukan sesuatu yang penting . " jawab Risa .



Sementara Mama dan Papa Aydin hanya tersenyum melihat tingkah putra mereka yang sejak tadi mengawasi Risa saat menerima telepon .



Tak berselang lama , terlihat sebuah mobil memasuki halaman rumah . Dari dalam mobil keluar dua wanita cantik yang berjalan ke arah mereka .



" Ms . Kim .... senang sekali bisa bertemu denganmu disini ... " Ujar Ayana yang baru saja datang .



Sedang wanita lain yang datang bersamanya menatap Risa penuh tanya .



" Franda .... ada perlu apa kemari ? "



Kini Aydin yang bertanya . Menyadarkan Franda dari lamunannya karena sejak datang Franda bahkan belum menyapa sama sekali , Ia hanya menatap tajam pada seorang wanita yang sedang memangku Dafha .



.


.


.


.


.


 “*Aku akan menjadi alasan kenapa kamu tersenyum, menemanimu ketika tak ada yang mau bersamamu, dan menghapus setiap tetesan air mata yang kau jatuhkan. Karena aku ada untuk menjadi bagian dari sejarah hidupmu*.”


.


.


.


.

__ADS_1


.


To be continue


__ADS_2