Menikah Karena Amanat

Menikah Karena Amanat
Bab 6 . Duo R


__ADS_3

Dua hari dirawat di rumah sakit , kondisi kesehatan Brisa berangsur angsur membaik .


Kirani dan Eijaz bergantian menemani Brisa .


" Ha...ha...ha ... jadi dulu lu anggap gue gadis aneh ? " Kirani tertawa dengan ucapan Brisa .


" Bri ... gue tuh setiap ngeliatin lu  cuma pengen mastiin dua hal . Yang pertama apa ada luka baru dan yang kedua apa luka yang sebelumnya sudah sembuh . Itu aja kok .... " Jelas Kirani .


" Lagian kamu kenapa gak langsung ngomong aja ? "


" Gue gak mau lu tersinggung . Gue takut lu ngira gue ikut campur terlalu jauh . " ujar Kirani jujur .


" Sebenarnya aku bersyukur karena kejadian ini aku jadi tahu kalau ada satu orang lagi yang tulus peduli sama aku . "


Kirani memeluk Brisa .. " Bri ... gue ngerti rasanya kesepian itu gimana . Gue juga kadang ngerasain itu . Sejak kecil kehidupan gue cuma antara gue dan ayah . "


" Sekarang ada aku . Kamu gak akan kesepian lagi kok . " balas Brisa .


Brisa juga merasa aneh , mengapa Ia begitu mudahnya terbuka pada Kirani .


" Widiiihh .... kalau pelukan ajakin gue juga dong . " ujar Eijaz yang baru masuk ke ruang rawat Brisa .


" Yee.... menang banyak dong lu . " balas Kirani .


" Bri... tuh temen lu gak ada sopan sopannya yah emang . "Adu Eijaz pada Brisa .


" Eh bocah , gue nih jauh lebih tua dari lu . Yang sopan dikit dong kalau ngomong . "


" Akhirnya lu ngaku kalau udah tua . "  ledek Kirani .


" Udah udah... Rani dan Kakak kok berantem udah kayak anak kecil .  " Brisa menengahi .


" Tuh.. dengerin , " ujar Kirani .


" Lu bocah yang harus dengerin , " balas Eijaz .


" Gak ... Lu ... "


" Lu Bocah.... "


" Lu Pak tuaaa... "


" Lu Bocah .... "


" Diaammmmmmmmmmmmmmmm " teriak Brisa membuat dua orang yang sedang adu mulut seketika diam .



Hari ini Brisa sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit .



Empat hari sudah dia tidak pulang ke rumah, entah apa yang akan terjadi padanya malam ini .



" Bri ... lu yakin mau pulang ke rumah ? " tanya Kirani .



" Iya. ... gak perlu hawatir . Mereka gak akan berani bunuh gue sebelum gue 18 tahun . " jawab Brisa santai .



Brisa memang sudah menceritakan pada Kirani semua yang menimpanya .



" Tapi ingat yah , gue selalu ada di rumah kok . Kalau ada apa apa lu langsung kabur ke rumah gue aja . Oke ? "



Brisa mengangguk . " Oke . "



Keduanya lalu berpisah dan masuk ke rumah masing masing yang bersebelahan .


__ADS_1


" Ma ... Brisa pulang ... " ujar Anggun yang melihat kakak tirinya masuk .



" Bi ...... panggil anak kurang ajar itu kemari . " Teriak Indri .



Bi Yum segera mencegah Brisa yang akan masuk ke kamarnya .



" Neng , kamu udah sehat ? " tanya Bi Yum hawatir .



" Iya Bi , aku udah sehat . "



" Ya udah ,  kamu di panggil nyonya . Kamu hati hati yah . " pesan Bi Yum hawatir .



Brisa mengangguk lalu berjalan menemui ibu tirinya .



Disana ada Anggun yang sedang menonton tv , dan Ferdinand yang sedang sibuk dengan laptopnya .



" Waahhh..... udah hebat yah kamu sekarang . Pergi dari rumah dan baru pulang setelah 4 hari. " Indri langsung meluapkan emosinya pada Brisa .



" Saya bukan pergi dari rumah , tapi saya kabur untuk menyelamatkan diri saya . Seandainya saya tetap tinggal saat itu maka mungkin saya kini sudah bahagia bersama Ibu saya . " balas Brisa .



" Apa maksudnya Ma ? "



" Tanyakan saja pada istri anda . "  ujar Brisa lalu pergi kembali ke kamarnya .



" Sekarang sudah berani kau yah ... kembali anak kurang ajar . " teriak Indri  namun tak dihiraukan Brisa .



Setelah itu terjadi perdebatan antara Ferdinand dan Indri .



" Sudah ku peringatkan berapa kali . Silahkan siksa dia , lakukan semaumu . Tapi jangan melewati batas . Kita butuh dia untuk ambil alih perusahaan . Kecuali jika kamu ingin semua kemewahan ini hilang . "  Ancam Ferdinand pada istrinya .



Hari demi hari terus berlalu . Tak terasa kini Brisa dan Kirani akan menerima laporan nilai mereka selama satu tahun berada di kelas 1 .


Persahabatan keduanya semakin erat . Setiap hari mereka habiskan bersama . Kirani tidak pernah lagi merasa kesepian saat ditinggal Ayahnya keluar kota karena ada Brisa yang akan menemaninya .


Sementata Eijaz , selama setahun ini harus puas mencintai Brisa dalam diam . Eijaz hawatir jika dia mengungkapkan perasaannya lalu hubungan persahabatan mereka akan merenggang .


" Gimana nilai kalian ? " tanya Eijaz


Kirani dan Brisa kompak menunjukkan kertas laporan nilai keduanya .


" Kalian tuh udah ngalah ngalahin anak kembar tau gak , kompak banget . Nilai aja sampai sama semua . Ckckckckck . "


Mereka bertiga kini sedang berada di cafe yang sama saat pertama kali Brisa dan Eijaz bertemu.


Mereka akan merayakan kenaikan kelas Brisa dan Kirani .


" Ya udah pesan gih apa aja ... gue yang bayar . " Ujar Eijaz membuat dua gadis remaja ini bersorak gembira .


Saat Brisa dan Kirani sedang makan , Eijaz mengambil kamera milik Aydin sahabatnya yang Ia pinjam lalu memotret Brisa dan Kirani diam diam .

__ADS_1


Saat sadar dengan apa yang sedang dilakukan Eijaz , Kirani tak terima dan terjadilah perdebatan diantara keduanya .


Brisa mengamati tulisan yang ada pada tas kamera yang ada di meja .


" Ohana .... " Gumamnya .


Ohana adalah satu kata yang dulu menjadi favorit Brisa .


" Kakak tau juga artinya kata ini ? " tanya Brisa .


Eijaz menggeleng . " Ini bukan kamera gue , kamera sahabat gue . Di setiap barang miliknya selalu ada tulisan Ohana . Tau deh apa artinya . "


" Memangnya lu tahu ? " Eijaz malah bertanya balik pada Brisa .


Brisa hanya tersenyum  tanpa memberi jawaban.




Setahun telah berlalu , usia Brisa sebentar lagi 17 tahun .


Brisa dan Kirani memilih berjalan kaki untuk pulang dari cafe .



" Ran.... waktu gue setahun lagi . " Ucap Brisa asal .



" Ayah lu gak akan mampu bunuh darah dagingnya sendiri . Percaya deh . " balas Kirani .



" Mudah mudahan aja . Kalau soal harta dan perusahaan kakek , aku tak tertarik . Ambil saja semuanya . " lanjut Brisa .



" Tapi Ran , andai saja sesuatu yang buruk terjadi aku ingin memberimu ini . " Brisa mengeluarkan dua gelang kembar dengan inisial R .



Kirani menerima dengan senang hati pemberian Risa Sahabatnya  . Yah mereka menjuluki diri mereka ' duo R  Risa-Rani ' .



Selama setahun ini kehidupan Brisa menjadi lebih baik . Brisa tak pernah lagi kesepian, dan dia memiliki tempat untuk berbagi cerita .



Namun bukan berarti dia bisa bebas dari penyiksaan Indri , Ibu tirinya .  Setiap hari tak akan lengkap tanpa tamparan di pipi dari Indri . Setahun ini neraka itu masih tidak berubah . Brisa tidak pernah di beri uang saku dan tidak di izinkan makan makanan dari rumah . Bahkan biaya sekolahnya satu tahun ini di bayar oleh Eijaz dengan dalih pemotongan gaji .



.


.


.


.


.


.


"*Persahabatan bukanlah tentang siapa yang kau kenal paling lama. Tetapi tentang ia yang datang ke kehidupanmu dan berkata, 'aku ada di sini untukmu, lalu membuktikannya*'."


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


To be continue


__ADS_2