Menikah Karena Amanat

Menikah Karena Amanat
Bab 167. Kembali pulang


__ADS_3

Jika semua hal di dunia ini memiliki timbal baliknya, seperti putih dan hitam, gelap dan terang, benci dan cinta, pertemuan dan perpisahan, lalu jika pergi, apakah pulang juga akan berlaku sebagai timbal baliknya?


Seorang pria kini tengah duduk termenung di sebuah cafe yang berada di sekitar area pelabuhan Volendam, Belanda.


Padatnya aktivitas di sekitaran tak menjadi pengganggu bagi Aydin untuk kembali merenungi perjalanan kisah hidupnya.


Semua yang terjadi, ia akui sebagai kesalahannya. Karena kebodohannya yang kembali terulang, menyia-nyiakan wanita penghuni rumah yang ia bangun di hatinya.


Aydin, seorang duda yang dulu diselimuti oleh ambisi. Ambisi untuk meraih kesuksesan demi orang tersayang. Namun akhirnya ia ditunjukkan suatu fakta jika kesuksesan tak selamanya bisa menahan takdir untuk memisahkan dirinya dengan orang tersayang.


Rasa sesal pernah menjadi awan mendung yang menutupi cerahnya langit di kehidupan Aydin. Hanya keberadaan Dafha, putra satu-satunya yang bagai matahari yang membuat Aydin bertahan hidup dibawah kelamnya masa lalu.


Lalu seorang wanita datang. Wanita yang awalnya mengaku dirinya bernama Kim Risa.


Bagai rembulan ia menyinari sisi lain kehidupan Aydin. Berkali-kali Aydin mendorongnya menjauh, berkali-kali pula wanita itu bertahan untuk terus mendekat.


Tapi, sekali lagi … Aydin masih lah pria bodoh yang dengan mudahnya kembali dipermainkan oleh keadaan.


Begitu besarnya rasa sakit saat ia menyesali dirinya di masa lalu membuat Aydin membiarkan cintanya pergi.


Yah, Aydin membiarkan dia pergi. Dengan harapan jika semua yang ada didunia ini memiliki timbal balik, dan dia yang pergi suatu saat akan pulang.


Pergi lah kemana hatimu ingin, bawa langkah kakimu ke mana kamu mau, teruslah mengelilingi dunia ini, mendatangi tempat-tempat yang menyenangkan.


Aku masih rumah dengan pintu, yang tertutup rapat, tak bisa dibuka oleh bukan pemiliknya. Pemiliknya yang suatu saat kuyakini akan pulang.


Pulang kembali.


💕💕💕💕💕


Di tengah pikiran Aydin yang terus berperang dengan nuraninya, samar-sama indra pendengarnya menangkap suara kursi roda.


Semakin lama, suara itu semakin jelas terdengar olehnya hingga refleks Aydin berbalik badan.


Dari tempatnya kini duduk, dia bisa melihat seorang wanita yang duduk diatas kursi roda perlahan-lahan mendekatinya.


Aydin tak bergeming, maksud hatinya ingin berlari menyambut Risa, wanita yang dalam keadaan apa pun selalu akan tampak cantik di mata Aydin.


Namun langkahnya terasa berat untuk menyambut Risa. Beberapa saat yang lalu, Aydin baru saja meratapi nasibnya membuat ia merasa sakit di hatinya.


Jadi, bayangan akan penolakan Risa masih terlalu berat untuk ia cerna dengan hati dan pikirannya hingga membuatnya ragu untuk melangkah.


Aydin yang masih terlena dalam lamunannya tak menyadari jika kini Risa ada di hadapannya.


"Ayy …." Panggilnya lembut.

__ADS_1


Panggilan sayang yang tercipta hanya untuk Aydin dari Risa, sebab tak akan pernah sama jika diucapkan oleh orang lain.


Suara Risa barusan yang memanggilnya, kini menari-nari di benak Aydin.


"Ayy …" panggilnya sekali lagi. Namun kali ini Risa mulai memberanikan diri untuk menggenggam salah satu tangan Aydin.


Kesadaran Aydin akhirnya kembali. Sentuhan lembut Risa di tangannya menyadarkan pria itu jika semua ini nyata.


Risa, wanita itu kembali.


Tepatnya, Aydin harus bertanya apakah ia akan kembali?


"Yank … " balas Aydin memanggil wanitanya tak kalah lembut.


"Kapan kita akan pulang?" Tanya Risa.


Tolong sadarkan Aydin!


Sadarkan pria itu yang kini telah kembali mematung.


Sadarkan pria itu jika hal ini benar-benar nyata.


Sadarkan dia jika tak baik membuat wanitamu menunggu terlalu lama.


Dalam keterpakuannya, ada buliran air mata yang berlinang membasahi pipinya namun tak disadari oleh pria itu.


Aydin yang semula duduk di kursi kini sudah berdiri dengan bertumpu pada kedua lututnya tepat di hadapan Risa.


Bisa ia rasakan salah satu tangan lembut Risa menghapus jejak air mata di pipinya. Lalu disusul tangan lainnya yang kini menangkup wajahnya.


Kedua netra mereka bertemu, pancaran cinta yang teramat besar bisa mereka lihat di sana.


"Ada apa kenapa kamu menangis?" Tanya Risa sekali lagi.


Aydin menggeleng meski wajahnya masih ditangkap oleh kedua tangan Risa.


"Entahlah, tiba-iba saja dadaku terasa sesak. Lalu aku sedikit sulit bernapas, mungkin itu penyebabnya."


"Apa sekarang kamu tak ingin, jika aku ikut pulang bersamamu?" Tanya Risa.


"Bukan begitu Yank, aku terlalu bahagia, tak menyangka jika ini nyat-" ucapan Aydin terjeda.


"Tapi ini benar-benar nyata, kan?" Sambungnya.


Risa tergelak, berapa lama ia telah pergi hingga ia sempat lupa jika prianya memang kadang bertingkah konyol.

__ADS_1


Cup.


"Kita buktikan apakah satu kecupan cukup untuk menyadarkanmu jika ini nyata," tantang Risa.


Lagi-lagi Aydin dibuat takjub, ia pun menggeleng.


Risa lalu memberinya kecupan lagi. Kali ini wanita itu mengecup sang pria dua kali.


Cup.


Cup.


Namun Aydin terus menggeleng. Risa memutar matanya, namun dia terus menambahkan jumlah kecupannya.


Tiga kali, lalu terus meningkat sebab Aydin terus menggeleng meski seluruh wajahnya sudah mendapat kecupan dari Risa.


Keromantisan sejoli ini sukses membuat pengunjung cafe yang lain dan orang-orang yang lewat merasa iri.


"Ik wil snel naar huis." Yang berarti, "Aku ingin segera pulang," ujar seorang pedagang yang tak jauh dari mereka.


"Ik mis mijn vrouw." Yang berarti, "Aku merindukanmu istriku," sahut seorang pria yang duduk tak jauh dari meja keduanya.


Di saat orang-orang sekitar dibuat terbawa perasaan, mereka seperti sedang menonton potongan adegan romantis sebuah film Hollywood.


Sementara dua sejoli yang menjadi pemeran film tersebut tak menyadari atau mungkin tak peduli dengan keadaan sekitarnya.


Apa lagi Aydin masih saja menggeleng, akhirnya Risa mengambil langkah akhir. Kini ia mengecup bibir Aydin dengan lembut dan lama. Tak ada yang bergerak untuk memulai lebih dulu. Hingga tangan Risa yang awalnya menangkup kedua pipi Aydin, kini sudah berpindah untuk memeluk leher prianya.


Akhirnya pertarungan bibir itu terjadi. Yang awalnya lembut kini menjadi sedikit kasar dan menuntut. Yang awalnya hanya sebuah kecupan kini berubah menjadi ciuman mesra. Yang awalnya hanya sedetik, kini menjadi beberapa detik bahkan menit.


"Menikahlah denganku sayang, baru lah aku akan percaya jika ini nyata. Sebab jika ini hanya mimpi, maka aku akan memilih untuk tetap di sini … bersamamu." Ungkap Aydin.


Ungkapan hati Aydin sukses membuat air mata membanjiri kedua netra indah milik Risa.


Risa lalu mengangguk. Ia biarkan saja air mata itu tumpah dan membasahi pipinya.


"Baiklah Ayy, ayo menikah. Kebahagiaan ini terlalu indah jika kita hanya merasakannya di dalam mimpi."


Keduanya kembali berpelukan.


Setelah sama-sama mengikhlaskan masa lalu, kini keduanya sudah memutuskan untuk kembali bersama.


Bersama-sama kembali ke kenyataan jika cinta mereka begitu kuat dan sulit untuk dipisahkan.


Bukankah dulu mereka pernah berjanji untuk saling menjadi rumah untuk menjadi tempat mereka pulang.

__ADS_1


Namun kini, keduanya berjanji untuk kembali membangun satu rumah saja, tempat mereka akan selalu pulang di satu tempat yang sama.


💕💕 To be continued 💕💕


__ADS_2