Menikah Karena Amanat

Menikah Karena Amanat
Bab 54. Layaknya Senja


__ADS_3

Risa baru saja kembali ke apartemen  saat birunya langit perlahan digantikan dengan keindahan yang dapat mengajarkan kita banyak hal .


Betapa beruntungnya seseorang jika Ia layaknya senja. Senja  akan datang pada waktu tertentu , menyapa , menyadarkan orang lain jika Tuhan telah menciptakan banyak hal indah .


Bahkan kepergian senja , walaupun terkadang tanpa aba-aba tapi tetap membuat kerinduan .


Sungguh beruntung jika Risa bisa menjadi senja sesekali , merasakan bagaimana dinanti walaupun sudah tau jika sesuatu yang memesona akan datang dan hilang pada waktunya .


Namun sayang , dirinya bukanlah dan tak akan pernah menjadi senja .


Kehadirannya sebagai Briza Elzavira yang hanya diberi kesempatan selama 8 tahun , hanya mampu membuat sedikit kenangan indah , jumlah yang bahkan tidak bisa dibandingkan dengan seujung kuku keindahan cahaya langit berwarna jingga itu.


Kini dalam 10 tahun terakhir hidupnya sebagai Kim Risa , Ia kembali bertanya pada dirinya tentang hal itu, kenangan apa yang telah Ia torehkan hingga nanti saatnya tiba untuk menghilang, seseorang akan tetap mengingatnya bahkan mungkin akan menantinya , mungkin .


Risa kini berdiri ditempat yang sama dengan tempat Aydin pernah berdiri saat dikamarya , saat pria itu sedang mengagumi hasil kerja kerasnya berupa gedung tinggi menjulang tempat beratus-ratus orang menggantungkan hidupnya .


Sepertinya perasaan rindu Risa pada Aydin sama ketika kita harus rela melepas senja. Menyesali waktu yang teramat singkat namun penuh dengan kenangan .


Risa mengambil koper yang berukuran sedang dari walk-in closet , menimbang  nimbang berapa banyak baju yang harus Ia bawa . “ Apa aku perlu bawa bikini ? Apa akan ada acara berjemur ? “cicitnya .


“ Tidak perlu .”


Jawaban itu  Risa peroleh  dari Esme yang tengah berdiri bersedekap di dada menatapnya dengan tatapan mengiba .


”Sudah ku peringatkan untuk berhati-hati , jangan sampai kau mencintai pria itu lebih dulu .” Ujar Esme.


“ Sekarang terserah padamu , jika ingin tetap pergi , silahkan ."


" Tapi aku tidak akan pergi bersamamu Risa . "


Risa berbalik, pada Esme, menatap dengan tatapan memohon ala Kim Risa yang sudah 10 tahun Ia lakukan dan selalu sukses meluluhkan hati kedua kakak angkatnya .


“ Kali ini tidak adik kecil , kau harus menyelesaikannya sendiri .” Ujar Esme.


Esme beranjak keluar dari kamar Risa , walaupun perasaannya tidak tenang membiarkan Risa pergi begitu jauh sendiri tapi ini sudah menjadi keputusannya Bersama Amora , saudara kembarnya .


“ Risa, Amora sudah memutuskan kita akan tetap menyelesaikan project dengan Stars Academy yang tersisa 3 bulan lagi . Setelah itu , mengenai Ferdinand kau harus setuju untuk membiarkan *A*ppa yang membereskan semuanya .


Risa menghembuskan napasnya kasar, “ Sepuluh tahun aku terus menolak Appa untuk membantuku , mungkin sekarang adalah waktunya .”




Rombongan keluarga Dimas Syauqi terlihat sudah siap untuk perjalanan liburan mereka . Kali ini mereka memutuskan menggunakan perusahaan penyedia jasa tour .  



Pemandu tour yang biasa dan disebut *Tour Guide* memperkenalkan dirinya , “ Hai, saya Steve dan ini dua rekan saya Annisa dan Gerry . “


“ Kami bertiga yang akan memandu Bapak dan Ibu untuk menikmati perjalanan  yang pastinya akan menjadi kenangan indah ,” tutur pria yang lumayan tampan dengan tubuh atletis bernama Steve .


__ADS_1


“ Maaf , saya terlambat . “ Ujarnya lembut dan penuh penyesalan .



Kehadiran Risa menarik perhatian pihak travel , ternyata apa yang dikatakan jika model asal Korea yang wajahnya akhir-akhir ini wara wiri di dunia pertelivisian dan dunia maya di Indonesia akan ikut serta dalan tour kali ini .



“ Tidak Nons , kami juga baru akan masuk , “ hanya Steve yang terdengar menjawab pertanyaan Risa.



“ Perkenalkan, Saya Steve . Tour guide Anda selama 3 hari dan 2 malam kedepan. “ Ucap pria itu dengan percaya diri .



Beruntung sekali karena pria itu tidak menyadari jika kini Ia tengah menjadi target santapan tatapan tajam seorang Aydin .



Belum sempat Aydin bersikap posesif pada Risa yang statusny mSih kekasihnya , Ia didahului putranya Dafha yang segera berlari kedalam pelukan Sang MaSha , Mama Risa .


“ Mama …. , “ serunya sambil berlari merentangkan tangannya kesamping.


“ Dafha …. , “ Risa menyambut pelukan Dafha , kemudian segera membawa anak itu kedalam gendongannya .


“ Good Boy , “ batin Aydin memuji kelakuan cerdik putranya .




“ Dafha biar aku aja yang gendong Yang , “ ucap Aydin .



Rasanya ada petasan yang meledak-ledak di dadanya saat Ia kembali bisa memanggil Risa dengan sebutan Sayang , walaupun Wanita itu enggan menanggapi . Dia lebih banyak menghabiskan waktu berdua dengan Dafha dan Ayana .



Penerbangan mereka  dari Jakarta menuju Sorong harusnya pada pukul 1 dini hari , namun terjadi keterlambatan sehingga baru berangkat pukul 02.00 dini hari .



Beberapa saat setelah pesawat lepas landas dan lampu tanda kenakan  sabuk pengaman telah di padamkan , Risa menaikkan sandaran tangan yang menjadi pemisah antara dirinya dan Dafha yang duduk ditengah . Perlahan Ia miringkan tubuh gempal Dafha agar tidur anak itu nyaman bersandar padanya .


“ Risa , terimakasih karena telah mau datang untuk Risa, ku pikit kamu tidak akan mau ikut .” Ucap Aydin .


“ Ini karena Yana dan Dafha ,” tegasnya .


“ Tidak peduli ini semua karena siapa , kita telah memulai hubungan ini Risa . Maka kita perlu bicara jika memang akan diakhiri . “ Cetus Aydin .


__ADS_1


“ Hemm , jadi itu alasan Dia ikut juga .” Ucapnya .



“ Siapa yang kamu maksud Dia ? Franda ? Jika kau berpikir aku yang mengajaknya kamu salah . Mama yang mengajaknya bukan aku .” Jelas Aydin.



“ Terserah , aku tidak peduli . Siapapun wanita iitu nanti, ku harap dia bisa benar-benar membawamu keluar dari bayang-bayang mantan istrimu,” ucap Risa.



Aydin mengusap wajahnya kasar. “ sungguh apa kamu benar-benar akan membahasnya sekarang ? “


Risa memalingkan wajahnya .



" Ku mohon Risa, aku mohon padamu  biarkan kali ini menjadi liburan yang bsa menjadi kenangan yang indah  “ Ku mohon di depan orang lain , jangan menunjukkan betapa benci padaku . “


Dari pembahasan singkatnya dengan Aydin baru saja , Risa sudah bisa melihat akhir dari hubungannya dengan Aydin .


Penerbangan dari Jakarta menuju Sorong selama 4 jam , Risa dan Aydin habiskan dengan lebih banyak diam .



Sibuk dengan pikiran masing-masing. Aydin sesekali menoleh pada Risa , melihat betapa menenangkannya wajah cantik dengan tatapan teduh yang membuat Aydin ingin merengkuhnya .



Salahkan Aydin yang  ingin sekali lagi mencoba untuk meminta Risa mengijinkannya kembali bersikap egois  ; menginginkan Risa berada di sisinya ; menemaninya menjalani sisa kehidupannya walaupun  Risa tahu  jika Ia bukanah satu-satunya wanita pemilik hati Aydin.



Berbeda dengan Aydin , Risa saat ini tengah memantapkan hatinya untuk tetap kuat melewati  3 hari 2 malam Bersama Aydin dan Dafha .



Bukankah Risa sangat ingin menjadi seperti Senja , kuat sendirian bertahan menanti langit biru memberi waktu dan tempat  untuknya membawa  keindahan  , membiarkan jiwa merasakan nikmat batin pemberian sang pencipta . Bahkan setelah semua yang diberikannya senja masih harus  rela mengalah padapergi  langit malam yang ra berpamitan yang paling indah .mendorongnya bersama kerinduan dan dengan ca


.


.


.


.


“ Aku tak menginginkan hubungan ini berakhir, aku juga tak menginginkan hubungan ini dimulai. Tapi, inilah hidup, bahkan hari baik yang tak disangka-sangka tetap merasakan tenggelamnya matahari. “


.


.

__ADS_1


.


.to be continue


__ADS_2