
Malamnya sebelum pukul 8 Risa dan Esme sudah berada di Gym & Fitness center . Mereka sedang menanti nanti kehadiran Aydin .
15 menit kemudian , yang di nanti akhirnya muncul juga .
Risa dan Esme sedikit menjauh , tak ingin Aydin menyadari kehadiran mereka .
" Wihh.. ternyata Aydin makin mempesona yah kalau lagi nge gym gini . " Ujar Esme .
Mereka kini mengamati Aydin yang sedang berlari di treadmil dari kejauhan .
Risa tidak bisa menampik jika memang Aydin terlihat sangat tampan malam ini .
Memakai kaos longgar tanpa lengan , menampilkan lengan yang berotot tapi tidak berlebihan . Proporsinya sangat pas .
Esme menepuk pundak Risa , " Ngapain malah melamun . Ayoo maju sana ...... "
Dengan ragu Risa melangkah mendekati Aydin . Rencananya dia akan ikut berlari di treadmil yang berada di sebelah Aydin .
Risa sempat berbalik menatap Esme .
" Fighting.... Hal Su Isseo " ujar Esme memberi semangat tanpa suara .
Risa mulai mengatur kecepatan treadmil yang paling rendah . Sesekali melirik ke arah Aydin yang menatap lurus ke depan .
Risa bisa melihat buliran buliran keringat mulai terbit di wajah tampan Aydin . Sungguh menggoda , pikirnya .
" Astaga ... tidak tidak . Apa yang kau pikirkan Risa .. maafkan aku Rani . " Batin Risa .
Tak sadar Ia bahkan menggeleng gelengkan kepalanya guna mengusir pikiran lucknut yang terlintas .
Aydin melirik ke samping . Aneh tapi lucu juga , pikirnya .
Sekitar 5 menit kemudian , Aydin berhenti berlari di treadmil .
Aydin sempat menyeka keringat di wajahnya , kemudian beralih ke alat gym yang lain .
Aydin kini sedang mengatur posisi duduknya sebelum mulai latihan memakai Chest Press Machine .
Risa melirik Aydin yang sudah mulai latihannya . Tak ingin kehilangan kesempatan , Ia juga ikut berhenti dari treadmil .
Karena fokusnya mengamati Aydin , Risa asal saja memilih alat gym . Misinya adalah terus berada di dekat Aydin , itu saja yang diingatnya .
Sebelum mulai Risa melirik Aydin . Seperti tadi, pria itu tetap fokus menatap ke depan sambil terus menarik pegangan alat .
Risa menatap Lat pulldown machine dihadapannya . Bukannya Ia tak pernah latihan gym , di Korea bahkan dia memiliki personal trainer pribadi . Tapi kini pikiran wanita itu sedang tidak fokus .
Apalagi posisinya kini mereka bersebelahan , tapi Aydin duduk membelakangi alat sedangkan Risa duduk menghadap alat . Jadi Risa bisa dengan leluasa memandangi wajah Aydin .
Sebelum mulai , Risa minum sedikit air dan menyeka keringatnya yang hanya seberapa . Itu juga karena dia sedang gugup menjalankan misinya .
Risa memposisikan tangannya memgang kuat pegangan alat . Dalam hati Ia mulai menghitung " 1 , 2 , 3 "
Namun percobaan pertama Ia tak berhasil menarik turun pegangan alat itu .
Tidak boleh menyerah , Risa mencoba sekali lagi .
" satu.. dua.. tiga ... eeeerrgghhh , " gumamnya lirih .
Risa sudah menarik kuat tapi sama seperti percobaan pertama , Ia masih gagal .
Risa berdecak . Ia melirik Aydin namun sepertinya pria itu tidak terpengaruh .
" Syukurlah , dia tidak melihat . " batin Risa .
Risa menoleh pada Esme , sedang wanita yang di tatap hanya mengedikkan bahu sambil mulut komat kamit . Sayang Risa tak paham apapun yang dikatakan Esme lewat gerakan bibirnya .
" Oke.. aku coba sekali lagi . " putusnya .
Kembali Risa memegang erat pegangan alat ,
Mulai menghitung , " satu.. dua.. tiga ... eeeerrgghhh , " gumamnya lirih .
Tapi nihil , ZONK . Tidak berhasil . Alatnya tidak bergerak sama sekali .
Risa menunduk pasrah , lagian tujuannya memang bukan untuk berolahraga . Yang penting Ia bisa berdekatan dengan Aydin .
__ADS_1
Risa lalu menoleh ke samping , tapi Aydin tidak ada di tempatnya .
Risa baru akan mengedarkan pandangannya , tapi Ia dibuat terkejut dengan Aydin yang berada di hadapannya sedang mengatur beban dari alat yang dipakai Risa .
" Kamjagiya.... " ujar Risa terkejut .
Aydin menoleh menatap Risa , mengernyitkan keningnya sebentar kemudian kembali ke raut wajah datar dan dingin andalannya .
" Beban yang tadi terlalu berat untuk di pakai oleh orang yang latihan tanpa pemanasan dan menggunakan treadmil hanya untuk berjalan . " ujar Aydin .
Wajah Risa memerah karena malu . Rasanya Ia sedang tertangkap saat melakukan kejahatan .
Risa menoleh pada Esme sekali lagi , tapi sialnya Esme terlihat menepuk jidatnya kemudian melangkah keluar sambil tertawa dan menggeleng gelengkan kepalanya .
Belum reda rasa malunya , Aydin kini malah membuatnya gugup .
Pasalnya kini pria itu berdiri di belakang Risa . Perlahan dia memegang kedua tangan Risa , mengarahkan ke pegangan alat , mengatur posisi tangan Risa dengan benar .
" Pegang yang kuat . " bisiknya .
Wajahnya bahkan berada di samping wajah Risa , sangat dekat .
Risa mengangguk , menelan salivanya sesekali .
Aydin lalu meletakkan kedua tangannya di pundak Risa .
" Bebannya sudah ku ganti yang paling kecil . Ikuti aba aba ku , lalu mulai tarik pegangannya kebawah. " ujar Aydin.
Risa mengangguk mengerti . Ia sudah bertekad .
Kali ini Ia harus berhasil .
" satu.. dua.. tiga ... tarik . " ujar Aydin .
Risa mengikuti instruksi Aydin , dan berhasil .
" Kita ulang sekali lagi , lemaskan punggungmu . Tarik badanmu kebelakang mengikuti irama tarikan tanganmu . Tenanglah , aku akan menjaga di belakangmu . " ujarnya .
Risa lagi lagi hanya bisa mengangguk dan menuruti semua ucapannya membuat Aydin menahan tawa .
Tapi kali ini , Aydin sedikit menarik pundak Risa kebelakang .
Aydin mengulang aba aba nya lagi ,dan Risa mengikuti . Berulang lagi , lagi , dan lagi , hingga Aydin melepaskan tangannya dari pundak Risa .
Tanpa pamit , Aydin menjauh dari Risa .
Tak lama Risa menyadari jika Aydin sudah pergi .
Ia berhenti melakukan latihannya . Mengedarkan pandangannya dan mendapati Aydin juga tengah mengawasinya dari jauh .
Kedua netra mereka bertemu .
Tak ada pilihan lain pikir Risa . Jika menghindar maka akan jadi aneh .
Risa mengambil handuk dan botol minumnya lalu melangkah mendekati Aydin .
Duduk di kursi yang sama namun sedikit memberi jarak .
Awalnya Risa tak bersuara , Aydin juga begitu .
Risa minum sedikit air dari botolnya .
" Terimakasih ... terimakasih sudah membantuku . " ujarnya .
Aydin menoleh sekilas , " Tak masalah . "
" Lain kali sebelum latihan jangan lupa pemanasan . Dan lenturkan otot ototmu dulu dengan berlari di treadmil . Ingat berlari , bukan berjalan . " Ujar Aydin memperingatkan Risa .
Risa mencebikkan bibirnya , tapi tetap mengangguk .
Aydin tertawa melihat wajah Risa . Mungil , kulit putih , dengan rona merah di pipinya .
" Menggemaskan . " Batin Aydin .
" Mintalah bantuan seorang personal trainer . Agar latihanmu benar dan lebih teratur . " Saran Aydin .
__ADS_1
" Bagaimana jika kamu saja ? " ujar Risa .
Aydin menggeleng . " Aku bukan PT . Aku juga tidak setiap hari kemari . "
" Bukan masalah . Aku akan datang disaat kamu juga datang , bagaimana ? " jawab Risa santai .
Aydin mengernyitkan keningnya , tak mengerti dengan maksud wanita disampingnya .
" Sepertinya kamu bukan dari Indonesia ? " tanya Aydin .
" Korea . " Jawab Risa sigkat .
" Hemmmm ..... " Aydin berdeham .
" Apa ini pertemuan pertama kita ? Mengapa sepertinya aku familiar denganmu . " ujar Aydin .
" Oh yah ? Ini pertama kali aku ke Indonesia dalam 10 tahun terakhir . " jawab Risa .
Aydin nampak tidak puas dengan jawaban Risa .
" Atau mungkin kamu pernah melihat wajahku di majalah ? TV ? Pagelaran busana ? Atau mungkin saat kamu ke Korea kamu pernah melihatku di suatu tempat . " ujar Risa asal saja agar ada bahan pembicaraan dengan Aydin .
" Apa kamu orang terkenal ? Maaf aku tidak terlalu memperhatikan majalah atau TV . " balas Aydin .
Risa hanya mengedikkan bahunya , dan tentu itu tidak menjawab pertanyaan Aydin .
" Korea negara yang menarik untuk di kunjungi , tapi aku belum pernah kesana . " ujar Aydin .
Membahas Korea jadi mengingatkannya pada Rani . Dulu istrinya itu selalu meminta untuk berlibur ke Korea , tapi selalu saja Aydin tidak bisa mewujudkannya karena sibuk bekerja . Sekalinya mereka ke luar negeripun, Aydin akan tetap menyempatkan untuk bekerja .
" Astaga... sepertinya aku sudah terlalu lama mengobrol dengan wanita ini . " batin Aydin .
Aydin lalu berdiri di hadapan Risa .
Risa sampai harus mendongakkan kepalanya agar bisa menatap Aydin .
" Ingat pesanku karena belum tentu kita bertemu lagi . Sebelum latihan pastikan pemanasan yang cukup . Lemaskan otot ototmu lebih dulu jika ingin latihan menggunakan alat yang fungsinya melatih otot . " Ujar Aydin .
" Satu lagi . Berhentilah melirik ke kiri dan kanan saat latihan , fokuslah . Atau kamu bisa saja cedera . " Ledek Aydin kemudian melangkah menjauhi Risa .
" Aku tidak begitu . " elak Risa sedikit berteriak .
Ternyata Aydin kembali berbalik , " Aku datang lebih dulu darimu , jadi aku tahu apa saja yang kamu lakukan bersama temanmu tadi . " ujarnya.
Risa menutup mulutnya dengan kedua tangan .
" Aku ketahuan ..... " gumamnya .
Risa hanya bisa menutupi wajahnya yang memerah dengan kedua tangan .
Aydin yang melihatnya makin mengencangkan tawanya .
" Sebaiknya aku cepat pergi . Dia terlalu menggemaskan . " batin Aydin .
.
.
.
.
.
" Tapi apalagi yang membuat hati berdesir selain pertemuan yang tidak disengaja? "
.
.
.
.
.
__ADS_1
To be continue