Menikah Karena Amanat

Menikah Karena Amanat
Bab 12 . Misi kotak cokelat


__ADS_3


Dear Risa ........


Hai My Twinnie  R , My Sister , My Bestfriend


Bagaimana kabarmu ? Ku harap saat membaca suratku ini kamu sudah mengikhlaskan kepergianku . 


Aku sangat bangga padamu . Risa-ku sudah sukses mengejar impiannya menjadi model terkenal . Bahkan putra kecilku mengidolakanmu .


Aku sangat merindukanmu Risa . Di setiap kali ku rasakan penyakit ini menyiksaku , maka saat itu aku akan merasa takut jika tidak sempat untuk menepati janjiku menemuimu di sana.


Dan ternyata ketakutanku benar terjadi . Aku harus pergi sebelum aku sempat berpamitan langsung dan memelukmu untuk terakhir kali .


Risa , maaf karena  aku telah menyembunyikan penyakit ini darimu . Tapi apakah aku boleh egois jika aku ingin meminta bantuan padamu .


Anggaplah ini sebagai permintaan terakhirku . Permintaan seorang kakak yang ingin adiknya juga merasa bahagia karena cinta .


Permintaan seorang istri yang ingin suaminya merasa bahagia bersama orang yang tepat .


Permintaan seorang ibu yang ingin anaknya mendapat kasih sayang dari wanita yang hebat .


Aku mencintai suami dan anakku  , tapi ku tahu aku tak bisa mencintai mereka lebih lama lagi di dunia ini .


Dan itu akan menjadi penyesalan seandainya aku tidak memilikimu , saudariku .


Kamu satu satunya saudari yang ku miliki , aku ingin kamu bahagia , dan hanya suamiku yang ku yakin bisa menjagamu dan membahagiakanmu untuk menggantikanku .


Dan hanya kamu yang ku yakin mampu menggantikanku mencintai Suami dan Anakku  .


Jadi ku mohon  jika tiba saatnya aku harus meninggalkan kalian , ku harap kamu menggantikanku sebagai Istri bagi suamiku dan Ibu dari Anakku . Ku mohon .


Aku percaya padamu  dan selalu menyayangimu.


Your Twinnie R  , RANI


---------------------------------------


Risa memandang ke hamparan sungai Han dengan tatapan kosong  setelah membaca surat yang di tinggalkan oleh salah satu wanita yang memiliki andil besar dalam kehidupannya.


Dia Kirani Ayunta , saudari walaupun mereka tak sedarah . Peyelamat hidup Risa , tanpanya mungkin Ia sudah tak ada lagi di dunia ini .


" Bukankan kamu yang memintaku untuk tetap bertahan hidup di dunia ini  ? Tapi mengapa malah kamu yang pergi ? " guman Risa .


Risa melihat kembali kotak bludru berwarna cokelat yang baru berani Ia buka setelah 6 bulan kepergian Kirani untuk selama lamanya .


Sepucuk surat yang Ia baca tadi sudah menjelaskan apa isi dari kotak ini .


Satu per satu Risa mengeluarkan isinya .


Ada beberapa surat lagi yang ditulis oleh Kirani , ada beberapa foto anak laki laki kecil yang menggemaskan , foto seorang pria dewasa , dan juga foto mereka berdua .


Risa kembali terisak , foto yang kini di pegangnya adalah foto yang sama dengan yang ada di atas nakas kamar tidurnya selama 10 tahun terakhir .


Kenangan terakhir yang mereka abadikan , sebelum mereka harus berpisah jarak untuk melindungi Risa .


" Rani , apa hanya ini cara agar aku bisa membalas semua kebaikanmu  ? Minta saja aku menggantikanmu untuk menemui sang pencipta maka aku akan  bersedia . "


Gumam Risa dengan tatapan tak lepas dari foto 2 gadis berseragam SMA .




Dari kejauhan Amora mengawasi Risa yang sedang duduk mengahadap ke sungai Han . Entah apa yang di lihatnya , apa mungkin keindahan sungai Han di malam hari .


Sepertinya bukan , karena sorot matanya kosong . Tidak ada sinar kekaguman di mata indah itu .



Setiap tanggal 4 dalam setiap bulannya , Risa akan datang ke Sungai Han . Duduk di tempat yang sama . Membawa kotak bludru berwarna cokelat .



Dan malam ini adalah kedatangan Risa yang ke 6 kalinya .



Jika biasanya Risa akan pulang tanpa membuka kotak cokelat itu ,malam ini ternyata Risa membukanya .

__ADS_1



Amora bahkan lebih mendekat dari tempat duduk Risa  untuk memastikannya .



Tak lama pundak Risa terlihat bergetar . Yah , wanita itu kembali menangis setelah mengeluarkan semua isi kotak cokelat itu .



Amora menghampiri Risa di saat Ia sudah lebih tenang .


" Apa kamu sudah lebih lega ? "



Risa meminta Amora membaca sepucuk surat .


Amora tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya .



Amora mengambil foto foto yang tergeletak begitu saja . Ia memandangi foto seorang pria tampan  juga seorang foto anak laki laki yang sedang tersenyum .



" Eonni ... apa kamu ingin mendengar sebuah kisah memilukan ? " tanya Risa .



" Jika itu bisa membuatmu lebih baik , maka aku siap mendengarnya . "



Risa mulai menceritakan kisah hidupnya . Di mulai dengan hidupnya yang bahagia saat Ia kecil hingga kepedihan dan kepahitan yang menimpanya bahkan hampir membuat nyawanya melayang .



Malam ini , setelah 10 tahun Amora akhirnya mengetahui sisi lain kehidupan seorang Kim Risa atau Brisa Elzavira.



" Jadi apa keputusanmu ? " tanya Amora .




" Tapi kamu harus tetap memikirkan kebahagiaanmu sendiri . "



" Kebahagiaan ? Kata itu sudah lama menjauh dari diriku  . Aku akan melakukannya , demi ketenangan Rani . Hanya itu cara membalas semua kebaikannya . " Risa terlihat bertekad .



Jika sudah seperti ini maka Risa tak akan bisa dihentikan lagi .



" Yah , setidaknya jika kamu berhasil maka kamu akan menyelamatkan seyuman manis bocah ini . " Ucap Amora sambil menunjukkan foto putra Rani .



Risa menatap foto anak laki laki itu . Perasaannya seketika menghangat melihat senyumnya . Sebenarnya Risa sudah beberapa kali melakukan panggilan video bersama anak itu .



Risa kembali membaca surat Rani .


Ternyata masih ada tulisan di baliknya


\---------------------------------------



" Ku harap permintaanku ini tidak pernah diketahui oleh suamiku .


__ADS_1


Aku ingin kamu dan dia bersatu karena cinta .



Bukan hanya semata mata karena untuk memenuhi permintaanku .



Aku yakin , kamu bisa membuatnya jatuh cinta padamu .



Aku berharap dan percaya padamu  My Twinnie "



\---------------------------------------



Risa tertawa setelah membaca apa yang tertulis dibalik lembar surat tadi .



Amora mengambil kertas itu dan membacanya .


Ia tak berkomentar , hanya membukakan dua kaleng bir untuk Risa dan dirinya .



" Minumlah , disini udaranya dingin . "



Risa mengangguk  dan mulai meneguk sedikit .



" Mengapa kamu yakin jika aku bisa memberi cinta  , saat aku sendiri tak yakin jika cinta itu memang ada . " lanjut Brisa membatin.



Suasana berubah menjadi hening .



" Jadi kapan kamu akan memulai misi kotak cokelat ? "  tanya Amora memecah kesunyian .



Risa tertawa lagi .



" Secepatnya Eonni . Aku tak ingin Rani menunggu terlalu lama . " jawabnya lalu kembali tertawa .



.


.


.


.


.


" *Tidak akan terjadi apa pun sebelum kita mengambil keputusan. Buatlah keputusan yang baik dan benar sekarang, dan lihatlah bagaimana hidup kita akan bergerak maju*."


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


To be continue


__ADS_2