
" Eonni..... maaf yah yah yah .... "
Risa memelas meminta maaf pada Esme karena semalam meninggalkannya begitu saja .
Padahal wanita itu sudah kembali ke tempat gym untuk menjemputnya .
Keduanya kini sedang dalam perjalanan menuju sekolah Dafha , tapi sebelumnya mereka akan mampir untuk sarapan .
Esme tak menjawab , wanita berpenampilan tomboy itu malah menepikan mobilnya di depan sebuah kedai kopi .
" Satu hot americano jika ingin mendapatkan maaf. " ujar Esme .
Risa tertawa , sepertinya dia sudah dikerjai oleh Esme yang berpura pura marah padanya .
" Siap Bos . Hanya disini , seorang model terkenal akan membelikan kopi untuk managernya . " ledek Risa sebelum turun dari mobil .
Risa hari itu nampak sangat cantik , dengan mengenakan off shoulder mini dress berwarna merah . Rambutnya yang di cepol asal dan terlihat berantakan membuatnya terlihat seksi dengan bibir merahnya .
Kedai kopi ini berada tak jauh dari kompleks apartemen Risa .
Karena lokasinya yang tak jauh dari gedung gedung perkantoran , membuat kedai kopi ini sangat ramai di waktu waktu seperti sekarang .
Baru masuk saja , sudah banyak pria yang menatap kagum padanya . Risa yang sudah sering menjadi pusat perhatian tidak merasa terusik sama sekali .
Satu antrian lagi dan gilirannya tiba . Samar samar Risa mendengar suara pria yang tak asing baginya .
Ia menoleh dan benar saja , Aydin dan seorang pria yang bersamanya kemarin saat di restauran juga sedang mengantri .
" Wahh , kebetulan sekali ... " batin Risa .
Tibalah giliran Risa .
" 1 Americano one shot , 1 espresso , dan 2 Americano double shot . " ujar Risa memesan di kasir .
Sekitar 15 menit pesanannya selesai .
Sebelum keluar Risa menghampiri Aydin yang masih berdiri di antrian .
" Annyeong.... kita bertemu lagi . " Sapa Risa .
Aydin cukup terkejut , tak menyangka jika bertemu wanita ini lagi bahkan sebelum Ia memulai harinya .
" Kebetulan lagi ? " tanya Aydin dengan kening mengernyit .
" Mungkin . Atau bisa jadi takdir " ujar Risa .
Aydin berdecak , sementara Chandra diam terpaku karena terpesona memandang wanita di hadapannya kini .
" ha... ha.. ha.. " Risa tertawa membuatnya terlihat makin menggemaskan . Aydin juga tak memungkiri hal itu .
" Jangan terlalu serius , aku bercanda kok . Apartemenku di dekat sini kalau kamu lupa . " ujar Risa sambil menunjuk ke arah gedung apartemennya yang entahlah terlihat atau tidak .
" Nih untuk kalian . "
Risa memberi 2 kopi yang tadi Ia beli .
" Terimakasih , tapi aku akan beli sendiri saja . Sudah mengantri juga kok . " tolak Aydin .
Risa menggeleng , wanita itu memegang tangan Aydin dan memberi kopi .
" Anggap saja balasan karena telah mengantarku pulang semalam . " Ujar Risa .
Tatapan Chandra kini beralih ke bosnya . Seakan tak percaya dan bertanya apa yang dilakukan mereka berdua semalam .
" Americano double shot . Benarkan ? " ujar Risa .
Aydin menatap Risa heran , bagaimana bisa wanita itu tahu kopi kesukaannya .
" Dari.. dari mana kamu tahu ? " tanya Aydin .
" Nikmatilah . "
Begitulah jawaban Risa lalu melangkah keluar dari kedai kopi .
Setelah selesai sarapan , Esme dan Risa langsung menuju sekolah Dafha . Sama seperti kemarin , keduanya segaja datang lebih awal .
Kali ini Risa kembali membawa mainan salah satu karakter dari super hero avengers.
Saat melihat Dafha yang baru keluar dari gerbang dan berdiri di tempat kemarin , Risa segera turun dan menjumpainya .
" Halo Dafha .... aunty datang lagi . " sapa Risa .
" Hai aunty . " balas Dafha tak bersemangat .
" Hei hei... ada apa denganmu ? Kenapa tak bersemangat seperti itu ? " tanya Risa .
" Daddy melarangku berbicara dengan aunty karena kata daddy aunty adalah orang asing . " ujar Dafha jujur sambil menunduk .
__ADS_1
Risa menghela napasnya . Sudah Ia duga akan seperti ini .
" Dafha ... please look at me . " pinta Risa dengan lembut .
Dafha menatap Risa .
" Aunty bukan orang asing . Aunty ini dikirim sama mommy nya Dafha untuk jagain Dafha . Dafha masih ingatkan ucapan Mommy ? " tanya Risa .
Dafha mengangguk . " Tapi kata Daddy , kalau tidak tahu nama berarti orang asing . "
Risa tersenyum karena kepolosan Dafha .
" Oohh gitu . Maaf aunty lupa . Nama aunty , Risa . "
" Apa aunty pernah bertemu Daddy ? Oma ? Opa ? Atau kakek ? " tanya Dafha .
" Kata Daddy kalau orang itu tidak pernah bertemu , berarti orang asing . "
" Hemm ... tapi aunty sering bertemu dan bersama mommy mu dulu . " ujar Risa .
" Tapi Daddy pasti tidak akan percaya , karena Mommy gak ada untuk bantuin Dafha jelasin ke Daddy . "
Risa diam sejenak, berpikir .
" Begini saja . Bagaimana kalau kita anggap ini sebagai misi rahasia . " ujar Risa .
" Maksud aunty ? "
" Sekarang setiap Dafha ketemu aunty adalah rahasia . Jadi Dafha jangan ngomong ke Daddy . Tunggu sampai aunty berhasil mengajak Daddy berteman dan itu artinya misi kita berhasil . " ujar Risa sesederhana mungkin .
Dafha mengangguk .
" Oke , Dafha mau . Ini adalah misi kita bertiga . "
" Bertiga ? " tanya Risa .
" Iya . Aku , Aunty , dan Mommy . " jawabnya dengan senyum .
Risa tersenyum . Ia membelai puncak kepala Dafha dengan penuh kasih sayang . Lalu memeluk bocah gembul itu .
Rasanya hangat . Hati Risa jadi lebih tenang . Entah mengapa sejak kemarin mereka bertemu , Risa jadi paham bagaimana perasaan Rani saat menolongnya dulu pertama kali . Menolongnya keluar dari rasa sakit yang Ia pendam dibalik senyuman .
Ia ingin Dafha kembali tersenyum ceria dengan tulus . Bukan senyum seperti kemarin atau saat ini . Senyuman yang anak itu tampakkan agar orang lain tak hawatir padanya .
Risa melepas pelukannya pada Dafha saat merasa Dafha seperti terisak .
" Kenapa menangis ? " tanyanya .
" Dafha kangen Mommy . Pelukan aunty rasanya sama seperti pelukan Mommy . " jawabnya .
" Cup cup cup sayangku .... jangan nangis lagi yah . Sekarang sudah ada aunty . Kapanpun Dafha kangen pelukan mommy , Dafha boleh peluk aunty . " ujar Risa .
" Beneran aunty ? Aunty janji gak akan pergi seperti mommy ? "
__ADS_1
" Iya sayang . Sekarang berhenti nangis . " ujar Risa .
" Ini aunty bawakan mainan lagi untukmu . Tapi simpanlah di dalam tas agar daddy tidak lihat . Dirumah saja baru dibuka yah . "
Dafha mengangguk patuh dan melakukan ucapan Risa .
" Aunty pergi dulu yah . Besok aunty kemari lagi . Oke ? Jangan kemana mana sebelum Daddy menjemput yah . "
" Take care aunty . " teriak Dafha saat Risa berjalan menjauh .
Risa berbalik dan membalas dengan memberi kiss bye .
Tak lama mobil Aydin berhenti di depan Dafha .
" Dafha .... kamu liatin apa ? Kenapa sambil senyum senyum ? " tanya Aydin .
" Gak.. gak ada Dad . Tadi Dafha lihat kucing kejar kejaran disana , lucu jadi Dafha senyum senyum deh . " ujar Dafha berbohong .
" Ya udah masuk mobil gih . Daddy antar kamu ke rumah Oma . "
Di dalam mobil Aydin sekali lagi mendapati sikap aneh putranya .
" Sekarang liatin apa lagi ? Kenapa senyum senyum lagi ? " tegur Aydin .
" Gak lihat apa apa Dad . " jawab Dafha .
" Beneran ? Apa jangan jangan hari ini orang asing yang kamu panggil aunty itu datang lagi yah ? " tebak Aydin .
" No . " jawabnya singkat.
" Are you sure ? " tanya Aydin lagi .
" Yes , Dad . I'm sure . " jawab Dafha .
Akhirnya Aydin berhenti bertanya . Tapi rasa curiga di hatinya tetap ada .
" Hampir aja ketahuan . Hampir aja misi rahasia ini gagal . " batin Dafha .
.
.
.
.
.
.
.
"*Cinta mungkin hadir karena takdir tapi tak ada salahnya kita saling memperjuangkan*."
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
To be continue