
“Merenungi kisah kita, aku menghela napas panjang dan bertanya dalam hati mengapa kamu masih terus ada dipikiranku.”
“Mengapa cinta ini begitu dalam padamu, bahkan setelah aku kehilanganmu, hingga meski telah ku bunuh berkali-kali rasa rindu itu terus tumbuh.”
“Ingin sekali kuceritakan pada dirimu bagaimana aku membuat diriku tertawa setiap hari, tapi semuanya dimulai dan berakhir sama. Hariku dimulai dan berakhir hampa tanpamu.”
“Ingin sekali kuceritakan pada dirimu bagaimana sesaknya rindu ini, bagaimana sakitnya ketika kita sangat dekat, tapi tak tersentuh.”
“Kini kusadari, tak peduli apapun alasan yang kubuat, tidak memilikimu membuat hidupku jadi buruk.”
-Aydin Dzauky
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Sementara seorang pria berharap tidak ada satu orangpun yang menyadari kehadirannya.
Disaat Ia merasa jika rencananya berjalan dengan lancar, tanpa Ia sadari ada seseorang yang telah lama menyadari kehadirannya.
“Permisi Nak,” sapa wanita itu.
“Iya Bu,” balasnya gugup.
“Apa kamu memiliki waktu? Bisakah kita bicara sebentar ?”
“Tak perlu ragu, hanya kita berdua saja. Hanya ada sesuatu yang ingin ku pastian.” Lanjutnya meyakinkan.
Sang pria masih bungkam.
“Aku akan merahasiakan jika kamu mengawasinya hari ini, dan juga hari-hari kemarin. Bagaimana?”
♡♡♡♡♡♡
Di sebuah cafe yang pengunjungnya sebagian besar adalah muda dan mudi, seorang pria dewasa kini sedang duduk di hadapan seorang wanita paruh baya.
Setelah memesan minuman dan juga kudapan, wanita paruh baya itu mulai memperkenalkan dirinya.
“Maaf jika aku memaksamu untuk ikut denganku.” Ucapnya mengawali obrolan.
“Kenalkan aku Martha, saya Ibu dari seseorang yang kamu awasi satu bulan terakhir." Lanjutnya.
Aydin tersenyum canggung, Ia bagai seorang kriminal yang tertangkap tangan.
“Perkenalkan Nyonya, nama saya Aydin Dzauky.” Ucap pria itu memperkenalkan diri.
Sungguh dirinya gugup, kini Ia berhapadan langsung dengan Ibu dari wanita yang Ia rindukan.
“Kamu mengenal salah satu putriku?” tanya Martha.
“Apa Amora? Esme? Atau mungkin Risa?” lanjutnya.
“Hemmm, sebenarnya saya adalah mantan kekasih dari Risa.” Ungkapnya.
Mata Martha membola, “Anak itu yah, bahkan sampai sudah jadi mantan dia tidak cerita padaku. “ Lirihnya.
"Anak nakal itu tidak pernah bercerita jika dia memiliki kekasih di Indonesia." Gerutunya.
"Apakah kau alasan Ia memilih meninggalkan korea?" selidiknya.
Aydin menggeleng.
"Sepertinya bukan Nyonya. Saya dan Risa baru bertemu beberapa bulan lalu. Adik saya adalah seorang model yang menjadi murid Risa."
“Aku beberapa kali melihatmu di rumah sakit, kantor polisi, dan sekarang di sini ternyata kita bertemu lagi.” Jelas Martha.
“Boleh ku tau alasan kau mengikuti putriku?” selidik Martha lagi.
“Aku, aku, aku hanya merindukannya.” Jawab Aydin jujur lalu menunduk .
__ADS_1
“Rindu? Apa kau masih mencintai putriku?” Tanya Martha.
Aydin bungkam , dan suasana seketika menjadi hening.
Seorang pelayan datang membawa pesanan mereka.
Aydin bingung haruskah Ia jujur mengenai perasaannya atau Ia harus berkilah lagi seperti yang selama ini Ia lakukan.
“Menjalin hubungan dengan Risa memang butuh perjuangan ekstra Aydin. Aku dan suamiku sudah pernah mengalaminya.” Ucap Martha.
“Kami bertemu dengan Risa remaja, Ia berusia 18 tahun kala itu.”
Martha menghela napas, mengingat sulitnya dulu Risa membuka hatinya.
“Kedua anak kembarku sangat menyayangi Risa. Amora dengan sikap tegas dan disiplinnya, Esme dengan sikap santainya mengikuti naluri remaja Risa.” Martha tertawa ketika mengingat-ingat masa itu.
“Saat Risa sudah membuka hatinya untuk kedua kakaknya, tapi tidak untuk kami orang tua angkatnya.”
“Keras kepala dan sulit percaya, itulah Kim Risa. Dua tahun kami hidup bersama, barulah Ia bisa membuka diri pada kami.” Jelas Martha.
“Selama 2 tahun tak pernah sekalipun kami berubah Aydin. Suamiku pernah berkata, menghadapi seseorang yang seperti Risa, walaupun akan sulit tapi kau hanya butuh Ia percaya padamu sekali. Dan kau akan memiliki dirinya.” Ucapnya.
“Maklumi Risa jika dia tidak banyak tau mengenai hubungan sepasang kekasih.” Lanjutnya.
“Jika kuminta dia berkencan buta, dia selalu menolak bahkan mengacaukannya.”
“Dia memiliki trauma dengan cinta dan penghianatan.” Jelas Martha.
“Bagiku Risa sempurna Nyonya. Maaf, tapi sejujurnya aku adalah seorang duda dan memiliki seorang putra. Semua keluargaku menyayangi Risa, terutama putraku. Hanya Risa, wanita yang bisa mengambil hati putraku setelah Ibunya tiada.” Ujar Aydin.
“Lalu, mengapa kalian putus?” tanya Martha.
“Aku pria yang masih terikat dengan masa lalu. Aku tak cukup baik untuk wanita sempurna sepertinya.” Lirih Aydin.
“Aydin, sejak pertama menyadari jika kau mengawasi kami aku tidak pernah mencurigaimu. Naluriku merasa kamu pria yang baik.” Ucap Martha
“Tapi tak apa, aku senang karena kamu memilih memberi kenyataan pada putriku , dari pada kau memaksa bersamanya namun masa lalu masih membayangimu.”
"Jika suatu saat kau memutuskan untuk mengejarnya kembali, pastikan kau benar sudah ikhlas dengan masa lalumu.” Peringatnya.
Sebelum pergi, Martha meninggalkan kartu nama, “Hubungi aku kapan-kapan."
Pandangan Aydin mengikuti langkah Martha hingga menghilang dibalik pintu cafe.
Aydin menghembuskan napasnya lega, “ Entah kapan aku berani untuk melepas masa laluku.”
Biarlah seperti ini untuk sekarang, cukup ku nikmati tawanya dari kejauhan.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Sementara di sebuah rumah sakit, Risa melangkah ragu menuju ke sebuah ruangan yang kini di jaga oleh 2 orang petugas dari kepolisian.
“Maaf, ada keperluan apa?” tanya salah satu petugas.
“Saya ingin bertemu pasien atas nama Anggun.” Jawab Risa.
“Apa hubungan anda dengan pasien?” Tanya petugas lagi.
“Saya, saudara pasien .” Jawabnya singkat. Untuk pertama kalinya Ia mengakui status hubungannya dengan Anggun.
Petugas meminta identitas Risa, melakukan beberapa pengecekan data sebelum akhirnya mengizinkan Risa untuk masuk.
Tangis Risa pecah ketika melihat Anggun dengan satu tangan terborgol ke tempat tidur, sementara yang satunya lagi sengaja di ikat.
Tubuhnya kurus, bagian bawah matanya hitam dengan bibir yang kering.
Tatapan matanya sayu, kosong, dan tanpa arah.
__ADS_1
Menurut perawat yang mendampingi Risa,
Inilah dampak dari ketergantungan obat yang dialami Anggun.
Ini adalah masa-masa terberat baginya.
Anggun beberapa kali berniat bunuh diri.
Sungguh Tuhan benar-benar menunjukkan kuasanya.
Hanya Ia yang mampu membolak-balikkan kehidupan seseorang.
Setelah membesuk Anggun Risa kembali menemui petugas.
Ia meminta penjelasan pada petugas bagaimana kronologis kejadian hingga saudara tirinya itu menjadi seperti ini.
¤¤¤¤¤《Flashback On》 ¤¤¤¤¤
*Keluarga, karir, masa depannya, kini sudah hancur.
Semua berawal ketika 5 tahun lalu keharmonisan keluarganya hancur, ternodai oleh penghianatan sang Ayah dengan seorang wanita muda yang tak lain adalah sekertarisnya*.
Bagai bercermin pada diri sendiri, Anggun pikir Ibunya akan berbesar hati menerima atau mungkin akan memilih berpisah dengan Ayahnya.
*Namun yang terjadi, Ibunya yang hatinya tertutup oleh amarah, mengikuti jejak sang Ayah dengan tujuan membalas perbuatan suaminya.
Menghabiskan setiap malam dengan pria bayaran yang jauh lebih muda darinya. Hingga akhirnya Ayah pergi meninggalkan rumah*.
*Terlahir sebagai anak tunggal kemudian dijadikan Anggun sebagai kutukan.
Tak ada tempat berbagi, hingga akhirnya Ia mulai terjerumus ke dalam lingkaran hitam obat-obat terlarang*.
*Malam ini adalah puncaknya, Anggun merasa tidak memiliki arti lagi didunia ini.
Setelah dinodai oleh ayah kandungnya, mengandung bayi yang entah siapa ayahnya, hingga kenyataan jika sebentar lagi Ia akan hidup miskin, membuat Anggun merasa berada pada dasar hidupnya*.
Dengan gelap mata Ia menelan semua pil yang selama ini menjadi temannya ketika Ia sedih, ketika Ia sendiri.
Tawanya menggema di kamarnya yang luas. Ia menatap ke sekeliling kamarnya.
“Bahkan di saat-saat terakhir hidupku hanya pil ini yang menemaniku.” Cicitnya di sela-sela menahan pusing di kepalanya.
“Selamat tinggal dunia yang kejam, ku harap aku tak akan pernah kembali lagi.” Batinnya sebelum rasa sakit mulai terasa mencekik lehernya dan rasa sesak menekan dadanya.
Tak berselang lama, pintu kamar Anggun diketuk.
Karena tak ada jawaban, sehingga pintu terpaksa di dobrak.
Indri, sang Ibu segera masuk, matanya membulat melihat kenyataan di hadapannya kini.
“ANGGUN.............. TIDAAAAAAKKKKKKKKKKK!”
Pekik Indri, menolak percaya kenyataan yang kini dilihatnya.
Tubuh putrinya tergeletak di lantai, dengan gaun tidur tipis berwarna hitam yang menjadi kesukaannya.
Dari mulutnya mengeluarkan busa. Tubuhnya masih sesekali menggelinjang pelan.
Di sekitarnya berserakan botol dan beberapa pil, juga foto keluarganya yang telah disobek menjadi potongan-potongan lebih kecil seolah menjelaskan bagaimana hal ini terjadi dan apa yang menjadi motif wanita muda ini nekat melakukan aksinya.
¤¤¤¤¤《Flashback Off》¤¤¤¤¤
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Sebab kita tak pernah tahu kejutan apa yang telah disiapkan Tuhan.
Ada kalanya berada di atas, ada kalanya berada di bawah.
__ADS_1
Apa yang dialami orang lain, bisa saja menimpa kita dalam sekejap.
♡♡♡♡♡ to be continue ♡♡♡♡♡