
"Hiks... hiks.. hiks... " Brisa kecil berlari masuk ke rumah sambil menangis .
Mbok Min terlihat kesulitan untuk mengejar Brisa kecil " Hati hati Non . " peringatnya .
" Ibu ... Ibu.... " Brisa kecil memanggil Ibunya sambil masih sesekali terisak .
" Eh.. anak Ibu sudah pulang sekolah . Tapi kenapa malah menangis ? " tanya Ibunya ramah.
" Bu ... bisa gak aku ganti nama saja . " tanya Brisa kecil sambil tersenyum .
" Kenapa mau diganti ? "
" Temen temenku bilang namaku aneh . Namaku jelek .... hiks ...hiks... hikss... " Brisa kecil kembali menangis .
Melihat putrinya menangis seperti itu , Ia lalu menggendong Brisa kecil dan mendudukkan dipangkuannya .
" Sayang , siapa bilang namamu aneh dan jelek ? " ucapan Ibu terdengar sangat lembut
" Mereka hanya belum tahu saja arti namamu . " lanjutnya .
" Apa artinya Bu ? "
" Brisa artinya Cinta , dan Elzavira artinya peri cinta . " Ibu tersenyum .
" Ibu memberimu nama Brisa dengan harapan kamu akan mendapatkan cinta dari orang orang disekitarmu , lalu Ibu tambahkam Elzavira agar kamu tidak hanya menerima saja tapi kamu juga bisa memberi balasan atas cinta yang kamu dapatkan . " jelas Ibu .
" Kenapa keduanya harus soal cinta Bu ? " tanya Brisa kecil lagi .
" Karena cinta selalu memberi dan menerima . Dan kenapa harus cinta ? Ehmmm ... karena cinta akan melengkapi kehidupanmu yang bahagia . "
Ibu kini menangkup wajah Brisa kecil , " tak apa jika sekarang kamu belum mengerti . Tapi saat dewasa nanti ingatlah apa yang Ibu ucapkan hari ini . "
" Ris... Ris.... Risa ... "
Amora masih berusah membangunkan Risa yang saat ini sepertinya sedang bermimpi .
Peluh sudah membasahi kening Risa .
Amora menepuk pelan kedua lengan Risa .
" Risa... Kim Risa .... ayo bangun ... "
" Brisa Elzavira .... kendalikan dirimu ..... "
Seketika Risa membuka matanya lalu bangun dan memeluk Amora .
" Eonni.... hiks ... hiks... hiks.... " gumamnya .
" Gwaenchanha ... gwaenchanha .... Risa ... itu hanya mimpi . " Amora menenangkan Risa yang masih terisak dalam pelukannya .
Beberapa menit setelahnya , Risa sudah lebih tenang .
Amora melonggarkan pelukannya , menegakkan tubuh Risa .
" Kamu mimpi buruk ? " tanyanya lembut .
__ADS_1
Risa menggeleng .
" Aku mimpi bertemu Ibu ku . " jawabnya .
" Lalu mengapa kamu menangis ? Harusnya kamu senang , diberi kesempatan untuk bertemu dengan beliau walau hanya dalam mimpi . " ujar Amora .
Risa menggeleng , lalu kembali terisak .
" Ku pikir , Ibu pasti kecewa padaku . Ibu selalu berharap aku menjadi orang yang penuh cinta , tapi nyatanya aku tidak percaya cinta itu ada . " ujarnya .
" Hei Kim Risa .... ku yakin dari semua orang di dunia ini hanya dirimu sendiri yang bilang jika kamu orang yang tak percaya cinta . " ujar Amora .
" Ris , cinta dimiliki sama semua yang punya perasaan . Termasuk kamu , aku juga . "
Amora menjeda ucapannya .
" Kamu hanya perlu sembuh dari lukamu. Kamu hanya harus buka hatimu , percaya jika tidak semua pria akan menghianati cinta yang kamu berikan . " lanjutnya .
Risa diam cukup lama . Jelas sekali dari raut wajahnya jika kini wanita itu mencoba untuk menerima ucapan Amora .
Amora membantu Risa kembali berbaring , memastikan posisi selimut sudah menutupi tubuh Risa .
" Sekarang tidurlah . Besok jadwalmu cukup padat karena banyak yang dimajukan . " ujar Amora .
Risa mengangguk .
" Tidak perlu terlalu dipikirkan . Kamu yang mengajariku , baik jika kita memberi tanpa berharap imbalan . Jadi ku yakin kamu pasti berhasil dalam misi mu . " ujar Amora lalu berdiri dan hendak keluar dari kamar Risa .
" Eonni .... Gomawo ... " ujar Risa lalu mulai memejamkan matanya kembali .
" Ne ... jal jayo ...... " balas Amora kemudian menutup pintu kamar Risa dari luar .
Hari berganti hari ...... Kim Risa bekerja lebih keras dari biasanya . Banyak jadwalnya yang sengaja di majukan . Hal itu membuat jam istirahatnya semakin berkurang .
Dan sampailah kini di hari penghujung tahun .
Di saat sebagian besar orang menikmati hari ini bersama keluarga mereka , Risa dan Amora sedang berada di ruang CEO Agensi modelnya . Baru saja mereka menyelesaikan sesi pers confrence mengenai rencana hiatusnya Risa .
" Ris ... kamu yakin mau hiatus ? " CEO kembali meyakinkan Risa tentang keputusannya .
Risa menjawab dengan yakin .
" Apakah kamu akan kembali ? " tanyanya lagi .
" Entahlah . Aku belum memikirkannya . " ujar Risa .
" Baiklah . Aku hargai keputusanmu . " ujar CEO .
" Agensi ini rumahmu , kita tumbuh bersama . Jadi kapanpun selama rumah ini masih berdiri pintu akan selalu terbuka untukmu . " Lanjutnya dengan mata yang berkaca -kaca .
" Jangan seperti ini . Aku hiatus bukan berarti kita tidak akan bertemu lagi . Aku akan kembali untuk mengerjakan kontrak yang masih tertinggal . Dan saat itu , kita akan bertemu lagi . " ujar Risa sambil memeluk CEO nya .
Salah satu wanita yang berjasa bagi Risa . Menerima dan percaya pada Risa saat banyak orang tak percaya padanya .
" Baik baiklah selama di negara orang . Jaga kesehatanmu . Gunakanlah waktumu sebaik mungkin untuk bersenang senang . " Ujar CEO membalas pelukan Risa .
" Hahahahaha .... mungkin kamu lupa , tapi aku akan pulang ke negaraku . " ujar Cinta mengoreksi ucapan CEOnya .
Hari itu akhirnya tiba . Hari dimana Risa akan kembali menginjakkan kakinya di Bumi Pertiwi setelah 10 tahun Ia lari kini Ia kembali .
Para penumpang pesawat sudah diminta untuk menegakkan sandaran kursi juga mengencangkan sabuk pengaman karena sesaat lagi pesawat akan mendarat .
Risa harus melakukan perjalanannya kali ini seorang diri. Karena Amora masih harus mengurus beberapa penyelesaian kontrak yang akhirnya di batalkan . Juga perusahaan penerbitan dan yayasan milik Risa , sehingga Amora masih tetap tinggal untuk sementara waktu .
__ADS_1
Risa mendorong kopernya menuju exit door setelah melewati semua proses pemeriksaan yang diperlukan .
Ia mengedarkan pandangannya , mencari seseorang yang wajahnya tak asing baginya .
Namun yang menarik perhatiannya adalah kertas yang tertulis ' Ms . RISA KIM ' .
10 tahun lalu seorang gadis Brisia Elzavira lari dari negara ini seorang diri .
Dan kini , seorang wanita Kim Risa juga datang ke negara ini juga seorang diri .
" Selamat malam Ms Risa . " sapa wanita dengan wajah yang sangat familiar .
" Selamat malam Esme ... dan berhentilah bercanda . " ujar Risa lalu memeluk wanita itu .
Dia adalah Esme . Saudara kembar Amora . Jika dulu Amora memilih menetap di korea saat ayahnya ditugaskan kembali ke Indonesia , Esme memilih untuk menyusul orang tuanya .
Amora dan Esme merupakan kembar identik . Tapi memiliki sikap dan karakter yang bertolak belakang . Jika Amora bersikap feminim , Esme lebih bersikap tomboy .
Jadi selama Risa di Indonesia , Esme lah yang akan menggantikan Amora . Bukan karena Esme butuh pekerjaan atau kekurangan . Tapi karena Amora dan Esme sudah menganggap Risa adik yang akan mereka jaga .
Risa akan aman bersama Esme . Karena Esme dulu sempat bergabung dalam pasukan khusus di korea . Walaupun kali ini Risa datang sebagai Kim Risa , tapi mereka tetap harus berjaga jaga . Andai saja ayah Risa mengenali dirinya dan kembali ingin mencelakainya .
Risa sudah berada di dalam mobil yang dikemudikan Esme .
" Bagaimana penerbanganmu ? " tanya Esme .
" Lumayan . " Risa menjawab singkat .
" Bagaimana kabar Amora ? "
" Baik . Tapi aku tak yakin akan tetap baik saat dia melihat kamu memotong pendek rambutmu . " ujar Risa diikuti tawanya .
Raut wajahnya tak bisa berbohong . Esme juga sudah cukup lama mengenalnya saat masih di Korea . Esme yakin jika saat ini Risa sedang gugup dan takut .
" Ris , semua akan baik baik saja . Aku akan menjagamu , jangan hawatir . " ujar Esme .
Risa tersenyum . " Aku percaya padamu . "
Setelah itu suasana mobil hening .
Risa mengatur sandaran kursinya sedikit berbaring . Setelah di rasa pas , Risa mulai memejamkan matanya .
" Selamat datang Kim Risa . " batinnya sebelum Ia mulai terlelap .
.
.
.
.
.
" *Momen paling menakutkan selalu sebelum Anda mulai. Setelah itu, segalanya menjadi lebih baik." - Stephen King*
.
.
.
.
.
__ADS_1
To be continue