Menikah Karena Amanat

Menikah Karena Amanat
Bab 45 . Hitam dan Putih


__ADS_3

Aydin dan Risa telah tiba di sebuah Mall .  Aydin menggenggam tangan Risa posesif seperti wanita itu adalah anak kecil yang bisa saja hilang jika dibiarkan jalan sendiri .


Aydin memimpin jalan , dan berbelok kedalam  sebuah restaurant makan korea .


Setelah memesan satu set hidangan lengkap untuk kekasihnya , Aydin akhirnya mulai bertanya .


" Yang , apa ada yang ingin kamu ceritakan lagi padaku ? " tanya Aydin .


Risa menggeleng . Bukan tidak ingin membagi cerita  , Risa sungguh lupa .


" Tadi kok bisa bergabung dengan Reza dan orang tuanya ? Apa sudah janjian? " tanya Aydin .


" Kamu ternyata  cukup aktif juga dengan tetanggamu yah . "


Aydin sebenarnya tidak suka dengan tatapan Reza pada Risa


" Kamu cemburu Ay ? Pada Reza ? Bahkan aku baru mengenalnya tadi . " Risa mencium aroma aroma pria cemburu menguar dari pria di hadapannya .


" Aku juga Pria . Ya aku tau lah  arti dari tatapannya itu  . "


Makanan yang dipesan sudah dihidangkan oleh pelayan .


" Hanya satu ? " tanya Risa.


" Ay , kamu gak makan ?  Masa cemburu segitunya sampai gak makan . "


" Aku masih kenyang  Yang , udah makan banyak di restauran yang sebelumnya , "  tolak Aydin .


" Masa sih Ay ? " desak Risa bercanda .


" Beneran Yang . Aku loh yang habisin makanan pesanan kamu , dari pada dibuang . " Ujar Aydin .


" Kamu gak tau kan Yang ? Itu karena tadi entah


kamu ada di mana, " sambungnya .


" Sudah ku duga Aydin pasti curiga . " Batin Risa .


Risa  mendengus , " Ay , kalau mau nanya yah langsung nanya aja . Aku pasti jawab kok , gak perlu pake sindir sindiran gitu . "


Aydin tertawa , " kena juga kan akhirnya . " batinnya .


" Aku gak ada ngomong mau nanya sesuatu sayang , " bantahnya .


" Alasan , aku tau kok ini rencana kamu biar aku cerita ? " cecar Risa .


" Yang , sejak kita berdua ngobrol dari hati ke hati  , saat kita berdua udah janji untuk buka diri masing-masing , "  Aydin menjeda sesaat


"  AKU ," ucapnya perlahan dengan menekankan kata yang Ia ucapkan .


" Aku udah janji pada diriku untuk membagi semuanya padamu . Kebahagiaanku , kesedihanku , kehawatiranku , tangis ,tawa  , dan semuanya akan coba ku bagi denganmu. "


Aydin menggenggam jemari Risa .


" Dan akan ku mulai dengan percaya penuh padamu dan selalu jujur padamu . " Ujar Aydin .


Bulir bulir air mata Risa menghianatinya lagi . Kenapa  sejak bersama Aydin , air mata yang Ia kira sudah lama kering , kini datang kembali .


Bukan... bukan air mata kesedihan . Air mata yang keluar kali ini bukan karena Ia disakiti lagi , tapi karena Ia merasa bersyukur dan bersalah secara bersamaan .


Lihatlah pria ini , lebih mudah bagi Aydin untuk bertanya langsung pada Risa apa yang ingin Ia ketahui karena tentu Risa akan menjawabnya . Mereka sudah berjanji untuk saling jujur dan Risa setuju .


Tapi Aydin berbeda , Ia membuat Risa mengerti jujur seperti apa yang mereka butuhkan untuk hubungan keduanya . Aydin membuat Risa mengerti jika untuk jujur pada orang lain , sebelumnya Risa harus membuka dirinya dulu .


Risa harus percaya pada dirinya sendiri dan percaya pada Aydin .


Aydin segera pindah ke samping Risa saat melihat pundak wanita yang tengah menunduk itu bergetar .


" Hei ....udah yah... udah ...  kenapa kamu menangis Yang , " bujuknya .


" Nanti dikiranya aku jahatin kamu lagi , " kelakarnya .


" Emang iya kok . Kamu pikir aku gak tau kalau kamu lagi nyindir aku sekarang , " protesnya .


Aydin tertawa membuat  Risa makin kesal dan mencubit perut Aydin .


" Kata siapa , aku gak pernah nyebut  nyebut nama kamu tadi , " jelasnya .


" Aku  bilang kan kalau Aku , Aku  , Aku sayang  . Aku yang janji  akan buka diri padamu , jadi bisa jujur dan percaya padamu . " Ucap Aydin .


" Cih ... lihatlah dia malah sengaja mengulangnya ," batin Risa .


" Udah.. udah Ay,  sekarang aku ngerti . Maafin aku yah . Aku minta kamu lebih sabar lagi yah Ay . Aku sudah terlalu lama ,sudah terbiasa untuk menyimpan semua sendiri . " Ujar Risa .


" Gak ada yang perlu dimaafin . Kamu gak salah   dan aku gak pernah nyalahin kamu . Aku gak nanya langsung , bukan karena aku marah . Tapi aku ingin kamu mengatakannya sendiri , aku ingin kamu bisa percaya padaku , mengandalkanku  Risa ." Balas Aydin .


" Jangan pikirkan lagi bagaimana kamu dulu menyimpan semua perasanmu sendiri , ku mohon jangan kamu ingat lagi hal itu  . Sekarang kamu tidak sendiri sayang , ada aku . Bagi semuanya padaku , " sambungnya .




Selesai memastikan Risa makan , Aydin kembali menggenggam jemari Risa dan berjalan bersama menuju gedung bioskop yang ada di lantai teratas Mall ini .



Setelah membeli ticket dan snack , disinilah mereka sekarang .


Duduk berdua , menonton film dengan pencahayaan  ruangan yang sangat minim .


Kursi mereka berada di baris atas dan dibagian pojok .



Aydin menyeringai saat Risa menatapnya penuh curiga dengan kursi pilihannya .


__ADS_1


Kursi banyak yang kosong , mungkin karena saat ini  sudah minggu ke tiga pemutaran film itu . Jadi pasti penggemar serial super hero ini sudah lebih dulu menontonnya .



Film sudah mulai . Risa fokus pada layar yang menceritakan asal kekuatan yang dimiliki sang superhero .



Sebelum Ia rasa  ada tangan yang merangkul pundaknya .



" Aydin . " Gumam Risa menebak pemilik tangan .



Risa membiarkannya saja .


Setelah beberapa itu Aydin berbisik  ,  " Ris... Sayang .. "



" Hemmm.. "  Risa hanya berdeham .



" Kalau dipanggil nengok dong Yang , " cibirnya .



Risa mengalah . Ia tau kali ini Ia kalah jumlah .


Pernah mendengar jika pria dan wanita berduaan dan yang ketiga adalah setan ? Aydin dan setan yang menggodanya melawan Risa sendiri .



Risa menolehkan kepalanya pada Aydin . Dan benar saja bibir kenyal Aydin kini sudah menyatu dengan bibirnya .



Awalnya Risa biasa saja. Tapi karena jam terbang seorang duda lebih banyak  , Aydin berhasil membawa Risa terlena dengan permainan benda kenyalnya .



Di saat seperti ini Aydin menarik tubuh Risa lebih merapat padanya dengan satu tangan yang tadi merangkul pundak Risa .



Mereka saling mencecapi rasa masing-masing . Semua beban karena drama yang terjadi padanya hari ini rasanya  terlepas dari pundak Risa .



Yang Risa suka , Aydin tidak pernah terburu-buru saat berciuman . Aydin melakukannya dengan perlahan ,  sehingga Risa mendamba kenikmatan yang lebih  yang bisa Aydin berikan.




Deru napas Risa masih memburu ,sedang Aydin terlihat cepat sekali mampu menormalkan pernapasannya .  ( Jam terbang memang punya pengaruh )



Pandangan Risa kembali pada layar , tapi tidak dengan fokusnya . Apalagi dari ekor matanya Ia bisa melihat Aydin masih menatapnya .



" Ay , udah dong . Kamu udah lewatin banyak cerita filmnya . " Rengek Risa  , Ia malu jika Aydin terus menatapnya .



" Aku udah tau endingnya Yang . Alien yang jelek itu nanti akan mati , tapi di bunuh dengan orang kepercayaannya . Jd nanti akan ada season berikutnya , musuhnya yang berhianat . " Ucap Aydin



" Ngarang kamu Ay , "



" Aku udah nonton Ay . " Jawab Aydin santai .



" Lah terus ngapain pilih film ini lagi ? " tanya Risa .



" Karena kamu mau nonton , dan aku mau nontonin kamu ," kekehnya .



" Gak lucu . " Balas Risa pura pura merajuk .



Risa sedekapkan tangannya , dengan wajah ditekuk  dan pandangan fokus ke layar .



Jemari Aydin sesekali bermain main di lengan polos Risa . 



Beberapa saat setelah itu , Risa menyadari jika Aydin sudah melepas rangkulannya karena pria itu kini sibuk mengetikkan pesan di ponselnya .



Aydin terus berbalas pesan entah pada siapa . Sementara Risa semakin gelisah . 

__ADS_1



Risa memperkirakan durasi film tersisa 20 menit lagi, sedang Aydin tetap sibuk dengan ponselnya  .



Yang jadi masalah karena entah mengapa , Risa ingin merasakan manisnya bibir Aydin sekali lagi . Berbagai kode Risa lakukan berharap Aydin mengerti , tapi pria itu masih sibuk dengan ponsel .



Kadang Risa berpikir  jika Aydin punya 2 sisi di dirinya . Satu sisi putih saat Ia sangat dewasa dan bijak , kontrol diri yang baik , dan selalu berpikir sebelum bertindak .



Dan yang kedua , sisi hitamnya . Penuh dengan banyak siasat yang bisa menguasai dan mempengaruhi lawannya , termasuk untuk urusan yang iya iya dan ayi ayi .



" Kenapa menunggu jika kamu bisa memulai . "  bisik setan (bukan ) orang ketiga  pada Risa .



Sepertinya si setan (bukan )orang ketiga sudah berhasil memperdaya Risa .



Dengan  berani Risa menaikkan sandaran tangan yang menjadi pembatas kursi .



" Ay , " lirihnya .



Aydin menaikkan kedua alisnya  , bingung dengan sikap Risa .



" Kiss me . " ucap  Risa hanya dengan gerakan bibir saja tanpa suara .



Aydin tersenyum , " with my pleasure honey . "



Dan begitulah mereka mengakhiri kisahnya hari ini . Banyak hal terjadi hari ini, mencampur aduk berbagai rasa  .



Kini saatnya mereka harus mengistirahatkan pikiran dan tubuh. Menutup dengan ciuman manis , berharap hari esok rassnya akan semanis penutup hari ini .



.


.


.


.


.


 "Mungkin ada sejuta hari kemarin dan sejuta hari esok, namun hanya ada satu hari ini. Jangan pernah membiarkan sehari pun berlalu tak berarti."


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


( Namun maaf , teruntuk Aydin  othor belum izinkan kamu istirahat . )


He... he.. he...


.


.


.


.


.


To be continue

__ADS_1


__ADS_2