
Risa baru saja kembali ke apartemen saat birunya langit perlahan digantikan dengan keindahan yang dapat mengajarkan kita banyak hal .
Betapa beruntungnya seseorang jika Ia layaknya senja. Senja akan datang pada waktu tertentu , menyapa , menyadarkan orang lain jika Tuhan telah menciptakan banyak hal indah .
Bahkan kepergian senja , walaupun terkadang tanpa aba-aba tapi tetap membuat kerinduan .
Sungguh beruntung jika Risa bisa menjadi senja sesekali , merasakan bagaimana dinanti walaupun sudah tau jika sesuatu yang memesona akan datang dan hilang pada waktunya .
Namun sayang , dirinya bukanlah dan tak akan pernah menjadi senja .
Kehadirannya sebagai Briza Elzavira yang hanya diberi kesempatan selama 8 tahun , hanya mampu membuat sedikit kenangan indah , jumlah yang bahkan tidak bisa dibandingkan dengan seujung kuku keindahan cahaya langit berwarna jingga itu.
Kini dalam 10 tahun terakhir hidupnya sebagai Kim Risa , Ia kembali bertanya pada dirinya tentang hal itu, kenangan apa yang telah Ia torehkan hingga nanti saatnya tiba untuk menghilang, seseorang akan tetap mengingatnya bahkan mungkin akan menantinya , mungkin .
Risa kini berdiri ditempat yang sama dengan tempat Aydin pernah berdiri saat dikamarya , saat pria itu sedang mengagumi hasil kerja kerasnya berupa gedung tinggi menjulang tempat beratus-ratus orang menggantungkan hidupnya .
Sepertinya perasaan rindu Risa pada Aydin sama ketika kita harus rela melepas senja. Menyesali waktu yang teramat singkat namun penuh dengan kenangan .
Risa mengambil koper yang berukuran sedang dari walk-in closet , menimbang nimbang berapa banyak baju yang harus Ia bawa . “ Apa aku perlu bawa bikini ? Apa akan ada acara berjemur ? “cicitnya .
“ Tidak perlu .”
Jawaban itu Risa peroleh dari Esme yang tengah berdiri bersedekap di dada menatapnya dengan tatapan mengiba .
”Sudah ku peringatkan untuk berhati-hati , jangan sampai kau mencintai pria itu lebih dulu .” Ujar Esme.
“ Sekarang terserah padamu , jika ingin tetap pergi , silahkan ."
" Tapi aku tidak akan pergi bersamamu Risa . "
Risa berbalik, pada Esme, menatap dengan tatapan memohon ala Kim Risa yang sudah 10 tahun Ia lakukan dan selalu sukses meluluhkan hati kedua kakak angkatnya .
“ Kali ini tidak adik kecil , kau harus menyelesaikannya sendiri .” Ujar Esme.
Esme beranjak keluar dari kamar Risa , walaupun perasaannya tidak tenang membiarkan Risa pergi begitu jauh sendiri tapi ini sudah menjadi keputusannya Bersama Amora , saudara kembarnya .
“ Risa, Amora sudah memutuskan kita akan tetap menyelesaikan project dengan Stars Academy yang tersisa 3 bulan lagi . Setelah itu , mengenai Ferdinand kau harus setuju untuk membiarkan *A*ppa yang membereskan semuanya .
Risa menghembuskan napasnya kasar, “ Sepuluh tahun aku terus menolak Appa untuk membantuku , mungkin sekarang adalah waktunya .”
Rombongan keluarga Dimas Syauqi terlihat sudah siap untuk perjalanan liburan mereka . Kali ini mereka memutuskan menggunakan perusahaan penyedia jasa tour .
Pemandu tour yang biasa dan disebut *Tour Guide* memperkenalkan dirinya , “ Hai, saya Steve dan ini dua rekan saya Annisa dan Gerry . “
“ Kami bertiga yang akan memandu Bapak dan Ibu untuk menikmati perjalanan yang pastinya akan menjadi kenangan indah ,” tutur pria yang lumayan tampan dengan tubuh atletis bernama Steve .
__ADS_1
“ Maaf , saya terlambat . “ Ujarnya lembut dan penuh penyesalan .
Kehadiran Risa menarik perhatian pihak travel , ternyata apa yang dikatakan jika model asal Korea yang wajahnya akhir-akhir ini wara wiri di dunia pertelivisian dan dunia maya di Indonesia akan ikut serta dalan tour kali ini .
“ Tidak Nons , kami juga baru akan masuk , “ hanya Steve yang terdengar menjawab pertanyaan Risa.
“ Perkenalkan, Saya Steve . Tour guide Anda selama 3 hari dan 2 malam kedepan. “ Ucap pria itu dengan percaya diri .
Beruntung sekali karena pria itu tidak menyadari jika kini Ia tengah menjadi target santapan tatapan tajam seorang Aydin .
Belum sempat Aydin bersikap posesif pada Risa yang statusny mSih kekasihnya , Ia didahului putranya Dafha yang segera berlari kedalam pelukan Sang MaSha , Mama Risa .
“ Mama …. , “ serunya sambil berlari merentangkan tangannya kesamping.
“ Dafha …. , “ Risa menyambut pelukan Dafha , kemudian segera membawa anak itu kedalam gendongannya .
“ Good Boy , “ batin Aydin memuji kelakuan cerdik putranya .
“ Dafha biar aku aja yang gendong Yang , “ ucap Aydin .
Rasanya ada petasan yang meledak-ledak di dadanya saat Ia kembali bisa memanggil Risa dengan sebutan Sayang , walaupun Wanita itu enggan menanggapi . Dia lebih banyak menghabiskan waktu berdua dengan Dafha dan Ayana .
Penerbangan mereka dari Jakarta menuju Sorong harusnya pada pukul 1 dini hari , namun terjadi keterlambatan sehingga baru berangkat pukul 02.00 dini hari .
Beberapa saat setelah pesawat lepas landas dan lampu tanda kenakan sabuk pengaman telah di padamkan , Risa menaikkan sandaran tangan yang menjadi pemisah antara dirinya dan Dafha yang duduk ditengah . Perlahan Ia miringkan tubuh gempal Dafha agar tidur anak itu nyaman bersandar padanya .
“ Risa , terimakasih karena telah mau datang untuk Risa, ku pikit kamu tidak akan mau ikut .” Ucap Aydin .
“ Ini karena Yana dan Dafha ,” tegasnya .
“ Tidak peduli ini semua karena siapa , kita telah memulai hubungan ini Risa . Maka kita perlu bicara jika memang akan diakhiri . “ Cetus Aydin .
__ADS_1
“ Hemm , jadi itu alasan Dia ikut juga .” Ucapnya .
“ Siapa yang kamu maksud Dia ? Franda ? Jika kau berpikir aku yang mengajaknya kamu salah . Mama yang mengajaknya bukan aku .” Jelas Aydin.
“ Terserah , aku tidak peduli . Siapapun wanita iitu nanti, ku harap dia bisa benar-benar membawamu keluar dari bayang-bayang mantan istrimu,” ucap Risa.
Aydin mengusap wajahnya kasar. “ sungguh apa kamu benar-benar akan membahasnya sekarang ? “
Risa memalingkan wajahnya .
" Ku mohon Risa, aku mohon padamu biarkan kali ini menjadi liburan yang bsa menjadi kenangan yang indah “ Ku mohon di depan orang lain , jangan menunjukkan betapa benci padaku . “
Dari pembahasan singkatnya dengan Aydin baru saja , Risa sudah bisa melihat akhir dari hubungannya dengan Aydin .
Penerbangan dari Jakarta menuju Sorong selama 4 jam , Risa dan Aydin habiskan dengan lebih banyak diam .
Sibuk dengan pikiran masing-masing. Aydin sesekali menoleh pada Risa , melihat betapa menenangkannya wajah cantik dengan tatapan teduh yang membuat Aydin ingin merengkuhnya .
Salahkan Aydin yang ingin sekali lagi mencoba untuk meminta Risa mengijinkannya kembali bersikap egois ; menginginkan Risa berada di sisinya ; menemaninya menjalani sisa kehidupannya walaupun Risa tahu jika Ia bukanah satu-satunya wanita pemilik hati Aydin.
Berbeda dengan Aydin , Risa saat ini tengah memantapkan hatinya untuk tetap kuat melewati 3 hari 2 malam Bersama Aydin dan Dafha .
Bukankah Risa sangat ingin menjadi seperti Senja , kuat sendirian bertahan menanti langit biru memberi waktu dan tempat untuknya membawa keindahan , membiarkan jiwa merasakan nikmat batin pemberian sang pencipta . Bahkan setelah semua yang diberikannya senja masih harus rela mengalah padapergi langit malam yang ra berpamitan yang paling indah .mendorongnya bersama kerinduan dan dengan ca
.
.
.
.
“ Aku tak menginginkan hubungan ini berakhir, aku juga tak menginginkan hubungan ini dimulai. Tapi, inilah hidup, bahkan hari baik yang tak disangka-sangka tetap merasakan tenggelamnya matahari. “
.
.
__ADS_1
.
.to be continue