Menikah Karena Amanat

Menikah Karena Amanat
Bab 63. Fakta baru


__ADS_3

Pernahkah kau bertanya mengapa sangat jarang atau bahkan tidak pernah mendengar tangisan dari seorang Ayah . Tak lain karena ayah ingin terlihat kuat di hadapan keluarganya .


Seorang Ayah ingin istri dan anak- anaknya berlindung pada tangan dan dadanya tanpa pernah meragukannya . Ia ingin memberikan rasa aman pada keluarganya kala mereka merasa terancam .


Harusnya seperti itu  , tapi tidak bagi Risa .


Semua yang dikatakan orang lain mengenai sosok Ayah berbanding terbalik dengan kenyataan yang Ayahnya tunjukkan .


Melalui sosok ayahnya , Risa melihat bagaimana cara kerja dunia yang sungguh tidak adil .


Risa ingin membalas perbuatan orang-orang yang telah merampas haknya  dengan semena-mena.


Dan rasanya jalannya untuk membalas terbuka saat ini .




“ Ini soal Ortiva Construction ,” Ucapan Gio terjeda , Ia menyadari raut wajah gadis itu berubah .



“ Aku akan membantu kalian menghancurkannya ,” tawar Gio .



Seketika suasana menjadi hening . Risa , Esme , dan Amora saling pandang.



" Apa maksud mu ? Sepertinya kamu salah orang  memberikan penawaran itu pada kami, " jawab Amora mengelak .



Tangan Amora menggenggam tangan Risa , Ia tahu bagaimana traumanya Risa pada ayahnya . Apalagi beberapa waktu lalu Ia mendengar kabar jika pria itu mendatangi Risa dan mengancamnya .



Gio tertawa , Ia mengambil berkas yang diberikan oleh Albert dan meletakkannya di meja .



" Sudahlah Brisa Elzavira , berhentilah berpura-pura . Aku memiliki semua bukti dan data jika kamu gadis itu . " ungkapnya .



" Gadis yang 10 tahun lalu mendadak menghilang dari rumah sakit saat tengah di rawat ."



" Jujurlah Risa , kumohon , aku tidak punya niat jahat sedikitpun padamu . " Pinta Gio berubah lembut .



Echa yang sedari tadi hanya menjadi pendengar , kini terlihat ikut tertarik dengan pembahasan kami .



" Ya benar , aku Brisa Elzavira . Dan aku tidak berpura-pura menjadi orang lain Gio . Brisa adalah gadis lemah , yang tidak bisa melakukan apa- apa saat melihat Ibu kandungnya dibunuh tepat di hadapannya . " Ucap Risa lantang  .



" Brisa Elzavira sudah mati Gio . Dia sudah mati saat memilih bunuh diri sebagai jalan keluar untuk mengakhiri semua penderitaannya . " lanjutnya .



Bahkan kini Risa sudah mulai terisak.



" Sejauh apa kau mencari tahu tentang diriku Gio ? " tanya Risa .



" Semua tentang Brisa  dan semua yang dilakukan keluargamu pada Brisa . " Jawab Gio jujur .



Ada sedikit kelegaan di hati Risa , saat tak ada nama Rani yang disebutkan oleh Gio .



" Maafkan aku Risa , aku tidak bermaksud untuk membuka luka lama mu .  Tapi tolong lihatlah ini dulu Risa , " pinta Gio .



Kali ini Esme yang bergerak mengambil berkas yang diberikan Gio . Ia membolak balikkan semua berkas itu satu per satu .



" Kami sudah tau kejahatan iblis itu , kecuali mengenai kecelakaan proyek di kalimantan ini . " Ucap Esme .



" Bayangkan berapa banyak masa depan gadis-gadis dari daerah kalian yang dia rusak . Dan yang membuatku geram , karena dia berani-beraninya memanfaatkan perusahaanku untuk mengambil keuntungan dari para pekerja yang menjadi korban kecelakaan kerja  . " Ucap Gio .



Albert menatap kagum pada sosok wanita tomboy di hadapannya, Esme . Gayanya santai , tapi saat serius dia sungguh mempesona .



Gio menyadari keraguan dalam diri Risa . Ia paham biar bagaimanapun , sosok yang akan menjadi target mereka adalah Ayah kandungnya.



" Risa , dengarkan aku , jangan berpikir jika kita akan membalasnya maka kita tidak ada bedanya dengan mereka , " Ucap Gio menebak apa yang membuat Risa ragu .


__ADS_1


" Tentu kita berbeda . Kita tidak membalasnya Risa , tapi membuatnya bertanggung jawab atas apa yang telah Ia perbuat . " Jelas Gio .



" Aku bisa saja dengan mudah membalas pria tua itu , bahkan jika aku mau saat ini juga aku bisa mengirimnya langsung bertemu dengan iblis di neraka . "



" Tapi aku memikirkan dirimu Risa. Itulah aku mengajakmu untuk sama - sama , kita bantu Ayahmu menebus semua dosanya . Ini salah satu caramu berterimakasih padanya karena berkat dia kamu bisa ada di dunia ini . " Ucap Gio .



Risa menatap pada Amora dan Esme .


" Sebenarnya appa dan eomma kami sudah ingin mengambil alih semua ini sejak lama , tapi Risa selalu menolak , " ungkap Amora.



" Menurut ku semua yang dikatakan Gio benar ,  mungkin saat ini kamu harus lebih fokus untuk hal ini dulu Risa , " lanjutnya .



Risa beralih menatap Esme dan wanita itu juga mengangguk .



Gio tersenyum puas .



" Berarti kita sepakat untuk ini ? " tanya Gio mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan .



" Dasar pengusaha , kau pikir ini perjanjian bisnis . " Balas Risa sambil tertawa .



" Bolehkah aku ikut berpendapat  ? " tanya Echa.



Semua tatapan kini fokus pada pria itu .



Menyadari semua orang kini menanti yang akan Ia ucapkan .



" Terimakasih , tapi bolehkah aku mengambil sesuatu dulu . Hanya sebentar ," ucap Echa .



" Siapa dia sebenarnya ? " tanya Albert  .




Dan benar saja , tidak butuh waktu lama Echa kembali dengan setumpuk map , lengkap dengan kacamata baca yang bertengger di hidungnya .



" Akhirnya aku melihat lagi sosok mengagumkan ini . " Gumam Esme lirih .



Echa memberikan kartu namanya pada Gio , Albert , dan Amora .



Lalu Ia meletakkan satu per satu map yang telah di labeli dengan nama kasusnya .



" Bukankah ini semua kasus iblis itu ? "  tanya Esme .



Echa mengangguk .



" Siapa kamu sebenarnya ? " tanya Risa .


Kecurigaannya mengenai  sosok ayah Echa sepertinya benar .



" Aku Reza Anggoro  , aku anak dari Bapak Rifat Anggoro dan Ibu Dyah . Apa mungkin kamu masih mengenal mereka ? " tanya Echa .



" Maksudmu Paman Rifat yang sekertaris kakekku dulu ? " tanya Risa memastikan .



" Setahuku dia bukan hanya jadi sekertaris kakekmu . Tapi dia juga sahabat kakek mu . " jawabnya .



" Sahabat katamu ? saat itu mungkin aku masih kecil , tapi aku tidak pernah lupa jika kakekku mengusir Ayahmu karena telah berkhianat padanya . " Ucap Risa .



" Risa aku tak tau pastinya , aku sendiri adalah anak angkat dari pasangan itu . Yang ku tau , saat itu Kakek mu dan Ayahku sudah merencanakan ini . "  Jelas Echa .


__ADS_1


" Akan lebih baik jika Ayahku yang menjelaskan semuanya . Yang ingin ku beritahu jika ayahku sudah memintaku mencarimu sejak kau berusia 17 tahun . "  Ujar Echa .



" Aku mencarimu ke Palembang . Namun rumahmu sudah dijual , dan info yang ku dapat kau pindah ke Jakarta . Itulah kenapa aku bertahan di Jakarta . "



" Aku mencarimu kemana - mana , ternyata kau berada sangat dekat . " Sambungnya ,  lalu tertawa .



" Untuk apa kau mencariku ? " tanya Risa .



" Ayahku ingin memberimu apa yang kakekmu titipikan pada Ayahku , " jawabnya singkat .



" Apa itu ? "



" Perkebunan dan pabrik kopi di Mandailing - Sumatera  , perkebunan dan pabrik cokelat di Bali ,dan  perkebunan teh dan strawberry  di Bandung  . "



Semua orang menatap tak percaya bergantian antara Risa dan Echa .



" Apa itu semua untukku ? " tanya Risa .



" Ya , dan itu jelas dalam surat wasiat yang dibuat kakekmu . Ferdinand tidak tau mengenai usaha perkebunan dan pabrik yang dimiliki mertuanya . Yang Ia tau jika mertuanya hanya memiliki tanah di sana . Dan surat- surat tanah itulah yang terus di cari oleh Ferdinand hingga sekarang . " Jelas Echa .



Risa masih bungkam , Ia mencerna semua informasi baru yang Ia terima .



Rencana bersama  Nino saja sudah membuatnya pusing . Di tambah Echa yang membeberkan fakta baru .



Keheningan terjadi beberapa saat , sebelum akhirnya Albert memecahnya .



" Maaf Bos , ada telepon untuk anda . " ucapnya .



" Katakan aku sedang sibuk . " Balas Gio .



" Tapi ini dari Pak Aydin . " Ucap Albert lirih tapi masih bisa di dengar oleh Risa .



Risa menyandarkan kepalanya di sandaran sofa , tanda Ia sudah sangat lelah untuk hari ini .



" Hmmmm .... , " Gio berdeham lewat ponselnya .



"................ "



Entah apa yang di katakan Aydin,



" Bukan urusanmu . Risa juga sekarang sedang tidur . Jangan ganggu kami , aku juga sudah mengantuk . " Ucap Gio .



Sontak saja Risa melempar bantal ke arah Gio saat mendengar apa yang pria itu ucapkan .



Sedang Gio hanya terkekeh saat wajahnya terkena bantal dari lemparan Risa .



.


.


.


" Setiap orang bisa menjalin cinta indah tanpa membuat hati orang lain patah. Ada banyak kesempatan manis menanti jika memang pilihanmu tepat . "


.


.


.


.


To be continue

__ADS_1


__ADS_2