
Pernahkah kau bertanya mengapa sangat jarang atau bahkan tidak pernah mendengar tangisan dari seorang Ayah . Tak lain karena ayah ingin terlihat kuat di hadapan keluarganya .
Seorang Ayah ingin istri dan anak- anaknya berlindung pada tangan dan dadanya tanpa pernah meragukannya . Ia ingin memberikan rasa aman pada keluarganya kala mereka merasa terancam .
Harusnya seperti itu , tapi tidak bagi Risa .
Semua yang dikatakan orang lain mengenai sosok Ayah berbanding terbalik dengan kenyataan yang Ayahnya tunjukkan .
Melalui sosok ayahnya , Risa melihat bagaimana cara kerja dunia yang sungguh tidak adil .
Risa ingin membalas perbuatan orang-orang yang telah merampas haknya dengan semena-mena.
Dan rasanya jalannya untuk membalas terbuka saat ini .
“ Ini soal Ortiva Construction ,” Ucapan Gio terjeda , Ia menyadari raut wajah gadis itu berubah .
“ Aku akan membantu kalian menghancurkannya ,” tawar Gio .
Seketika suasana menjadi hening . Risa , Esme , dan Amora saling pandang.
" Apa maksud mu ? Sepertinya kamu salah orang memberikan penawaran itu pada kami, " jawab Amora mengelak .
Tangan Amora menggenggam tangan Risa , Ia tahu bagaimana traumanya Risa pada ayahnya . Apalagi beberapa waktu lalu Ia mendengar kabar jika pria itu mendatangi Risa dan mengancamnya .
Gio tertawa , Ia mengambil berkas yang diberikan oleh Albert dan meletakkannya di meja .
" Sudahlah Brisa Elzavira , berhentilah berpura-pura . Aku memiliki semua bukti dan data jika kamu gadis itu . " ungkapnya .
" Gadis yang 10 tahun lalu mendadak menghilang dari rumah sakit saat tengah di rawat ."
" Jujurlah Risa , kumohon , aku tidak punya niat jahat sedikitpun padamu . " Pinta Gio berubah lembut .
Echa yang sedari tadi hanya menjadi pendengar , kini terlihat ikut tertarik dengan pembahasan kami .
" Ya benar , aku Brisa Elzavira . Dan aku tidak berpura-pura menjadi orang lain Gio . Brisa adalah gadis lemah , yang tidak bisa melakukan apa- apa saat melihat Ibu kandungnya dibunuh tepat di hadapannya . " Ucap Risa lantang .
" Brisa Elzavira sudah mati Gio . Dia sudah mati saat memilih bunuh diri sebagai jalan keluar untuk mengakhiri semua penderitaannya . " lanjutnya .
Bahkan kini Risa sudah mulai terisak.
" Sejauh apa kau mencari tahu tentang diriku Gio ? " tanya Risa .
" Semua tentang Brisa dan semua yang dilakukan keluargamu pada Brisa . " Jawab Gio jujur .
Ada sedikit kelegaan di hati Risa , saat tak ada nama Rani yang disebutkan oleh Gio .
" Maafkan aku Risa , aku tidak bermaksud untuk membuka luka lama mu . Tapi tolong lihatlah ini dulu Risa , " pinta Gio .
Kali ini Esme yang bergerak mengambil berkas yang diberikan Gio . Ia membolak balikkan semua berkas itu satu per satu .
" Kami sudah tau kejahatan iblis itu , kecuali mengenai kecelakaan proyek di kalimantan ini . " Ucap Esme .
" Bayangkan berapa banyak masa depan gadis-gadis dari daerah kalian yang dia rusak . Dan yang membuatku geram , karena dia berani-beraninya memanfaatkan perusahaanku untuk mengambil keuntungan dari para pekerja yang menjadi korban kecelakaan kerja . " Ucap Gio .
Albert menatap kagum pada sosok wanita tomboy di hadapannya, Esme . Gayanya santai , tapi saat serius dia sungguh mempesona .
Gio menyadari keraguan dalam diri Risa . Ia paham biar bagaimanapun , sosok yang akan menjadi target mereka adalah Ayah kandungnya.
" Risa , dengarkan aku , jangan berpikir jika kita akan membalasnya maka kita tidak ada bedanya dengan mereka , " Ucap Gio menebak apa yang membuat Risa ragu .
__ADS_1
" Tentu kita berbeda . Kita tidak membalasnya Risa , tapi membuatnya bertanggung jawab atas apa yang telah Ia perbuat . " Jelas Gio .
" Aku bisa saja dengan mudah membalas pria tua itu , bahkan jika aku mau saat ini juga aku bisa mengirimnya langsung bertemu dengan iblis di neraka . "
" Tapi aku memikirkan dirimu Risa. Itulah aku mengajakmu untuk sama - sama , kita bantu Ayahmu menebus semua dosanya . Ini salah satu caramu berterimakasih padanya karena berkat dia kamu bisa ada di dunia ini . " Ucap Gio .
Risa menatap pada Amora dan Esme .
" Sebenarnya appa dan eomma kami sudah ingin mengambil alih semua ini sejak lama , tapi Risa selalu menolak , " ungkap Amora.
" Menurut ku semua yang dikatakan Gio benar , mungkin saat ini kamu harus lebih fokus untuk hal ini dulu Risa , " lanjutnya .
Risa beralih menatap Esme dan wanita itu juga mengangguk .
Gio tersenyum puas .
" Berarti kita sepakat untuk ini ? " tanya Gio mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan .
" Dasar pengusaha , kau pikir ini perjanjian bisnis . " Balas Risa sambil tertawa .
" Bolehkah aku ikut berpendapat ? " tanya Echa.
Semua tatapan kini fokus pada pria itu .
Menyadari semua orang kini menanti yang akan Ia ucapkan .
" Terimakasih , tapi bolehkah aku mengambil sesuatu dulu . Hanya sebentar ," ucap Echa .
" Siapa dia sebenarnya ? " tanya Albert .
Dan benar saja , tidak butuh waktu lama Echa kembali dengan setumpuk map , lengkap dengan kacamata baca yang bertengger di hidungnya .
" Akhirnya aku melihat lagi sosok mengagumkan ini . " Gumam Esme lirih .
Echa memberikan kartu namanya pada Gio , Albert , dan Amora .
Lalu Ia meletakkan satu per satu map yang telah di labeli dengan nama kasusnya .
" Bukankah ini semua kasus iblis itu ? " tanya Esme .
Echa mengangguk .
" Siapa kamu sebenarnya ? " tanya Risa .
Kecurigaannya mengenai sosok ayah Echa sepertinya benar .
" Aku Reza Anggoro , aku anak dari Bapak Rifat Anggoro dan Ibu Dyah . Apa mungkin kamu masih mengenal mereka ? " tanya Echa .
" Maksudmu Paman Rifat yang sekertaris kakekku dulu ? " tanya Risa memastikan .
" Setahuku dia bukan hanya jadi sekertaris kakekmu . Tapi dia juga sahabat kakek mu . " jawabnya .
" Sahabat katamu ? saat itu mungkin aku masih kecil , tapi aku tidak pernah lupa jika kakekku mengusir Ayahmu karena telah berkhianat padanya . " Ucap Risa .
" Risa aku tak tau pastinya , aku sendiri adalah anak angkat dari pasangan itu . Yang ku tau , saat itu Kakek mu dan Ayahku sudah merencanakan ini . " Jelas Echa .
__ADS_1
" Akan lebih baik jika Ayahku yang menjelaskan semuanya . Yang ingin ku beritahu jika ayahku sudah memintaku mencarimu sejak kau berusia 17 tahun . " Ujar Echa .
" Aku mencarimu ke Palembang . Namun rumahmu sudah dijual , dan info yang ku dapat kau pindah ke Jakarta . Itulah kenapa aku bertahan di Jakarta . "
" Aku mencarimu kemana - mana , ternyata kau berada sangat dekat . " Sambungnya , lalu tertawa .
" Untuk apa kau mencariku ? " tanya Risa .
" Ayahku ingin memberimu apa yang kakekmu titipikan pada Ayahku , " jawabnya singkat .
" Apa itu ? "
" Perkebunan dan pabrik kopi di Mandailing - Sumatera , perkebunan dan pabrik cokelat di Bali ,dan perkebunan teh dan strawberry di Bandung . "
Semua orang menatap tak percaya bergantian antara Risa dan Echa .
" Apa itu semua untukku ? " tanya Risa .
" Ya , dan itu jelas dalam surat wasiat yang dibuat kakekmu . Ferdinand tidak tau mengenai usaha perkebunan dan pabrik yang dimiliki mertuanya . Yang Ia tau jika mertuanya hanya memiliki tanah di sana . Dan surat- surat tanah itulah yang terus di cari oleh Ferdinand hingga sekarang . " Jelas Echa .
Risa masih bungkam , Ia mencerna semua informasi baru yang Ia terima .
Rencana bersama Nino saja sudah membuatnya pusing . Di tambah Echa yang membeberkan fakta baru .
Keheningan terjadi beberapa saat , sebelum akhirnya Albert memecahnya .
" Maaf Bos , ada telepon untuk anda . " ucapnya .
" Katakan aku sedang sibuk . " Balas Gio .
" Tapi ini dari Pak Aydin . " Ucap Albert lirih tapi masih bisa di dengar oleh Risa .
Risa menyandarkan kepalanya di sandaran sofa , tanda Ia sudah sangat lelah untuk hari ini .
" Hmmmm .... , " Gio berdeham lewat ponselnya .
"................ "
Entah apa yang di katakan Aydin,
" Bukan urusanmu . Risa juga sekarang sedang tidur . Jangan ganggu kami , aku juga sudah mengantuk . " Ucap Gio .
Sontak saja Risa melempar bantal ke arah Gio saat mendengar apa yang pria itu ucapkan .
Sedang Gio hanya terkekeh saat wajahnya terkena bantal dari lemparan Risa .
.
.
.
" Setiap orang bisa menjalin cinta indah tanpa membuat hati orang lain patah. Ada banyak kesempatan manis menanti jika memang pilihanmu tepat . "
.
.
.
.
To be continue
__ADS_1