
Dear Risa ........
Hai My Twinnie R , My Sister , My Bestfriend
Bagaimana kabarmu ? Ku harap saat membaca suratku ini kamu sudah mengikhlaskan kepergianku .
Aku sangat bangga padamu . Risa-ku sudah sukses mengejar impiannya menjadi model terkenal . Bahkan putra kecilku mengidolakanmu .
Aku sangat merindukanmu Risa . Di setiap kali ku rasakan penyakit ini menyiksaku , maka saat itu aku akan merasa takut jika tidak sempat untuk menepati janjiku menemuimu di sana.
Dan ternyata ketakutanku benar terjadi . Aku harus pergi sebelum aku sempat berpamitan langsung dan memelukmu untuk terakhir kali .
Risa , maaf karena aku telah menyembunyikan penyakit ini darimu . Tapi apakah aku boleh egois jika aku ingin meminta bantuan padamu .
Anggaplah ini sebagai permintaan terakhirku . Permintaan seorang kakak yang ingin adiknya juga merasa bahagia karena cinta .
Permintaan seorang istri yang ingin suaminya merasa bahagia bersama orang yang tepat .
Permintaan seorang ibu yang ingin anaknya mendapat kasih sayang dari wanita yang hebat .
Aku mencintai suami dan anakku , tapi ku tahu aku tak bisa mencintai mereka lebih lama lagi di dunia ini .
Dan itu akan menjadi penyesalan seandainya aku tidak memilikimu , saudariku .
Kamu satu satunya saudari yang ku miliki , aku ingin kamu bahagia , dan hanya suamiku yang ku yakin bisa menjagamu dan membahagiakanmu untuk menggantikanku .
Dan hanya kamu yang ku yakin mampu menggantikanku mencintai Suami dan Anakku .
Jadi ku mohon jika tiba saatnya aku harus meninggalkan kalian , ku harap kamu menggantikanku sebagai Istri bagi suamiku dan Ibu dari Anakku . Ku mohon .
Aku percaya padamu dan selalu menyayangimu.
Your Twinnie R , RANI
---------------------------------------
Risa memandang ke hamparan sungai Han dengan tatapan kosong setelah membaca surat yang di tinggalkan oleh salah satu wanita yang memiliki andil besar dalam kehidupannya.
Dia Kirani Ayunta , saudari walaupun mereka tak sedarah . Peyelamat hidup Risa , tanpanya mungkin Ia sudah tak ada lagi di dunia ini .
" Bukankan kamu yang memintaku untuk tetap bertahan hidup di dunia ini ? Tapi mengapa malah kamu yang pergi ? " guman Risa .
Risa melihat kembali kotak bludru berwarna cokelat yang baru berani Ia buka setelah 6 bulan kepergian Kirani untuk selama lamanya .
Sepucuk surat yang Ia baca tadi sudah menjelaskan apa isi dari kotak ini .
Satu per satu Risa mengeluarkan isinya .
Ada beberapa surat lagi yang ditulis oleh Kirani , ada beberapa foto anak laki laki kecil yang menggemaskan , foto seorang pria dewasa , dan juga foto mereka berdua .
Risa kembali terisak , foto yang kini di pegangnya adalah foto yang sama dengan yang ada di atas nakas kamar tidurnya selama 10 tahun terakhir .
Kenangan terakhir yang mereka abadikan , sebelum mereka harus berpisah jarak untuk melindungi Risa .
" Rani , apa hanya ini cara agar aku bisa membalas semua kebaikanmu ? Minta saja aku menggantikanmu untuk menemui sang pencipta maka aku akan bersedia . "
Gumam Risa dengan tatapan tak lepas dari foto 2 gadis berseragam SMA .
Dari kejauhan Amora mengawasi Risa yang sedang duduk mengahadap ke sungai Han . Entah apa yang di lihatnya , apa mungkin keindahan sungai Han di malam hari .
Sepertinya bukan , karena sorot matanya kosong . Tidak ada sinar kekaguman di mata indah itu .
Setiap tanggal 4 dalam setiap bulannya , Risa akan datang ke Sungai Han . Duduk di tempat yang sama . Membawa kotak bludru berwarna cokelat .
Dan malam ini adalah kedatangan Risa yang ke 6 kalinya .
Jika biasanya Risa akan pulang tanpa membuka kotak cokelat itu ,malam ini ternyata Risa membukanya .
__ADS_1
Amora bahkan lebih mendekat dari tempat duduk Risa untuk memastikannya .
Tak lama pundak Risa terlihat bergetar . Yah , wanita itu kembali menangis setelah mengeluarkan semua isi kotak cokelat itu .
Amora menghampiri Risa di saat Ia sudah lebih tenang .
" Apa kamu sudah lebih lega ? "
Risa meminta Amora membaca sepucuk surat .
Amora tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya .
Amora mengambil foto foto yang tergeletak begitu saja . Ia memandangi foto seorang pria tampan juga seorang foto anak laki laki yang sedang tersenyum .
" Eonni ... apa kamu ingin mendengar sebuah kisah memilukan ? " tanya Risa .
" Jika itu bisa membuatmu lebih baik , maka aku siap mendengarnya . "
Risa mulai menceritakan kisah hidupnya . Di mulai dengan hidupnya yang bahagia saat Ia kecil hingga kepedihan dan kepahitan yang menimpanya bahkan hampir membuat nyawanya melayang .
Malam ini , setelah 10 tahun Amora akhirnya mengetahui sisi lain kehidupan seorang Kim Risa atau Brisa Elzavira.
" Jadi apa keputusanmu ? " tanya Amora .
" Tapi kamu harus tetap memikirkan kebahagiaanmu sendiri . "
" Kebahagiaan ? Kata itu sudah lama menjauh dari diriku . Aku akan melakukannya , demi ketenangan Rani . Hanya itu cara membalas semua kebaikannya . " Risa terlihat bertekad .
Jika sudah seperti ini maka Risa tak akan bisa dihentikan lagi .
" Yah , setidaknya jika kamu berhasil maka kamu akan menyelamatkan seyuman manis bocah ini . " Ucap Amora sambil menunjukkan foto putra Rani .
Risa menatap foto anak laki laki itu . Perasaannya seketika menghangat melihat senyumnya . Sebenarnya Risa sudah beberapa kali melakukan panggilan video bersama anak itu .
Risa kembali membaca surat Rani .
Ternyata masih ada tulisan di baliknya
\---------------------------------------
" Ku harap permintaanku ini tidak pernah diketahui oleh suamiku .
__ADS_1
Aku ingin kamu dan dia bersatu karena cinta .
Bukan hanya semata mata karena untuk memenuhi permintaanku .
Aku yakin , kamu bisa membuatnya jatuh cinta padamu .
Aku berharap dan percaya padamu My Twinnie "
\---------------------------------------
Risa tertawa setelah membaca apa yang tertulis dibalik lembar surat tadi .
Amora mengambil kertas itu dan membacanya .
Ia tak berkomentar , hanya membukakan dua kaleng bir untuk Risa dan dirinya .
" Minumlah , disini udaranya dingin . "
Risa mengangguk dan mulai meneguk sedikit .
" Mengapa kamu yakin jika aku bisa memberi cinta , saat aku sendiri tak yakin jika cinta itu memang ada . " lanjut Brisa membatin.
Suasana berubah menjadi hening .
" Jadi kapan kamu akan memulai misi kotak cokelat ? " tanya Amora memecah kesunyian .
Risa tertawa lagi .
" Secepatnya Eonni . Aku tak ingin Rani menunggu terlalu lama . " jawabnya lalu kembali tertawa .
.
.
.
.
.
" *Tidak akan terjadi apa pun sebelum kita mengambil keputusan. Buatlah keputusan yang baik dan benar sekarang, dan lihatlah bagaimana hidup kita akan bergerak maju*."
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
To be continue