
Aydin dan Risa telah tiba di sebuah Mall . Aydin menggenggam tangan Risa posesif seperti wanita itu adalah anak kecil yang bisa saja hilang jika dibiarkan jalan sendiri .
Aydin memimpin jalan , dan berbelok kedalam sebuah restaurant makan korea .
Setelah memesan satu set hidangan lengkap untuk kekasihnya , Aydin akhirnya mulai bertanya .
" Yang , apa ada yang ingin kamu ceritakan lagi padaku ? " tanya Aydin .
Risa menggeleng . Bukan tidak ingin membagi cerita , Risa sungguh lupa .
" Tadi kok bisa bergabung dengan Reza dan orang tuanya ? Apa sudah janjian? " tanya Aydin .
" Kamu ternyata cukup aktif juga dengan tetanggamu yah . "
Aydin sebenarnya tidak suka dengan tatapan Reza pada Risa
" Kamu cemburu Ay ? Pada Reza ? Bahkan aku baru mengenalnya tadi . " Risa mencium aroma aroma pria cemburu menguar dari pria di hadapannya .
" Aku juga Pria . Ya aku tau lah arti dari tatapannya itu . "
Makanan yang dipesan sudah dihidangkan oleh pelayan .
" Hanya satu ? " tanya Risa.
" Ay , kamu gak makan ? Masa cemburu segitunya sampai gak makan . "
" Aku masih kenyang Yang , udah makan banyak di restauran yang sebelumnya , " tolak Aydin .
" Masa sih Ay ? " desak Risa bercanda .
" Beneran Yang . Aku loh yang habisin makanan pesanan kamu , dari pada dibuang . " Ujar Aydin .
" Kamu gak tau kan Yang ? Itu karena tadi entah
kamu ada di mana, " sambungnya .
" Sudah ku duga Aydin pasti curiga . " Batin Risa .
Risa mendengus , " Ay , kalau mau nanya yah langsung nanya aja . Aku pasti jawab kok , gak perlu pake sindir sindiran gitu . "
Aydin tertawa , " kena juga kan akhirnya . " batinnya .
" Aku gak ada ngomong mau nanya sesuatu sayang , " bantahnya .
" Alasan , aku tau kok ini rencana kamu biar aku cerita ? " cecar Risa .
" Yang , sejak kita berdua ngobrol dari hati ke hati , saat kita berdua udah janji untuk buka diri masing-masing , " Aydin menjeda sesaat
" AKU ," ucapnya perlahan dengan menekankan kata yang Ia ucapkan .
" Aku udah janji pada diriku untuk membagi semuanya padamu . Kebahagiaanku , kesedihanku , kehawatiranku , tangis ,tawa , dan semuanya akan coba ku bagi denganmu. "
Aydin menggenggam jemari Risa .
" Dan akan ku mulai dengan percaya penuh padamu dan selalu jujur padamu . " Ujar Aydin .
Bulir bulir air mata Risa menghianatinya lagi . Kenapa sejak bersama Aydin , air mata yang Ia kira sudah lama kering , kini datang kembali .
Bukan... bukan air mata kesedihan . Air mata yang keluar kali ini bukan karena Ia disakiti lagi , tapi karena Ia merasa bersyukur dan bersalah secara bersamaan .
Lihatlah pria ini , lebih mudah bagi Aydin untuk bertanya langsung pada Risa apa yang ingin Ia ketahui karena tentu Risa akan menjawabnya . Mereka sudah berjanji untuk saling jujur dan Risa setuju .
Tapi Aydin berbeda , Ia membuat Risa mengerti jujur seperti apa yang mereka butuhkan untuk hubungan keduanya . Aydin membuat Risa mengerti jika untuk jujur pada orang lain , sebelumnya Risa harus membuka dirinya dulu .
Risa harus percaya pada dirinya sendiri dan percaya pada Aydin .
Aydin segera pindah ke samping Risa saat melihat pundak wanita yang tengah menunduk itu bergetar .
" Hei ....udah yah... udah ... kenapa kamu menangis Yang , " bujuknya .
" Nanti dikiranya aku jahatin kamu lagi , " kelakarnya .
" Emang iya kok . Kamu pikir aku gak tau kalau kamu lagi nyindir aku sekarang , " protesnya .
Aydin tertawa membuat Risa makin kesal dan mencubit perut Aydin .
" Kata siapa , aku gak pernah nyebut nyebut nama kamu tadi , " jelasnya .
" Aku bilang kan kalau Aku , Aku , Aku sayang . Aku yang janji akan buka diri padamu , jadi bisa jujur dan percaya padamu . " Ucap Aydin .
" Cih ... lihatlah dia malah sengaja mengulangnya ," batin Risa .
" Udah.. udah Ay, sekarang aku ngerti . Maafin aku yah . Aku minta kamu lebih sabar lagi yah Ay . Aku sudah terlalu lama ,sudah terbiasa untuk menyimpan semua sendiri . " Ujar Risa .
" Gak ada yang perlu dimaafin . Kamu gak salah dan aku gak pernah nyalahin kamu . Aku gak nanya langsung , bukan karena aku marah . Tapi aku ingin kamu mengatakannya sendiri , aku ingin kamu bisa percaya padaku , mengandalkanku Risa ." Balas Aydin .
" Jangan pikirkan lagi bagaimana kamu dulu menyimpan semua perasanmu sendiri , ku mohon jangan kamu ingat lagi hal itu . Sekarang kamu tidak sendiri sayang , ada aku . Bagi semuanya padaku , " sambungnya .
Selesai memastikan Risa makan , Aydin kembali menggenggam jemari Risa dan berjalan bersama menuju gedung bioskop yang ada di lantai teratas Mall ini .
Setelah membeli ticket dan snack , disinilah mereka sekarang .
Duduk berdua , menonton film dengan pencahayaan ruangan yang sangat minim .
Kursi mereka berada di baris atas dan dibagian pojok .
Aydin menyeringai saat Risa menatapnya penuh curiga dengan kursi pilihannya .
__ADS_1
Kursi banyak yang kosong , mungkin karena saat ini sudah minggu ke tiga pemutaran film itu . Jadi pasti penggemar serial super hero ini sudah lebih dulu menontonnya .
Film sudah mulai . Risa fokus pada layar yang menceritakan asal kekuatan yang dimiliki sang superhero .
Sebelum Ia rasa ada tangan yang merangkul pundaknya .
" Aydin . " Gumam Risa menebak pemilik tangan .
Risa membiarkannya saja .
Setelah beberapa itu Aydin berbisik , " Ris... Sayang .. "
" Hemmm.. " Risa hanya berdeham .
" Kalau dipanggil nengok dong Yang , " cibirnya .
Risa mengalah . Ia tau kali ini Ia kalah jumlah .
Pernah mendengar jika pria dan wanita berduaan dan yang ketiga adalah setan ? Aydin dan setan yang menggodanya melawan Risa sendiri .
Risa menolehkan kepalanya pada Aydin . Dan benar saja bibir kenyal Aydin kini sudah menyatu dengan bibirnya .
Awalnya Risa biasa saja. Tapi karena jam terbang seorang duda lebih banyak , Aydin berhasil membawa Risa terlena dengan permainan benda kenyalnya .
Di saat seperti ini Aydin menarik tubuh Risa lebih merapat padanya dengan satu tangan yang tadi merangkul pundak Risa .
Mereka saling mencecapi rasa masing-masing . Semua beban karena drama yang terjadi padanya hari ini rasanya terlepas dari pundak Risa .
Yang Risa suka , Aydin tidak pernah terburu-buru saat berciuman . Aydin melakukannya dengan perlahan , sehingga Risa mendamba kenikmatan yang lebih yang bisa Aydin berikan.
Deru napas Risa masih memburu ,sedang Aydin terlihat cepat sekali mampu menormalkan pernapasannya . ( Jam terbang memang punya pengaruh )
Pandangan Risa kembali pada layar , tapi tidak dengan fokusnya . Apalagi dari ekor matanya Ia bisa melihat Aydin masih menatapnya .
" Ay , udah dong . Kamu udah lewatin banyak cerita filmnya . " Rengek Risa , Ia malu jika Aydin terus menatapnya .
" Aku udah tau endingnya Yang . Alien yang jelek itu nanti akan mati , tapi di bunuh dengan orang kepercayaannya . Jd nanti akan ada season berikutnya , musuhnya yang berhianat . " Ucap Aydin
" Ngarang kamu Ay , "
" Aku udah nonton Ay . " Jawab Aydin santai .
" Lah terus ngapain pilih film ini lagi ? " tanya Risa .
" Karena kamu mau nonton , dan aku mau nontonin kamu ," kekehnya .
" Gak lucu . " Balas Risa pura pura merajuk .
Risa sedekapkan tangannya , dengan wajah ditekuk dan pandangan fokus ke layar .
Jemari Aydin sesekali bermain main di lengan polos Risa .
Beberapa saat setelah itu , Risa menyadari jika Aydin sudah melepas rangkulannya karena pria itu kini sibuk mengetikkan pesan di ponselnya .
Aydin terus berbalas pesan entah pada siapa . Sementara Risa semakin gelisah .
__ADS_1
Risa memperkirakan durasi film tersisa 20 menit lagi, sedang Aydin tetap sibuk dengan ponselnya .
Yang jadi masalah karena entah mengapa , Risa ingin merasakan manisnya bibir Aydin sekali lagi . Berbagai kode Risa lakukan berharap Aydin mengerti , tapi pria itu masih sibuk dengan ponsel .
Kadang Risa berpikir jika Aydin punya 2 sisi di dirinya . Satu sisi putih saat Ia sangat dewasa dan bijak , kontrol diri yang baik , dan selalu berpikir sebelum bertindak .
Dan yang kedua , sisi hitamnya . Penuh dengan banyak siasat yang bisa menguasai dan mempengaruhi lawannya , termasuk untuk urusan yang iya iya dan ayi ayi .
" Kenapa menunggu jika kamu bisa memulai . " bisik setan (bukan ) orang ketiga pada Risa .
Sepertinya si setan (bukan )orang ketiga sudah berhasil memperdaya Risa .
Dengan berani Risa menaikkan sandaran tangan yang menjadi pembatas kursi .
" Ay , " lirihnya .
Aydin menaikkan kedua alisnya , bingung dengan sikap Risa .
" Kiss me . " ucap Risa hanya dengan gerakan bibir saja tanpa suara .
Aydin tersenyum , " with my pleasure honey . "
Dan begitulah mereka mengakhiri kisahnya hari ini . Banyak hal terjadi hari ini, mencampur aduk berbagai rasa .
Kini saatnya mereka harus mengistirahatkan pikiran dan tubuh. Menutup dengan ciuman manis , berharap hari esok rassnya akan semanis penutup hari ini .
.
.
.
.
.
"Mungkin ada sejuta hari kemarin dan sejuta hari esok, namun hanya ada satu hari ini. Jangan pernah membiarkan sehari pun berlalu tak berarti."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
( Namun maaf , teruntuk Aydin othor belum izinkan kamu istirahat . )
He... he.. he...
.
.
.
.
.
To be continue
__ADS_1