Menikah Karena Amanat

Menikah Karena Amanat
Bab 58 . Jalan pulang


__ADS_3

Ayana yang berjalan turun lebih dulu meninggalkan Risa yang berjalan perlahan karena tengah menggendong Dafha .


Dafha sudah lelah karena saat naik dia lebih banyak memaksa untuk berjalan sendiri dari pada digendong .


Chandra sudah menawarkan untuk menggantikan menggendong Dafha tapi anak itu menolak .


Ayana melihat celah di pintu kamarnya , segera Ia berlari masuk berdoa semoga yang Ia duga tidak terjadi , dan nyatanya  ….


“ Arrrgggghhhhhhh , Abang ! “ teriaknya .


***FLASHBACK***



Aydin menatap kepergian Risa , “ keras kepala sekali wanita itu , “ batin Aydin .



“ Sesulit apa untuk bersabar , bertahan disisiku , membantuku meyakinkan diriku atas perasaan ini , ” lanjutnya mengoceh dalam batinnya . Lalu diakhiri dengan tawanya .



Aydin sadar , sungguh egois dirinya sebagai pria jika dia benar-benar memaksa Risa untuk itu .



Disaat Aydin masih sibuk dengan pikiran-pikirannya di tempat yang sangat gelap dan sunyi .



Perairan bahkan terlalu tenang sangat jauh dari perkiraan Aydin .



“ Hei …. ,” sapa seorang wanita yang sebenarnya kehadirannya tidak diharapkan Aydin .



“ Franda ? kamu belum tidur ? “ tanya Aydin sekedar basa basi .



“ Aku tidak bisa tidur , kamu tau aku selalu sulit beradaptasi dengan suasana baru ucap Franda .



“ Kau sendiri , mengapa melamun disini ? “ tanya Franda .



“ Aku hanya ingin tau bagaiamana rasanya suasana malam yang seperti di novel-novel , “ Jawab Aydin .



“ Malam yang gelap dan dingin , pencahayaan hanya dari obor bambu , suara jangkrik dan riak air saling bersahutan ,seolah menertawakan hati yang menangis karena rindu , “ ucapnya .



Franda mengernyit , “ Apa kamu sedang membaca puisi ? “



“ Tidak , yang tadi itu potongan salah satu bagian dari novel yang selalu ingin ku rasakan di dunia nyata . “ Jawabnya .



“ Sayang perairan disini terlalu tenang dan tak ada suara jangkrik , jika saja ada maka semua sudah sempurna  . “ keluhnya .



“ Jadi hati menangis karena rindu itu benar ? “ tanya Franda.



“ Aku tau , kamu sudah sejak tadi di sini , dan pasti kamu melihat pertengkaranku dengan Risa . “



Franda menunduk , “ maaf tapi aku tidak bermaksud menguping . “



“ It’s Ok , Namanya hubungan pertengkaran itu pasti , lagian sudah lama juga aku tidak mengobrol denganmu seperti ini . “ ujar Aydin .



“ Benar , sudah lama sekali . Sejak kamu punya kehidupan sendiri tanpa aku didalamnya , “ Ucap Franda lirih bahkan Aydin tidak mendengarnya .



“ Mau minum kopi sambil mengobrol ? “ ajak Franda .



Aydin berpikir sesaat , jika Ia kembali ke kamar sekarang bisa jadi akan bertengkar lagi dengan Risa .



“ Boleh , “


__ADS_1


“ Di teras luar kamarku viewnya bagus . “ Ucap Franda lalu berjalan mendahului Aydin dengan senyum yang sulit diartikan .



Aydin mengikuti langkah kaki Franda menuju kamar yang ditempati Franda dan adiknya Ayana .



“ Ayana kemana ? “ tanya Aydin saat sadar jika mereka hanya berdua di kamar .



“ Bukankah kau yang meminta dia menjaga Dafha  , “



“ Oh , tapi Risa sudah kembali ke kamar kenapa dia belum kembali ? “ tanya Aydin .



“ Biarkanlah dia di sana , Risa juga pasti butuh seseorang untuk bercerita . “ Usul Franda sambil membuat kopi untuk mereka berdua , tak lupa Ia mencampurkan serbuk putih kedalam kopi milik Aydin .



Aydin sudah lebih dulu ke teras kamar Franda , memang benar sungguh indah pemandangannya .



Walau hanya bisa melihat pantulan cahaya bulan di perairan tapi sudah membuat Aydin takjub .



Pemandangan seperti ini tidak setiap hari Ia dapatkan .



“ Ini kopinya , “ Franda memberi secangir kopi panas yang segera di seruput Aydin .



“ Gimana ? rasanya ? “ tanya Franda .



“ Hemm…. , rasanya pahit ada manis-manisnya , ya mirip rasa kopi, “ jawabnya bercanda .



“ Jadi gimana dengan Risa ? memang kalian benar berhubungan ? “ tanya Franda .




“ Bertahan dari ? “



“ Bertahan dengan aku yang juga masih menyimpan perasaan pada Rani . Aku tidak bisa semudah itu melepaskan perasaan ini . Apalagi aku terikat janji untuk setia padanya . “ Jelas Aydin .



Walaupun ragu tapi dia akhirnya bercerita pada Franda . Dia butuh orang lain yang bisa memihaknya , Ia tahu Franda akan seperti itu .



“ Apa Risa tidak bersedia ? “



“ Dia sudah mencoba dan  mungkin sudah Lelah . “ Aydin mengangkat bahunya tanda Ia juga tak pasti .



“ Bagaimana denganmu ? “



“ Aku ? Aku tidak akan melepasnya semudah itu . “ Jawab Aydin .



Franda terdiam , keraguan yang awalnya sempat terlintas di benaknya untuk melanjutkan rencana liciknya seketika sirna saat mendengar pengakuan Aydin  barusan .



“ Jika kau tidak bisa semudah itu melepas Risa, maka aku yang akan membuat dia lepas darimu . Aku yang akan mengikatmu , walau harus dengan cara murahan seperti ini , “ batin Franda .



Franda memutuskan untuk diam , Ia memilih menatap Aydin yang perlahan-lahan mulai merasakan efek dari obat tidur yang Ia berikan .



Hingga 15 menit setelahnya Aydin benar-benar tertidur .



Franda menyeringai , “ cinta benar-benar gila , aku sampai harus berbuat selicik ini hanya untuk mendapatkanmu . “ gumamnya .


__ADS_1


¤¤¤¤¤¤



Tanpa mereka sadari , di luar kamar Steve terus menatap pintu kamar yang ditutup sejak tadi oleh Franda , bahkan setelah 3 jam berlalu mereka tidak keluar kamar .



Steve melihat salah satu wanita yang seharusnya di kamar itu terpaksa harus mengungsi di kamar lain .



Sesekali Steve melihat ke kamar yang harusnya pria itu tempati bersama Risa yang katanya kekasihnya dan juga putranya .



“ Sedikit pertunjukan drama di pagi hari sepertinya akan menyenangkan , “ batin Steve .



¤¤¤¤¤¤



Pagipun menjelang , Steve bertanya pada penjaga homestay  mengenai kamar yang Ia awasi semalam dan menurut penjaga tidak ada yang keluar atau masuk ke dalam kamar .



Setelah menapaki 320 anak tangga untuk sampai ke puncak pianemo , Steve memilih turun lebih dulu . Saat tiba kembali di homestay , Ia segera meminjam kunci cadangan lalu perlahan membuka pintu . Berbagai macam alibi sudah Ia siapkan jika ini tidak berjalan sesuai rencananya .



Namun sepertinya dewi fortuna juga sedang berkunjung ke raja ampat , Steve melihat pemandangan yang sudah pasti akan menggemparkan .



Perlahan Ia keluar , membiarkan celah pada pintu berharap rombongan sampai di home stay lebih cepat sebelum salah satu dari mereka terbangun .



**Flash back OFF**



Alhasil Risa lah yang tiba terakhir di homestay .


Ayana melihat celah di pintu kamarnya , segera Ia berlari masuk berdoa semoga yang Ia duga tidak terjadi , dan nyatanya  ….


“ Arrrgggghhhhhhh , Abang ! “ teriaknya .


Papa Dimas yang juga baru tiba segera menyusul putrinya .


Wajah Papa Dimas memerah . Napas yang sudah memburu karena setelah dari


puncak pienemo  , kini rasanya semakin memburu dua kali  .


Keributan yang Ayana timbulkan menarik perhatian Mama Indira  juga Chandra .


Tak terkecuali Risa yang menggendong Dafha , juga ikut masuk ke dalam kamar.


Namun rasanya takdir masih tak ingin berhenti mempermainkan hati , disaat semalaman Risa menahan kantuk dan Lelah menanti seorang pria . Dan sungguh apa yang dilihatnya kali ini rasanya seperti menjatuhkan Risa dari atas puncak pieynemo tadi .


Tiba-tiba saja kakinya terasa bergetar , Ia merapat ke dinding menjaga agar tak terjatuh mengingat Dafha masih dalam gendongannya .


“ Aydin , apa yang kalian lakukan ? “ Suara Papa Dimas menggelegar , bahkan Risa sampai harus menutup mata dan telinga Dafha agar tidak melihat perbuatan pria yang Ia panggil Daddy .


“ Untuk pertama kali ku katakana aku menyesal telah mengikuti rencanamu , Rani . “ batin Risa .


Bisakah kini bumi menelannya saja ? Atau biarkan waktu berhenti sejenak agar Risa bisa pergi dari tempat ini  ?


.


.


.


 "Maafkan dirimu atas kebutaan yang menempatkanmu di jalan orang-orang yang mengkhianatimu. Terkadang, hati yang baik tidak melihat yang buruk."


.


.


.


To be continue


Sebelum lanjut lagi , jangan lupa :


- Like 👍 di akhir part


- Komentar 📝 ketik komentar apa aja ( No bullying No SARA )


- Favorite ❤ biar dapat update terus karya aku,


- Gift🎁 berbagi gift biar makin banyak rejeki


- Vote 🎟 Vote biar othor


Nihhh , sekalian othor mau ngasih tau salah satu karya favorit yang bagus banget untuk kalian baca .... cekidotttt... langsung mampir yah kesayangan 😁


__ADS_1


__ADS_2