
Ingin rasanya kutitipkan rinduku padamu, lewat hati yang telah hancur menjadi kepingan-kepingan kecil, yang kubiarkan semakin lama menjadi abu lalu terhempas tak tersisa.
Namun tiada kuasa aku menahan malu, mengingat semua kehancuran ini berawal dari diriku sendiri.
Kupasrahkan saja, kuterima balasan dari kebodohanku, yaitu kasih untukku yang sudah lebur.
⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘
Hari demi hari terus berlalu, malas sekali rasanya Amora harus berurusan kembali dengan Aydin.
Risa yang kini sudah berada di belahan dunia lainnya, menurut Eomma dari hari ke hari keadaannya makin membaik.
Meski senyuman palsu, senyuman pura-pura bahagianya masih terlihat sangat jelas, namun bagi Eomma, dengan Risa yang sudah mulai keluar rumah menjadi sebuah kemajuan yang luar biasa.
“Huhhh.... Kau tahu Esme, jika kelak Anggun ingin kembali ke dunia modelling atau entertain, tolong segera kau cegah, paham?” ujar Amora.
Kening Esme mengernyit, “Memangnya kenapa? Jika hal itu bisa menguntungkan bagi agency, tentu saja akan ku lakukan,” balas saudara kembarnya.
“Anggun dan Risa itu sama-sama buta soal pria, biarlah Anggun fokus merawat putranya. Atau jika ingin bekerja, biarkan dia bekerja di perusahaan, aku tak ingin lagi sibuk berurusan dengan pers,” Jelas Amora.
Sudah 2 minggu berlalu sejak hari kepergian Risa.
Sejak saat itu pula, keluarga Risa benar-benar menutup akses dengan Aydin.
Berita jika pernikahan Risa dan Aydin dibatalkan telah dirilis 3 hari setelah Risa pergi.
Dan hari ini Esme dan Amora benar-benar dikejutkan dengan kenyataan jika selain perusahaan konstruksi, agensi modelling, dan sebuah yayasan sosial, ternyata Risa memiliki sebuah rumah mewah dan sebuah villa atas namanya.
Lebih mengejutkan lagi sebab setelah mencari tahu, keduanya bersumber dari Aydin.
Dan disinilah kedua saudari kembar itu, sedang menunggu si empunya ruangan yang sedang meeting.
Meski dengan perasaan terpaksa, keduanya kembali harus bertemu dengan pemilik perusahaan Ohana Tech.
Sesil, sekertaris Aydin mulai lagi mencoba menggoda bosnya. Berharap bisa menggantikan kehadiran Risa. Namun sayang hanya penolakan yang Ia terima.
“Maaf jika membuat kalian sudah menunggu lama,” suara bariton seorang pria menarik perhatian Si Kembar.
Keduanya sontak mengalihkan perhatian kepada Si pemilik suara, dan sedetik kemudian kedua saudari kembar itu kembali saling pandang.
Sepertinya kali ini, ikatan batin saudari kembar itu yang telah lama selalu bertentangan, kini kembali memikirkan hal yang sama setelah melihat penampilan Aydin yang tetap tampan namun nampak menyedihkan.
“Pria ini juga tersiksa, pria ini juga pasti diselimuti penyesalan, pria ini juga pasti tak bahagia, Aydin juga menyiksa dirinya, sama seperti Risa," batin Amora dan Esme.
Hidup ini memang misterius, ada masa dimana kita harus merasakan sedih dan bahagia dalam waktu yang hampir bersamaan.
Bagi Si Kembar, kini mereka bagai bertemu dengan seseorang yang sedang berpura-pura bahagia untuk menutupi kesedihannya.
Hal itu tergambar dengan jelas dari raut wajah Aydin. Meskipun senyumnya tetap terlihat manis seperti biasa, namun raut wajahnya seolah sedang menahan beban yang berat.
“Ternyata benar, terkadang penilaian bisa dibohongi dengan penampilan, tetapi sayangnya hal itu tidak berlaku untuk sebuah perasaan,” batin Amora.
⚘⚘⚘
Berita batalnya pernikahan dirinya dan Risa, ternyata cukup membawa pengaruh pada perusahaannya.
Ternyata cukup banyak perusahaan yang bekerja sama dengannya karena alasan nama besar mantan calon istrinya.
__ADS_1
Siang ini Aydin tengah meeting bersama para karyawannya mengenai suatu project besar yang akan mereka mulai, namun Sesil datang dan memberitahu jika ada 2 wanita kembar yang ingin menemuinya.
Dengan segera Aydin meninggalkan rapat dan memilih kembali ke ruangannya. Pikirannya yang kacau semakin kacau, khawatir jika bisa saja Ia mendengar berita buruk.
Namun ternyata pertemuan siang ini bersama kedua saudari kembar dari mantan kekasih yang masih teramat Ia cintai, semakin menambah luka di hatinya.
Rumah dan Villa yang hendak Ia jadikan hadiah pernikahan untuk Risa, yang menjadi alasan kehadiran Si Kembar.
Keduanya meminta Aydin untuk menghapus nama Risa sebagai pemilik 2 aset berharga itu.
Bagi Aydin, hal ini samq saja dengan Risa yang menolak pemberiannya secara halus. Yang meninggalkan tanya bagi Aydin, kemana Risa. Mengapa Amora dan Esme yang menemuinya.
“Aku tak akan menggantinya jika bukan Risa sendiri yang datang dan menolak apa yang kuberikan padanya,” tegasku.
“Jika memang itu keinginnan Anda, maka sepertinya permasalahan ini tak akan pernah usai,” balas Amora tak kalah tegasnya.
Setelah pertemuan ketiganya yang tak memiliki titik temu, kepala Aydin rasanya semakin sakit saja.
Ia pikir pura-pura bahagia adalah pilihan yang terbaik daripada berkoar-koar mengumumkan keterpurukan, namun ternyata Ia tetap tidak bisa membohongi perasaan diri sendiri.
Sekeras apapun usahanya, sebaik-baiknya Ia menyembunyikan perasaan, maka akan terasa semakin menyakitkan.
Aydin menyadari jika menanggung kesedihan seorang diri adalah sesuatu yang paling pedih, karena biasanya tidak ada yang peduli tentang kesedihannya. Pun jika ada yang peduli, mungkin itu adalah bonus dari Tuhan untuk kehidupannya.
Aydin ingin mencoba berpikir bijak untuk selalu bersyukur meski sakit di hatinya terus menyiksa.
Ia mempercayakan saja hati yang hancur untuk mengobati diri sendiri meski asal-asalan dan membuatnya semakin tersiksa.
⚘⚘⚘
Belum cukup dengan kehadiran dua saudari kembar dari Risa, tak lama Aydin kembali kedatangan Eijaz.
Pasalnya Ia curiga jika Risa tak lagi berada di negara ini.
Hari ini Eijaz kembali datang menemui Aydin. Namun kali ini ada yang berbeda, pria itu nampaknya sedang memendam kekecewaan dan amarah yang terpancar dari matanya.
“Brisa sudah 2 minggu pergi meninggalkan Indonesia,” ucapnya.
“Lalu? Apa urusannya denganku? Bukankah kau saksinya jika dia yang meminta kami berpisah? Jadi yang dia lakukan bukan lagi urusanku,” balas Aydin.
“Kau yakin, jika Brisa yang meminta kalian berpisah? Setahuku dia bahkan telah mengemis cinta darimu,” Ujar Eijaz.
“Jujurlah Aydin, apa alasanmu sebenarnya melepas Brisa? Masih jelas diingatanku bagaimana kau mempertahankannya saat kita mengobrol di tepi danau,” sambungnya.
“Kami tak bisa bersama, hubungan kami dimulai dengan kebohongannya. Aku tak bisa memaafkan hal itu, dia mempermainkanku,” balas Aydin.
Sekuat tenaga Aydin menahan emosinya. Eijaz terus saja menekannya dengan sesuatu yang tidak seharusnya Ia tahu jawaban yang sebenarnya.
“Kau pengecut Aydin,” Eijaz tiba-tiba menghina Aydin.
“Aku sudah tahu semuanya. Kau melepas Brisa setelah tahu jika aku akan segera mati, benar kan?”
Aydin membuang pandangannya ke arah lain untuk menghindari Eijaz yang menyadari keterkejutannya.
“Apa yang kau rencanakan Aydin? Kau pikir akan membiarkan aku bersama Risa, dan ketika aku telah pergi kau akan datang kembali lagi padanya? Menumbuhkan kembali benih-benih cinta kalian? Apakah selicik itu pikiranmu?”
Eijaz terus saja menghinanya, membuat Aydin lama kelamaan merasa geram.
__ADS_1
“Eijaz, jika ingin membicarakan hal ini sebaiknya kau pergi. Aku yang paling tahu mengenai apa yang terbaik untuk hidupku. Ini sudah menjadi keputusanku,” ujar Aydin dengan tegas.
“Ya... Aku memang berniat pergi. Jika kau pikir aku kemari untuk memintamu kembali mengejar Brisa, kau salah Aydin,” balas Eijaz.
“Aku kemari ingin memberitahumu, jika waktuku kurasa tak cukup untuk merebut hati Brisa, maka sebelum aku pergi dari dunia ini, kupastikan akan ada orang lain yang lebih pantas mendampinginya selain kau dan aku,” ancam Eijaz sebelum Ia berlalu meninggalkan Aydin yang menahan amarahnya dengan tangan yang mengepal kuat.
⚘⚘⚘
Sementara di belahan dunia lainnya, di salah satu negara yang ada di benua Eropa yaitu Belanda.
Lebih tepatnya lagi di Ibu kotanya yaitu Amsterdam.
Amsterdam menghadirkan pesonanya yang sungguh memikat pandangan dari seorang wanita yang hari ini harusnya menjadi mempelai wanita yang sangat berbahagia.
Namun takdir berkehendak lain, di sinilah wanita itu berada. Sedang mengagumi pesona yang ditampilkan kota Amsterdam, mulai dari kanal dan jembatannya yang indah hingga bangunan rumah bersejarahnya.
Baginya Amsterdam bak negeri dongeng yang luar biasa.
Anne Frank House, Museum Van Gogh, dan satu-satunya pasar bunga terapung di dunia, adalah tempat yang harus dikunjungi saat bertandang ke kota ini.
Kota ini semakin menggemaskan dalam pandangan wanita itu, ketika Ia melihat banyaknya sepeda berwarna-warni yang sangat cerah.
Sepeda yang berjejer di pinggiran jalan itu seperti tengah menantinya, untuk di ajak berkeliling kota.
Wanita itu segera menyewa sebuah sepeda untuk dirinya, dan mulai mengayuh dengan pelan.
Ternyata hal ini cukup membantu untuk mengalihkan sedikit pikirannya dari rasa sakit hati dan kerinduannya yang menyiksa.
Meski Ia hanya melihat indahnya bunga tulip yang menghiasi di sekitar kota atau melihat pemandangan kedai-kedai kopi lokal yang selalu ramai pengunjung yang sepertinya sudah merupakan bagian biasa dari lanskap kota.
Hal itu nyatanya mampu membuatnya terlarut. Ketika melihat langit cerah perlahan-lahan mulai undur diri, lampu-lampu di kedai kopi mulai dinyalakan, Ia akhirnya sadar jika sudah pergi terlalu lama.
Dengan mempercepat gerakan mengayuhnya, wanita itu berdoa semoga pemilik sepeda yang Ia sewa tidak marah padanya karena pergi terlalu jauh.
Di tengah-tengah kekhawatirannya, sebuah cahaya yang sangat terang tiba-tiba saja menyilaukan pandangannya.
TIIINN..... TIIINNN....TIINNNN...
Hanya bunyi klakson mobil yang bisa Ia dengar karena pandangannya terasa kabur.
Lalu sedetik kemudian,
BRAAAAAAKKKKKKKKKKK!
Aaaaaarrgggggghhhh....
Teriakan histeris dari orang-orang di sekitar yang menjadi saksi sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi tiba-tiba saja menabrak seorang wanita yang sedang bersepeda melawan arah.
Tak ada rasa sakit yang bisa Ia rasakan, hanya pandangannya yang kabur yang membuatnya tak nyaman hingga Ia memilih untuk memejamkan matanya.
Indra pendengarannya bisa menangkap banyak suara langkah kaki yang mendekat, suara teriakan dari banyak orang dalam bahasa yang tak Ia pahami.
Rasanya sedikit demi sedikit kesadarannya mulai hilang.
Ia tersenyum, “Akhirnya aku benar-benar pergi,” batinnya.
⚘⚘⚘⚘ to be continue ⚘⚘⚘⚘
__ADS_1
💖(Mendekati END jangan lupa rate, vote, like dan komen juga yah untuk memberi semangat dan dukungan kalian, terimakasih)💖