Menikah Karena Amanat

Menikah Karena Amanat
Bab 18 . Bertemu Gio


__ADS_3

Setelah menemui Dafha , kini Risa menuju ke sebuah restaurant untuk menghadiri janji temunya dengan seseorang .


Risa melirik jam di pergelangan tangannya , sesuai rencana Ia datang lebih awal karena ingin mengganti pakaiannya .


Risa dan Esme memasuki restauran . Setelah menyebutkan nama orang yang berjanji dengannya , pelayan segera mengantar keduanya ke sebuah ruang VIP .


Esme masuk kedalam ruangan untuk menunggu sedang Risa harus ke toilet untuk mengganti pakaiannya .


Jika saat menemui Dafha , Risa mengenakan celana jeans high waist dengan atasan croptop oversized berbahan rajut . Wajahnya juga sengaja tidak Ia rias berlebihan . Tujuannya agar kehadirannya tidak menarik perhatian dan mencegah kejadian di Palembang terulang .


Sekarang Risa mengganti pakaiannya dengan tea- length dress kemeja tanpa lengan berwarna maroon . Risa menambahkan aksesoris belt , sehingga makin menampakkan pahatan indah tubuh seorang Kim Risa . 


Risa yang memang tidak menyukai riasan yang tebal , hanya menambahkan liptint dan perona pipi saja .


Kini Ia sudah siap untuk janji temu keduanya hari ini .


Saat Risa hendak masuk kembali ke ruangan VIP , samar samar Ia mendengar suara pria .


" sepertinya dia sudah datang . " batin Risa .


Dengan percaya diri Risa masuk ke dalam ruangan. Benar saja di sana Esme sudah ditemani oleh 2 orang pria .


Ketiganya lalu berdiri menyambut Risa .


" Maaf aku membuat kalian menunggu . " Ujar Risa ramah dengan senyum manis menghiasi wajahnya .


Kedua pria itu terlihat jelas memandangi Risa dengan tatapan memuja . Tatapan penuh kekaguman terpancar jelas dari 2 pasang manik mata pria itu .


Risa sudah berdiri di hadapan mereka , tapi keduanya masih mematung memandangi indahnya ciptaan Tuhan .


Risa melirik Esme yang sedang menahan tawa.


" Maaf membuat kalian menunggu . " ulang Risa .


" Saya , Kim Risa . " ujarnya memperkenalkan dirinya sambil mengulurkan tangan.


Ucapan Risa barusan menyadarkan keduanya .


Salah satu pria segera menyambut uluran tangan Risa .


" Maaf , saya Albert  dari Sky High Group . " Ujarnya .


" Dan ini atasan saya , Pak Giovanni Ezra . CEO Sky High Group . " lanjutnya .


Risa lalu bergantian berjabat tangan dengan pria yang di perkenalkan sebagai CEO itu .


" Ternyata dia masih muda . " Batin Risa .


" Giovanni Ezra . Panggil saja Gio . " ujarnya .


" Silahkan duduk , Nona Kim ... " lanjutnya mempersilahkan Risa duduk dengan sopan .


" Tak ku sangka bisa bertemu langsung dengan model terkenal seperti Nona Kim . " puji Gio .


" Risa . Panggil saja Risa . " ujar Risa .


" Oke.. Risa , as you wish  . " balasnya .


Salah seorang pelayan masuk , memberi mereka buku menu .


Gio mempersilahkan Risa dan Esme memesan terlebih dahulu . Setelah itu barulah Albert memesan untuk dirinya dan bosnya .


" Hanya teh ? Apa tidak memesan makanan ? " Gio sengaja menawarkan kedua wanita ini makan  , agar bisa lebih lama waktu bersama Risa .


" Terimakasih . Teh saja cukup . " tolak Risa sopan .


" Risa sangat luar biasa . Cantik dan ternyata sangat fasih berbahasa Indonesia . " ujar Gio .


Risa tersenyum . " Pak Gio terlalu memuji , ini karena tuntutan pekerjaan saja . "


" Bisakah kamu menghilangkan panggilan Pak ? Aku merasa sangat tua padahal usiaku baru 35 tahun . " ujar Gio .


Risa mengangguk . " Oke Gio , as you wish . " Ujar Risa menirukan ucapan Gio .


Gio makin tertarik pada wanita di hadapannya ini . Cantik dan berani .


" Jadi Risa , apa yang membuatmu mengajukan proposal kerjasama sebagai investor ? " tanya Gio .

__ADS_1


" Sungguh aku penasaran . Seorang model terkenal dari Korea , berbisnis di bidang penerbitan , aktif di kegiatan sosial bahkan memiliki yayasan sosial . Mengapa sekarang melirik ke bisnis properti ? " 


Benar dugaan Risa . Gio pasti akan curiga . Tapi tak Ia sangka jika Gio sampai mencari tahu tentangnya sedetail itu .


" Hanya untuk persiapan saja . Aku tidak akan selamanya bisa berkarir di dunia modelling . Menjalankan bisnis sendiri masih sulit karena kesibukanku . Jadilah aku memutuskan untuk berinvestasi saja . " ujar Risa santai .


" Mengapa memilih property ? Dan mengapa harus di Indonesia ? "


Gio masih tidak berhenti bertanya .


" Property menguntungkan dan jangka panjang . " ujar Risa .


" Jika di Korea maka aku masih harus menabung beberapa tahun lagi untuk berinvestasi . Terlalu besar nominal yang harus ku siapkan . " Ujar Risa merendah .


"  Tapi ku lihat jumlah penawaranmu juga bukan nominal yang sedikit . "  Ujar Gio .


" Itu akan sepadan dengan yang akan ku dapatkan nanti . Bukankah begitu ? " Raut wajah Risa  berubah . Mengingat ini adalah jalan agar dia bisa mulai menghancurkan Ferdinand .


Gio menyadari perubahan raut wajah Risa .


Ia segera tertawa untuk mencairkan suasana ....


" ha... ha.. ha.. maaf jika aku terlalu serius . " ujarnya .


" Sebenarnya sepanjang karir bisnisku , aku tidak pernah menerima adanya investor . Karena semua yang ku buat bagiku adalah sebuah karya . Aku tak ingin orang lain mengaturku . " Ujar Gio .


" Akan ku buat pengecualian untukmu . Tapi hanya untuk satu proyek saja . Bagaimana ? " tawar Gio .


Albert terkejut dengan keputusan Bosnya . Seingatnya pagi tadi Bosnya merasa tersinggung dengan permintaan seorang model yang berani menurutnya .


" Wah.. bukankah aku sangat beruntung mendapat pengecualian itu . Tapi apa boleh aku yang memilih proyeknya ? " pinta Risa.


Jangan lupakan puppy eyes andalannya .


Gio mengangguk , " Bagaimana aku bisa berkata tidak jika itu keinginanmu . "


" Terimakasih , aku sangat menantikan kerjasama ini . " ujar Risa bersemangat .


Setelah itu mereka mengobrol lebih santai sambil menikmati pesanan mereka masing-masing .


Gio semakin tertarik dengan Risa . Risa berwawasan luas , mungkin karena Ia tidak hanya wara wiri di Korea saja . Beberapa negara Asia , Amerika , dan Eropa sudah tak asing dengan wajah model cantik ini .


" Risa , bagaimana jika kamu menjadi model untuk promosi apartemenku yang terbaru ? " tawar Gio .


Albert sudah akan protes , pasalnya dalam meeting terakhir sudah ada seorang model yang dipilih .


Tapi tatapan Gio membuatnya diam .


" Bagaimana aku akan berkata tidak jika itu permintaan Gio . " ujar Risa menirukan kalimat Gio sebelumnya .


Gio tertawa terbahak bahak . Hilanglah sudah image Giovanni , CEO arogan yang suka mengintimidasi partner bisnisnya .


Tak lama setelah itu Risa dan Esme harus pamit .


" Tidak bisakah kamu tinggal untuk makan siang bersamaku ? " pinta Gio .


" Terimakasih Gio , tapi maaf aku masih ada janji lain . Bisakah lain kali saja ? " tolak Risa .


" Oke . Aku akan menagihmu lain kali . Berhati hatilah . " ujar Gio .


Risa dan Esme kemudian keluar dari ruangan meninggalkan Gio yang masih menatap langkah wanita pertama yang membuatnya tidak bisa menolak .




Tanpa sengaja seorang wanita yang berjalan sambil bermain ponsel menabrak Risa yang tengah melangkah keluar dari restauran .



" Maaf ... maaf ... sungguh salahku karena tidak fokus . Tapi jujur aku tidak sengaja . " ujar wanita itu .



Esme baru akan membalas ucapan wanita itu ,tapi Risa mendahuluinya .


" Tidak apa apa . Aku mengerti . " Ujar Risa dengan senyum .

__ADS_1



Tanpa di duga dua pria yang baru masuk ikut berhenti .


" Ada apa Franda ? " tanyanya pada wanita yang menabrak Risa .



" Aydin ??? " batin Risa .



" Saya permisi . " ujar Risa buru buru sambil menarik Esme .



Franda menatap heran kedua wanita yang baru Ia temui .



" Franda ? " tegur Aydin sekali lagi .



" Eh.. ya.. tidak apa apa . Aku hanya gak sengaja menabrak wanita tadi . " jawabnya .



Ketiga orang itu adalah Aydin , Franda , dan Chandra . Mereka ke restauran untuk makan siang bersama klien  yang tak lain adalah Gio .



" Selamat siang .... " Sapa Chandra .



Karena sudah sering bekerjasama , Gio dan Aydin menjadi teman .



" Albert , Ada apa dengan bosmu ? " tanya Aydin yang melihat Gio terus tersenyum .



" Sepertinya sebentar lagi Bos Gio akan pensiun sebagai pemain wanita . " ujar Albert berbisik tapi masih bisa di dengar Gio .



" Gue gak yakin . Tapi kalau benar benar kejadian , berarti wanita itu luar biasa bisa menjinakkan buaya macam Gio . " ujar Aydin.



" Aydin , lu jadi saksi yah . Kalau beneran gue jadi sama nih cewek , gue janji gak akan pernah macam macam lagi . Di kandangin sama dia juga gue rela . " ujar Gio membuat yang lainnya tertawa .



.


.


.


.


.


"*Berjanjilah, bahwa ini bukan pertemuan terakhir kita. Karna aku ingin akan selalu ada pertemuan manis di antara kita." ( Giovanni Ezra* )


.


.


.


.


.

__ADS_1


To be continue


__ADS_2