Menikah Karena Amanat

Menikah Karena Amanat
Bab 38 . Bertemu iblis ( part 1 )


__ADS_3

Sama seperti pagi pagi sebelumnya ,  Aydin akan mengantar putranya Dafha ke sekolah sebelum Ia berangkat ke perusahaannya .


" Boy.... sepertinya hari ini Aunty Risa tidak bisa menjemputmu sepulang sekolah . " Ujar Aydin memberi tahu putranya .


Yah.. sudah terhitung seminggu Aydin dan Risa resmi menjadi sepasang kekasih . Dan selama itu pula Risa akan selalu menjemput Dafha sepulang sekolah . Biasanya Ia akan membawa Dafha ke perusahaan Aydin untuk makan siang bersama atau langsung mengantar Dafha ke rumah orang tua Aydin .


" Jadi apa Daddy yang akan menjemputku ? " tanya Dafha .


" Sorry Boy , tapi Daddy juga tidak bisa . Hari ini Daddy memiliki pertemuan penting . " Sesal Aydin .


Mata Dafha memicing , Ia jadi mencurigai sesuatu .


" Really ? Daddy tidak sedang berusaha membohongiku kan ? " tanyanya penuh curiga .


Aydin tertawa melihat wajah lucu putranya yang menatapnya penuh curiga .


" Mengapa Daddy harus berbohong . "


" Hemmm ...... bisa saja Daddy ingin berudaan dengan Aunty Risa . Kalian akan pergi berdua tanpa mengajakku . "


Ujar Dafha dengan mengerucutkan bibir mungilnya karena kesal dengan dugaannya .


Aydin mengacak rambut Dafha , " No Boy . Aunty Risa sedang sibuk dengan pekerjaannya , begitu juga Daddy . Kami tidak mungkin membohongimu hanya untuk pergi berdua . "


Jawaban Aydin tidak sepenuhnya benar . Pasalnya keduanya memang sibuk dengan pekerjaan , tapi bukan berarti mereka tidak bertemu . Karena pekerjaan yang Aydin maksud adalah proyek apartemen yang merupakan kerjasama antara perusahaannya , perusahaan Gio dan Risa .


Aydin menatap putranya yang masih setia dengan bibir mengerucutnya .


" Trust me boy . " Ujar Aydin .


" Bagaimana kalau nanti sepulang bekerja Daddy akan mengajakmu ke rumah aunty Risa ? Kita beri kejutan untuknya . Bagaimana ? "


Seketika kekesalan Dafha menghilang . Membayangkan akan bermain bersama Risa dirumahnya .


" Promise me Dad ? " Ujar Dafha memastikan .


" Yes . Promise . " Balas Aydin .


Kedua pria berstatus ayah dan anak itu kini tersenyum dan bahagia dengan pikirannya masing-masing .


Dafha sudah berencana untuk membawa beberapa mainan kesukaannya untuk Ia mainkan bersama wanita yang Ia sebut sebagai malaikat penjaga kiriman Mommy nya .


Sedang Aydin , pikirannya sudah travelling untuk menjadikan Dafha alasan agar bisa berkunjung ke apartemen kekasihnya malam nanti . Bonus baginya jika Ia bisa curi curi kesempatan untuk bermesraan dengan Risa .


Sungguh kompak pasangan Ayah dan anak itu . Bahkan kini mereka berdua tersenyum bersamaan  karena pikiran mereka masing-masing .




Bertempat di sebuah ruangan pada salah satu hotel berbintang di Jakarta terlihat Albert sebagai sekertaris dari CEO Sky High Group tengah memeriksa kembali persiapan persiapan yang diperlukan untuk meeting pagi ini .



Pagi ini akan diadakan meeting terkait project pembangungan apartemen terbaru Sky High Group X Kim Risa .



Gio yang sudah tak sabar menanti waktu akan bertemu dengan Risa pujaan hatinya , datang lebih awal .



" Albert , bagaimana persiapannya ? " tanya Gio saat melihat Albert sedang fokus dengan laptopnya .



" Astaga.... " serunya dengan tangan Ia letakkan di dadanya karena terkejut .



" Ada apa denganmu ? Kenapa seperti sedang melihat hantu ? "



" Maaf Bos... saya kaget melihat bos ada disini . " Jawabnya jujur .



" Tidak perlu seterkejut itu . Memang sudah seharusnya aku ada disini kan ? Aku kan CEO nya . " balas Gio .



Albert hanya bisa mengangguk tanda setuju .



" Semua juga tahu kamu bos nya . Yang aneh karena tidak biasanya dia datang lebih awal . Mencurigakan ... " batin Albert .



" Bert , kamu sudah pastikan Risa datangkan  ? " tanya Gio dengan menaik turunkan alisnya .



" Hemm , benarkan dugaanku . " Batin Albert .


__ADS_1


" Iya bos . Terakhir Esme memberitahuku jika mereka sudah dalam perjalanan . "



" Esme ? "


Gio lupa siapa yang sebut Albert .



" Esme , manager Nona Kim . " Jelas Albert



Gio hanya menjawab dengan berdeham , dan kini pria itu berlalu meninggalkan Albert dengan senyum merekah dan sesekali bersiul .



" Ck..ck.. ck.. Bosku sudah mulai ada gila gilanya . "


Lagi lagi Albert hanya bisa mengucapkannya dalam hati .



Satu per satu perusahaan konstruksi dan perusahaan design interior memasuki ruang meeting . Totalnya ada enam perusahaan yang akan mempresentasikan rencana rancangan proyek yang mereka buat untuk menjadi bahan pertimbangan Sky High group dalam memilih partner kerjasama .



Albert dengan ramah menyambut para perserta meeting . Mengarahkan mereka untuk menempati tempat masing-masing .



Sementara Gio sedang sibuk bermain dengan ponselnya .


Di ruangan itu ada sekitar delapan meja bundar . Setiap satu meja akan di tempati oleh satu perusahaan.



Meninggalkan Gio dan Albert ,



Risa dan Esme dengan anggunnya berjalan memasuki lobby hotel tempat meeting bersama perusahaan Gio .



Dari belakangnya Aydin , Chandra , dan Franda juga yang baru tiba segera melangkah memasuki lobby hotel .



Dari kejauah Aydin tentu sudah sangat menegetahui jika wanita anggun itu adalah Risa , kekasihnya .




Risa dan Esme berbalik dan menghentikan langkahnya saat menyadari kehadiran Aydin .



Aydin mempercepat langkahnya diikuti oleh Chandra dan Franda .



" Hai Yang , miss you . " Sapa Aydin pada Risa sembari memeluk dan memberikan kecupan di pipi Risa .



Risa melepaskan pelukan Aydin ,


" Ay ... apa-apaan sih . Dilihati orang , malu . "



Aydin menatap Chandra yang sudah tidak asing lagi dengan sikap berlebihan Aydin pada kekasih barunya .



Sedang Franda , terpakasa harus rela pura pura tersenyum agar tak ada yang tahu bagaimana hatinya kini sedang terbakar cemburu .



" Kenapa harus malu ? Kamu kan kekasihku . " Balas Aydin .



" Udah..udah ... ke atas yuk . "


Esme menghentikan perdebatan yang akan segera dimulai oleh pasangan kekasih baru itu .



Lima orang itu lalu menaiki lift bersama menuju ruang rapat .



" Yang , tadi Dafha terus saja menanyakanmu . " Ujar Aydin .

__ADS_1



" Karena meeting ini aku tidak bisa menjemputnya . " Sesal Risa .



" It's Oke . Dafha sudah mengerti kok . "


Balas Aydin dengan senyum penuh arti mengingat rencana dengan putranya saat di mobil



Melihat wanita pujaan bosnya yang berjalan mendekat , Albert  segera memberitahu Gio .



Dengan semangat juang Gio menyambut Risa , Ia sengaja menanti wanita cantik itu di depan pintu ruang meeting .



" Ay ... please bersikap profesional lah... "


Bisik Risa pada Aydin saat melihat rahang kokoh kekasihnya menegang saat melihat Gio .



" Hemm.... " balas Aydin .



Gio menyambut Risa dengan senyum termanis yang Ia punya .


Begitu juga dengan Aydin , Gio menyapanya dengan hangat seperti biasa. Gio belum tahu mengetahui hubungan Aydin dan Risa .



Mereka lalu berjalan masuk bersama menuju satu meja yang memang disiapkan Albert .



Risa kini duduk di antara Gio dan Aydin . Sebenarnya sedikit aneh karena harusnya Esme yang berada di samping Risa sebagai managernya sedang Aydin harusnya bersisian dengan Chandra dan Franda .



Tapi jika cemburu sudah menguasai pikiran , maka tidak ada lagi yang bisa menghentikan .



Tanpa mereka sadari ada sepasang mata pria paruh baya yang sedang menatap Risa dengan tatapan terkejut dan tak percaya .



Mulai dari saat Risa masuk sampai duduk , pria paruh baya itu tidak pernah melepaskan tatapannya . Tatapan tajamnya seperti sedang menguliti Risa , mencari tahu kebenaran di balik sosok wanita cantik yang terasa sangat familiar baginya .



Sosok wanita yang pria paruh baya itu cari 10 tahun lalu .


Ada kilatan dendam pada tatapan pria paruh baya itu saat menatap Risa .



" Apa benar dia anak itu ? Jika memang iya , maka ini saatnya aku akan melakukan apa yang seharusnya ku lakukan sejak 10 tahun yang lalu . Akan ku pastikan kini kamu akan menyusul ibumu di neraka . " Batin pria paruh baya itu .



Yah.. pria paruh baya itu adalah Ferdinand .



Pria licik yang merupakan CEO dari Ortiva Construction .  Perusahaan konstruksi besar yang cukup di segani . Perusahaan itu terkenal berani melakukan cara apapun untuk menyingkirkan perusahaan saingannya agar bisa mendapat proyek kerja sama .



Dan kenyataan terburuknya , Ferdinand adalah ayah kandung Risa .



.


.


.


.


"*Ketika orang lain membencimu tanpa alasan. Ingatlah ada Tuhan yang akan selalu mencintaimu tanpa alasan*."


.


.


.


.


.

__ADS_1


To be continue


__ADS_2