Menikah Karena Amanat

Menikah Karena Amanat
Bab 19 . Apa ini pertemuan pertama ?


__ADS_3

Malamnya sebelum pukul 8 Risa dan Esme sudah berada di Gym & Fitness center . Mereka sedang menanti nanti kehadiran Aydin .


15 menit kemudian , yang di nanti akhirnya muncul juga .


Risa dan Esme sedikit menjauh , tak ingin Aydin menyadari kehadiran mereka .


" Wihh.. ternyata Aydin makin mempesona yah kalau lagi nge gym gini . " Ujar Esme .


Mereka kini mengamati Aydin yang sedang berlari di treadmil dari kejauhan .


Risa tidak bisa menampik jika memang Aydin terlihat sangat tampan malam ini .


Memakai kaos longgar tanpa lengan , menampilkan lengan yang berotot tapi tidak berlebihan . Proporsinya sangat pas .


Esme menepuk pundak Risa , " Ngapain malah melamun . Ayoo maju sana ...... "


Dengan ragu Risa melangkah mendekati Aydin . Rencananya dia akan ikut berlari di treadmil yang berada di sebelah Aydin .


Risa sempat berbalik menatap Esme .


" Fighting.... Hal Su Isseo " ujar Esme memberi semangat tanpa suara .


Risa mulai mengatur kecepatan treadmil yang paling rendah . Sesekali melirik ke arah Aydin yang menatap lurus ke depan .


Risa bisa melihat buliran buliran keringat mulai terbit di wajah tampan Aydin . Sungguh menggoda , pikirnya .


" Astaga ... tidak tidak . Apa yang kau pikirkan Risa ..  maafkan aku Rani . " Batin Risa .


Tak sadar Ia  bahkan menggeleng gelengkan kepalanya guna mengusir pikiran lucknut yang terlintas .


Aydin melirik ke samping . Aneh tapi lucu juga , pikirnya .


Sekitar 5 menit kemudian , Aydin berhenti berlari di treadmil .


Aydin sempat menyeka keringat di wajahnya , kemudian beralih ke alat gym yang lain .


Aydin kini sedang mengatur posisi duduknya sebelum mulai latihan memakai Chest Press Machine . 


Risa melirik Aydin yang sudah mulai latihannya . Tak ingin kehilangan kesempatan , Ia juga ikut berhenti dari treadmil .


Karena fokusnya mengamati Aydin , Risa asal saja memilih alat gym . Misinya adalah terus berada di dekat Aydin , itu saja yang diingatnya .


Sebelum mulai Risa melirik Aydin . Seperti tadi, pria itu tetap fokus menatap ke depan sambil terus menarik pegangan alat .


Risa menatap Lat pulldown machine dihadapannya . Bukannya Ia tak pernah latihan gym  , di Korea bahkan dia memiliki personal trainer pribadi . Tapi kini pikiran wanita itu sedang tidak fokus .


Apalagi posisinya kini mereka bersebelahan , tapi Aydin duduk membelakangi alat sedangkan Risa duduk menghadap alat . Jadi Risa bisa dengan leluasa memandangi wajah Aydin .


Sebelum mulai , Risa minum sedikit air dan menyeka keringatnya yang hanya seberapa . Itu juga karena dia sedang gugup menjalankan misinya .


Risa memposisikan tangannya memgang kuat pegangan alat . Dalam hati Ia mulai menghitung " 1 , 2 , 3 "


Namun percobaan pertama Ia tak berhasil menarik turun  pegangan alat itu .


Tidak boleh menyerah , Risa mencoba sekali lagi .


" satu.. dua.. tiga ... eeeerrgghhh , " gumamnya lirih .


Risa sudah menarik kuat tapi sama seperti percobaan pertama , Ia masih gagal .


Risa berdecak . Ia melirik Aydin namun sepertinya pria itu tidak terpengaruh .


" Syukurlah , dia tidak melihat . " batin Risa .


Risa menoleh pada Esme ,  sedang wanita yang di tatap hanya mengedikkan bahu sambil mulut komat kamit . Sayang Risa tak paham apapun yang dikatakan Esme lewat gerakan bibirnya .


" Oke.. aku coba sekali lagi . " putusnya .


Kembali Risa memegang erat pegangan alat ,


Mulai menghitung , " satu.. dua.. tiga ... eeeerrgghhh , " gumamnya lirih .


Tapi nihil , ZONK . Tidak berhasil . Alatnya tidak bergerak sama sekali .


Risa menunduk pasrah , lagian tujuannya memang bukan untuk berolahraga . Yang penting Ia bisa berdekatan dengan Aydin .

__ADS_1


Risa lalu menoleh ke samping ,  tapi Aydin tidak ada di tempatnya .


Risa baru akan mengedarkan pandangannya , tapi Ia dibuat terkejut dengan Aydin yang  berada di hadapannya sedang mengatur beban dari alat yang dipakai Risa .


" Kamjagiya.... " ujar Risa terkejut .


Aydin menoleh menatap Risa , mengernyitkan keningnya sebentar kemudian kembali ke raut wajah datar dan dingin andalannya .


" Beban yang tadi terlalu berat untuk di pakai oleh orang yang latihan tanpa pemanasan dan menggunakan treadmil hanya untuk berjalan . " ujar Aydin .


Wajah Risa memerah karena malu . Rasanya Ia sedang tertangkap saat melakukan kejahatan .


Risa menoleh pada Esme sekali lagi , tapi sialnya Esme terlihat menepuk jidatnya kemudian melangkah keluar sambil tertawa dan menggeleng gelengkan kepalanya .


Belum reda rasa malunya , Aydin kini malah membuatnya gugup .


Pasalnya kini pria itu berdiri di belakang Risa . Perlahan dia memegang kedua tangan Risa , mengarahkan ke pegangan alat , mengatur posisi tangan Risa dengan benar .


" Pegang yang kuat . " bisiknya .


Wajahnya bahkan berada di samping wajah Risa , sangat dekat .


Risa mengangguk , menelan salivanya sesekali .


Aydin lalu meletakkan kedua tangannya di pundak Risa .


" Bebannya sudah ku ganti yang paling kecil . Ikuti aba aba ku , lalu mulai tarik pegangannya kebawah. " ujar Aydin.


Risa mengangguk mengerti . Ia sudah bertekad .


Kali ini Ia harus berhasil .


" satu.. dua.. tiga ... tarik . " ujar Aydin .


Risa mengikuti instruksi Aydin , dan berhasil .


" Kita ulang sekali lagi , lemaskan punggungmu . Tarik badanmu kebelakang mengikuti irama tarikan tanganmu . Tenanglah , aku akan menjaga di belakangmu . "  ujarnya .


Risa lagi lagi hanya bisa mengangguk dan menuruti semua ucapannya membuat Aydin menahan tawa .


Tapi kali ini , Aydin sedikit menarik pundak Risa kebelakang .


Aydin mengulang aba aba nya lagi ,dan Risa mengikuti .  Berulang lagi , lagi , dan lagi , hingga Aydin melepaskan tangannya dari pundak Risa .


Tanpa pamit , Aydin menjauh dari Risa .


Tak lama Risa menyadari jika Aydin sudah pergi .


Ia berhenti melakukan latihannya . Mengedarkan pandangannya dan mendapati Aydin juga tengah mengawasinya dari jauh .


Kedua netra mereka bertemu .


Tak ada pilihan lain pikir Risa . Jika menghindar maka akan jadi aneh .


Risa mengambil handuk dan botol minumnya lalu melangkah mendekati Aydin .


Duduk di kursi yang sama namun sedikit memberi jarak .


Awalnya Risa tak bersuara , Aydin juga begitu .


Risa minum sedikit air dari botolnya .


" Terimakasih ... terimakasih sudah membantuku . " ujarnya .


Aydin menoleh sekilas , " Tak masalah . "


" Lain kali sebelum latihan jangan lupa pemanasan . Dan lenturkan otot ototmu dulu dengan berlari di treadmil  . Ingat berlari , bukan berjalan . " Ujar Aydin memperingatkan Risa .


Risa mencebikkan bibirnya , tapi tetap mengangguk .


Aydin tertawa melihat wajah Risa . Mungil , kulit putih , dengan rona merah di pipinya .


" Menggemaskan . " Batin Aydin .


" Mintalah bantuan seorang personal trainer . Agar latihanmu benar dan lebih teratur . " Saran Aydin .

__ADS_1


" Bagaimana jika kamu saja ? " ujar Risa .


Aydin menggeleng . " Aku bukan PT . Aku juga tidak setiap hari kemari . "


" Bukan masalah . Aku akan datang disaat kamu juga datang , bagaimana ? " jawab Risa santai .


Aydin mengernyitkan keningnya , tak mengerti dengan maksud wanita disampingnya .


" Sepertinya kamu bukan dari Indonesia ? " tanya Aydin .


" Korea . " Jawab Risa sigkat .


" Hemmmm ..... " Aydin berdeham .


" Apa ini pertemuan pertama kita ? Mengapa sepertinya aku familiar denganmu . " ujar Aydin .


" Oh yah ? Ini pertama kali aku ke Indonesia dalam 10 tahun terakhir . " jawab Risa .


Aydin nampak tidak puas dengan jawaban Risa .


" Atau mungkin kamu pernah melihat wajahku di majalah ? TV ? Pagelaran busana ? Atau mungkin saat kamu ke Korea kamu pernah melihatku di suatu tempat . " ujar Risa asal saja agar ada bahan pembicaraan dengan Aydin .


" Apa kamu orang terkenal ?  Maaf aku tidak terlalu memperhatikan majalah atau TV . " balas Aydin .


Risa hanya mengedikkan bahunya , dan tentu itu tidak menjawab pertanyaan Aydin .


" Korea negara yang menarik untuk di kunjungi , tapi aku belum pernah kesana . " ujar Aydin .


Membahas Korea jadi mengingatkannya pada Rani . Dulu istrinya itu selalu meminta untuk berlibur ke Korea , tapi selalu saja Aydin tidak bisa mewujudkannya karena sibuk bekerja . Sekalinya mereka ke luar negeripun, Aydin akan tetap menyempatkan untuk bekerja .


" Astaga... sepertinya aku sudah terlalu lama mengobrol dengan wanita ini . " batin Aydin .


Aydin lalu berdiri  di hadapan Risa .


Risa sampai harus mendongakkan kepalanya agar bisa menatap Aydin .


" Ingat pesanku karena belum tentu kita bertemu lagi . Sebelum latihan pastikan pemanasan yang cukup . Lemaskan otot ototmu lebih dulu jika ingin latihan menggunakan alat yang fungsinya melatih otot . " Ujar Aydin .


" Satu lagi . Berhentilah melirik ke kiri dan kanan saat latihan , fokuslah . Atau kamu bisa saja cedera . "  Ledek Aydin kemudian melangkah menjauhi Risa .


" Aku tidak begitu . " elak Risa sedikit berteriak .


Ternyata Aydin kembali berbalik , " Aku datang lebih dulu darimu , jadi aku tahu apa saja yang kamu lakukan bersama temanmu tadi . " ujarnya.


Risa menutup mulutnya dengan kedua tangan .


" Aku ketahuan ..... " gumamnya .


Risa hanya bisa menutupi wajahnya yang memerah dengan kedua tangan .


Aydin yang melihatnya makin mengencangkan tawanya . 


" Sebaiknya aku cepat pergi . Dia terlalu menggemaskan . "  batin Aydin .


.


.


.


.


.


" Tapi apalagi yang membuat hati berdesir selain pertemuan yang tidak disengaja? "


.


.


.


.


.

__ADS_1


To be continue


__ADS_2