
" Aku tunggu kalian diuar yah ," ujar Esme dan meninggalkam Risa dan Aydin berdua .
Dalam suasana canggung , bagi Risa . Entah bagi Aydin karen pria itu terlihat santai beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi yang ada di kamar Risa .
Ceklek ....
Aydin segera menutup pintu dan bersandar dibaliknya .
Aydin metakkan tangannya di dada ,meraba debaran jantungnya .
" Please jantung bekerjasamalah , " Batin Aydin .
Perlahan Aydin memutar kunci pintu lalu berdiri di depan cermin . Duda 1 anak itu menyalakan keran air dan mencuci wajahnya .
" Aydin , kenapa kamu juga ikutan tidur ? " sesalnya .
" Tapi saat itu Risa sudah tidur lebih dulu , karena bosan aku jadi ngantuk dan tertidur , " kilahnya .
Setelah mendapat alasan atas penyesalannya , Aydin kembali membasuh wajahnya .
" Bagaimana dengan berkas yang diberikan Risa, bisa saja di memberiku itu agar aku tidak bosan , " sesalnya lagi . Ia hawatir Risa kecewa padanya .
" Tapi mana bisa aku bekerja di tempat tidur . Aku memang hanya akan fokus jika di ruang kerjaku ," kilahnya lagi berharap Risa akan mengerti alasannya .
Kembali Ia basuh wajahnya sekali lagi bersamaan dengan suara pintu yang diketuk .
" Ay ... masih lama gak ? " tanya Risa .
" Gak ... bentar lagi kok . "
Aydin berjalan mondar mandir , lalu Ia menyadari betapa bodohnya Ia barusan .
" Ada apa denganku ? Kami berdua dalam satu hubungan , sama-sama sudah dewasa, aku juga berniat serius dengannya , dan yang terpenting tidak terjadi apa-apa ," ujarnya .
Beberapa kali mengatur pernapasannya agar lebih tenang , Aydin keluar dari kamar mandi.
Ia melihat Risa sudah berganti pakaian dan sedang menggulung rambutnya ke atas .
" Lihatkan, siapa yang tidak akan terpesona padanya. Bahkan dengan tatanan rambut yang terlihat berantakan , dia makin mempesona . "
Aydin bermonolog dalam hatinya .
" Ay .. Ay ... "
" Hemm ya , " sahut Aydin .
" Kenapa melamun ? " tanya Risa .
" Mau kemana Yang ? Udah rapi gitu . " tanya Aydin yang kini berdiri menatap gedung kantornya yang terlihat .
Aydin terpegun saat tangan mungil Risa memeluk pinggangnya dari belakang .
" Kamu kenapa Ay ? Apa aku ada salah ? " tanya Risa .
Aydin segera berbalik lalu melingkarkan tangan Risa kembali ke pinggangnya .
" Gak ada ,kamu gak salah ," sanggahnya .
" Aku cuma hawatir kamu berpikir aku manfaatin keadaan . Aku tadi beneran ketiduran Yang ," jelasnya.
Risa tertawa .
" Jadi kamu juga mikir gitu ? Aku juga ," ucapnya jujur .
" Ay , aku itu tinggal lama di luar negri . Aku sudah sering melihat pria dan wanita tidur bersama bahkan sampai ...hmmm , " ujar Risa tak melanjutkan kalimatnya . Risa yakin Aydin mengerti .
" Walaupun ini pertama kalinya aku tidur seranjang dengan seorang pria , toh kita hanya tidur , " sambungnya .
" Syukurlah kalau kamu berpikir seperti itu . Aku hawatir kamu berpikir aku manfaatin keadaan kamu yg lg down , " jujur Aydin .
" Ay , kita sama-sama udah dewasa . Apa lagi kamu udah pernah nikah sebelumnya . Selama kamu gak maksa aku ngelakuin apa yang aku gak mau , aku gak akan marah . " Risa kembali menegaskan pada pria itu .
" Lagian kamu beraninya cuma kalau di daerah sendiri, begitu masuk daerah lawan kamu ckckckckck ," ledek Risa .
Risa tertawa , mengingat bagaimana mesumnya Aydin saat di kantornya atau di rumah orang tuanya . Risa tak menyangka jika Aydin akan merasa sangat bersalah karena tertidur di ranjang Risa .
" Oh, mulai berani yah kamu mancing-mancing . Ini lagi mode adaptasi tempat Ay , makanya kalem ," balas Aydin .
" Terus gimana ? Sukses gak adapatasi tempatnya ," ledek Risa lagi .
Aydin memicingkan matanya , " yakin mau tahu jawabannya ? "
Menyadari tatapan Aydin , Risa perlahan meringsut mundur namun masih kalah cepat .
Aydin menarik Risa dalam dekapannya dan langsung menyatukan bibir mereka .
Ini bukanlah yang pertama bagi keduanya , tapi rasanya berbeda .
Risa membalas semua yang dilakukan Aydin . Ada debaran dalam dadanya ketika ciuman keduanya semakin menuntut . Dan ....
Ceklek ...... pintu kamar terbuka .
Esme menggeleng melihat pada Aydin dan Risa .
" Eonni .... " pekik Risa .
" Bisa kalian lanjutkan nanti saja ? Aku sangat lapar . Jalan sekarang , atau kalian kutinggaly , " keluh Esme .
" Maaf Eonni , kita jalan sekarang ... Aku menunggu Aydin yang sangat lama di kamar mandi . " Ujar Risa .
Aydin yang dijadikan alasan hanya bisa menerima dengan hati yang berbunga-bunga .
Bagaimana tidak , jika Risa kini sudah menyalakan lampu hijau baginya .
__ADS_1
" Naik mobilku saja ," teriak Aydin pada dua wanita yang kejar-kejaran .
Mobil Aydin berhenti di depan sebuah restauran masakan Indonesia .
" Aku sering memesan makanan di sini jika harus makan di kantor ," ujar Aydin bersemangat.
" Menu makanannya apa aja Ay ? " tanya Risa .
" Banyak , makanan Indonesia hampir semua daerah ada . " Jawab Aydin .
" Oh yah ? Makanan Palembang ada gak yah ? " Risa bermonolog .
" Aku makan apa aja terserah , aku sudah sangat lapar , jadi kali ini tidak boleh banyak pilihan ," sela Esme .
" Salah siapa , bagaimana bisa kantong makananmu ikut terbawa orang lain ? " balas Risa .
" Aku gak mungkin minta balik lah , orang ada di dalam tasnya , " Esme tak ingin disalahkan .
" Ya.. eonni bisa bilang kalau ..... "
" Yang.... udah... udah... " tegur Aydin .
" Udah apaan ? " tanya Risa .
" Gak usah mencari siapa yang salah , lagian kita udah sampai tinggal nyari parkiran aja ," ujar Aydin menengahi .
Telinga Aydin sudah sakit , hal seperti ini sudah terjadi sejak keluar dari apartemen . Keduanya terus saling menyalahkan dalam bahasa Indonesia , setelah itu mulai beralih ke bahasa Korea yang Aydin tak mengerti , dan setelahnya mereka akan tertawa .
" Bukan aku yang mulai , " jawab Risa .
" Iya Yang, aku tahu tapi gak perlu ditanggepin serius juga . Nanti malah jadi ribut . " Ujar Aydin.
" Gak ribut kok , kita baik- baik aja . Iya kan Eonni ? "
Esme mengangguk, menyetujui ucapan Risa .
Sungguh diluar dugaan Aydin , keduanya sekarang malah kompak .
" Turun yuk , keburu nasinya habis kalau kita kelamaan disini . " Ujar Aydin asal .
Tak Ia sangka , kedua wanita itu bergegas keluar dari mobil dan berjalan cepat masuk ke restauran .
Risa meninggalkan Aydin yang terperangah dengan kelakuan keduanya .
Aydin menyusul masuk ke restauran mencari sosok kekasih yang meninggalkannya karena hawatir kehabisan nasi .
Tidak sulit menemukan Risa bagi Aydin yang sedang kasmaran , wanita itu selalu bersinar sangat cerah hingga perhatian Aydin akan selalu terarah padanya .
Keningnya mengernyit saat melihat di meja Risa dan Esme ada tiga orang lainnya . Sepasang paruh baya dan seorang pria seumuran Aydin .
" Yang , " seru Aydin .
" Ay , duduk sini . " Senyum manis Risa menyambutnya .
" Ay , kenalin ini Pak Rifat , Bu Dyah , dan Reza . Mereka penghuni apartemen di depan unitku . "
Ujar Risa .
__ADS_1
" Sore , perkenalkan saya Aydin Dzauki . " Ucap Aydin sopan .
" Reza Anggoro , " balas Echa menyebutkan nama lengkapnya dan memberi kartu nama .
" Ini Ayah dan Ibu saya , " Lanjut Echa .
Aydin berganti berjabat tangan dengan Ayah Reza .
" Aydin Dzauki , " sahutnya .
" Rifat Anggoro , panggil Om juga boleh ." Kelakarnya .
Risa terpaku mendengar nama Rifat Anggoro .
" Apa mungkin dia adalah Paman ? " batin Risa .
Aydin menyadari perubahan raut wajah Risa . Kekasihnya itu jadi lebih diam .
Saat Pak Rifat atau Ibu Dyah bertanya mengenai karirnya , Risa hanya menjawab singkat .
Makanan yang Risa habiskan juga hanya sedikit .
Dan itu semua tidak luput dari pengamatan Aydin .
" Yang , mau menonton bioskop setelah ini ? " ajak Aydin .
Risa beralih bertanya pada Esme .
" Eonni , mau ikut ke bioskop ? " tanya Risa .
Esme menolak .
Keluarga Pak Rifat menawarkan Esme pulang bersama , walaupun awalnya menolak tapi akhirnya Ia setuju .
Mobil Aydin dan mobil Echa berpisah dari restauran karena arah tujuan mereka berbeda .
Beberapa menit di perjalanan Risa masih bungkam . Tidak ada tanda- tanda wanita itu akan terbuka padanya .
Bukankah siang tadi mereka sudah berjanji untuk saling terbuka .
" Yang , mau nonton film apa ? " tanya Aydin memecah keheningan .
" Kamu suka genre film ala ? " Risa balik bertanya .
" Aku suka aksi , petualangan , " ujarnya .
" Aku ikut aja pilihanmu . " Jawab Risa ..
Beberapa pertanyaan Aydin bahman tidak mendapat reslon Risa .
Aydin hanya bisa menghela napasnya .
" Kim Risa .... beruntungnya kau karena berhasil mencuri hatiku . " Batinnya .
.
.
.
.
.
.
" *Aku melihat bahwa kamu sempurna dan aku mencintaimu. Kemudian aku melihat bahwa kamu tidak sempurna dan aku bahkan lebih mencintaimu*. "
.
.
.
.
.
.
To be continue
__ADS_1