
Saat hati mulai terluka , mungkin akan sulit untuk bisa disembuhkan .
Mungkin untuk bangkit lagi akan sangat sulit .
Namun rasanya sangat tidak pantas jika patah hati membuat kita kehilangan jati diri karena orang yang tidak tahu diri .
Perjalanan udara telah Risa tempuh selama kurang lebih 4 jam . Menjauh dari kehidupan Aydin adalah pilihannya .
Lebih cepat Ia pergi , harapannya lukanya bisa lebih cepat sembuh .
Kenyataannya, bukannya sembuh tapi rasa rindu yang semakin menyiksa .
Apalagi saat ucapan Aydin terakhir kali yang melarangnya untuk menemui Dafha lagi .
" Bagaimana mungkin aku bisa menahan rinduku pada Dafha , " keluhnya dalam hati .
Risa tak henti merutuki dirinya yang terperangkap dalam lubang yang Ia buat sendiri .
Namun ketik menyadari Gio yang duduk di sampingnya, Ia menyadari bahkan saat hatinya sakit dia tak sendiri .
“ Gio , “ panggil Risa .
“ Hmm … ,”
“ Mengapa kamu tidak memaksaku bercerita mengenai yang terjadi di sana ? “ tanyanya .
Ingatkah kalian pertanyaan ini ?
Pertanyaan yang sama yang Risa pernah tanyakan pada Aydin .
Entahlah , tapi Risa akan lebih mudah percaya dengan orang yang tidak memaksa agar Ia membuka dirinya .
“ Kenapa yah ? “ Gio berpikir sejenak . “
Apa setelah makan tadi , tenagamu sudah pulih dan mendadak kamu ingin mengadakan kuis ? “ candanya .
Risa tertawa , “ jawab saja .”
“ Banyak cara untuk memahami , salah satunya dengan menjadi pendengar . Tapi tidak semua orang juga ingin bicara , jadi pengertian adalah kuncinya ." Ujar Gio .
"Aku mencoba untuk mengerti keadaanmu , perasaanmu, dan posisimu . Itu saja , “ jawabnya .
“ Kenapa kau harus memahami ? Maksudmu, memahamiku kan ? “ tanya Risa .
“ Iya tentu saja memahami dirimu . " Jawabnya .
" Seni dalam bercinta itu saling memahami . “ jawabnya .
“ Bercinta ? “ Risa melotot .
Gio tertawa , “ Baik , baik ku ralat . Seni dalam hubungan percintaan . Bagaimana ? “
“ Ya itu lebih baik ,” balas Risa . “ Tapi hubungan kita bukan seperti itu Gio , “ tegasnya .
“ Lebih tepatnya , belum . Anggap saja simulasi aku untuk lebih memahamimu nanti ,” Ujar Gio .
“ Karena jika aku memaksamu bercerita , lalu kamu sendiri yang mengatakan jika Aydin menyakitimu , maka aku sendiri yang akan membalasnya , “ jelas Gio membuat Risa bungkam .
“ Aku bukanlah orang yang ramah pada orang yang telah mengusik diriku . Jujur aku tertarik padamu Risa , jadi kau adalah bagian dari diriku juga . “
“ Terimakasih Gio , tapi aku tak ingin melibatkanmu dalam hubunganku dengan Aydin . Ku tau dia juga temanmu . “ Ucap Risa .
__ADS_1
“ It’s Okay , tapi untuk penawaranku yang satu lagi ku rasa kau harus menerimanya . “
“ Penawaran lain? Aku sudah banyak pekerjaan, aku tak berniat menerima pekerjaan lainnya dalam waktu dekat ,” tolak Risa .
Gio merasa gemas dengan Risa , hanya wanita ini yang selalu menjawab ucapannya.
Penolakan dan bantahannya sungguh membuat Gio semakin ingin memilikinya .
Gio mencubit pipi Risa gemas , “ bisakah kau menolak setelah mendengar penawaranku ? dalam bisnis pun seperti itu Nona Kim Risa . “
Risa terkekeh , “ maaf , maaf . Karena aku sudah merepotkanmu hari ini , aku akan beri kamu kesempatan untuk menjelaskan kerja sama apa yang ingin kau tawarkan . “
“ Aku menjemputmu dari pulau itu dan lihatlah balasanmu , ck “ Gio berdecak .
“ Bolehkah kita turun dulu dan bicara di apartemenmu ? hanya agar kebih nyaman saja , “ pintanya .
Karena keasikan mengobrol , Risa bahkan tak sadar jika mobil Gio telah berhenti di depan lobby .
“ Cepat Albert , kami menunggu di depan lift .” Perintahnya sebelum menutup kembali pintu mobilnya .
Risa menekan kata sandi apartemennya , membuka lebar pintu dan menyilahkan Gio dan Albert masuk dengan ramah .
Risa yang melihat Esme dan Echa yang sedang bermain game playstation di ruang tengah hanya bisa menggelengkan kepala ,
“ Ekkhemm … “ Risa berdeham sehingga dua manusia itu berbalik .
“ Risa , anak nakal . Akhirnya kau kembali . Aku sangat menghawatirkanmu . “ Ucap Esme sambil memeluk adik angkatnya itu .
“ Risa , aku tak menyangka jika Aydin tega menyakitimu . “ Ucap Echa yang juga ingin memeluknya namun dihentikan oleh Gio .
“ Maaf , tapi tolong perhatikan sikap Anda . “ Peringat Gio .
Esme menatap sinis pada Echa , dirinya tak menyangka jika pria yang dulu membuatnya berdebar-debar saat pertama kali bertemu ternyata memiliki pribadi yang sangat absurd .
Risa sedang menyamankan posisi duduknya saat pintu kamar Esme terbuka . Sekilas Risa menoleh , lalu mengacuhkannya .
Namun Ia kembali lagi menoleh saat menyadari ada sosok wanita yang sangat Ia rindukan .
“ Amora , “ pekiknya .
Model cantik dengan bentuk tubuh yang nyaris sempurna itu berlari menghambur dalam pelukan Amora .
Risa tiba-tiba saja menangis , dan Amora dengan sifat keibuannya segera membelai surai lembut adik angkatnya itu .
“ Kapan kau tiba disini ? mengapa tak mengabariku ? tanya Risa .
“ Masalah apa lagi yang telah kau buat disini Risa ? “ Amora menjawab dengan pertanyaan pula .
Risa menggeleng , “ Tidak ada , aku melakukan semuanya sesuai rencana , kecuali satu . “ Jawabnya .
“ Sudah , aku mengerti apa yang kamu maksud ,” sela Amora .
“ Jangan di bahas lagi , jika perlu jangan diingat lagi tentang pria itu . “ Ucap Amora .
“ Permisi , maaf menyela pembicaraan kalian . Jadi anda yang Bernama Amora ? “ tanya Gio .
“ Astaga aku sampai lupa , Gio kenalkan ini Amora . “ Ucap Risa saat kembali duduk di sofa bersama Amora .
“ Amora ini Giovanni Ezra , CEO Sky High . “ Lanjut Risa .
Risa melihat ada tatapan tajam dari Amora pada Gio , begitupun sebaliknya .
__ADS_1
“ Ohh , sekarang aku bisa mengerti kenapa Anda sangat tertarik dengan data pribadi adik saya . “ Ucap Amora .
“ Adik ? “ ulang Gio .
“ Ya Adik , karena Risa ini adalah adik bungsu kami . “ Jelas Amora .
Gio sudah cukup terkejut saat mengetahui jika Risa memiliki kakak , dan kakaknya adalah Amora .
Kenyataannya , dia sempat bersitegang melalui Surel dan telepon dengan Amora beberapa waktu yang lalu .
“ Adik Kami ? “ pekik Gio lagi .
Sekarang tambah lagi , fakta bahwa kakak Risa lebih dari 1 karena Amora tadi menyebut kami .
“ Ya Gio , Esme dan Amora adalah kakakku . Mereka kembar . “ Jelas Risa .
Gio dan Albert menatap Esme dan Amora bergantian , dan baru menyadari jika wajah mereka memang sama .
Hanya potongan rambut dan gaya berpakaian yang berbeda .
“ Dan aku adalah kakak ipar Risa , “ celetuk Echa dan langsung di balas dengan sebuah pukulan dari Esme pada lengannya .
“ Rupanya Gio dan Amora sudah saling mengenal ,” Ucap Risa .
“ Yah tentu saja aku mengenalnya , dia adalah orang yang berusaha mencari data tentang mu Ris . “Jelas Amora .
“ Dan dia adalah wanita paling bar-bar yang aku kenal . Jangankan bicara lewat telepon , lewat surel pun wanita ini bisa mengoceh panjang lebar . “ Balas Gio tak mau kalah .
“ Sebentar , untuk apa kamu mencari tahu masa lalu ku ?” tanya Risa ,
“ Baiklah karena sudah terlanjur di bahas , aku kan menawarkan kerja sama sekarang . “ Ucap Gio .
Raut wajahnya seketika berubah menjadi serius . Kini dia Nampak benar-benar layaknya pengusaha perofesional .
“ Ini soal Ortiva Construction ,” Ucapan Gio terjeda , Ia menyadari raut wajah gadis itu berubah .
Ketiga gadis bersaudara itu saling menatap .
“ Akan ku bantu kalian untuk menghancurkannya ,” tawarnya .
.
.
.
.
“ Menangislah , berteriaklah , lakukan apapun sesukamu untuk menyembuhkan luka hati hingga kamu tidak bisa merakannya lagi . Tapi setelah itu jangan diam dan berhenti . Lanjutkan langkahmu . Di luar sana , masih banyak hati yang siap untuk mencintaimu . Kamu hanya tinggal membukanya saja . “
.
.
.
.
.
to be continue
__ADS_1