Menikah Karena Amanat

Menikah Karena Amanat
Bab 59 . Jalan pulang - 2


__ADS_3

‘ Andai ‘ .


Satu kata yang kini berada dalam top chart pada benak seorang Aydin . Namun apakah ‘ andai ‘ itu bisa menolongnya saat ini ? TIDAK !


Andai yang berlaku sekarang untuk seorang Aydin berupa sebuah pintu masuk ke gerbang penyesalan .


Di kamar yang ditempati oleh Mama Indira dan Papa Dimas , kini Aydin dan juga Franda sudah duduk saling berhadapan .


Belum ada satupun yang membuka suara . Hanya Mama Indira yang terlihat menggenggam kedua tangan Franda . Sejak tadi Franda hanya menunduk ,tak berani menatap pada Aydin dan Papa Dimas .


Tok.. tok..


Suara pintu diketuk.


Papa Dimas segera beranjak membuka pintu .


Terlihat Risa masuk , berjalan pelan di belakang Papa Dimas .


“ Maaf mengganggu ,  Ayana meminta saya untuk kesini ,” ucap Risa . Ia sungguh merasa canggung berada ditengah suasana menegangkan ini .


“ Duduklah Risa , Papa yang memanggilmu . “ Ucap Papa Dimas .


Tempat yang tersisa kini hanya di samping Aydin , mau tak mau Ia harus duduk di sana .


Risa duduk dengan tatapan fokus ke Papa Dimas , sekali Ia sempat melirik pada Mama Indira yang sedang menenangkan Franda .


Franda sungguh terlihat sebagai korban saat ini.


Sedangkan tadi dari yang Risa lihat , tak ada tanda tanda pemaksaan sama sekali .


“ Papa mengumpulkan kalian di sini , untuk membahas kejadian memalukan antara Franda dan Aydin . “ Ucap Papa Dimas dengan tegas .


“ Pa , maaf jika Aydin menyela . Menurutku seharusnya aku dan Risa bicara berdua dulu , “


Aydin belum menyelesaikan ucapannya namun segera disela oleh Risa .


“ Ku rasa harus kamu koreksi, yang harus bicara itu adalah kamu dan Franda . Aku bahkan tidak seharusnya berada di sini . “ Sanggah Risa .


“ Cukup ! “ Bentak Papa .


“ Itulah mengapa Papa mengumpulkan kalian bersamaan, agar apa yang kita bicarakan terbuka dan semuanya pembicaraan sama . "


Aydin menatap Risa , “ sebenarnya bagaimana perasaan wanita ini padaku ? kenapa dia terlihat begitu tenang ? apa dia percaya jika diantara aku dan Franda tidak terjadi apa- apa ? “ batin Aydin penuh tanda tanya .


“ Sekarang jelaskan bagaimana ini semua terjadi , “ perintah Papa Dimas .


“ Semalam Aku dan Risa bertengkar , lalu Franda datang . Kami mengobrol lalu Ia menawarkan kopi di kamarnya . Kupikir Ayana ada di sana makanya aku setuju . Kami sempat mengobrol sesaat di teras kamar Franda dan setelah itu aku tak ingat lagi . “Ucap Aydin membeberkan fakta yang sejujurnya .


Papa Dimas beralih menatap Franda .

__ADS_1


“ Iya , yang dikatakan Aydin benar Om . Ayana saat itu sedang menjaga Dafha atas perintah Aydin sendiri . Kami minum kopi di teras , Aydin menceritakan pertengkarannya dengan Risa . Lalu ….. , “ Franda tiba-tiba terisak , menangkupkan wajahnya dengan kedua telapak tangannya , bahkan bahunya nampak bergetar .


“ Franda ! Jangan mengada-ada , aku yakin sekali semalam tidak terjadi apapun . “ Bentak Aydin .


Franda tidak menjawab , Ia bungkam .


“ Risa , sayang , kau harus percaya aku tidak mungkin melakukannya . “ ucapnya meyakinkan Risa .


Sementara Risa hanya tersenyum , dengan raut wajah datarnya, Membuat Aydin semakin sulit menebak apa yang dipikirkan wanita itu .


“ Apa yang buat kamu yakin Aydin ? Melihat penampilan kalian tadi, kemungkinan jika tak terjadi seuatu sepertinya tidak mungkin .” Ucap Papa Dimas .


Dalam hati Franda kini tertawa penuh kemenangan .


Dengan mempertahankan isakan dan raut wajah penyesalannya , “ Om , aku ikut saja apa kata Aydin ,” ucapnya berharap mendapat simpati .


“ Lalu apa gunanya kita bicara seperti ini jika aku tidak ada kesempatan untuk membela diriku . “ Geram Aydin .


“ Untuk putuskan langkah setelah ini seperti apa ? “ Mama Indira akhirnya buka suara .


“ Maaf Om , Tante , sepertinya aku sudah tidak berkepentingan di sini . Kalau masalah hubungan antara aku dan Aydin , sebenarnya kami sudah berakhir  . “ Ucap Risa .


“ RISA ! “ Bentakan itu berasal dari Aydin .


“ Berhenti membahas perpisahan , berakhir apanya ? Aku tidak pernah setuju untuk mengakhiri hubungan ini . “ Tegasnya .


“ Please Aydin , dari pada mempertahankan hubungan ini lebih baik kamu mempertanggung jawabkan apa yang kamu buat . Ku yakin Franda bisa dan bersedia menerima pria yang hatinya telah terbagi . “ Ucap Risa .


Risa keluar dari kamar itu , tujuannya adalah kamarnya . Ia yakin Aydin pasti mengikutinya , semoga Dafha ada di kamar sehingga dia tak harus membahas hal ini lagi .


Risa membuka pintu kamar, namun sayang Dafha tak ada di sana . Ingin pergi ke tempat lain tapi sudah terlambat karena Aydin sudah menutup dan mengunci pintu .


“ Risa jangan bilang kamu juga berpikir jika aku dan Franda ,” Aydin tidak melanjutkan ucapannya .


“ Katakan padaku jika kau diposisiku , apa yang akan kau pikirkan jika Franda itu aku ? “ Risa malas berdebat . Tenaganya belum ada , dia bahkan belum sarapan .


“ Tapi kamu harusnya bisa lebih percaya padaku , aku ini kekasihmu “ ucap Aydin .


“ Kenapa harus ? “ tanya Risa . “ Apa hanya karena semalam ku katakan aku mencintaimu , lalu kau kira aku akan menjadi bodoh ? “ tanyanya menantang .


“ Aydin sejak kemarin rasanya aku ingin sekali pergi dari tempat ini , hanya Dafha lah yang membuatku tetap tinggal. Tapi dengan perbuatanmu  ini , terimakasih karena telah memberiku jalan untuk pulang . “


" Lucu karena disaat kita bertengkar kau malah pergi membahasnya dengan mantanmu . Kau terkejut aku tau Franda adalah mantan mu ? " tanya Risa.


" Jika kau memang  ingin mempertahankan hubungan ini harusnya semalam kau mendatangiku , bukan mendatangi wanita lain . " Ucap Risa .


“ Jangan coba-coba pergi dari sini tanpaku Risa , jangan coba-coba meninggalkanku . “ Aydin bingung , entah dia harus marah , menyesal, atau justru sedih .


Yang pasti dia tidak siap jika hubungan yang baru sebentar dengan Risa harus berakhir .

__ADS_1


“ Aku tidak akan coba-coba , tapi aku pasti akan melakukannya . “ Balas Risa .


“ Aku tidak akan pernah ragu sepertimu Aydin . Termasuk untuk pergi dari tempat ini saat ini juga aku tak ragu . “ sambungnya penuh keyakinan .


“ Jadi jangan menghalangiku , dan kumohon jangan jadi pengecut. Bukankah kau seseorang yang pantang untuk ingkar janji ? Maka pertanggung jawabkanlah perbuatanmu .”


Risa tak menghiraukan ucapan Aydin, Ia menuju lemari dan mengemasi pakaiannya .


“ Risa , please berhenti . Kamu tidak harus pergi seperti ini .” Pinta Aydin .


“ Lalu katakan aku harus Apa ? kau mau aku menerimamu disini dan terlihat sebagai kekasih yang menyedihkan ? “ tanya Risa .


“ Baiklah jika kau memaksa pulang , kita akan pulang bersama . “  Ucap Aydin .


“ Tidak . Apa masih kurang jelas , hubungan kita berakhir . Bahkan aku sudah katakan didepan Papa dan Mama . “ Ucap Risa menekankan setiap katanya .


“ Kita masih dalam keadaan emosi Risa, kita masih bisa membicarakan ini nanti , please . “ Ucapan Aydin melembut .


“ Tidak ada lagi kita  Aydin . “ Balas Risa , sambil berjalan keluar kamar menarik koper dan tasnya .


“ Jika kau benar-benar pergi , maka jangan pernah berharap bisa menemui Dafha lagi . “ Ucap Aydin .


Langkah Risa terhenti . Entah mengapa mendengar nama Dafha , air matanya tidak bisa lagi terbendung .


“ Dafha anak yang cerdas , ku yakin dia akan mengerti . “


“ Aku pergi ,” pamitnya .


Risa pergi tanpa menoleh atau berbalik sekalipun .


Dengan menggunakan kapal yang Ia sewa dibantu Steve , perjalanannya menuju Sorong dimulai .


Lebih tepatnya , perjalannnya untuk menghilangkan perasaan cintanya pada Aydin .


Dalam tawanya terselip kesedihan , harusnya ditempat seindah surga ini aku mengenang hal yang indah, tapi yang terjadi Ia harus mengenang hal yang buruk .


“ Ikhlaskan Kim Risa , Tuhan telah menunjukkan padamu jalan untuk pulang .  “ Batinnya .


.


.


.


"Ada orang yang percaya kalau berpegang dan bertahan adalah tanda kekuatan. Akan tetapi, ada saat di mana dibutuhkan lebih banyak lagi kekuatan untuk tahu kapan harus melepaskan sesuatu dan melakukannya." - Ann Landers


.


.

__ADS_1


.


To be continue


__ADS_2