Menikah Karena Amanat

Menikah Karena Amanat
Bab 13 . Bukan kembali tapi selamat datang


__ADS_3

"Hiks... hiks.. hiks... " Brisa kecil berlari masuk ke rumah sambil menangis .



Mbok Min terlihat kesulitan untuk mengejar Brisa kecil " Hati hati Non . " peringatnya .



" Ibu ... Ibu.... " Brisa kecil memanggil Ibunya sambil masih sesekali terisak .



" Eh.. anak Ibu sudah pulang sekolah . Tapi kenapa malah menangis ? " tanya Ibunya ramah.



" Bu ... bisa gak aku ganti nama saja . " tanya Brisa kecil sambil tersenyum .



" Kenapa mau diganti ? "



" Temen temenku bilang namaku aneh . Namaku jelek .... hiks ...hiks... hikss... " Brisa kecil kembali menangis .



Melihat putrinya menangis seperti itu , Ia lalu menggendong Brisa kecil dan mendudukkan dipangkuannya .



" Sayang , siapa bilang namamu aneh dan jelek ? " ucapan Ibu terdengar sangat lembut



" Mereka hanya belum tahu saja arti namamu . " lanjutnya .



" Apa artinya Bu ? "



" Brisa artinya Cinta , dan Elzavira  artinya peri cinta  . " Ibu tersenyum  .



" Ibu memberimu nama Brisa dengan harapan kamu akan mendapatkan cinta dari orang orang disekitarmu , lalu Ibu tambahkam Elzavira  agar kamu tidak hanya menerima saja tapi kamu juga bisa memberi balasan atas cinta yang kamu dapatkan . "  jelas Ibu .



" Kenapa keduanya harus soal cinta Bu ? " tanya Brisa kecil lagi .



" Karena cinta selalu memberi dan menerima .  Dan kenapa harus cinta ? Ehmmm ... karena cinta akan melengkapi kehidupanmu yang bahagia . "



Ibu kini menangkup wajah Brisa kecil , " tak apa jika sekarang kamu belum mengerti . Tapi saat dewasa nanti ingatlah apa yang Ibu ucapkan hari ini . "



" Ris... Ris.... Risa ... "


Amora masih berusah membangunkan Risa yang saat ini sepertinya sedang bermimpi .


Peluh sudah membasahi kening Risa .


Amora menepuk pelan kedua lengan Risa .


" Risa... Kim Risa .... ayo bangun ... "


" Brisa Elzavira .... kendalikan dirimu ..... "


Seketika  Risa membuka matanya lalu bangun dan memeluk Amora .


" Eonni.... hiks ... hiks... hiks.... " gumamnya .


" Gwaenchanha  ... gwaenchanha .... Risa ... itu hanya mimpi . " Amora menenangkan Risa yang masih terisak dalam pelukannya .


Beberapa menit setelahnya  , Risa  sudah lebih tenang  .


Amora melonggarkan pelukannya , menegakkan tubuh Risa .


" Kamu mimpi buruk ? " tanyanya lembut .

__ADS_1


Risa menggeleng .


" Aku mimpi bertemu Ibu ku . "  jawabnya .


" Lalu mengapa kamu menangis ? Harusnya kamu senang , diberi kesempatan untuk bertemu dengan beliau walau hanya dalam mimpi . " ujar Amora .


Risa menggeleng , lalu kembali terisak .


" Ku pikir , Ibu pasti kecewa padaku . Ibu selalu berharap aku menjadi orang yang penuh  cinta , tapi nyatanya aku tidak percaya cinta itu ada . "  ujarnya .


" Hei Kim Risa .... ku yakin dari semua orang di dunia ini hanya dirimu sendiri yang bilang jika kamu orang yang tak percaya cinta . "  ujar Amora .


" Ris , cinta dimiliki sama semua yang punya perasaan . Termasuk kamu , aku juga . "


Amora menjeda ucapannya .


" Kamu hanya perlu sembuh dari lukamu. Kamu hanya harus buka hatimu , percaya jika tidak semua pria akan menghianati cinta yang kamu berikan . "  lanjutnya .


Risa diam cukup lama . Jelas sekali dari raut wajahnya jika  kini wanita itu mencoba untuk menerima ucapan Amora .


Amora membantu Risa kembali berbaring , memastikan posisi selimut sudah menutupi tubuh Risa .


"  Sekarang tidurlah . Besok jadwalmu cukup padat karena banyak yang dimajukan .  "  ujar Amora .


Risa mengangguk  .


" Tidak perlu terlalu dipikirkan . Kamu yang mengajariku , baik jika kita memberi tanpa berharap imbalan . Jadi ku yakin kamu pasti berhasil dalam misi mu . "  ujar Amora lalu berdiri dan hendak keluar dari kamar Risa .


" Eonni  .... Gomawo ... " ujar Risa lalu mulai memejamkan matanya kembali .


" Ne ... jal jayo  ...... " balas Amora kemudian menutup pintu kamar Risa dari luar .



Hari berganti hari ...... Kim Risa bekerja lebih keras dari biasanya . Banyak jadwalnya  yang sengaja di majukan . Hal itu membuat jam istirahatnya semakin berkurang .



Dan sampailah kini di hari penghujung tahun .


Di saat sebagian besar orang menikmati hari ini bersama keluarga  mereka  , Risa dan Amora sedang berada di ruang CEO Agensi modelnya .  Baru saja mereka menyelesaikan sesi pers confrence mengenai rencana hiatusnya Risa . 



" Ris ... kamu yakin mau hiatus ? " CEO kembali meyakinkan Risa tentang keputusannya .



Risa menjawab dengan yakin .



" Apakah kamu akan kembali ? "  tanyanya lagi .



" Entahlah . Aku belum memikirkannya . " ujar Risa .



" Baiklah . Aku hargai keputusanmu . " ujar CEO .


" Agensi ini rumahmu , kita tumbuh bersama . Jadi kapanpun selama rumah ini masih berdiri pintu akan selalu terbuka untukmu . " Lanjutnya dengan mata yang berkaca -kaca  .



" Jangan seperti ini . Aku hiatus bukan berarti kita tidak akan bertemu lagi . Aku akan kembali untuk mengerjakan kontrak yang masih tertinggal .  Dan saat itu , kita akan bertemu lagi . " ujar Risa sambil memeluk CEO nya .



Salah satu wanita yang berjasa bagi Risa . Menerima dan percaya pada Risa saat banyak orang tak percaya padanya .



" Baik baiklah selama di negara orang . Jaga kesehatanmu . Gunakanlah waktumu sebaik mungkin untuk bersenang senang . " Ujar CEO membalas pelukan Risa .



" Hahahahaha ....  mungkin kamu lupa , tapi aku akan pulang ke negaraku . " ujar Cinta mengoreksi ucapan CEOnya .



Hari itu akhirnya tiba . Hari dimana Risa akan kembali menginjakkan kakinya di Bumi Pertiwi setelah 10 tahun Ia lari kini Ia kembali .


Para penumpang pesawat sudah diminta untuk menegakkan sandaran kursi juga mengencangkan sabuk pengaman karena sesaat lagi pesawat akan mendarat .


Risa harus melakukan perjalanannya kali ini seorang diri. Karena Amora masih harus mengurus beberapa penyelesaian kontrak yang akhirnya di batalkan . Juga  perusahaan penerbitan dan yayasan milik Risa , sehingga  Amora masih tetap tinggal untuk sementara waktu .

__ADS_1


Risa mendorong kopernya menuju exit door  setelah melewati semua proses pemeriksaan yang diperlukan .


Ia mengedarkan pandangannya , mencari seseorang yang wajahnya tak asing baginya .


Namun yang menarik perhatiannya adalah kertas yang tertulis ' Ms . RISA KIM ' .


10 tahun lalu seorang gadis Brisia Elzavira lari dari negara ini seorang diri  .


Dan kini , seorang wanita Kim  Risa juga datang ke negara ini juga seorang diri .


" Selamat malam Ms Risa . " sapa wanita dengan wajah yang sangat familiar .


" Selamat malam Esme ... dan berhentilah  bercanda . " ujar Risa lalu memeluk wanita itu .


Dia adalah Esme . Saudara kembar Amora .  Jika dulu Amora memilih menetap di korea saat ayahnya ditugaskan kembali ke Indonesia , Esme memilih untuk menyusul  orang tuanya .


Amora dan Esme merupakan kembar identik . Tapi memiliki sikap dan karakter yang bertolak belakang . Jika Amora bersikap feminim , Esme lebih bersikap tomboy .


Jadi selama Risa  di Indonesia , Esme lah yang akan menggantikan Amora . Bukan karena Esme butuh pekerjaan atau kekurangan . Tapi karena Amora dan Esme sudah menganggap Risa adik yang akan mereka jaga .


Risa akan aman bersama Esme . Karena Esme dulu sempat bergabung dalam pasukan khusus di korea . Walaupun kali ini Risa datang sebagai Kim Risa , tapi mereka tetap harus berjaga jaga . Andai saja ayah Risa mengenali dirinya dan kembali ingin mencelakainya .




Risa sudah berada di dalam mobil yang dikemudikan Esme .



" Bagaimana penerbanganmu ? " tanya Esme .



" Lumayan . " Risa menjawab singkat .


" Bagaimana kabar Amora ? "



" Baik . Tapi aku tak yakin akan tetap baik saat dia melihat kamu memotong pendek rambutmu . " ujar Risa diikuti tawanya .



Raut wajahnya tak bisa berbohong . Esme juga sudah cukup lama mengenalnya saat masih di Korea .  Esme yakin jika saat ini Risa sedang gugup dan takut .



" Ris , semua akan baik baik saja . Aku akan menjagamu , jangan hawatir . " ujar Esme .



Risa tersenyum . " Aku percaya padamu . "



Setelah itu suasana mobil hening .



Risa mengatur sandaran kursinya sedikit berbaring . Setelah di rasa pas ,  Risa mulai memejamkan matanya .



" Selamat datang Kim Risa . " batinnya sebelum Ia mulai terlelap .


.


.


.


.


.


" *Momen paling menakutkan selalu sebelum Anda mulai. Setelah itu, segalanya menjadi lebih baik." - Stephen King*


.


.


.


.


.

__ADS_1


To be continue


__ADS_2