Menikah Karena Amanat

Menikah Karena Amanat
Bab 30 . Maaf jika harus egois


__ADS_3

" Iya benar .... semua yang kamu bilang benar . " jawab Risa tak kalah menantangnya .


" Memangnya kenapa hah ??? Kamu cemburu ???? "


Pertanyaan Risa barusan mampu membuat Aydin membeku .


" Apa benar aku cemburu ? " batin Aydin .


Risa makin kesal karena Aydin malah diam .


" Apa masalahmu sebenarnya Tuan Aydin ? " tanya Risa .


" Kita berdua hanya bertemu sekali di tempat Gym , kamu kebetulan adalah kakak Ayana , lalu aku secara tidak sengaja menemukan Dafha . Hanya itu , dan kenapa kamu mempermasalahkan kedekatanku dengan Gio . " Ujar Risa .


" Tentang ciuman itu , bukannya kamu sendiri yang mengatakan jika itu kesalahan ? Bukannya kamu menyalahkanku , menurutmu aku yang menggodamu dengan penampilanku kan ? Makanya aku sudah memutuskan untuk menghindarimu , agar kamu tidak melakukan kesalahan lain . " Ujar Risa .


" Tapi asal kamu tahu , ku pikir Gio adalah pria  yang suka bermain dengan wanita . Tapi nyatanya , dengan penampilanku seperti ini dia tidak melakukan kesalahan sepertimu . "


Risa sengaja menyindir Aydin .


" Jadi sebaiknya sekarang kita menjaga jarak , agar kamu tidak melakukan kesalahan lagi . Saya permisi . " Ujar Risa .


Risa kembali ke mobil mengambil tasnya , namun Aydin berhasil menghentikannya dan mengunci tubuh Risa yang kini bersandar di pintu mobil .


" Risa ... maafkan aku . Sungguh aku minta maaf . Aku salah telah berbohong , ciuman itu bukan kesalahan Risa . Apa yang kulakukan , apa yang kita lakukan hari itu bukan kesalahan . Aku tidak mengerti apa yang terjadi padaku , tapi aku sungguh melakukannya karena hatiku . " Ujar Aydin .


Risa mengalihkan tatapannya ke arah lain . Dia tidak ingin menatap Aydin .


" Maafkan aku , bukannya aku merendahkan penampilanmu . Aku hanya tidak suka jika orang lain menatapmu , apalagi jika orang lain mengagumimu .  " lanjutnya .


Aydin menarik dagu Risa pelan agar Risa mau menatapnya . Aydin menunduk , menyatukan kening mereka .


" Aku tak rela jika orang lain menatap keindahanmu , aku tak rela jika ada pria lain yang dekat denganmu , katakan padaku apa itu artinya aku cemburu ? " tanya Aydin .


" Aku ingin akui jika itu cemburu Risa , tapi apa alasan aku cemburu ? Apa aku menyukaimu  ? Apa aku menyayangimu ? Atau aku sudah mencintaimu ? " 


Aydin terus bertanya mengenai hal yang jawabannya ada pada dirinya sendiri .


" Kenapa kamu bertanya semua itu padaku . Harusnya kamu tanya pada hatimu . Bukan padaku . " Ujar Risa .


Aydin lalu melangkah mundur  , memberi jarak diantara mereka .


" Ayo duduk disana , saatnya aku yang menceritakanmu suatu kisah . " ujar Aydin .


Risa menurut , mengikuti Aydin yang duduk di bawah pohon .


" Duduk sini . " serunya .


Risa mengalami kesulitan karena dress yang dia kenakan cukup pendek .


Aydin membuka jasnya lalu membantu Risa duduk dan menutupi pahanya dengan jas itu .


" Entah berapa jas lagi yang harus ku pinjamkan padamu . " gumamnya sambil mengedikkan bahu .


" Baiklah , dengarkan baik baik . Kisah ini bahkan tidak pernah diketahui oleh almarhum istriku . "


" Jauh sebelum aku bertemu almarhum istriku , saat aku masih mahasiswa aku pernah bertemu seorang gadis . Hanya sekali aku bertemu dengannya , dan hanya sebentar . Tapi anehnya untuk kali pertama aku merasa ingin melindungi orang lain . " ujarnya .


" Dia gadis yang cantik , saat bicara dia akan terdengar angkuh dan kuat . Tapi matanya tidak bisa bohong , ada kesedihan di dalamnya .  Awalnya aku ingin tidak peduli , tapi saat ku lihat ada bulir air mata yang dia coba sembunyikan dari mata yang aku kagumi itu rasanya aku  jadi ingin melindunginya . Tatapan angkuhnya berubah jadi tatapan sendu . "

__ADS_1


" Hanya sekali pertemuanku dengannya tapi dia mampu menempati hatiku . Hingga akhirnya 6 tahun lalu aku bertemu Almarhum istriku Kirani . Saat bertemu Kirani , walaupun berbeda tapi aku menemukan hal yang sama di mata Kirani . Dia selalu terlihat kuat walau di hatinya dia rapuh . Rasa ingin melindunginya membuat kami akhirnya saling jatuh cinta , hingga akhirnya memiliki Dafha dan sayang harus berpisah karena tuhan lebih menyayanginya . "


Aydin berusaha sekuat tenaga untuk menahan air matanya . Aydin menggenggam tangan Risa . Risa membiarkannya saja , berharap itu bisa buat Aydin lebih tenang .


" Dan sekarang aku bertemu denganmu . Aku tak tahu mengapa kamu seperti membuka pintu yang aku tutup sejak kepergian Kirani . " ujar Aydin menatap mata Risa .


" Aku tidak yakin jika ini Cinta atau sayang , karena jujur aku belum bisa mengikhlaskan kepergian Kirani . " Lanjutnya .


" Risa ... maaf tapi aku juga tidak rela melihatmu bersama pria lain . Aku egois Risa . Ku mohon maukah kamu bersabar denganku ? Maukah kamu membantuku untuk mengikhlaskan Kirani dan membuka lembar baru di hidupku ? "


" Aku tidak bisa menjanjikanmu apapun saat ini , hanya ku mohon mengertilah dengan keegoisanku . Ku mohon .... " 


Risa terpaku melihat bagaimana Aydin saat ini memohon padanya . Permohonan yang akan sulit bagi wanita lain terima .


Mana ada wanita yang bisa menerima keegoisan pria seperti Aydin. Sama saja Aydin ingin mengikat Risa tapi tanpa status .


Tapi Risa kembali mengingat amanat Rani . Mungkin ini adalah jalannya .  Mungkin ini adalah awal agar Risa bisa menyembuhkan luka Aydin seperti permintaan Rani .


" Kita jalani saja dulu . Tidak perlu memaksakan perasaanmu . Aku juga nyaman bersamamu , namun bukankah untuk suatu hubungan kita perlu perasaan yang lebih dari itu ? Biarkan waktu yang membuat kita yakin dengan perasaan kita masing masing . " Ujar Risa .


Tanpa di duga Aydin mengecup punggung tangan Risa   .


" Terimakasih Risa ,  terimakasih sudah mau mengerti .


Risa membalas dengan memberi senyumnya .


" Risa .... tapi kamu janji sama aku , jangan dekat dekat dengan pria lain . " Ujar Aydin membuat Risa tertawa .


" Satu lagi , jangan juga tertawa pada pria lain seperti ini . " Sambungnya .


" Aku gak bisa janji karena kerjaan aku memang berhubungan dengan banyak orang . Tidak hanya wanita , tapi pria juga banyak . Yang aku bisa janjikan , kalau aku akan belajar untuk menjaga perasaan itu hanya untuk kamu . " Ujar Risa .




" Kamu ada jadwal apa lagi setelah ini ? " Tanya Aydin .



Keduanya kini sudah kembali berada di dalam mobil . Aydin mulai melajukan mobilnya meninggalkan bukit yang menjadi saksi tempat mereka saling berjanji .



" Sepertinya gak ada lagi . " jawab Risa sambil bermain ponsel mengecek sosial media miliknya .



" Ya udah , kita makan dulu yah . Udah sore kita berdua belum makan siang . Kamu mau kan ? " tanya Aydin .



" Hmm ...  boleh . " Jawab Risa singkat .



" Mau makan apa ? " tanya Aydin .


__ADS_1


" Hmm ... apa aja . "



" Chinese food  ?  Western food  ? " Aydin meminta pendapat Risa .



" Terserah . Aku ikut aja . " jawab Risa sambil terus sibuk dengan ponselnya .



Aydin merasa Risa mengacuhkannya karena sibuk dengan ponsel .



Terlintas sebuah ide di benak Aydin .


" Ya udah , terserah aku yah makannya dimana . Kamu gak boleh nolak loh . "


Aydin kembali memastikan pada Risa .



Risa menoleh pada Aydin .


" Iya ... iya ... "  jawab Risa dengan malas .



Aydin sungguh gemas melihat ekspresi wajah Risa  .  Rasanya ingin sekali dia menyimpan wanita ini hanya untuknya saja . Dia tidak akan rela jika pria lain melihat betapa indahnya kecantikan milik Risa .



" Maafkan aku Rani . Maaf jika aku harus bersikap egois padamu dan juga pada Risa . Tapi sungguh kali ini hatiku tidak bisa melepaskannya . " Batin Aydin .



.


.


.


.


 "*Karenamu, saya mendefinisikan ulang kata aku menjadi tidak boleh egois, kau menjadi alasan untuk tetap melangkah, dan kita menjadi sesuatu yang harus diperjuangkan." -Fiersa Besari*


.


.


.


.


.


To be continue

__ADS_1


__ADS_2