
Ayana yang berjalan turun lebih dulu meninggalkan Risa yang berjalan perlahan karena tengah menggendong Dafha .
Dafha sudah lelah karena saat naik dia lebih banyak memaksa untuk berjalan sendiri dari pada digendong .
Chandra sudah menawarkan untuk menggantikan menggendong Dafha tapi anak itu menolak .
Ayana melihat celah di pintu kamarnya , segera Ia berlari masuk berdoa semoga yang Ia duga tidak terjadi , dan nyatanya ….
“ Arrrgggghhhhhhh , Abang ! “ teriaknya .
***FLASHBACK***
Aydin menatap kepergian Risa , “ keras kepala sekali wanita itu , “ batin Aydin .
“ Sesulit apa untuk bersabar , bertahan disisiku , membantuku meyakinkan diriku atas perasaan ini , ” lanjutnya mengoceh dalam batinnya . Lalu diakhiri dengan tawanya .
Aydin sadar , sungguh egois dirinya sebagai pria jika dia benar-benar memaksa Risa untuk itu .
Disaat Aydin masih sibuk dengan pikiran-pikirannya di tempat yang sangat gelap dan sunyi .
Perairan bahkan terlalu tenang sangat jauh dari perkiraan Aydin .
“ Hei …. ,” sapa seorang wanita yang sebenarnya kehadirannya tidak diharapkan Aydin .
“ Franda ? kamu belum tidur ? “ tanya Aydin sekedar basa basi .
“ Aku tidak bisa tidur , kamu tau aku selalu sulit beradaptasi dengan suasana baru ucap Franda .
“ Kau sendiri , mengapa melamun disini ? “ tanya Franda .
“ Aku hanya ingin tau bagaiamana rasanya suasana malam yang seperti di novel-novel , “ Jawab Aydin .
“ Malam yang gelap dan dingin , pencahayaan hanya dari obor bambu , suara jangkrik dan riak air saling bersahutan ,seolah menertawakan hati yang menangis karena rindu , “ ucapnya .
Franda mengernyit , “ Apa kamu sedang membaca puisi ? “
“ Tidak , yang tadi itu potongan salah satu bagian dari novel yang selalu ingin ku rasakan di dunia nyata . “ Jawabnya .
“ Sayang perairan disini terlalu tenang dan tak ada suara jangkrik , jika saja ada maka semua sudah sempurna . “ keluhnya .
“ Jadi hati menangis karena rindu itu benar ? “ tanya Franda.
“ Aku tau , kamu sudah sejak tadi di sini , dan pasti kamu melihat pertengkaranku dengan Risa . “
Franda menunduk , “ maaf tapi aku tidak bermaksud menguping . “
“ It’s Ok , Namanya hubungan pertengkaran itu pasti , lagian sudah lama juga aku tidak mengobrol denganmu seperti ini . “ ujar Aydin .
“ Benar , sudah lama sekali . Sejak kamu punya kehidupan sendiri tanpa aku didalamnya , “ Ucap Franda lirih bahkan Aydin tidak mendengarnya .
“ Mau minum kopi sambil mengobrol ? “ ajak Franda .
Aydin berpikir sesaat , jika Ia kembali ke kamar sekarang bisa jadi akan bertengkar lagi dengan Risa .
“ Boleh , “
__ADS_1
“ Di teras luar kamarku viewnya bagus . “ Ucap Franda lalu berjalan mendahului Aydin dengan senyum yang sulit diartikan .
Aydin mengikuti langkah kaki Franda menuju kamar yang ditempati Franda dan adiknya Ayana .
“ Ayana kemana ? “ tanya Aydin saat sadar jika mereka hanya berdua di kamar .
“ Bukankah kau yang meminta dia menjaga Dafha , “
“ Oh , tapi Risa sudah kembali ke kamar kenapa dia belum kembali ? “ tanya Aydin .
“ Biarkanlah dia di sana , Risa juga pasti butuh seseorang untuk bercerita . “ Usul Franda sambil membuat kopi untuk mereka berdua , tak lupa Ia mencampurkan serbuk putih kedalam kopi milik Aydin .
Aydin sudah lebih dulu ke teras kamar Franda , memang benar sungguh indah pemandangannya .
Walau hanya bisa melihat pantulan cahaya bulan di perairan tapi sudah membuat Aydin takjub .
Pemandangan seperti ini tidak setiap hari Ia dapatkan .
“ Ini kopinya , “ Franda memberi secangir kopi panas yang segera di seruput Aydin .
“ Gimana ? rasanya ? “ tanya Franda .
“ Hemm…. , rasanya pahit ada manis-manisnya , ya mirip rasa kopi, “ jawabnya bercanda .
“ Jadi gimana dengan Risa ? memang kalian benar berhubungan ? “ tanya Franda .
“ Bertahan dari ? “
“ Bertahan dengan aku yang juga masih menyimpan perasaan pada Rani . Aku tidak bisa semudah itu melepaskan perasaan ini . Apalagi aku terikat janji untuk setia padanya . “ Jelas Aydin .
Walaupun ragu tapi dia akhirnya bercerita pada Franda . Dia butuh orang lain yang bisa memihaknya , Ia tahu Franda akan seperti itu .
“ Apa Risa tidak bersedia ? “
“ Dia sudah mencoba dan mungkin sudah Lelah . “ Aydin mengangkat bahunya tanda Ia juga tak pasti .
“ Bagaimana denganmu ? “
“ Aku ? Aku tidak akan melepasnya semudah itu . “ Jawab Aydin .
Franda terdiam , keraguan yang awalnya sempat terlintas di benaknya untuk melanjutkan rencana liciknya seketika sirna saat mendengar pengakuan Aydin barusan .
“ Jika kau tidak bisa semudah itu melepas Risa, maka aku yang akan membuat dia lepas darimu . Aku yang akan mengikatmu , walau harus dengan cara murahan seperti ini , “ batin Franda .
Franda memutuskan untuk diam , Ia memilih menatap Aydin yang perlahan-lahan mulai merasakan efek dari obat tidur yang Ia berikan .
Hingga 15 menit setelahnya Aydin benar-benar tertidur .
Franda menyeringai , “ cinta benar-benar gila , aku sampai harus berbuat selicik ini hanya untuk mendapatkanmu . “ gumamnya .
__ADS_1
¤¤¤¤¤¤
Tanpa mereka sadari , di luar kamar Steve terus menatap pintu kamar yang ditutup sejak tadi oleh Franda , bahkan setelah 3 jam berlalu mereka tidak keluar kamar .
Steve melihat salah satu wanita yang seharusnya di kamar itu terpaksa harus mengungsi di kamar lain .
Sesekali Steve melihat ke kamar yang harusnya pria itu tempati bersama Risa yang katanya kekasihnya dan juga putranya .
“ Sedikit pertunjukan drama di pagi hari sepertinya akan menyenangkan , “ batin Steve .
¤¤¤¤¤¤
Pagipun menjelang , Steve bertanya pada penjaga homestay mengenai kamar yang Ia awasi semalam dan menurut penjaga tidak ada yang keluar atau masuk ke dalam kamar .
Setelah menapaki 320 anak tangga untuk sampai ke puncak pianemo , Steve memilih turun lebih dulu . Saat tiba kembali di homestay , Ia segera meminjam kunci cadangan lalu perlahan membuka pintu . Berbagai macam alibi sudah Ia siapkan jika ini tidak berjalan sesuai rencananya .
Namun sepertinya dewi fortuna juga sedang berkunjung ke raja ampat , Steve melihat pemandangan yang sudah pasti akan menggemparkan .
Perlahan Ia keluar , membiarkan celah pada pintu berharap rombongan sampai di home stay lebih cepat sebelum salah satu dari mereka terbangun .
**Flash back OFF**
Alhasil Risa lah yang tiba terakhir di homestay .
Ayana melihat celah di pintu kamarnya , segera Ia berlari masuk berdoa semoga yang Ia duga tidak terjadi , dan nyatanya ….
“ Arrrgggghhhhhhh , Abang ! “ teriaknya .
Papa Dimas yang juga baru tiba segera menyusul putrinya .
Wajah Papa Dimas memerah . Napas yang sudah memburu karena setelah dari
puncak pienemo , kini rasanya semakin memburu dua kali .
Keributan yang Ayana timbulkan menarik perhatian Mama Indira juga Chandra .
Tak terkecuali Risa yang menggendong Dafha , juga ikut masuk ke dalam kamar.
Namun rasanya takdir masih tak ingin berhenti mempermainkan hati , disaat semalaman Risa menahan kantuk dan Lelah menanti seorang pria . Dan sungguh apa yang dilihatnya kali ini rasanya seperti menjatuhkan Risa dari atas puncak pieynemo tadi .
Tiba-tiba saja kakinya terasa bergetar , Ia merapat ke dinding menjaga agar tak terjatuh mengingat Dafha masih dalam gendongannya .
“ Aydin , apa yang kalian lakukan ? “ Suara Papa Dimas menggelegar , bahkan Risa sampai harus menutup mata dan telinga Dafha agar tidak melihat perbuatan pria yang Ia panggil Daddy .
“ Untuk pertama kali ku katakana aku menyesal telah mengikuti rencanamu , Rani . “ batin Risa .
Bisakah kini bumi menelannya saja ? Atau biarkan waktu berhenti sejenak agar Risa bisa pergi dari tempat ini ?
.
.
.
"Maafkan dirimu atas kebutaan yang menempatkanmu di jalan orang-orang yang mengkhianatimu. Terkadang, hati yang baik tidak melihat yang buruk."
.
.
.
To be continue
Sebelum lanjut lagi , jangan lupa :
- Like 👍 di akhir part
- Komentar 📝 ketik komentar apa aja ( No bullying No SARA )
- Favorite ❤ biar dapat update terus karya aku,
- Gift🎁 berbagi gift biar makin banyak rejeki
- Vote 🎟 Vote biar othor
Nihhh , sekalian othor mau ngasih tau salah satu karya favorit yang bagus banget untuk kalian baca .... cekidotttt... langsung mampir yah kesayangan 😁
__ADS_1