
“Jika waktuku berhenti maka tidak ada lagi yang akan aku sesali karena semuanya telah aku coba dan saat ini ketika nikmat hidup masih aku dapati maka aku akan mengerjakan semua yang sudah menjadi tanggung jawabku.”
♡♡♡♡♡♡
Ada pemandangan yang berbeda kali ini. Dua orang yang memiliki tujuan yang sama, namun biasanya selalu datang di waktu yang berbeda kini terlihat datang bersama.
Berjalan memasuki area pemakaman yang tak asing bagi keduanya. Tangan mereka saling bertautan dengan maksud hati yang sama.
Tibalah mereka di sebuah gundukan makam dengan nama yang tak asing, “Kirani,” ucap Aydin lalu berbalik menatap Risa.
“Yang, ini adalah makam Kirani, mantan istriku. Kami terpisahkan oleh maut, dengan Dafha sebagai buah cinta kami.” Lanjutnya dengan tangan terus menggenggam tangan Risa.
“Kiran, ini adalah Risa, satu-satunya wanita yang kucintai kini. Aku dan Dafha berharap akan hidup dengannya dalam waktu yang sangat lama hingga hanya maut yang akan memisahkan kami.” Ucap Aydin kini mengenalkan Risa pada Kirani.
“Hai Kiran, izinkan aku melanjutkan tugasmu. Aku akan berusaha sebaik-baiknya membesarkan Dafha, mendidiknya menjadi putra yang akan mengantarkanmu ke surga.” Ucap Risa.
“Dan untuk pria yang sama-sama kita cintai ini, izinkan aku untuk berbakti padanya kelak. Izinkan dia untuk menuntunku juga ke surgaNya seperti apa yang telah Ia lakukan padamu.” Lanjutnya.
Aydin begitu terharu dengan ucapan Risa. Ia kecup kening Risa di depan pusara wanita yang dulu pernah mengisi hari-harinya.
“Kiran, lihat aku tidak salah pilihkan? Aku sungguh menyesali atas semua kekuranganku dulu saat menjadi suamimu. Terimakasih sudah mengajarkan banyak hal padaku mengenai pernikahan.” Ucap Aydin.
Setelah berpamitan pada Kirani sekali lagi, Aydin dan Risa kembali ke mobil.
“Ay ceritakan padaku sosok Kirani itu seperti apa?” pinta Risa.
“Kirani, dia wanita yang istimewa. Apa aku sudah pernah bercerita padamu Yang, jika awalnya aku tertarik pada Kirani karena Ia memiliki tatapan mata yang hampir mirip dengan seseorang dari masa laluku, wanita pertama yang membuatku ingin melindungi seseorang.” Ujar Aydin.
Kening Risa mengernyit, harusnya kisah ini adalah kisah sedih. Tapi pria ini malah tersenyum dan mengecup punggung tangan Risa berkali-kali.
“Kenapa kamu tersenyum Ay?” tanya Risa.
“Hemm, aku hanya terlampau bahagia bisa kembali bersamamu sayang.” Jawabnya.
“Karena kaulah sosok wanita yang ingin kulindungi itu.” Batinnya.
“Hemm, lanjutkan ceritamu mengenai Kirani.” Pinta Risa.
“Mengapa? Jangan berpikir untuk menjadi seperti orang lain sayang. Aku mencintai dirimu. Mencintai Brisa Elzavira sebagaimana dirinya sendiri.” Balas Aydin.
Risa tertawa, “Tidak seperti itu maksudku. Aku hanya ingin tau saja. Tapi terimakasih karena telah menerimaku apa adanya.”
“Kalau kamu memang benar-benar berterima kasih, sekarang ayo cium aku.” Pintanya.
“Ay.... Dasar pamrih!” Kesal Risa atas permintaan Aydin barusan.
__ADS_1
“Lagian kamu ada ada aja, lagi di jalan juga malah minta yang aneh-aneh.” Lanjutnya.
“Jadi kalau gak di jalan kamu mau dong?” Tanyanya.
Risa tak menjawab, wanita itu hanya geleng-geleng kepala melihat tingkat duda beranak satu yang sayangnya telah berhasil merebut hatinya.
Tak ada jawaban dari Risa membuat Aydin makin gemas.
Ia tepikan mobilnya, dan langsung menyambar bibir Risa yang baru saja akan protes padanya karena tiba-tiba berhenti.
Risa cukup terkejut dengan aksi Aydin. Pria itu tak main-main dengan ucapannya.
Cukup lama Ia bermain dengan bibir kekasihnya.
“Dasar mesum kamu Ay,” pekik Risa saat Aydin menjauhkan wajahnya.
“Mesum sama calon istri sendiri gak apa-apakan? Aku teramat Rindu padamu Risa.” Balas Aydin.
“Calon istri?” ulang Risa dalam hatinya.
Sontak saja wajah Risa merona mendengarnya.
Karena tak ingin Aydin menyadari dirinya yang kini sedang tersipu, segera Risa alihkan pembicaraaannya.
“Rindunya nanti nanti saja Ay, mending sekarang kamu bawa aku bertemu Dafha. Aku merindukannya.” Pinta Risa.
Mobil kembali melaju tanpa ada perbincangan apapun. Hingga 35 menit kemudian mobil Aydin memasuki halaman sebuah rumah yang cukup mewah dan didominasi dengan warna putih.
Pria yang tadi membuka gerbang terlihat berlari menghampiri mobil.
“Siang Pak,” sapanya.
“Siang Mang,” jawab Aydin ramah.
Pria yang dipanggil ‘Mang’ oleh Aydin terlihat terkejut saat Risa turun dari mobil Aydin.
“Masuk yuk sayang,” ajak Aydin.
“Permisi Mang,” ucap Risa saat keduanya melewati pria tadi yang terpaku menatap sosok Risa.
“Geulis pisan,” gumam Mang Asep yang tak lain adalah satpam di kediaman Aydin.
Aydin menghentikan langkahnya, “Calon Mamanya Dafha ini Mang.” Tegas Aydin yang cemburu saat Mang Asep memuji Risa.
Aydin mengajak Risa ke kamarnya, awalnya Risa ragu untuk ikut masuk tapi Aydin meyakinkannya jika Ia butuh bantuan Risa mengemasi pakaiannya.
__ADS_1
Risa mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamar, ada sebuah foto pernikahan Aydin dan Rani berukuran besar di salah satu dinding kamar.
Risa berdiri cukup lama di depan foto itu hingga ada sepasang tangan kekar Aydin memeluk pinggangnya dengan kepala Aydin yang telah menyeruak masuk ke ceruk leher Risa.
“Ahhh... Ay, berhenti.” Pinta Risa walau satu lenguhan lolos dari bibirnya.
Ingin rasanya Aydin menulikan saja telinganya saat ini. Ia ingin sekali rasanya melepaskan kerinduan yang selama ini Ia pendam.
“Ay, kamu tuh yah... tau tempat dong.” Gerutu Risa.
Sungguh Ia kesal pada Aydin, bisa-bisanya Ia membuat Risa mengeluarkan suara ajaib di hadapan foto Kirani.
Risa segera meninggalkan Aydin, dan beralih ke walk-in closet untuk membantu Aydin mengemasi pakaiannya.
Aydin menghampiri Risa yg nampak kesal karena ulahnya.
“Sayang maafkan aku yah,aku hanya sangat merindukanmu. Kalau kamu gak mau aku peluk lagi, ya aku janji gak akan ulangin lagi.” Ucap Aydin penuh sesal.
“Bukan gitu juga sih,” pekik Risa membuat Aydin tersenyum menang.
“Memangnya kamu gak lihat di depan kita tadi ada foto siapa.” Ketusnya.
Aydin menengok dan akhirnya mengerti maksud Risa, lalu Ia tertawa.
“Ohh... ya udah sini aku bantu beresin biar cepat selesai. Nanti di rumah Mama kita lanjutin lagi yah Yang,” lanjut Aydin masih dengan tawanya.
Tanpa Risa sadari, Aydin baru saja memposting foto mereka berdua yang tengah bermain billiard di halaman sosial medianya dengan caption, “Bersamamu, aku siap memasuki lembaran baru kehidupanku. A&R.”
Sontak saja postingannya mendapatkan banyak komentar. Sebagian besar berasal dari kumpulan penggemar Aydin di dunia maya yang merasa patah hati karena sang duda kini telah menemukan tambatan hati.
Postingannya juga tak ayal mendapat komentar dari Echa yang mengucapkan selamat. Lalu komentar dari Esme yang menanyakan keberadaan adiknya.
Yang membuat Aydin menelan salivanya adalah komentar dari akun bernama Amora.
“Tak ada lembaran baru bersama adikku sebelum kau menemui orang tua kami.”
“Hufftt, aku hampir lupa kalau dia dikelilingi macan betina yang sungguh mengerikan.” Lirih Aydin.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
“Kamu tidak menyakiti siapapun. Yang kamu butuhkan adalah orang yang selalu ada untukmu. Dan yang harus kamu lakukan adalah selalu ada untuk orang yang kamu hargai, kamu hormati dan kamu jaga perasaannya.”
“ Untuk orang di luar sana tidak perlu kamu pikirkan karena bukan karenamu dia tersakiti. Lakukan saja apa yang perlu kamu lakukan bersama orang yang ada di sampingmu.”
__ADS_1
♡♡♡♡♡♡ to be continue ♡♡♡♡♡♡