Menikah Karena Amanat

Menikah Karena Amanat
Bab 57 . Tragedi Raja Ampat


__ADS_3

Ketenangan Risa harus kembali terusik. Terkejut saat Aydin tiba-tiba memeluknya dari belakang .



Risa hendak memberontak , namun terhenti tatkala mendengar ucapan Aydin dengan nada putus asa , “Please , sebentar saja … biarkan sebentar saja seperti ini, Aku sangat merindukanmu sayang. “ lirihnya .


Risa terdiam untuk sesaat . Selain terkesiap karena ucapan putus asa Aydin , tapi sungguh Ia juga merindukan moment ini .


Mata Risa kini mengagumi satu lagi berkat yang diberikan Tuhan untuknya hari ini . Setelah semua kesepian yang Ia rasakan hari ini , pantaslah bagi Risa untuk tidak merusak moment yang akan menutup kegiatannya hari ini .


“ Bukankah matahari yang terbenam disini , adalah matahari yang sama yang kita lihat biasanya ? “ tanya Risa .


Aydin yang sempat-sempatnya mencuri kecupan di Pundak Risa, harus rela berhenti dan mengangkat wajahnya . Dagunya Ia letakkan di Pundak Risa , dengan kedua tangan masih betah merengkuh pinggang Risa dalam dekapannya .


“ Tentu saja . Mataharikan Cuma satu . “ Jawab Aydin .


Risa menggeleng , “ Kau sungguh tak puitis , berada di tempat dan suasana seperti ini harusnya kamu bisa bersikap lebih romantis .”


Aydin dengan tak tahu malunya , malah mengecup tengkuk Risa , tanpa hawatir ada yang melihatnya.


“ Berhenti Aydin , atau aku akan pergi , “ ancam Risa .


Aydin berhenti , “ bukannya kamu yang menyuruhku untuk bersikap romantis . Itulah romantis versiku , “ belanya .


Risa berdecih , “ kamu memang dasarnya mesum . “


“Apa mataharinya berbeda karena kamu melihatnya bersamaku ? “ tanya Aydin .


Risa tertawa , “ bagus juga usahamu , “ ledeknya .


“ Tapi bisa saja itu benar , mungkin karena kita melihatnya bersama . Senja nampak lebih indah , keindahannya begitu menyilaukan mata , “ Ucap Risa .


Begitu tenangnya perairan bumi Pieynemo ini , bahkan bayangan sang surya yang hendak berpamitan Nampak sangat jelas perlahan menjauh lewat pantuan air yang tidak beriak .


Warna keemasan yang menyilaukan , yang tadi Adin dan Risa puja-puja , kini perlahan menggelap .


“ Keindahannya hanya sesaat . Sinarnya telah menyilaukan mata kita . Bukankah sama persis dengan keadaan kita saat ini Aydin ? “ tanya Risa .


Aydin mengernyit tanda tak paham .


Risa menjelaskan maksudnya ,


“ Yah , perkenalan kita terlalu singkat . Kita sepertinya dibutakan oleh kebahagiaan semu yang kita berdua ciptakan untuk mengubur kepedihan masing-masing . “


“ Lucu Risa, kau menyamakan perasaan kita dengan Senja yang sudah pasti menghilang setiap harinya ? “ tanya Aydin .


“ Perumpamaan bodoh apa itu ? Jika semua orang berpikir sepertimu , maka kuyakin tidak ada lagi populasi manusia di dunia ini , semua orang akan berhenti menjalin hubungan . “ Ujar Aydin .


“ Tapi kita bisa belajar jika sesuatu yang indah tidak selamanya kita miliki . Kita bisa kehilangan . “ Lanjut Risa .


“ Ya , dan aku sudah merasakannya . Aku sudah mengalaminya . Dan untuk sembuh dari rasa sakit itu bahkan butuh senja beratus-ratus kali . “ Ucap Aydin dengan ketus .

__ADS_1


“ Lalu apa kau sudah sembuh ? apa senja yang sama masih bersemayam di hatimu ? “ pertanyaan Risa membungkamnya .


“ Pertanyaanmu tidak mudah ku jawab , ada janji yang pernah terucap untuk selalu setia pada orang yang tidak lagi bisa kutemui . “ Ucap Aydin


“ Jika bisa bertemu dengannya dan menarik janji ini , atau mungkin jika bisa kembali ke masa itu aku tidak akan pernah berjanji sesuatu yang menyangkut hati dan perasaanku . “ Jelas Aydin .


Aydin menggebu-gebu mengucapkan setiap kata yang Ia ingin ucapkan .


“ Perasaanku ternyata tidak bisa ku tekan padamu Risa . Aku frustasi  tak bisa bersamamu . “ Ucapnya putus asa .


“ Maka seharusnya kita tak pernah memulai ini , kau yang meyakinkanku jika kau akan berusaha memusatkan hatimu padaku , tapi kenyataanya tidak Aydin . Yang kau lakukan adalah menikmati memiliki dua perasaan pada dua wanita .”


Risa juga tidak ingin lagi menahan semuanya .


“ Bodohnya aku dengan mudahnya percaya padamu , menyerahkan perasaanku padamu . “ Lanjutnya .


Langit sudah semakin gelap , Risa memilih untuk megakhiri semuanya . “ Benar katamu , kita memulainya dengan niat yang baik , sebaiknya kita akhiri juga semuanya baik-baik . “


“ Kau benar-benar sudah menyerah padaku ? Kamu menyerah pada hubungan kita yang baru beberapa saat Risa ? Garis start saja masih terlihat . “ Ucapnya sambil tertawa .


“ Kau bahkan tidak sama sekali memikirkan perasaan Dafha . “ Lanjutnya .


“ Karena aku memikirkannya hingga aku ingin mengakhiri baik-baik . Aku menyayangi Dafha , jadi ku mohon jangan jauhkan Dafha . “ Pinta Risa .


Aydin menarik Risa mendekat padanya , mencium dibibir manis yang dulu biasa Ia kecup semaunya . Awalnya Risa menghindar , tapi kembali lagi semua karena hati dan perasaan itu jujur , Risa membalas Aydin dengan sepenuh hati .


Dalam keadaan ini , bukan lagi bibir mereka yang bicara . Tapi hati keduanya saling berbincang menyampaikan perasaan masing-masing yang nyatanya sama . Kedua hati itu menyalahkan tuannya yang kalah dengan logika .


“ Tidak Risa , aku tidak akan melepaskanmu . Tubuhmu memberitahuku bagaimana perasaanmu padaku yang sebenarnya . “ Ucap Aydin .


“ Kau bohongi dirimu Risa , kau berbohong . Kau mencintaiku , kau juga memiliki perasaan itu . “ Lanjutnya .


“ Iya , semuanya benar . Aku mencintaimu . Mencintai pria egois  yang tidak bisa menentukan jalan hidupnya . “ Balas Risa .


Risa lalu kembali ke kamar . Ia segera masuk ke kamar mandi , menyalakan keran air dan menangis di sana .


Ayana yang tadi dititipi menjaga Dafha oleh Aydin , menyusul Risa . “ Kak … kakak… kamu baik-baik saja , “ teriaknya dari balik pintu kamar mandi .


“ Ya , tunggu sebentar aku akan segera selesai . “ Balas Risa yang juga berteriak .


Lima belas menit kemudian Risa keluar dari kamar mandi , lebih segar dan sudah siap dengan piyamanya . Ayana juga sudah pamit kembali ke kamarnya ,


Walaupun sedang bertengkar Risa tetap menanti  Aydin . Hingga tengah malam , tapi pria itu juga belum masuk kembali ke kamar .


Risa merasa hawatir , ingin rasanya Ia keluar mencari Aydin tapi suara bising para pria diluar kamar menhentikan niatnya .


Risa kembali ke kamar , menunggu Aydin yang tidak kembali hingga pagi subuh menjelang .


Pukul 05.00 , Ayana mengetuk pintu kamar Risa . Mereka memang sudah janjian untuk melihat sunrise di puncak pieynemo .


Ayana sebenarnya hendak ingin bertanya keberadaan abangnya , tapi Ia urungkan melihat Risa hanya keluar berdua Bersama Dafha . Ada sesuatu yang tiba-tiba membuatnya pucat seketika .

__ADS_1


“ Ayana … Yana … ada apa ? “ tegur Risa .


“ Tidak apa-apa Kak . Ayo , semua sudah menunggu . “ Ajak Ayana .


Sesekali Ia menatap kembali kedalam homestay saat ketiganya berjalan keluar .


Steve sudah siap di bagian depan, Papa Dimas mencari Aydin tapi Risa hanya menggeleng .


“ Tak apa , jika Dafha capek nanti opa yang gendong yah . “ Ujar Papa Dimas .


Pulau dengan julukan Little Wayag (Wayag Kecil) ini menawarkan keindahan dan kecantikan gugusan karst (karang) dari puncak Pianemo dengan ketinggian 59 meter di atas permukaan laut dan 122,4 meter jarak ke puncak.



Menapaki 320 anak tangga untuk sampai ke puncak dan menyaksikan langsung pesona keindahan gugusan karang di atas air laut yang berwarna biru.



lelah setelah menapaki ratusan anak tangga, tapi semuanya sirna setelah sampai ke puncak Pianemo, keindahan dan kecantikan alamnya sangat memanjakan mata .



Matahari terbit seolah memberi semangat , memberi bayaran yang setimpal dengan keindahan dan kepuasan batin yang di peroleh .


Hingga rasanya untuk turun kembali terasa lebih ringan , beban yang dipikul rasanya menguar dengan rasa syukur dan rasa kagum pada kebesaran Tuhan YME .


Namun rasanya takdir masih tak ingin berhenti mempermainkan hati , disaat semalaman Risa menahan kantuk dan Lelah menanti seorang pria . Dan sungguh apa yang dilihatnya kali ini rasanya seperti menjatuhkan Risa dari atas puncak pieynemo tadi .


.


.


.


.


.


" Kadang hati tidak dapat sejalan dengan pemikiran. Apalagi jika masalah itu datang karena persoalan cinta yang entah dapat dipertahankan ataupun tidak sama sekali."


.


.


.


.


.


To be continue

__ADS_1


__ADS_2