Menikah Karena Amanat

Menikah Karena Amanat
Bab 44. Adaptasi tempat baru


__ADS_3

" Aku tunggu kalian diuar yah  ," ujar Esme dan meninggalkam Risa dan Aydin berdua  .


Dalam suasana canggung , bagi Risa . Entah bagi Aydin karen pria itu terlihat santai beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi yang ada di kamar Risa .


Ceklek ....


Aydin segera  menutup  pintu dan bersandar dibaliknya .


Aydin metakkan tangannya di dada ,meraba debaran jantungnya .


" Please jantung bekerjasamalah  , " Batin Aydin .


Perlahan Aydin memutar kunci pintu lalu berdiri di depan cermin . Duda 1 anak itu menyalakan keran air dan mencuci wajahnya .


" Aydin , kenapa kamu juga ikutan tidur ? " sesalnya .


" Tapi saat itu Risa sudah tidur lebih dulu , karena bosan aku jadi ngantuk dan tertidur , " kilahnya . 


Setelah mendapat alasan atas penyesalannya , Aydin kembali membasuh wajahnya  .


" Bagaimana dengan berkas yang diberikan Risa, bisa saja di memberiku itu agar aku tidak bosan  , " sesalnya lagi . Ia hawatir Risa kecewa padanya .


" Tapi mana bisa aku bekerja di tempat tidur . Aku memang hanya akan fokus jika di ruang kerjaku ," kilahnya lagi berharap Risa akan mengerti alasannya .


Kembali Ia basuh wajahnya sekali lagi bersamaan dengan suara pintu yang diketuk .


" Ay ... masih lama gak ? " tanya Risa .


" Gak ... bentar lagi kok . "


Aydin berjalan mondar mandir , lalu Ia menyadari betapa bodohnya Ia barusan .


" Ada apa denganku ? Kami berdua dalam satu hubungan , sama-sama sudah dewasa, aku juga berniat serius dengannya , dan yang terpenting tidak terjadi apa-apa ," ujarnya .


Beberapa kali mengatur pernapasannya agar lebih tenang , Aydin keluar dari kamar mandi.


Ia melihat Risa sudah berganti pakaian dan sedang menggulung rambutnya ke atas  .


" Lihatkan, siapa yang tidak akan terpesona padanya. Bahkan dengan tatanan rambut yang terlihat berantakan , dia makin mempesona . "


Aydin bermonolog dalam hatinya .


" Ay .. Ay ... "


" Hemm ya , " sahut Aydin .


" Kenapa melamun ? " tanya Risa .


" Mau kemana Yang ? Udah rapi gitu . " tanya Aydin yang kini berdiri menatap gedung kantornya yang terlihat .


Aydin terpegun saat tangan mungil Risa memeluk pinggangnya dari belakang .


" Kamu kenapa Ay ? Apa aku ada salah ? " tanya Risa .


Aydin segera berbalik lalu melingkarkan tangan Risa kembali ke pinggangnya .


" Gak ada ,kamu gak salah ," sanggahnya .


" Aku cuma hawatir  kamu berpikir aku manfaatin keadaan . Aku tadi beneran ketiduran Yang  ,"  jelasnya.


Risa tertawa .


" Jadi kamu juga  mikir gitu ? Aku juga ," ucapnya jujur .


" Ay , aku itu tinggal lama di luar negri . Aku sudah sering melihat pria dan wanita tidur bersama bahkan sampai  ...hmmm , " ujar Risa tak melanjutkan kalimatnya . Risa yakin Aydin mengerti .


" Walaupun ini pertama kalinya aku tidur seranjang dengan seorang pria , toh kita hanya tidur  , " sambungnya .


" Syukurlah kalau  kamu  berpikir seperti itu . Aku hawatir kamu berpikir aku manfaatin keadaan kamu yg lg down , " jujur Aydin .


" Ay , kita sama-sama udah dewasa . Apa lagi kamu udah pernah nikah sebelumnya . Selama kamu gak maksa aku ngelakuin apa yang aku gak mau , aku gak akan marah . " Risa kembali menegaskan pada pria itu .


" Lagian kamu beraninya cuma kalau di daerah sendiri, begitu masuk daerah lawan  kamu ckckckckck ," ledek Risa .


Risa tertawa , mengingat bagaimana mesumnya Aydin saat di kantornya atau di rumah orang tuanya . Risa tak menyangka jika Aydin akan merasa sangat bersalah karena tertidur di ranjang Risa .


" Oh, mulai berani yah kamu mancing-mancing . Ini lagi mode adaptasi tempat Ay , makanya kalem ," balas Aydin .


" Terus gimana ? Sukses gak adapatasi tempatnya ," ledek Risa lagi .


Aydin memicingkan matanya , " yakin mau tahu jawabannya ? "


Menyadari tatapan Aydin , Risa perlahan  meringsut mundur namun masih kalah cepat .


Aydin menarik Risa dalam dekapannya dan langsung menyatukan bibir mereka .


Ini bukanlah yang pertama bagi keduanya , tapi  rasanya berbeda .


Risa membalas semua yang dilakukan Aydin .  Ada  debaran dalam dadanya ketika ciuman keduanya semakin menuntut . Dan ....


Ceklek ...... pintu kamar terbuka .


Esme menggeleng melihat pada Aydin dan Risa .


" Eonni .... " pekik Risa .


" Bisa kalian lanjutkan nanti saja ? Aku sangat lapar . Jalan sekarang  , atau kalian kutinggaly , " keluh Esme .


" Maaf Eonni , kita jalan sekarang ... Aku menunggu Aydin yang sangat lama di kamar mandi . " Ujar Risa .


Aydin yang dijadikan alasan hanya bisa menerima dengan hati yang berbunga-bunga .


Bagaimana tidak , jika Risa kini sudah menyalakan lampu hijau baginya .

__ADS_1


" Naik mobilku saja ," teriak Aydin pada dua wanita yang kejar-kejaran .



Mobil Aydin berhenti di  depan sebuah restauran masakan Indonesia  . 



" Aku sering memesan makanan di sini jika harus makan di kantor ," ujar Aydin bersemangat.



"  Menu makanannya apa aja Ay ? " tanya Risa .



" Banyak , makanan Indonesia hampir semua daerah ada . " Jawab Aydin .



" Oh yah  ? Makanan Palembang ada gak yah  ? " Risa bermonolog  .



" Aku makan apa aja terserah , aku sudah sangat lapar , jadi kali ini tidak boleh banyak pilihan  ," sela Esme .



" Salah siapa , bagaimana bisa kantong makananmu ikut terbawa orang lain ? " balas Risa .



" Aku gak mungkin minta balik lah , orang ada di dalam tasnya , " Esme tak ingin disalahkan .



" Ya.. eonni bisa bilang kalau ..... "



" Yang.... udah... udah... " tegur Aydin .



" Udah apaan ? " tanya Risa .



" Gak usah mencari siapa yang salah , lagian kita udah sampai tinggal nyari parkiran aja ," ujar Aydin menengahi .



Telinga Aydin sudah sakit , hal seperti ini sudah terjadi sejak keluar dari apartemen . Keduanya terus saling menyalahkan  dalam bahasa Indonesia , setelah itu mulai beralih ke bahasa Korea yang Aydin tak mengerti , dan  setelahnya mereka akan tertawa .




" Bukan aku yang mulai , " jawab Risa .



" Iya Yang, aku tahu tapi gak perlu ditanggepin serius juga  . Nanti malah jadi ribut . " Ujar Aydin.



" Gak ribut kok , kita baik- baik aja . Iya kan Eonni ? "



Esme mengangguk, menyetujui ucapan Risa .



Sungguh diluar dugaan Aydin  , keduanya  sekarang malah kompak .



" Turun yuk  , keburu nasinya habis kalau kita kelamaan disini . " Ujar Aydin asal .



Tak Ia sangka , kedua wanita itu bergegas keluar  dari mobil dan berjalan cepat masuk ke restauran .



Risa meninggalkan Aydin yang terperangah dengan kelakuan keduanya .



Aydin menyusul masuk ke restauran mencari sosok kekasih yang meninggalkannya karena hawatir kehabisan nasi .


Tidak sulit menemukan Risa  bagi Aydin yang sedang kasmaran , wanita itu selalu bersinar sangat cerah hingga perhatian  Aydin akan selalu terarah padanya .


Keningnya mengernyit saat melihat di meja Risa dan Esme ada tiga orang lainnya . Sepasang paruh baya dan seorang pria seumuran Aydin .


" Yang , " seru Aydin .


" Ay , duduk sini . " Senyum manis Risa menyambutnya .


" Ay , kenalin ini Pak Rifat , Bu Dyah , dan Reza . Mereka penghuni apartemen di depan unitku .  "


Ujar Risa .

__ADS_1


"  Sore , perkenalkan saya Aydin Dzauki . " Ucap Aydin sopan .


" Reza  Anggoro , " balas Echa menyebutkan nama lengkapnya dan memberi kartu nama .


" Ini Ayah dan Ibu saya , " Lanjut Echa .


Aydin berganti berjabat tangan dengan Ayah Reza .


" Aydin Dzauki , " sahutnya .


" Rifat Anggoro , panggil Om juga boleh ." Kelakarnya .


Risa terpaku mendengar nama Rifat Anggoro .


" Apa mungkin dia adalah Paman ? " batin Risa .


Aydin menyadari perubahan raut wajah Risa  . Kekasihnya itu jadi lebih diam .


Saat Pak Rifat atau Ibu Dyah bertanya mengenai karirnya , Risa hanya menjawab singkat .


Makanan yang Risa habiskan juga hanya sedikit .


Dan itu semua tidak luput dari pengamatan Aydin .


" Yang , mau menonton bioskop setelah ini ? " ajak Aydin .


Risa beralih bertanya pada Esme .


" Eonni , mau ikut ke bioskop ? " tanya Risa .


Esme menolak .


Keluarga Pak Rifat menawarkan Esme pulang bersama , walaupun awalnya menolak tapi akhirnya Ia setuju .




Mobil Aydin dan mobil Echa berpisah dari restauran karena arah tujuan mereka berbeda .


Beberapa menit di perjalanan Risa masih bungkam . Tidak ada tanda- tanda wanita itu akan terbuka padanya .



Bukankah siang tadi mereka sudah berjanji untuk saling terbuka .



" Yang , mau nonton film apa ? " tanya Aydin memecah keheningan .



" Kamu suka genre film ala ? " Risa balik bertanya .



" Aku suka aksi , petualangan , " ujarnya .



" Aku ikut aja pilihanmu . " Jawab Risa ..



Beberapa pertanyaan Aydin bahman tidak mendapat reslon Risa .



Aydin hanya bisa menghela napasnya  .



" Kim Risa .... beruntungnya kau karena berhasil mencuri hatiku . " Batinnya .



.


.


.


.


.


.


" *Aku melihat bahwa kamu sempurna dan aku mencintaimu. Kemudian aku melihat bahwa kamu tidak sempurna dan aku bahkan lebih mencintaimu*. "


.


.


.


.


.


.


To be continue

__ADS_1


__ADS_2