Menikah Karena Amanat

Menikah Karena Amanat
Bab 21 . Kebetulan . ( Lagi ? )


__ADS_3

" Eonni..... maaf yah yah yah .... "


Risa memelas meminta maaf pada Esme karena semalam meninggalkannya begitu saja .


Padahal wanita itu sudah kembali ke tempat gym untuk menjemputnya .


Keduanya kini sedang dalam perjalanan menuju sekolah Dafha , tapi sebelumnya mereka akan mampir untuk sarapan .


Esme tak menjawab , wanita berpenampilan tomboy itu malah menepikan mobilnya di depan sebuah kedai kopi .


" Satu hot americano jika ingin mendapatkan maaf. " ujar Esme .


Risa tertawa , sepertinya dia sudah dikerjai oleh Esme yang berpura pura marah padanya .


" Siap Bos . Hanya disini , seorang model terkenal akan membelikan kopi untuk managernya . " ledek Risa sebelum turun dari mobil .


Risa hari itu nampak sangat cantik , dengan mengenakan off shoulder mini dress berwarna merah . Rambutnya yang di cepol asal dan terlihat berantakan membuatnya terlihat seksi dengan bibir merahnya .


Kedai kopi ini berada tak jauh dari kompleks apartemen Risa .


Karena lokasinya yang tak jauh dari gedung gedung perkantoran , membuat kedai kopi ini sangat ramai di waktu waktu seperti sekarang .


Baru masuk saja , sudah banyak pria yang menatap kagum padanya . Risa yang sudah sering menjadi pusat perhatian tidak merasa terusik sama sekali .


Satu antrian lagi dan gilirannya tiba . Samar samar Risa mendengar suara pria yang tak asing baginya .


Ia menoleh dan benar saja , Aydin dan seorang pria yang bersamanya kemarin saat di restauran juga sedang mengantri .


" Wahh , kebetulan sekali ... " batin Risa .


Tibalah giliran Risa .


" 1 Americano one shot , 1 espresso , dan 2 Americano double shot . " ujar Risa memesan di kasir .


Sekitar 15 menit pesanannya selesai .


Sebelum keluar Risa menghampiri Aydin yang masih berdiri di antrian .


" Annyeong.... kita bertemu lagi . " Sapa Risa .


Aydin cukup terkejut , tak menyangka jika bertemu wanita ini lagi bahkan sebelum Ia memulai harinya .


" Kebetulan lagi  ? " tanya Aydin dengan kening mengernyit .


" Mungkin . Atau bisa jadi takdir  " ujar Risa .


Aydin berdecak , sementara Chandra diam terpaku karena terpesona memandang wanita di hadapannya kini .


" ha... ha.. ha.. " Risa tertawa membuatnya terlihat makin menggemaskan . Aydin juga tak memungkiri hal itu  .


" Jangan terlalu serius , aku bercanda kok . Apartemenku di dekat sini kalau kamu lupa . " ujar Risa sambil menunjuk ke arah gedung apartemennya yang entahlah terlihat atau tidak .


" Nih untuk kalian . "


Risa memberi 2 kopi yang tadi Ia beli .


" Terimakasih , tapi aku akan beli sendiri saja . Sudah mengantri juga kok . " tolak Aydin .


Risa menggeleng , wanita itu memegang tangan Aydin dan memberi kopi .


" Anggap saja balasan karena telah mengantarku pulang semalam . " Ujar Risa .


Tatapan Chandra kini beralih ke bosnya . Seakan tak percaya dan bertanya apa yang dilakukan mereka berdua semalam .


" Americano double shot . Benarkan ? " ujar Risa .


Aydin menatap Risa heran , bagaimana bisa wanita itu tahu kopi kesukaannya .


" Dari.. dari mana kamu tahu ? " tanya Aydin .


" Nikmatilah . "


Begitulah jawaban Risa lalu melangkah keluar dari kedai kopi .




Setelah selesai sarapan , Esme dan Risa langsung menuju sekolah Dafha .  Sama seperti kemarin , keduanya segaja datang lebih awal .


Kali ini Risa kembali membawa mainan salah satu karakter dari super hero avengers.



Saat melihat Dafha yang baru keluar dari gerbang dan berdiri di tempat kemarin , Risa segera turun dan menjumpainya .



" Halo Dafha .... aunty datang lagi . " sapa Risa .



" Hai aunty . " balas Dafha tak bersemangat .



" Hei hei... ada apa denganmu  ? Kenapa tak bersemangat seperti itu  ? " tanya Risa .



" Daddy melarangku berbicara dengan aunty karena kata daddy aunty adalah orang asing . " ujar Dafha jujur sambil menunduk .


__ADS_1


Risa menghela napasnya . Sudah Ia duga akan seperti ini .



" Dafha ... please look at me . " pinta Risa dengan lembut .



Dafha menatap Risa .



" Aunty bukan orang asing . Aunty ini dikirim sama mommy nya Dafha untuk jagain Dafha . Dafha masih ingatkan ucapan Mommy ? " tanya Risa .



Dafha mengangguk . " Tapi kata Daddy , kalau tidak tahu nama berarti orang asing . "



Risa tersenyum karena kepolosan Dafha .


" Oohh gitu . Maaf aunty lupa . Nama aunty , Risa . "



" Apa aunty pernah bertemu Daddy ? Oma ? Opa ? Atau kakek ? " tanya Dafha .



" Kata Daddy kalau orang itu tidak pernah bertemu , berarti orang asing . "



" Hemm ... tapi aunty sering bertemu dan bersama mommy mu dulu . " ujar Risa .



" Tapi Daddy pasti tidak akan percaya , karena Mommy gak ada untuk bantuin Dafha jelasin ke Daddy . "



Risa diam sejenak, berpikir .


" Begini saja . Bagaimana kalau kita anggap ini sebagai misi rahasia . " ujar Risa .



" Maksud aunty ? "



" Sekarang setiap Dafha ketemu aunty adalah rahasia . Jadi Dafha jangan ngomong ke Daddy . Tunggu sampai aunty berhasil mengajak Daddy berteman dan itu artinya misi kita berhasil . " ujar Risa sesederhana mungkin .




Dafha mengangguk .


" Oke , Dafha mau .  Ini adalah misi kita bertiga . "



" Bertiga ? " tanya Risa .



" Iya . Aku , Aunty , dan Mommy . " jawabnya dengan senyum .



Risa tersenyum . Ia membelai puncak kepala Dafha dengan penuh kasih sayang . Lalu memeluk bocah gembul itu .



Rasanya hangat . Hati Risa jadi lebih tenang . Entah mengapa sejak kemarin mereka bertemu , Risa jadi paham bagaimana perasaan Rani saat menolongnya dulu pertama kali . Menolongnya keluar dari rasa sakit yang Ia pendam dibalik senyuman .



Ia ingin Dafha kembali tersenyum ceria dengan tulus . Bukan senyum seperti kemarin atau saat ini . Senyuman yang anak itu tampakkan agar orang lain tak hawatir padanya . 



Risa melepas pelukannya pada Dafha saat merasa Dafha seperti terisak .



" Kenapa menangis ? " tanyanya .



" Dafha kangen Mommy . Pelukan aunty rasanya sama seperti pelukan Mommy . " jawabnya .



" Cup cup cup sayangku .... jangan nangis lagi yah . Sekarang sudah ada aunty . Kapanpun Dafha kangen pelukan mommy , Dafha boleh peluk aunty . " ujar Risa .



" Beneran aunty ? Aunty janji gak akan pergi seperti mommy ? "


__ADS_1


" Iya sayang . Sekarang berhenti nangis . " ujar Risa .



" Ini aunty bawakan mainan lagi untukmu . Tapi simpanlah di dalam tas agar daddy tidak lihat . Dirumah saja baru dibuka yah . "



Dafha mengangguk patuh dan melakukan ucapan Risa .



" Aunty pergi dulu yah . Besok aunty kemari lagi . Oke ? Jangan kemana mana sebelum Daddy menjemput yah . "



" Take care aunty . " teriak Dafha saat Risa berjalan menjauh .



Risa berbalik dan membalas dengan memberi kiss bye .



Tak lama mobil Aydin berhenti di depan Dafha .



" Dafha .... kamu liatin apa ? Kenapa sambil senyum senyum ? " tanya Aydin .



" Gak.. gak ada Dad . Tadi Dafha lihat kucing kejar kejaran disana , lucu jadi Dafha senyum senyum deh . " ujar Dafha berbohong .



" Ya udah masuk mobil gih . Daddy antar kamu ke rumah Oma . "



Di dalam mobil Aydin sekali lagi mendapati sikap aneh putranya .



" Sekarang liatin apa lagi ? Kenapa senyum senyum lagi ? " tegur Aydin .



" Gak lihat apa apa Dad . "  jawab Dafha .



" Beneran ? Apa jangan jangan hari ini orang asing yang kamu panggil aunty itu datang lagi yah ? " tebak Aydin .



" No . " jawabnya singkat.



" Are you sure ? " tanya Aydin lagi .



" Yes , Dad . I'm sure . " jawab Dafha .



Akhirnya Aydin berhenti bertanya . Tapi rasa curiga di hatinya tetap ada .



" Hampir aja ketahuan . Hampir aja misi rahasia ini gagal . " batin Dafha .



.


.


.


.


.


.


.


"*Cinta mungkin hadir karena takdir tapi tak ada salahnya kita saling memperjuangkan*."


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


To be continue


__ADS_2