
" Iya benar .... semua yang kamu bilang benar . " jawab Risa tak kalah menantangnya .
" Memangnya kenapa hah ??? Kamu cemburu ???? "
Pertanyaan Risa barusan mampu membuat Aydin membeku .
" Apa benar aku cemburu ? " batin Aydin .
Risa makin kesal karena Aydin malah diam .
" Apa masalahmu sebenarnya Tuan Aydin ? " tanya Risa .
" Kita berdua hanya bertemu sekali di tempat Gym , kamu kebetulan adalah kakak Ayana , lalu aku secara tidak sengaja menemukan Dafha . Hanya itu , dan kenapa kamu mempermasalahkan kedekatanku dengan Gio . " Ujar Risa .
" Tentang ciuman itu , bukannya kamu sendiri yang mengatakan jika itu kesalahan ? Bukannya kamu menyalahkanku , menurutmu aku yang menggodamu dengan penampilanku kan ? Makanya aku sudah memutuskan untuk menghindarimu , agar kamu tidak melakukan kesalahan lain . " Ujar Risa .
" Tapi asal kamu tahu , ku pikir Gio adalah pria yang suka bermain dengan wanita . Tapi nyatanya , dengan penampilanku seperti ini dia tidak melakukan kesalahan sepertimu . "
Risa sengaja menyindir Aydin .
" Jadi sebaiknya sekarang kita menjaga jarak , agar kamu tidak melakukan kesalahan lagi . Saya permisi . " Ujar Risa .
Risa kembali ke mobil mengambil tasnya , namun Aydin berhasil menghentikannya dan mengunci tubuh Risa yang kini bersandar di pintu mobil .
" Risa ... maafkan aku . Sungguh aku minta maaf . Aku salah telah berbohong , ciuman itu bukan kesalahan Risa . Apa yang kulakukan , apa yang kita lakukan hari itu bukan kesalahan . Aku tidak mengerti apa yang terjadi padaku , tapi aku sungguh melakukannya karena hatiku . " Ujar Aydin .
Risa mengalihkan tatapannya ke arah lain . Dia tidak ingin menatap Aydin .
" Maafkan aku , bukannya aku merendahkan penampilanmu . Aku hanya tidak suka jika orang lain menatapmu , apalagi jika orang lain mengagumimu . " lanjutnya .
Aydin menarik dagu Risa pelan agar Risa mau menatapnya . Aydin menunduk , menyatukan kening mereka .
" Aku tak rela jika orang lain menatap keindahanmu , aku tak rela jika ada pria lain yang dekat denganmu , katakan padaku apa itu artinya aku cemburu ? " tanya Aydin .
" Aku ingin akui jika itu cemburu Risa , tapi apa alasan aku cemburu ? Apa aku menyukaimu ? Apa aku menyayangimu ? Atau aku sudah mencintaimu ? "
Aydin terus bertanya mengenai hal yang jawabannya ada pada dirinya sendiri .
" Kenapa kamu bertanya semua itu padaku . Harusnya kamu tanya pada hatimu . Bukan padaku . " Ujar Risa .
Aydin lalu melangkah mundur , memberi jarak diantara mereka .
" Ayo duduk disana , saatnya aku yang menceritakanmu suatu kisah . " ujar Aydin .
Risa menurut , mengikuti Aydin yang duduk di bawah pohon .
" Duduk sini . " serunya .
Risa mengalami kesulitan karena dress yang dia kenakan cukup pendek .
Aydin membuka jasnya lalu membantu Risa duduk dan menutupi pahanya dengan jas itu .
" Entah berapa jas lagi yang harus ku pinjamkan padamu . " gumamnya sambil mengedikkan bahu .
" Baiklah , dengarkan baik baik . Kisah ini bahkan tidak pernah diketahui oleh almarhum istriku . "
" Jauh sebelum aku bertemu almarhum istriku , saat aku masih mahasiswa aku pernah bertemu seorang gadis . Hanya sekali aku bertemu dengannya , dan hanya sebentar . Tapi anehnya untuk kali pertama aku merasa ingin melindungi orang lain . " ujarnya .
" Dia gadis yang cantik , saat bicara dia akan terdengar angkuh dan kuat . Tapi matanya tidak bisa bohong , ada kesedihan di dalamnya . Awalnya aku ingin tidak peduli , tapi saat ku lihat ada bulir air mata yang dia coba sembunyikan dari mata yang aku kagumi itu rasanya aku jadi ingin melindunginya . Tatapan angkuhnya berubah jadi tatapan sendu . "
__ADS_1
" Hanya sekali pertemuanku dengannya tapi dia mampu menempati hatiku . Hingga akhirnya 6 tahun lalu aku bertemu Almarhum istriku Kirani . Saat bertemu Kirani , walaupun berbeda tapi aku menemukan hal yang sama di mata Kirani . Dia selalu terlihat kuat walau di hatinya dia rapuh . Rasa ingin melindunginya membuat kami akhirnya saling jatuh cinta , hingga akhirnya memiliki Dafha dan sayang harus berpisah karena tuhan lebih menyayanginya . "
Aydin berusaha sekuat tenaga untuk menahan air matanya . Aydin menggenggam tangan Risa . Risa membiarkannya saja , berharap itu bisa buat Aydin lebih tenang .
" Dan sekarang aku bertemu denganmu . Aku tak tahu mengapa kamu seperti membuka pintu yang aku tutup sejak kepergian Kirani . " ujar Aydin menatap mata Risa .
" Aku tidak yakin jika ini Cinta atau sayang , karena jujur aku belum bisa mengikhlaskan kepergian Kirani . " Lanjutnya .
" Risa ... maaf tapi aku juga tidak rela melihatmu bersama pria lain . Aku egois Risa . Ku mohon maukah kamu bersabar denganku ? Maukah kamu membantuku untuk mengikhlaskan Kirani dan membuka lembar baru di hidupku ? "
" Aku tidak bisa menjanjikanmu apapun saat ini , hanya ku mohon mengertilah dengan keegoisanku . Ku mohon .... "
Risa terpaku melihat bagaimana Aydin saat ini memohon padanya . Permohonan yang akan sulit bagi wanita lain terima .
Mana ada wanita yang bisa menerima keegoisan pria seperti Aydin. Sama saja Aydin ingin mengikat Risa tapi tanpa status .
Tapi Risa kembali mengingat amanat Rani . Mungkin ini adalah jalannya . Mungkin ini adalah awal agar Risa bisa menyembuhkan luka Aydin seperti permintaan Rani .
" Kita jalani saja dulu . Tidak perlu memaksakan perasaanmu . Aku juga nyaman bersamamu , namun bukankah untuk suatu hubungan kita perlu perasaan yang lebih dari itu ? Biarkan waktu yang membuat kita yakin dengan perasaan kita masing masing . " Ujar Risa .
Tanpa di duga Aydin mengecup punggung tangan Risa .
" Terimakasih Risa , terimakasih sudah mau mengerti .
Risa membalas dengan memberi senyumnya .
" Risa .... tapi kamu janji sama aku , jangan dekat dekat dengan pria lain . " Ujar Aydin membuat Risa tertawa .
" Satu lagi , jangan juga tertawa pada pria lain seperti ini . " Sambungnya .
" Aku gak bisa janji karena kerjaan aku memang berhubungan dengan banyak orang . Tidak hanya wanita , tapi pria juga banyak . Yang aku bisa janjikan , kalau aku akan belajar untuk menjaga perasaan itu hanya untuk kamu . " Ujar Risa .
" Kamu ada jadwal apa lagi setelah ini ? " Tanya Aydin .
Keduanya kini sudah kembali berada di dalam mobil . Aydin mulai melajukan mobilnya meninggalkan bukit yang menjadi saksi tempat mereka saling berjanji .
" Sepertinya gak ada lagi . " jawab Risa sambil bermain ponsel mengecek sosial media miliknya .
" Ya udah , kita makan dulu yah . Udah sore kita berdua belum makan siang . Kamu mau kan ? " tanya Aydin .
" Hmm ... boleh . " Jawab Risa singkat .
" Mau makan apa ? " tanya Aydin .
__ADS_1
" Hmm ... apa aja . "
" Chinese food ? Western food ? " Aydin meminta pendapat Risa .
" Terserah . Aku ikut aja . " jawab Risa sambil terus sibuk dengan ponselnya .
Aydin merasa Risa mengacuhkannya karena sibuk dengan ponsel .
Terlintas sebuah ide di benak Aydin .
" Ya udah , terserah aku yah makannya dimana . Kamu gak boleh nolak loh . "
Aydin kembali memastikan pada Risa .
Risa menoleh pada Aydin .
" Iya ... iya ... " jawab Risa dengan malas .
Aydin sungguh gemas melihat ekspresi wajah Risa . Rasanya ingin sekali dia menyimpan wanita ini hanya untuknya saja . Dia tidak akan rela jika pria lain melihat betapa indahnya kecantikan milik Risa .
" Maafkan aku Rani . Maaf jika aku harus bersikap egois padamu dan juga pada Risa . Tapi sungguh kali ini hatiku tidak bisa melepaskannya . " Batin Aydin .
.
.
.
.
"*Karenamu, saya mendefinisikan ulang kata aku menjadi tidak boleh egois, kau menjadi alasan untuk tetap melangkah, dan kita menjadi sesuatu yang harus diperjuangkan." -Fiersa Besari*
.
.
.
.
.
To be continue
__ADS_1