Menikah Karena Amanat

Menikah Karena Amanat
Bab 64 . Penyesalan dan Cemburu


__ADS_3

" Sanggupkah jika suatu saat aku melihat caramu  bahagia , tapi tidak bersamaku ? "


" Salahku karena telah memperlakukanmu bagaikan cadangan , dan kini aku menyesal setelah kau meninggalkanku bagaikan sebuah pilihan . "


Aydin Dzauky



Rombongan keluarga Aydin kini sudah kembali berada di Sorong . Namun karena penerbangan dari Sorong ke Jakarta yang tercepat adalah besok pagi , maka malam ini sesuai jadwal mereka akan menginap di salah satu hotel .



Aydin tidak ingin mengambil resiko dijebak untuk kedua kalinya . Ia memilih menitipkan  Dafha pada mamanya , sedangkan Aydin akan sekamar dengan Chandra .



Begitu tiba di kamar hotel , Aydin segera menghubungi ponsel Albert .  Dan akhirnya berhasil .



Sambungan pertama , tidak ada jawaban .


Aydin mencoba lagi , dan akhirnya teleponnya dijawab oleh Albert .



" Halo , selamat malam . " Suara bariton Albert menyapanya .



" Selamat malam Albert , saya Aydin . "



" Ada yang bisa saya bantu Tuan ? " jawab Albert terkesan tenang . 



Padahal Aydin sudah berharap Albert akan meresponnya dengan gugup .



" Saya tau jika kalian yang membantu kekasihku kembali ke Jakarta . Tolong berikan telepon ini padanya , saya perlu bicara dengannya , " pinta Aydin .



" Maaf Tuan , tapi ponsel ini hanya untuk urusan bisnis dan orang -orang yang menghubungi bos saya . Dan orang yang anda maksud bukan salah satu dari keduanya . "  Balas Albert tegas .



" Cih ..., " Aydin berdecih  .



" Albert tidak perlu banyak alasan ,  sekarang beri teleponnya pada Risa . " Kini Aydin sedikit memaksa .



" Mohon maaf Tuan , tetap tidak bisa . " Tolak Albert tak kalah tegasnya  .



" Baiklah , beri telepon ini pada Gio . Dia bosmu  , jadi jangan katakan tidak bisa lagi, " peringat Aydin .



" Baiklah , ditunggu sebentar Pak Aydin . " ucapnya .



Aydin segera mengumpati Albert yang terlalu angkuh menurutnya .



" Halo , " suara familiar Gio terdengat ditelinga Aydin .



" Gio , aku ingin bicara pada kekasihku, " pinta Aydin .



" Hubungi saja dia langsung , kenapa menghubungiku . " balas  Gio acuh .



" Jangan kira aku tidak tau kalau kamu yamg udah jemput Risa dari Sorong . "



" Hmmmm .... , " balas Gio berdeham



" Apa kamu masih mencintai wanita yang menjadi kekasih orang lain ? " ledek Aydin .



" Bukan urusanmu . Risa juga skrg sedang tidur . Jangan ganggu kami , aku juga sudah mengantuk . " Ucap Gio lalu mematikan sambungan telepon .



Chandra tak bisa berkedip saat melihat bosnya melempar sebuah ponsel keluaran terbaru yang terkenal dengan logo buah apel pada cermin meja rias yang ada di dalam salah satu kamar hotel yang ada di Sorong .



Chandra takjub dengan kekuatan ponsel itu , cermin meja rias sudah pecah menjadi pecahan kecil-kecil sedangkan ponsel Aydin hanya retak dibagian belakangnya saja , tapi untuk penggunaannya tidak ada masalah sama sekali.



Chandra sampai berdecak kagum dibuatnya .



Aydin mengumpat Gio sepuas- puasnya , mengeluarkan semua umpatan yang pernah di dengarnya .



Chandra dan kesunyian malam ini yang menjadi saksi betapa frustasinya seorang Aydin .



" Chandra , kau jangan seperti orang bodoh yang mengagumi hal biasa seperti itu . " Bentak Aydin.



Kekesalan Aydin sudah melewati batas maksimum yang bisa Ia tangani . Malangnya Chandra karena dia yang berada di sekitar pria yang sedang frustasi .



" Lebih baik jika sekarang kamu pergi carikan aku alkohol , aku butuh itu sekarang . " Perintahnya



" Tapi ... tapi ..., "



" Tidak ada tapi - tapi Chan . Lakukan perintahku sekarang . " Tegas Aydin .



" Satu lagi , pastikan malam ini kamu dapat bukti jika malam itu tidak terjadi apa-apa . Aku sangat yakin jika Franda menjebakku , " sambungnya .



Setelah mendapat perintah dari bosnya , Chandra segera berlalu , meninggalkan Aydin seorang diri di kamar .



Baru kali ini Chandra melihat Aydin se frustasi saat ini . Bahkan saat istrinya meninggal dulu dia tidak seterpuruk ini .



" Sudah ku duga janji bodohnya itu pasti akan menyiksanya suatu saat nanti . Dan mungkin sekaranglah saatnya . " Gumam Chandra  sambil terus berjalan mencari minuman pesanan bosnya .



Aydin duduk di lantai bersandar pada tepi tempat tidur .



Penyesalan atas kandasnya hubungannya dengan Risa , amarahnya karena wanita yang Ia anggap sahabatnya telah menjebaknya , tekanan dari orang tuanya untuk bertanggung jawab atas apa yang tidak Ia lakukan  , dan sekarang Gio makin memanaskan hatinya dengan api cemburu .



Seorang wanita bernama Risa datang ke kehidupan Aydin  , satu - satunya wanita yang bisa menariknya keluar dari jurang  masa lalunya . Kebahagiaan bersama Risa sempat membuat Aydin lupa dengan janji pada mendiang istrinya yang mengikat kakinya .



Harusnya Aydin sadar sejak istrinya meninggalkannya untuk selamanya ,  saat itu pula  kebahagiaannya juga sudah ikut pergi .

__ADS_1


Sementara itu , di restauran hotel keluarga Aydin yang lain dan juga Franda sedang berkumpul untuk makan malam .


" Ma , pasti Aydin marah banget sama aku . Dia sampai gak makan malam karena menghindariku . Aku jadi hawatir , " ucap Franda ingin menarik simpati Mama Indira .


" Gak apa - apa Franda , kamu makanlah dengan nyaman . Aydin memang sudah seharusnya merenungi semua perbuatannya . " Ucap Mama Indira


" Betul , seharusnya Aydin memikirkan cara memperbaiki hubungannya dengan Risa . Eh anak itu malah membuat masalah baru . " Ucap Papa Dimas .


Ucapan Papa Dimas barusan sungguh menyinggung Franda . Secara halus , Papa Dimas mengatakan jika dirinya adalah masalah bagi Aydin . Secara tak langsung juga Papa Dimas mengatakan jika yang Ia setujui itu adalah hubungan Aydin dan Risa .


Papa Dimas  menatap raut wajah Franda yang berubah . Ia yakin Franda cukup pintar untuk mengetahui maksud ucapannya .


Sementara Dafha , bocah kecil itu terus diam sejak mengetahui jika Mama Risa nya pulang lebih dulu .


Tidak ada cemilan kesukaannya yang bisa mengalihkan kesedihannya . Wajah murung Dafha membuat Ayana memutar otaknya untuk membujuk anak kecil itu untuk mau makan .


Dan akhirnya Ayana punya ide .


Dengan iming iming jika Ia akan menghubungi Risa lewat panggilan video saat yang lainnya sudah tidur . Akhirnya Dafha mau makan  . Makanan keduanya dalam satu hari ini .


" Mama Risa , Dafha meridukanmu . " batin Dafha .



Chandra yang sedang bingung memikirkan cara untuk membuktikan jika bosnya tidak  bersalah .



Saat tengah menyeruput kopinya di kedai kopi hotel , Steve yabg tak lain adalah pemimpin tour guide mereka selama  di Raja Ampat menghampiri meja Chandra .



" Bagaimana keadaan bos mu ? Kelihatannya dia sangat terpukul kehilangan Risa ? " tanya Steve .



" Chandra hanya mengedikkan bahunya . Malas sekali Ia jika harus berpura-pura sabar menjawab pertanyaan dari wartawan seperti Steve . "



" Kupikir bos mu itu  benar- benar mencintai  Risa . " Ucapnya .



Menyadari Chandra tertarik dengan ucapannya barusan membuat Steve membisikkan sesuatu pada Chandra .



" Saya melihat sesuatu malam itu . Bisa di bilang saya ini adalah saksinya . " Bisiknya



Chandra mendecih .



" Saya juga bisa mengaku sebagai saksi . "  balas Chandra .



Chandra menatap sinis Steve .



" Tapi saya adalah saksi yang bicara bsrdasarkan bukti . Saya punya buktinya jika malam itu bosmu telah dijebak . " Jelasnya .



" Apa kau coba menipuku ? " tanya Chandra curiga .



Steve merogoh sakunya , mengeluarkan ponsel dan menunjukkan satu foto saat Franda hendak memapah Aydin .



Mata Chandra berbinar ,  sebuah jalan terang telah terlihat dihadapannya . Tuhan mengabulkan doanya begitu cepat .



" Apa masih ada yang lain lagi ? " tanyanya .



Steve mengangguk , " beberapa foto dan video ."



" Tapi untuk membukanya ada harga yang harus bos mu bayar  . " tawarnya .




Steve membisikkan sejumlah uang yang Ia inginkan sebagai penebus hasil jerih payahnya malam itu .



Chandra menghubungi Aydin  , dan Aydin meminta untuk bertemu langsung dengan Steve.



" Ikutlah denganku , bos ku ingin bertemu denganmu . Sebaiknya ucapanmu benar , saat ini bosku benar-benar sedang menggila . "  Peringat Chandra .



Steve berjalan dibelakang Chandra . Steve tak menyangka jika keputusannya untuk mengintip malam itu bisa menghasilkan keuntungan baginya .



Steve memang tertarik pada Risa , teman SMA nya yang kini makin cantik dan berprofesi sebagai model .



Dia hanya bersikap realistis saja , bermodal wajah tampan dan tubuh idealnya saja tidak akan bisa mengimbangi model itu .


" Sanggupkah jika suatu saat aku melihat caramu  bahagia , tapi tidak bersamaku ? "



" Salahku karena telah memperlakukanmu bagaikan cadangan , dan kini aku menyesal setelah kau meninggalkanku bagaikan sebuah pilihan . "



Aydin Dzauky



Rombongan keluarga Aydin kini sudah kembali berada di Sorong . Namun karena penerbangan dari Sorong ke Jakarta yang tercepat adalah besok pagi , maka malam ini sesuai jadwal mereka akan menginap di salah satu hotel .


Aydin tidak ingin mengambil resiko dijebak untuk kedua kalinya . Ia memilih menitipka  Dafha pada mamanya , sedangkan Aydin akan sekamar dengan Chandra .


Begitu tiba di kamar hotel , Aydin segera menghubungi ponsel Albert .  Dan akhirnya berhasil .


Sambungan pertama , tidak ada jawaban .


Aydin mencoba lagi , dan akhirnya teleponnya dijawab oleh Albert .


" Halo , selamat malam . " Suara bariton Albert menyapanya .


" Selamat malam Albert , saya Aydin . "


" Ada yang bisa saya bantu Tuan ? " jawab Albert terkesan tenang . 


Padahal Aydin sudah berharap Albert akan meresponnya dengan gugup .


" Saya tau jika kalian yang membantu kekasihku kembali ke Jakarta . Tolong berikan telepon ini padanya , saya perlu bicara dengannya , " pinta Aydin .


" Maaf Tuan , tapi ponsel ini hanya untuk urusan bisnin dan orang -orang yang menghubungi bos saya . Dan orang yang anda maksud bukan salah satu dari keduanya . "  Balas Albert tegas .


" Cih ..., " Aydin berdecih  .


" Albert tidak perlu banyak alasan ,  sekarang beri teleponnya pada Risa . " Kini Aydin sedikit memaksa .


" Mohon maaf Tuan , tetap tidak bisa . " Tolak Albert tak kalah tegasnya  .


" Baiklah , beri telepon ini pada Gio . Dia bosmu  , jadi jangan katakan tidak bisa lagi, " peringat Aydin .


" Baiklah , ditunggu sebentar Pak Aydin . " ucapnya .


Aydin segera mengumpati Albert yang terlalu angkuh menurutnya .


" Halo , " suara familiar Gio terdengat ditelinga Aydin .


" Gio , aku ingin bicara pada kekasihku, " pinta Aydin ..


" Hubungi saja dia langsung , kenapa menghubungiku . " balas  Gio acuh .


" Jangan kira aku gak tau kalau kamu yamg udah jemput Risa dari Sorong . "


" Hmmmm .... , " balas Gio berdeham

__ADS_1


" Apa kamu masih mencintai wanita yang menjado kekasih orang lain ? " ledek Aydin .


" Bukan urusanmu . Risa juga skrg sedang tidur . Jangan ganggu kami , aku juga sudah mengantuk . " Ucap Gio lalu mematikan


Sambungan telepon .


Chandra tak bisa berkedip saat melihat bosnya melempar sebuah ponsel keluaran terbaru yang terkenal dengan logo buah apel pada cermin meja rias yang ada di dalam salah satu kamar hotel yang ada di Sorong .


Chandra takjub dengan kekuatan ponsel itu , cermin meja rias sudah pecah menjadi pecaham kecil-kecil sedangkan ponsel Aydin hanya retak dibagian belakangnya saja , tapi untuk penggunaannya tidak ada masalah sama sekali.


Chandra sampai berdecak kagum dibuatnya .


Aydin mengumpat Gio sepuas- puasnya , mengeluarkan semua umpatan yang pernah di dengarnya .


Chandra dan kesunyian malam ini yang menjadi saksi betapa furstasinya seorang Aydin .


" Chandra , kau jangan seperti orang bodoh yang mengagumi hal biasa seperti itu . " Bentak Aydin.


Kekesalan Aydin sudah melewati batas maksimum yang bisa Ia tangani . Malangnya Chandra karena dia yang berada di sekitar pria yang sedang frustasi .


" Lebih baik jika sekarang kamu pergi carikan aku alkohol , aku butuh itu sekarang . " Perintahnya


" Tapi ... tapi ..., "


" Tidak ada tapi - tapi Chan . Lakukan perintahku sekarang . " Tegas Aydin .


" Satu lagi , pastikan malam ini kamu dapat bukti jika malam itu tidak terjadi apa-apa . Aku sangat yakin jika Franda menjebakku , " sambungnya .


Setelah mendapat perintah dari bosnya , Chandra segera berlalu , meninggalkan Aydin seorang diri di kamar .


Baru kali ini Chandra melihat Aydin se frustasi saat ini . Bahkan saat istrinya meninggal dulu dia tidak seterpuruk ini .


" Sudah ku duga janji bodohnya itu pasti akan menyiksanya suatu saat nanti . Dan mungkin sekaranglah saatnya . " Gumam Chandra  sambil terus berjalan mencari minuman pesanan bosnya .


Aydin duduk di lantai bersandar pada tepi tempat tidur .


Penyesalan atas kandasnya hubungannya dengan Risa , amarahnya karena wanita yang Ia anggap sahabatnya telah menjebaknya , tekanan dari orang tuanya untuk bertanggung jawab atas apa yang tidak Ia lakukan  , dan sekarang Gio makin memanaskan hatinya dengan api cemburu .


Seorang wanita bernama Risa datang ke kehidupan Aydin  , satu - satunya wanita yang bisa menariknya keluar dari jurang  masa lalunya . Kebahagiaan bersama Risa sempat membuat Aydin lupa dengan janji pada mendiang istrinya yang mengikat kakinya .


Harusnya Aydin sadar sejak istrinya meninggalkannya untuk selamanya ,  saat itu pula  kebahagiaannya juga sudah ikut pergi .


Sementara itu , di restauran hotel keluarga Aydin yang lain dan juga Franda sedang berkumpul untuk makan malam .



" Ma , pasti Aydin marah banget sama aku . Dia sampai gak makan malam , aku jadi hawatir . " ucap Franda terdengar hawatir .



" Gak apa - apa Franda , kamu makanlah dengan nyaman . Aydin memang sudah seharusnya merenungi semua perbuatannya . " Ucap Mama Indira



" Betul , seharusnya Aydin memikirkan cara memperbaiki hubungannya dengan Risa . Eh anak itu malah membuat masalah baru . " Ucap Papa Dimas .



Ucapan Papa Dimas barusan sungguh menyinggung Franda . Secara halus , Papa Dimas mengatakan jika dirinya adalah masalah bagi Aydin . Secara tak langsung juga Papa Dimas mengatakan jika yang Ia setujui itu adalah hubungan Aydin dan Risa .



Papa Dimas  menatap raut wajah Franda yang berubah . Ia yakin Franda cukup pintar untuk mengetahui maksud ucapannya .



Sementara Dafha , bocah kecil itu terus diam sejak mengetahui jika Mama Risa nya pulang lebih dulu .



Tidak ada cemilan kesukaannya yang bid mengalihkan kesedihannya . Wajah murung Dafha membuat Ayana memutar otaknya untuk membujuk anak kecil itu untuk mau makan .



Dan akhirnya Ayana punya ide .


Dengan iming iming jika Ia akan menghubungi Risa lewat panggilan video saat yang lainnya sudah tidur . Akhirnya Dafha mau makan  . Makanan keduanya dalam satu hari ini .



" Mama Risa , Dafha meridukanmu . " batin Dafha .


Chandra yang sedang bingung memikirkan cara untuk membuktikan jika bosnya tidak  bersalah .


Saat tengah menyeruput kopinya di kedai kopi hotel , Steve yabg tak lain adalah pemimpin tour guide mereka selama  di Raja Ampat menghampiri meja Chandra .


" Bagaimana keadaan bos mu ? Kelihatannya dia sangat terpukul kehilangan Risa ? " tanya Steve .


" Chandra hanya mengedikkan bahunya . Malas sekali Ia jika harus berpura-pura sabar menjawab pertanyaan dari wartawan seperti Steve . "


" Kupikir bos mu itu  benar- benar mencintai  Risa . " Ucapnya .


Menyadari Chandra tertarik dengan ucapannya barusan membuat Steve membisikkan sesuatu pada Chandra .


" Saya melihat sesuatu malam itu . Bisa di bilang saya ini adalah saksinya . " Bisiknya


Chandra mendecih .


" Saya juga bisa mengaku sebagai saksi . "  balas Chandra .


Chandra menatap sinis Steve .


" Tapi saya adalah saksi yang bicara bsrdasarkan bukti . Saya punya buktinya jika malam itu bosmu telah dijebak . " Jelasnya .


" Apa kau coba menipuku ? " tanya Chandra curiga .


Steve merogoh sakunya , mengeluarkan ponsel dan menunjukkan satu foto saat Franda hendak memapah Aydin .


Mata Chandra berbinar ,  sebuah jalan terang telah terlihat dihadapannya . Tuhan mengabulkan doanya begitu cepat .


" Apa masih ada yang lain lagi ? " tanyanya .


Steve mengangguk , " beberapa foto dan video ."


" Tapi untuk membukanya ada harga yang harus bos mu bayar  . " tawarnya .


Steve membisikkan sejumlah uang yang Ia inginkan sebagai penebus hasil jerih payahnya malam itu .


Chandra menghubungi Aydin  , dan Aydin meminta untuk bertemu langsung dengan Steve.


" Ikutlah denganku , bos ku ingin bertemu denganmu . Sebaiknya ucapanmu benar , saat ini bosku benar-benar sedang menggila . "  Peringat Chandra .


Steve berjalan dibelakang Chandra . Steve tak menyangka jika keputusannya untuk mengintip malam itu bisa menghasilkan keuntungan baginya .


Steve memang tertarik pada Risa , teman SMA nya yang kini makin cantik dan berprofesi sebagai model .


Dia hanya bersikap realistis saja , bermodal wajah tampan dan tubuh idealnya saja tidak akan bisa mengimbangi model itu .


Seorang pengusaha besar saja macam Aydin , bahkan tidak bisa mempertahankan hubungannya dengan Risa .


Dari pada hanya mendapat kekecewaan , lebih baik Steve memanfaatkan  kejadian semalam untuk mendapatkan keuntungan baginya .


.


.


.


" Dua kemungkinan yang terjadi saat kamu bertemu dengan seseorang. Pilihan yang pertama, kehadirannya mampu membuatmu bahagia. Sedangkan yang kedua, kedatangannya bisa jadi menambah luka pada hidupmu. "


.


.


.


.


To be continue


Seorang pengusaha besar saja macam Aydin , bahkan tidak bisa mempertahankam hubungannya dengan Risa .


Dari pada hanya mendapat kekecewaan , lebih baik Steve memanfaatkan  kejadian semalam untuk mendapatkan keuntungan baginya .


.


.


.


" Dua kemungkinan yang terjadi saat kamu bertemu dengan seseorang. Pilihan yang pertama, kehadirannya mampu membuatmu bahagia. Sedangkan yang kedua, kedatangannya bisa jadi menambah luka pada hidupmu. "


.


.


.


.


To be continue

__ADS_1


__ADS_2