Menikah Karena Amanat

Menikah Karena Amanat
Bab 14 . Let's start the game


__ADS_3

Rasanya Risa tidur sudah cukup lama ketika Esme membangunkannya karena mereka sudah sampai di apartemen.


" Bagaimana apartemennya ? Kamu suka ? " tanya Esme .


" Suka ...  "  jawab Risa singkat sambil terus berkeliling .


Langkahnya terhenti di balkon apartemen . Risa menatap kerlap kerlip kota Jakarta di malam hari .


" Esme ... unit kita di lantai berapa ? " tanya Risa .


Esme berhenti menghisap rokoknya .


" 17 . " jawabnya singkat .


Risa kembali menatap ke depan .


" Kamu gak masalah kan kalau kita di . Lt 17 ? Jangan jangan kamu takut akan tertidur di lift sebelum sampai di lt . 17  karena mabuk ? "


Risa tertawa mendengar pertanyaan Esme .


" Kamu beneran nanya atau menyindirku  ?  Aku koreksi yah , yang tertidur di dalam lift itu Amora bukan aku . "  ujar Risa .


" Oke oke . Aku salah . "


Esme tertawa  .


" Esme , ternyata pemandangan kota Jakarta di malam hari dari ketinggian itu indah juga yah ....  kenapa aku baru melihatnya sekarang padahal dulu hampir 3 tahun aku tinggal disini . " ujar Risa .


" Maka sekarang pandangilah sepuasmu apa yang menurutmu indah . Sebenarnya Aku sengaja memilih unit ini spesial untukmu . " Ujar Esme .


"  Lihatlah kesana , " Esme menunjuk sebuah gedung tinggi .


Tatapan Risa mengikuti arah yang di tunjukkan tangan Esme.


Ia membaca kata demi kata yang bersinar terang pada puncak gedung itu .


" OHANA TECH GROUP "


" Ya , target mu ada disana . Kamu hanya perlu menatap lurus dari tempatmu berdiri saat ini , di situlah ruangan kerjanya . "


Risa mengangguk mengerti . Esme memang selalu bisa diandalkan untuk urusan seperti ini .


Setelah Risa dan Amora menceritakan semua rahasia masa lalu Risa dan mengenai permintaan terakhir Kirani , Esme segera bergerak mencari tahu informasi yang akan mereka perlukan .


Namun ada sesuatu yang mengganggu pikiran Risa .


" Ohana ? Mengapa harus Ohana ? "  gumam Risa .


" Ris .... kamu baik baik saja ? " tanya Esme .


" Ya .. ya... " jawab Risa singkat




Cahaya matahari memaksa masuk melalui celah celah jendela yang tidak tertutup gorden .



Perlahan Risa mulai membuka matanya , mengamati sekeliling .


Kedua sudut bibirnya tertarik ke atas , " astaga aku hampir lupa kalau sekarang aku di Indonesia . "



Setelah mandi dan bersiap  Risa keluar kamar hendak membuat sarapan . " Karena lelah , kemarin aku sampai lupa membeli bahan makanan. "  batin Risa  .



" Joheun achimieyo ...... " sapa Esme yang sedang menyiapkan sarapan . 



Risa berdecak ..... " Ck ck ck , hampir saja aku mengira masih berada di Korea . " Ujar Risa .



" Selamat Pagi Esme .... ini yang benar . " lanjutnya .



" Duduklah , ayo sarapan . " ajak Esme .



" Hemmmm , biar aku yang membuat kopinya . " ujar Risa menawarkan .



" Good ..... aku ingat rasa kopi buatanmu memang yang terbaik  . " Ujar Esme sambil mengangkat satu jempolnya .



Setelah hidangan sarapan siap , Risa dan Esme duduk berhadapan di meja makan .

__ADS_1



Dua piring Waffle  dengan topping  whipped cream dan buah-buahan segar di tambah saus karamel , juga tak lupa dua gelas kopi sudah tersaji di meja  .



" Terimakasih untuk makanannya  , " Ujar Risa sebelum Ia mulai memasukkan potongan Waffle dan buah ke mulutnya .



" Ris .... ini informasi yang sudah ku kumpulkan  . Orang orangku masih akan terus menggali informasi lain . " Ujar Esme dan meletakkan beberapa map di atas meja .



Risa melihat satu per satu map itu . Ia membuka map yang teratas .


" Aydin Syauqi . " Gumamnya .



Risa sangat serius saat membaca profile Aydin.



Aydin Syauqi , Pria berusia 32 tahun , CEO Ohana Tech Group .


Status duda , memiliki satu anak laki laki berusia 5 tahun , juga memiliki satu adik perempuan yang sedang berprofesi sebagi model .



" Sepertinya Aku akan menghadapi pria jenius . Lihatlah prestasi prestasi dirinya , perusahaannya saja hanya butuh waktu 2 tahun untuk bisa menjadi perusahaan IT ternama di Indonesia dan di beberapa negara lain . " ujar Risa .



Esme mengangguk setuju . " Menurut informanku , dia sampai bosan mengikuti pria ini . Hidupnya monoton , rumah- sekolah putranya - kantor - rumah orang tuanya - dan kembali ke rumah lagi , sesekali Gym dan ke cafe bersama  asistennya . " ujar Esme .



" Ohh yah ? Malang sekali Kirani , suaminya seperti robot . " ujar Risa diikuti tawanya .



Risa kembali melihat isi map tadi . Sebagian besar isinya foto foto orang orang disekitar Aydin dan foto kegiatan Aydin .



Setelah itu Risa pindah ke map yang lain .


" Ortiva Construction . " Gumamnya .



" Dipimpin oleh Ferdinand sebagai CEO . Memiliki seorang putri yang berprofesi sebagai Model berusia 20 tahun dan sang Ibu sendiri yang menjadi managernya . "


Risa membacanya dengan suara lantang . Tersirat kebencian dalam setiap kata yang diucapkannya .



" Hemm ... perusahaan miliknya cukup sukses , banyak proyek proyek besar yang mereka menangkan dengan cara yang licik . " Ujar Esme sambil sesekali menyesap kopinya  .



" Ortiva itu perusahaan kakekku . Dulunya hanya sebuah perusahaan konstruksi biasa di Palembang . Tapi sejak Kakekku meninggal , pria iblis itu yang menggantikan kakekku  . " Ujar Risa .



Risa juga tak melewatkan informasi mengenai Indri dan Anggun . Tanpa sadar , Risa meremas foto foto keduanya yang tertawa bahagia .



Map terakhirnya yang di periksanya , membuat Risa meneteskan air matanya . Di dalam map itu ada beberapa foto Rani di buku tahunan sekolah , foto Rani di buku tahunan universitas , yang terakhir adalah foto tempat peristirahatan Rani yang terakhir .



Esme tak ingin Risa kembali terlarut dalam kesedihannya .


" Jadi apa rencana mu ? " tanyanya .



Risa menyeka air matanya .



" Hemmmm sudah ada beberapa ide di pikiranku . Pertama Aydin , aku ingin pertemuanku dengannya seperti sebuah kebetulan . Aku ingin banyak pertemuan yang tidak disengaja dengannya . Daftarkan aku di tempat Gym  Aydin ,  dengan jadwal yang sama dengannya . " Ujar Risa .



" Lalu untuk bertemu Dafha .. aku hawatir dia akan ketakutan jika aku menemuinya langsung . Hemm bagaimana jika membuat kerja sama antara yayasanku dengan sekolahnya . Ku pikir sekolahnya adalah tempat teraman untuk  bertemu dengan bocah lucu itu . " lanjutnya sambil terus mengunyah waffle yang tersisa beberapa potong saja .



" Oke . Aku akan meminta orang orangku mengaturnya . Bagaimana dengan Ferdinand dan keluarganya? Apa kamu akan membiarkannya ? " tanya Esme ragu .


__ADS_1


Risa meletakkan pisau dan garpunya . Kemudian menyeka bibirnya .



" Untuk bisa menggoyahkan Ferdinand aku butuh sesuatu yang lebih besar darinya . " ujar Risa .



" Jika kamu berhasil mendapatkan Aydin , ku rasa itu bukan hal yang sulit . "



Risa menggeleng . " Akan terlalu lama jika menunggu aku berhasil dengan Aydin .  "



" Cari tahu proyek besar  apa yang sedang iblis itu kerjakan . Ku rasa aku harus menginvestasikan sejumlah uangku untuk persiapan masa tua . " ujar Risa .



Esme menaikkan kedua sudut bibirnya . " Aku paham maksudmu . Akan segera ku cari tahu perusahaan terbaik tempatmu bisa berinvestasi . "



" Jadi apa rencanamu hari ini  ? Mau berjalan jalan keliling Jakarta ? " tanya Esme .



Risa mengambil sebuah foto . " Aku akan bersiap sekarang , tolong antarkan aku kesana . "


Ujarnya sambil menunjuk sebuah foto .



Risa lantas beranjak dari kursinya . Membersihkan meja makan , sementara Esme sudah berpindah ke balkon untuk merokok dan menghubungi orang orangnya .



Saat sedang mencuci piring , ada sebuah ide terlintas di benak Risa . Lantas Ia buru buru menyusul Esme di balkon setelah selesai mencuci piring .



" Esme ... " serunya .



" Hemmm.... " Esme mengalihkan pandangannya dari ponsel ke Risa .



" Satu lagi , walaupun sedang di Indonesia tapi aku tak ingin jadi pengangguran . Aku sepertinya tertarik untuk bekerja sama dengan Stars Academy , bisa kamu atur ? " pinta Risa .



Esme tertawa terbahak bahak .


" Good girl ... akan ku atur . Ku kira kamu akan melewatkan yang satu itu . "



Risa mengedikkan bahunya . " Tidak akan seru jika aku melewatkannya . "  ujar Risa sambil berlalu kembali ke kamarnya .



Di dalam kamar , Ia menatap pantulan dirinya pada cermin .



" Jangan takut , semua akan baik baik saja . Kamu Kim Risa ..... kita akan buat mereka merasakan penderitaan seorang Brisa Elzavira . " ujarnya pada dirinya sendiri .



" Oke Kim Risa  , hilangkan rasa takutmu . Let's start the game  . " ujar Risa sekali lagi untuk menyemangati dirinya .



.


.


.


.


.


"*Saya tidak takut pada orang yang telah berlatih 10.000 tendangan sekali, tetapi saya takut pada orang yang telah berlatih satu tendangan 10.000 kali." - Bruce Lee*


.


.


.


.

__ADS_1


.


To be continue


__ADS_2