
Hari ini Senin , 4 Januari . Bertepatan dengan 7 bulan berpulangnya Kirani Ayunta ke hadapan sang pencipta .
Dengan dress berwarna hitam dan kacamata hitam yang menghiasi wajahnya cantiknya , Risa berjalan mengikuti langkah Esme menuju tempat peristirahatan terakhir Kirani sahabatnya .
Risa melepaskan kacamata ketika langkah kakinya terhenti di depan sebuah pusara .
Seketika tubuhnya lemas , kakinya rasanya tak punya kekuatan untuk menopang berat tubuhnya .
Risa akhirnya segera duduk di samping nisan yang terukir nama Kirani . Salah satu wanita yang di sayanginya . Ia memeluk nisan itu sambil menangis , menumpahkan semua kesedihannya , semua penyesalannya .
Esme yang berdiri tak jauh darinya , segera mendekat .
" Ris.... jangan seperti ini , Kirani pasti akan sedih melihatmu . " Ujar Esme .
Risa mengangguk lalu akhirnya melepas pelukannya pada nisan itu .
" Rani ... maaf jika aku telah membuatmu menunggu lama . Aku butuh waktu untuk bisa menerima kepergianmu . " Ujar Risa . Ia berharap Kirani bisa mendengarnya .
" Maafkan aku yang terlalu takut menghadapi masa laluku , hingga akhirnya kita tak pernah bertemu bahkan sampai saatnya kamu pergi . "
Risa kembali terisak .
Risa menunduk , Ia coba menenangkan dirinya .
Diletakkannya sebuah buket bunga Lily Of the Valley .
" Rin ... aku membawa bunga kesukaanmu . Meskipun dulu kita selalu berdebat karena menurutku selera mu pada bunga sangat buruk . " ujarnya sambil tertawa .
" Aku juga membawakanmu Dwikkoji . Maaf aku baru bisa memberinya sekarang , padahal sudah dari setahun yang lalu kamu memintanya . "
Risa lalu menjepitkan sebuah Dwikkoji - jepitan rambut traditional korea di buket bunga yang di bawanya .
Setelah itu Risa diam , hanya menatap pada nisan berukirkan nama sahabatnya .
Suasana hening itu bertahan cukup lama , hingga Risa bangkit .
Esme dengan sigap membantunya berdiri .
" Aku pergi dulu , aku akan datang lagi nanti . Aku harus siap siap untuk menyelesaikan tugas darimu . " Ujarnya .
Risa memakai kembali kacamata agar menutupi matanya yang sembab.
Saat berjalan keluar dari area pemakaman , Risa melihat sosok pria yang wajahnya mirip dengan pria yang ada di foto Aydin . Risa segera menunduk saat berpapasan dengan pria itu dan mempercepat langkahnya setelah itu .
Esme akhirnya ikut mempercepat langkahnya agar menyamai Risa .
" Ada apa Ris ? Kenapa tiba tiba berjalan secepat itu . " Tanya Esme ketika keduanya sudah berada di dalam mobil .
" He he he ... maaf maaf .... "
" Pria yang tadi berpapasan dengan kita , bukankah itu Aydin ? Aku tak ingin dia melihatku ada disini . " ujar Risa .
" Walaupun dia melihatmu , dia tak akan mengenalimu . Malah karena kamu tiba tiba berlari seperti tadi , akan membuatnya curiga . "
" Benarkah ? " Risa tak yakin dengan ucapan Esme .
" Ya , tentu saja . " Jawab Esme singkat .
" Setelah ini , apa tujuanmu selanjutnya ? " tanya Esme .
" Hemmmm .... Esme bisakah kita ke Palembang sekarang ? Aku rindu ibuku . " pinta Esme . Ia bahkan kini menatap Esme dengan puppy eyes andalannya .
Esme menghela napas .
" Oke .. oke .. kita ke Palembang . Lagian siapa yang bisa menolak ketika kamu meminta dengan tatapan seperti itu . "
Esme berdecak .
" He he he he ... Gomawo Eonni "
__ADS_1
Esme melajukan mobil dengan kecepatan tinggi ketika tanpa rasa bersalah Risa memperlihatkan tiket pesawat yang telah Ia beli semalam .
Esme berharap semoga mereka bisa tiba di bandara kurang dari 1 jam . Karena tiket yang di beli Risa akan berangkat dalam 1,5 jam mendatang .
Sementara itu , pria yang tadi berpapasan dengan Risa akhinya menghentikan langkah besarnya di sebuah pusara .
" Sayang maaf hari ini aku datang terlambat . " ujarnya di depan pusara istrinya .
Keningnya mengernyit tatkala melihat ada sebuket bunga yang sama seperti buket bunga yang Ia bawa saat ini .
" Sayang , sepertinya kali ini ada orang yang mendahuluiku mengunjungimu . " Ujarnya sambil menyentuh nisan yang terukirkan nama istrinya ' Kirani Ayunta binti Wisnu Kusuma ' .
Pria itu adalah Aydin Syauki , Suami dari Kirani .
Aydin ikut meletakkan buket bunga Lily of the valley yang Ia bawa di samping buket bunga dari Risa .
" Apa mungkin orang yang tadi datang mengunjungimu adalah wanita yang berpapasan denganku , " Gumam Aydin menerka nerka .
" Tapi siapapun dia , sepertinya dia sangat mengenalmu karena tahu bunga kesukaanmu . " Lanjutnya .
Ia memejamkan matanya , mengirimkan doa untuk istri tercinta . Air matanya berkumpul di ujung pelupuk mata .
Aydin kembali menatap nisan Kirani .
" Sayang , tolong katakan padaku jika aku keliru . Tapi apakah aku salah jika aku mengunci hatiku hanya untukmu ? " ujar Aydin bertanya walaupun Ia tahu tak akan mungkin Ia mendapat jawabannya .
" Mama , Papa , bahkan Ayah memintaku untuk mulai membuka lembaran baru demi Dafha . Bukankah itu konyol ? "
" Aku baik baik saja selama 7 bulan kepergianmu , aku bisa bertahan melaluinya dengan baik bukan ? Jadi bukankah keputusanku sudah tepat untuk menolak permintaan mereka . Aku tidak egois kan sayang ? "
Setelah puas mengungkapkan apa yang mengganjal di hatinya , Aydin terdiam .
Begitulah Aydin selama 7 bulan terakhir ini . Setiap tanggal 4 pada setiap bulan , pria itu akan mengunjungi pusara istrinya . Ia akan mencurahkan semua kegelisahan hatinya di depan pusara itu . Sama seperti yang Ia lakukan saat ini .
Ponsel Aydin bergetar , Aydin merogoh sakunya.
Sekilas Ia membaca pesan masuk dari Chandra , asistennya .
__ADS_1
" Sayang , maaf aku harus pergi . Chandra sudah menungguku untuk bertemu klien . Aku akan mengunjungimu lagi . Kamu juga datanglah sesekali mengunjungiku walau hanya dalam mimpi . I love you sayang, forever . " ujarnya .
Baru saja Aydin akan pergi , matanya menangkap ada benda berkilau yang terselip diantara bunga yang ada di makam Kirani .
Aydin mengambil benda berkilau itu , ternyata sebuah jepitan rambut wanita berbentuk bunga .
" Cantik . " gumamnya memuji jepitan rambut itu.
" Apa orang itu memang sengaja menyimpannya disini , atau ini miliknya yang terjatuh ? " Batin Aydin .
Karena tak ingin membuat Chandra menunggu lama , Aydin mengantongi jepitan rambut itu kemudian segera meninggalkan makam Kirani menuju perusahaan miliknya .
Mobil Aydin berhenti di depan gedung tinggi menjulang . Ohana Tech Group , adalah salah satu perusahaan IT terbesar di negeri ini .
Aydin turun dari mobil setelah memarkirkan mobilnya . Semua orang yang berpapasan dengannya , menyapa Aydin dengan sopan .
Aydin masuk kedalam satu ruangan besar yang berada di lt. 17 gedung ini .
Mendudukkan dirinya dengan nyaman di kursi kebesarannya .
Aydin Syauki adalah CEO and Founder dari perusahaan Ohana Tech Group .
Perusahaan yang Ia bangun sejak 12 tahun lalu , bahkan saat itu dirinya masih berstatus mahasiswa . Perusahaan yang awalnya kecil, namun berkat kejeniusan dan kepiawaiannya Aydin berhasil membesarkan perusahaan hingga seperti saat ini .
Di perusahaan ini pula sekitar 6 tahun lalu Ia bertemu Kirani yang saat itu menjadi sekertarisnya . Hubungan mereka cukup singkat hingga akhirnya memutuskan menikah , dan akhirnya memiliki Dafha .
Tok tok tok
Suara ketukan di pintu disusul pintu yang terbuka membuat Aydin menatap ke sumber suara .
" Pagi Pak.... " sapa seorang wanita cantik dengan lembut .
" Pagi Franda .... " balas Aydin dengan senyum .
" Tidak perlu formal begitu , disini tak ada orang lain kok . " ujar Aydin membuat senyum terbit di wajah wanita bernama Franda itu .
.
.
.
.
.
" Orang hebat bukan dia yang memiliki banyak cinta, tapi dia yang bisa menolak kehadiran cinta lain demi pertahankan satu cinta."
.
.
.
.
.
__ADS_1
To be continue