Menikah Karena Amanat

Menikah Karena Amanat
Bab 52 . Harus berakhir ?


__ADS_3

Cepat keringkan tubuhmu , dan pakai pakaian hangat . “ Perintah Esme .


Tanpa bantahan Risa mengikuti yang Esme katakan . Wanita yang tetap cantik dengan wajah pucatnya , bibir membiru , dan tubuh bergetar menahan dingin , perlahan-lahan melangkahkan kakinya menuju kamar yang sama dimasuki Aydin kemarin .


Esme melihat beberapa barang yang basah karena terkena air hujan tergeletak di atas meja makan .


“ Dasar gadis bodoh ! Padahal dia punya payung tapi malah memilih hujan-hujanan ,” gerutunya .


Esme melempar payung berwarna hitam ke lantai .


“ Memangnya dia pikir tubuhnya itu water proof ? Cih, bukannya sehat malah akan sakit , “ sindirnya.


“ Sudah , berhentilah mengoceh . “ Tegur Echa yang segera menarik tangan lucknutnya karena hendak menyentil bibir Esme yang terus mengoceh , Lagi .


“ Mau apa lagi tanganmu itu ? apa masih kurang tadi ? mau sekalian kupatahkan saja ? “ cecar Esme membuat Echa mundur tiga langkah sebagai jarak amannya .


” Tidak , yang tadi bahkan sudah sangat berlebihan. Seandainya kau bukan tetanggaku , sudah ku pastikan kau akan ku laporkan pada Komnas HAM , “ celetuknya asal .


“ Cih Komnas HAM , “ cicit Esme setelah berdecih .


“ Memangnya Hak Asasi apa yang telah ku langgar ? “ sambungnya sembari berkacak pinggang dan terus melangkah maju memojokkan Echa .


" Hak Asasi menerima sikap ramah dan sopan santun dari tetangga . " Jawab Echa ketus .


Risa yang baru saja selesai berganti pakaian kini sudah kembali mempesona dengan long dress rajut tebal warna lilac dengan detail turtle neck .


“ Ekheemmm . “ Dehamnya .


Aksi Risa barusan membuat Echa merona, entah mengapa Ia malu menatap Risa . Sudah dua kali Wanita yang entah masih berstatus kekasih Aydin atau mantan , mendapatinya tengah dalam pose yang berpotensi mengundang kesalah pahaman .


“ Duduklah , akan ku pesankan sup hangat dulu . “ Ucap Esme menatap Risa.


Sepertinya Esme sama sekali tidak terpengaruh dengan kejadian barusan.


“ Kenapa harus memesan ? hujan hujan seperti ini akan sulit memesan makanan . “ Ujar Echa


Esme menatap Echa dengan senyum setengahnya , “ Dan wahai tetangga , kenapa juga kau harus ada di sini ? “ balasnya .


“ A..aku ingin meminta tanggung jawabmu yang sudah menyakiti tanganku ,” pungkasnya .


“ Risa . Risa akan jadi saksinya . “ Sambungnya .


“ Kau pergi sekarang atau aku yang memaksamu angkat kaki dari apartemenku ? “ peringat Esme .


Esme mulai lagi melangkah perlahan , memaksa Echa mundur .


“ Tunggu … Tunggu … Aku bisa memasak sup hangat seandainya kalian punya bahan makanan ? “ tawarnya .


Esme dan Risa saling tatap , tawaran menarik bagi keduanya . Apalagi untuk menghabiskan bahan makanan yang sudah lama di lemari pendingin .


“ Baiklah kami setuju . “ Ucap Risa .


“Buatkan kami makanan yang enak yah Chef ,” ledek Esme .


30 menit kemudian , Echa memanggil dua Wanita yang sudah menindasnya di pagi hari untuk berkumpul di meja makan .


Risa duduk berhadapan dengan Echa yang sudah lebih dulu duduk manis bagai sedang berada di rumah sendiri .


Echa tertawa saat terlintas dibenaknya untuk mengerjai Aydin .


Echa mengambil foto Risa sembunyi-sembunyi lalu mengirimkannya pada Aydin

__ADS_1


To : AydinXRisa


“ Sarapan pagi dengan pemandangan luar biasa , mendung diluar bahkan tak bisa menutupi pesonanya “


Ditempat lain pria yang juga sedang sarapan bersama putra , orang tua , dan adiknya semakin tidak berselera makan, setelah membaca pesan dari pria yang mengaku temannya karena secangkir kopi .


“ Aku sudah selesai , aku ke ruang kerjaku dulu . “ Ujarnya .


Di ruang kerjanya , Aydin memilih mengabaikan isi pesan Echa . Ia lebih tertarik menatap foto Wanita yang hendak menyuapkan makanan ke mulutnya .


“ Huuufffhhh , kenapa setelah bertemu dengannya aku merasa sangat sulit untuk tetap memenuhi janjiku . “ Ucapnya . Dengan berat hati Ia membalikkan foto Rani yang selama ini menghiasi meja kerjanya .


" Aku rindu . Apa dia juga memikirkanku saat ini ? " batin Aydin .


" Kenapa wajahnya pucat ? apa dia sakit ? " batinnya .


Kembali di apartemen Risa dan Esme , kedua Wanita itu kini sedang berdebat setelah Risa mendapat pesan dari Ayana perihal liburan mereka ke Raja Ampat besok .


“ Jika kau tetap memaksa untuk pergi , maka bersiaplah sepulangmu dari sana kita langsung kembali ke Korea . Mau tidak mau aku akan tetap memaksamu . “ Titah Esme tak ingin dibantah .



Stars Academy



10 tahun berkarir sebagai model yang namanya tidak hanya dikenal di Korea tetapi juga terkenal sebagai Brand Ambasador Brand terkenal dari berbagai dunia .



Bakat dan kemampuan Risa serta pengalamannya membuatnya dapat bekerja secara professional walau kini batinnya tengah berperang dalam kegalauan .




“ Ms. Kim , bisa mengobrol sebentar ? “ pinta Anggun.



“ Tentu saja , silahkan . Apa ada yang bisa kubantu ? “



“ Ms. Kim , sebentar lagi ulang tahunku . Apa Anda bisa memastikan Kak Aydin hadir ? “ tanya Anggun .



Risa bungkam . Ia ingat bagaimana dulu meriahnya pesta perayaan ulang tahun adik tirinya . Sedang dia hanya diizinkan untuk diberi makanan yang tersisa .



“ Oh yah, selamat . Tapi aku tida tau apa bisa membantumu atau tidak . Sebaiknya kau minta tolong saja pada Ayana . “ Tolaknya .



“ Bukankah Anda dan Kak Aydin sedang dalam hubungan ? “ Risa bahkan bisa melihat seringai dibibir adik tiri yang penuh kepalsuan ini.



“ Dari mana lagi berita itu ? Tolong hati-hati dengan ucapanmu Anggun . Di bisnis ini, satu kata yang salah bisa menghancurkan karir yang kau bangun bertahun-tahun . “ Peringat Risa .

__ADS_1



“ Ms. Kim . “



Mendengar seorang Wanita yang memanggil Namanya , Risa segera menoleh ke sumber suara.


Senyumnya merekah tatkala mendapati Ayana, Wanita yang Ia cari sejak tadi yang memanggilnya .


Apa lagi seorang bocah laki-laki dengan pipi merona di kulit putih bersihnya sedang tersenyum sangat menggemaskan padanya .



“ Anggun, bisakah kita bicara lagi nanti , “ Pamitnya . “ Saya pergi dulu yah. “ Sambungnya .



Anggun menatap kepergian Risa dengan sinis . Anak laki-laki itu pasti anak Kak Aydin.


Bagaimana aku bisa bersamanya, jika untuk bertemu dengannya saja sangat sulit.



OHANA TECH BUILDING


“ Siang Pak , “ suara Chandra menggema pada intercom di ruangan CEO perusahaan itu .


“ Ya, “ jawabnya singkat .


“ Ada yang ingin bertemu dengan Anda , tapi belum membuat janji temu . Katanya dia membawa pesanan americano double shot . “ Jelas Chandra membaca semua yang di tulis pria di hadapannya .


“ Oke , tolong antar dia Chan . “


Chandra menuntun pria itu menuju ruangan CEO .


Aydin berpindah dari tempatnya menuju ke sofa saat tamunya sudah tiba .


“ Rupanya negara kita tercinta ini sudah penuh dengan kedamaian hingga pengacaranya berubah profesi menjadi kurir kopi . “ Sarkas Aydin menyambut Echa .


“ Kau akan berterimakasih padaku setelah mendengar berita yang ku bawa. “ Balas Echa .


“ Jangan bertele-tele, aku masih punya banyak pekerjaan . “ Aydin memang sedikit sensitif beberapa hari terakhir .


“ Risa akan kembali ke Korea . “ Ujar Echa .


.


.


.


.


.


" Saat semuanya seakan berhenti bahkan berakhir, berpikirlah sejenak, mungkin Tuhan mengharuskan kita untuk menyesal."


.


.

__ADS_1


.


to be continue


__ADS_2