
" Bisakah penerbangan ini diperpanjang ? Atau bisakah Aydin menghentikan waktu ? Atau apakah bisa Ia membawa pesawat ini ketempat lain hanya untuk berdua dengannya ? " batin Aydin kini meracau tak jelas saat melihat Risa yang tertidur dengan lelapnya .
Pandangannya Ia arahkan ke jendela , mencari gumpalan awal yang tak terlihat karena pekatnya malam .
Seketika wajah Rani yang menahan sakit , dan air matanya berlinang saat Aydin mengucapkan janji akan terus setia padanya terbayang dengan jelas menghancurkan impian Aydin yang baru berupa ide .
Aydin menghela napasnya , " aku telah berjanji dua kali , sekali pada saat aku menghalalkannya dan sekali saat aku mengikhlaskannya . " batinnya .
" Tapi bukankah saat ini aku sudah mengingkari janjiku dengan memiliki rasa ini pada wanita lain ? " batinku .
Sebuah nasihat teringat oleh Aydin ,“ Jika sedang mengalami kesulitan , maka berdoalah .”
“ Tapi apa yang harus aku pinta ? Menghilangkan perasaan yang sejatinya adalah pemberian darinya ? atau izin darinya karena untuk mengingkari sebuah janji ? “ Batinnya terus bertanya-tanya dengan pandangan yang tertuju pada wajah cantik Risa. Ia terlihat makin menggemaskan saat merasa tidurnya terusik .
Risa sendiri perlahan mengerjapkan matanya lalu membukanya perlahan .
Aydin sudah berusaha berpaling dari wajah cantik wanita itu , tapi rasanya rugi jika melewatkan moment indah ini .
Dengan canggung Risa memperbaiki posisi duduknya , hal pertama yang Ia lihat saat membuka mata adalah Aydin yang tengah memandanginya .
Namun sesungguhnya bukan itu yang menarik perhatian Risa . Yang aneh menurutnya karena mengapa Papa Dimas, Mama Indira , Chandra, bahkan Ayana menatap pada Aydin .
“ Ekkhheemm …. “ Risa berdeham .
“ Kok pada ngumpul di sini ? “ cicit Risa bertanya pada Aydin .
“ Kamu tidurnya lelap sekali , saingan sama Dafha “ jawabnya .
Sepertinya Aydin masih belum menyadari apa yang terjadi .
“ Risa tidurnya lelap , tapi kamu sedikit lagi gila . “ Celetuk Papa Dimas .
Aydin akhirnya tersadar jika kini dirinya menjadi pusat perhatian, “ Loh kenapa …. ? “
Belum selesai Aydin bertanya , Chandra menjawabnya lebih dulu , “ karena pesawat sudah landing beberapa menit yang lalu. Tapi Pak bos sepertinya masih terbang dalam khayalan . “
Aydin yang akhirnya malu dengan cepat mencari alasan , “ Saya mau gendong Dafha , siapa juga yang berkhayal, “ kilahnya .
Harusnya Aydin yang merasa malu setelah didapati menatap Risa seperti itu , tapi entah mengapa Risa juga merasa sangat malu . Rasanya canggung sekali setelah tadi ditatap oleh semua orang .
Kini Aydin dan rombongannya sudah berada di ruang tunggu Bandara Domine Eduard Osok -Sorong , menunggu mobil travel yang akan menjemput mereka .
Perjalanan ke Raja Ampat adalah kunjungan pertama bagi semuanya .
Dafha kini asik bermanja-manja dengan Risa , membuat Aydin menatapnya penuh harap . Berharap bisa juga seperti Dafha .
Aydin selalu menempeli Risa dengan alasan Dafha . Bagi yang melihat keduanya pasti merasa jika ketiganya keluarga yang sangat harmonis . Berbeda dengan Risa yang selalu menghindari Aydin . Aydin melihat Risa memakai krim ditangan hingga lengannya , lalu sebuah ide muncul .
“ Yang , itu sunblock yah ? “ tanya Aydin , namun Risa mengacuhkannya .
“ Risa …. , “ panggilnya . Barulah Risa akhirnya menjawab Aydin , “ Ya, kenapa ? “
__ADS_1
“ Tidak, bukan apa-apa . “ jawabnya ketus , Aydin sudah terlanjur kesal karena di acuhkan .
Sepuluh menit menunggu akhirnya Steve mengajak semua rombongan untuk menaiki sebuah mini bus pariwisata . Mini bus ini akan membawa mereka menuju dermaga Sorong untuk berangkat ke Waisai (Raja Ampat ) dengan kapal cepat express bahari.
Aydin sangat kesal karena Risa mendapatkan tempat duduk disamping Steve . Karena tadi saat mobil tiba , Risa yang naik paling akhir .
Setelah mengobrol , ternyata Steve dan Risa adalah teman sekelas saat di SMA . Itulah mengapa walau hanya sebentar keduanya menjadi sangat akrab .
Dan hal itu sukses membakar bara api cemburu dalam hati Aydin .
“ Risa .. “ tegurnya .
Risa berbalik pada Aydin yang duduk dikursi belakang .
“ Ya ? “ tanya Risa yang hanya sebuah Gerakan bibir saja tanpa suara .
“ Jangan asik tertawa, tapi perhatikan anakmu . “ Peringatnya . Bahkan penekanan di kata ‘Anakmu ‘ sangat jelas .
Risa hanya menggeleng tak mengerti apa maksud Aydin .
“ Sepertinya suamimu cemburu . “ Ucap Steve pelan .
“ Suami ? Cemburu ? “ Jangan bercanda ."
“ Bukan suami mu ? lalu anak yang tadi memanggimu Mama ? aku sungguh tak mengerti .” tanya Steve penasaran .
“ Tidak perlu berusaha untuk mengerti Steve , kadang tidak mengetahui apa-apa itu lebih baik ." Jawabnya .
Steve berdecak , “ ck..,ck.., kamu memang selalu misterius dari dulu Bri , itulah mengapa aku ragu untuk mendekatimu , “ ucapnya sebelum turun lebih dulu karena mobil sudah berhenti .
Raja Ampat adalah sebuah kabupaten dan merupakan bagian dari Propinsi Papua Barat.. Secara umum, Raja Ampat adalah kepulauan yang terdiri dari banyak sekali pulau karang dan tersebar luas di seluruh wilayahnya. Namun demikian, Raja Ampat memiliki 4 pulau utama yang paling besar, yaitu Pulau Waigeo, Pulau Batanta, Pulau Salawati, dan Pulau Misool. Empat pulau besar inilah yang menjadi titik awal penyebaran seluruh penduduk Raja Ampat yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan.
Kapal mulai berlayar pukul 9 pagi dan diperkirakan akan tiba pada pukul 11 siang . Risa mengambil tempat duduk di samping Ayana . Dafha kini sedang Bersama Papa Dimas berdiri di pinggiran kapal melihat pemandangan air laut yang sedang beradu dengan mesin kapal .
Sejak menaiki kapal, Aydin sepertinya lebih senang menyendiri .
Risa bebrapa kali mengedarkan pandangannya mencari sosok Aydin , tapi tidak Ia temukan .
“ nyariin Bang Aydin yah Kak ? “ tanya Ayana .
“ Aku nyari Dafha kok . “ Jawab Risa tetapi netranya terus menelusuri ke sekliling kapal mencari sosok pria itu.
Rasa penasarannya terjawab dengan rasa kecewa saat melihat Aydin yang berjalan menuju tempat duduknya semula Bersama Franda .
Ayana mengikuti tatapan mata Risa .
“ Kak Risa apa mengenal Kak Franda ? “ tanya Ayana .
“ Ya , dia COO di perusahaannya Aidin . “ Jawab Risa .
“ Apa hanya itu ? Apa Bang Aydin tidak pernah cerita hal lain tentang Kak Franda ? “ Ayana memastikan kembali .
__ADS_1
“ Tidak , memangnya ada apa ? apa penting untuk aku tau ? “
“ Seharusnya sih iya . Tapi entahlah , mungkin menurut Bang Aydin itu tidak penting . “ Ucap Ayana ragu .
Ayana menghela napasnya panjang , dari obrolannya Bersama Risa , sepertinya hubungan kedua orang ini akan mengalami banyak kesulitan . Masalahnya ada di kakaknya sendiri, belum cukup dengan janji impulsive yang Ia permasalahkan , sepertinya Aydin juga tidak terbuka pada Risa . Ayana jadi mempertimbangkan ucapan Mamanya untuk tidak mendukung Risa dan kakaknya .
Meski semua orang perlahan pesimis dengan hubungan Aydin dan Risa, tapi tidak dengan malaikat kecil Dafha . Walaupun belum mengerti apa yang sebenarnya terjadi , yang Ia tau Daddy dan Mama Risa tidak seperti biasanya .
Hal itu karena Dafha dan Daddynya tidak lagi bertengkar karena berebut perhatian Risa . Walaupun sering dibuat kesal , tapi Dafha menjadi rindu saat-saat itu .
“ Kenapa ? Opa lihat sepertinya Dafha tidak bersemangat untuk pergi berlibur .? “ tanya Opa Dimas yang melihat cucunya sering murung .
“ Opa, Mama Risa dan Daddy sedang bertengkar yah ? Bertengkarkan tidak baik Opa . “
“ Tidak , mereka tidak bertengkar . “ Jawab Opa Dimas .
“ Lalu mengapa Daddy menjauhi Mama Risa . Biasanya Daddy akan selalu cari kesempatan untuk peluk peluk Mama Risa . “ adunya pada Opa Dimas .
Opa Dimas hanya menggeleng saat mendengar ucapan cucunya , “ dasar Aydin , peluk pelukan di depan anak kecil . “ batinnya .
“ Daddy dan Mama Risa tidak bertengkar, mereka lagi saling malu-malu saja . Kalau Dafha mau menolong , Dafha saja yang mendekatkan mereka lagi seperti dulu .” Usul Opa Dimas .
“ Caranya bagaimana Opa ? “ tanya Dafha penasaran .
Opa Dimas membisikkan sesuatu pada Dafha . Sedangkan Dafha terus cekikikan, entah karena merasa geli atau bisikan Opanya lucu .
Setelah dua jam diatas kapal express mereka akhirnya tiba di Waisai . Steve lalu mengajak mereka untuk berpindah ke speedboat .
Tanpa keduanya sadari mereka saling mengawasi . Hati Aydin memanas saat melihat Steve membantu Risa menaiki speedboat , sedang Risa merasa kesal menurtnya Aydin sengaja ingin membuatnya cemburu saat Risa melihat Aydin membantu Franda naik ke speedboat .
“ Semoga aku bisa bertahan selama tiga hari , “ batin Risa .
Risa merasa sangat kesepian , hanya Ayana yang menjadi temannya mengobrol dan Dafha sebagai tempatnya untuk bercanda . Risa sangat sedih karena Mama Indira seperti menghindarinya , entah apa kesalahannya .
Ada sedikit penyesalan karena tidak mendengarkan ucapan Esme dan nekat ikut pada perjalanan ini . Walaupun pemandangan indah memanjakan matanya tanpa henti , memberi penghiburan bagi hati retak yang sebentar lagi patah .
Kini speedboat sudah mulai membelai perairan dan dalam 30 menit kedepan mereka akan tiba di tempat tujuan pertama mereka .
Menurut Sebagian orang yang pernah berkunjung kesana, tempat ini seperti surga tersembunyi yang penuh misteri dan dikenal dengan nama Teluk Kabui .
.
.
.
" Sederhana saja, jika ia mengingatmu dan keluar air matanya, berarti kamu masih berarti baginya. “
.
.
__ADS_1
.
to be continue