
Dua hari dirawat di rumah sakit , kondisi kesehatan Brisa berangsur angsur membaik .
Kirani dan Eijaz bergantian menemani Brisa .
" Ha...ha...ha ... jadi dulu lu anggap gue gadis aneh ? " Kirani tertawa dengan ucapan Brisa .
" Bri ... gue tuh setiap ngeliatin lu cuma pengen mastiin dua hal . Yang pertama apa ada luka baru dan yang kedua apa luka yang sebelumnya sudah sembuh . Itu aja kok .... " Jelas Kirani .
" Lagian kamu kenapa gak langsung ngomong aja ? "
" Gue gak mau lu tersinggung . Gue takut lu ngira gue ikut campur terlalu jauh . " ujar Kirani jujur .
" Sebenarnya aku bersyukur karena kejadian ini aku jadi tahu kalau ada satu orang lagi yang tulus peduli sama aku . "
Kirani memeluk Brisa .. " Bri ... gue ngerti rasanya kesepian itu gimana . Gue juga kadang ngerasain itu . Sejak kecil kehidupan gue cuma antara gue dan ayah . "
" Sekarang ada aku . Kamu gak akan kesepian lagi kok . " balas Brisa .
Brisa juga merasa aneh , mengapa Ia begitu mudahnya terbuka pada Kirani .
" Widiiihh .... kalau pelukan ajakin gue juga dong . " ujar Eijaz yang baru masuk ke ruang rawat Brisa .
" Yee.... menang banyak dong lu . " balas Kirani .
" Bri... tuh temen lu gak ada sopan sopannya yah emang . "Adu Eijaz pada Brisa .
" Eh bocah , gue nih jauh lebih tua dari lu . Yang sopan dikit dong kalau ngomong . "
" Akhirnya lu ngaku kalau udah tua . " ledek Kirani .
" Udah udah... Rani dan Kakak kok berantem udah kayak anak kecil . " Brisa menengahi .
" Tuh.. dengerin , " ujar Kirani .
" Lu bocah yang harus dengerin , " balas Eijaz .
" Gak ... Lu ... "
" Lu Bocah.... "
" Lu Pak tuaaa... "
" Lu Bocah .... "
" Diaammmmmmmmmmmmmmmm " teriak Brisa membuat dua orang yang sedang adu mulut seketika diam .
Hari ini Brisa sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit .
Empat hari sudah dia tidak pulang ke rumah, entah apa yang akan terjadi padanya malam ini .
" Bri ... lu yakin mau pulang ke rumah ? " tanya Kirani .
" Iya. ... gak perlu hawatir . Mereka gak akan berani bunuh gue sebelum gue 18 tahun . " jawab Brisa santai .
Brisa memang sudah menceritakan pada Kirani semua yang menimpanya .
" Tapi ingat yah , gue selalu ada di rumah kok . Kalau ada apa apa lu langsung kabur ke rumah gue aja . Oke ? "
Brisa mengangguk . " Oke . "
Keduanya lalu berpisah dan masuk ke rumah masing masing yang bersebelahan .
__ADS_1
" Ma ... Brisa pulang ... " ujar Anggun yang melihat kakak tirinya masuk .
" Bi ...... panggil anak kurang ajar itu kemari . " Teriak Indri .
Bi Yum segera mencegah Brisa yang akan masuk ke kamarnya .
" Neng , kamu udah sehat ? " tanya Bi Yum hawatir .
" Iya Bi , aku udah sehat . "
" Ya udah , kamu di panggil nyonya . Kamu hati hati yah . " pesan Bi Yum hawatir .
Brisa mengangguk lalu berjalan menemui ibu tirinya .
Disana ada Anggun yang sedang menonton tv , dan Ferdinand yang sedang sibuk dengan laptopnya .
" Waahhh..... udah hebat yah kamu sekarang . Pergi dari rumah dan baru pulang setelah 4 hari. " Indri langsung meluapkan emosinya pada Brisa .
" Saya bukan pergi dari rumah , tapi saya kabur untuk menyelamatkan diri saya . Seandainya saya tetap tinggal saat itu maka mungkin saya kini sudah bahagia bersama Ibu saya . " balas Brisa .
" Apa maksudnya Ma ? "
" Tanyakan saja pada istri anda . " ujar Brisa lalu pergi kembali ke kamarnya .
" Sekarang sudah berani kau yah ... kembali anak kurang ajar . " teriak Indri namun tak dihiraukan Brisa .
Setelah itu terjadi perdebatan antara Ferdinand dan Indri .
" Sudah ku peringatkan berapa kali . Silahkan siksa dia , lakukan semaumu . Tapi jangan melewati batas . Kita butuh dia untuk ambil alih perusahaan . Kecuali jika kamu ingin semua kemewahan ini hilang . " Ancam Ferdinand pada istrinya .
Hari demi hari terus berlalu . Tak terasa kini Brisa dan Kirani akan menerima laporan nilai mereka selama satu tahun berada di kelas 1 .
Persahabatan keduanya semakin erat . Setiap hari mereka habiskan bersama . Kirani tidak pernah lagi merasa kesepian saat ditinggal Ayahnya keluar kota karena ada Brisa yang akan menemaninya .
Sementata Eijaz , selama setahun ini harus puas mencintai Brisa dalam diam . Eijaz hawatir jika dia mengungkapkan perasaannya lalu hubungan persahabatan mereka akan merenggang .
" Gimana nilai kalian ? " tanya Eijaz
Kirani dan Brisa kompak menunjukkan kertas laporan nilai keduanya .
" Kalian tuh udah ngalah ngalahin anak kembar tau gak , kompak banget . Nilai aja sampai sama semua . Ckckckckck . "
Mereka bertiga kini sedang berada di cafe yang sama saat pertama kali Brisa dan Eijaz bertemu.
Mereka akan merayakan kenaikan kelas Brisa dan Kirani .
" Ya udah pesan gih apa aja ... gue yang bayar . " Ujar Eijaz membuat dua gadis remaja ini bersorak gembira .
Saat Brisa dan Kirani sedang makan , Eijaz mengambil kamera milik Aydin sahabatnya yang Ia pinjam lalu memotret Brisa dan Kirani diam diam .
__ADS_1
Saat sadar dengan apa yang sedang dilakukan Eijaz , Kirani tak terima dan terjadilah perdebatan diantara keduanya .
Brisa mengamati tulisan yang ada pada tas kamera yang ada di meja .
" Ohana .... " Gumamnya .
Ohana adalah satu kata yang dulu menjadi favorit Brisa .
" Kakak tau juga artinya kata ini ? " tanya Brisa .
Eijaz menggeleng . " Ini bukan kamera gue , kamera sahabat gue . Di setiap barang miliknya selalu ada tulisan Ohana . Tau deh apa artinya . "
" Memangnya lu tahu ? " Eijaz malah bertanya balik pada Brisa .
Brisa hanya tersenyum tanpa memberi jawaban.
Setahun telah berlalu , usia Brisa sebentar lagi 17 tahun .
Brisa dan Kirani memilih berjalan kaki untuk pulang dari cafe .
" Ran.... waktu gue setahun lagi . " Ucap Brisa asal .
" Ayah lu gak akan mampu bunuh darah dagingnya sendiri . Percaya deh . " balas Kirani .
" Mudah mudahan aja . Kalau soal harta dan perusahaan kakek , aku tak tertarik . Ambil saja semuanya . " lanjut Brisa .
" Tapi Ran , andai saja sesuatu yang buruk terjadi aku ingin memberimu ini . " Brisa mengeluarkan dua gelang kembar dengan inisial R .
Kirani menerima dengan senang hati pemberian Risa Sahabatnya . Yah mereka menjuluki diri mereka ' duo R Risa-Rani ' .
Selama setahun ini kehidupan Brisa menjadi lebih baik . Brisa tak pernah lagi kesepian, dan dia memiliki tempat untuk berbagi cerita .
Namun bukan berarti dia bisa bebas dari penyiksaan Indri , Ibu tirinya . Setiap hari tak akan lengkap tanpa tamparan di pipi dari Indri . Setahun ini neraka itu masih tidak berubah . Brisa tidak pernah di beri uang saku dan tidak di izinkan makan makanan dari rumah . Bahkan biaya sekolahnya satu tahun ini di bayar oleh Eijaz dengan dalih pemotongan gaji .
.
.
.
.
.
.
"*Persahabatan bukanlah tentang siapa yang kau kenal paling lama. Tetapi tentang ia yang datang ke kehidupanmu dan berkata, 'aku ada di sini untukmu, lalu membuktikannya*'."
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
To be continue