
**Beberapa jam sebelumnya** .
" *Maukah kamu mendengar kisahku ? " tanya Risa* .
" *Tentu jika kamu siap . Siap untuk membuka luka yang kamu pendam . Dari netramu jelas jika kisahmu bukan sebuah dongeng putri kerajaan . " Jelas Aydin* .
" *Kemarilah . " Risa menepuk sisi ranjang disampingnya yang kosong* .
*Aydin beranjak duduk di tempat yang ditunjuk Risa . Ia bersandar pada kepala ranjang , kemudian Risa bersandar di dada bidangnya* .
" *Tebakanmu tidak sepenuhnya benar . Setidaknya aku pernah merasa menjadi seorang putri yang dihujani kasih sayang hingga usiaku 8 tahun , " lirihnya mulai membuka lembaran demi lembaran kisah hidupnya yang sungguh tidak layak untuk diceritakan pada orang lain* .
" *Aku bagusnya cerita mulai dari mana yah* ? "
*Risa berdeham* .
" *Dari pertemuan kita saja bagaimana ? " usulnya* .
" *Terserah padamu Yang , ceritakan apapun yang ingin kamu bagikan padaku . Jika belum semua , tak apa . Waktu kita bersama-sama masih* *panjang* . "
*Risa mengangguk* .
" *Aku lupa tepatnya , tapi saat kita bertemu dulu usiaku antara 14 atau 15 tahun . " Ucap Risa* .
" *Saat itu aku adalah anak broken home . Meski tidak terjerumus ke hal-hal negatif tapi kehancuran rumah tangga itu tetap berdampak padaku . Aku suka menyendiri , aku jadi anti keramaian , aku malas belajar makanya nilai nilai sekolahku menurun drastis* . "
" *Tapi aku kuat menghadapi semuanya karena Ibuku ada disisiku* . " *Ujarnya* .
*Air mata yang Risa pikir sudah sejak lama habis kini mulai mengalir membasahi pipinya* .
*Aydin tidak bisa melihat wajah Risa , tapi dari suaranya yang bergetar , detak jantungnya memacu lebih cepat , Aydin bisa menilai jika saat itu* *sudah pasti menjadi masa-masa tersulit baginya* .
*Bahkan untuk* *menceritakannya , Risa harus rela kembali terluka* .
*Risa menceritakan runtutan kejadian yang Ia lalui. Kapan Ia pindah ke Jakarta , bagaimana Ia harus bekerja untuk melanjutkan sekolahnya , bagaimana siksaan yang Ia terima . Kecuali bagian Eijaz dan Rani . Nama dan banyak kisah mereka tak Risa ceritakan , Ia berfokus mengenai masalah keluarganya* .
" *Bahkan tubuhku saat itu sudah tak bergeming saat mereka menyiksaku . " Tangisannya pecah* . *Ia ingat dengan jelas bola mata Indri yang seperti hendak melompat keluar saat menyiksa fisiknya* .
*Aydin tak kuasa melihat kesedihan Risa . Hanya dengan bercerita dia sesakit ini , bagaimana dulu saat ia mengalaminya langsung* .
" *Sudahi saja sayang , jika bercerita membuatmu mengingat lukamu . Maka berhentilah , " pinta Aydin* . *Ia menyatukan kening keduanya , memohon pada Risa* .
" *Aku akan percaya padamu , aku akan tetap memihakmu . Terlepas dari apa yang terjadi padamu dulu sayang , " sambungnya* .
*Risa menggeleng , " biarkan aku mengingat semuanya Ay . Aku muak 10 tahun aku berpura pura bahagia* . "
" *Kamu yakin , tidak pernah bahagia selama ni ?" Tanya Aydin* .
" *Yang menentukan kebahagiaanmu adalah dirimu sendiri , kamu yang menentukan tolak ukurnya . " Sambungnya* .
*Risa lanjut menceritakan bagaimana saat Ayahnya berniat menjualnya pada pria hidung belang agar mau mendukung posisi ayahnya di perusahaan* .
*Aydin menggertakkan giginya , tak Ia duga ada seorang ayah yang sebejat itu* .
*Risa mengakhiri ceritanya tentang bagaimana Ia berhasil kabur ke Korea , bertemu Amora dan akhirnya menjadi bagian keluarga Kim* .
" *Yang* , " *serunya saat sudah berhasil memotong jarak diantara keduanya* .
*Aydin menyatukan bibir mereka saat Risa menoleh padanya* .
" *Terimakasih karena sudah percaya padaku , " ucapnya* .
" *Kamu tidak ingin bertanya sesuatu ? " tawar Risa* .
" *Apa boleh ? Tadi kamu meminta untuk mendengar ceritamu , maka akan kulakukan seperti keinginanmu , " jelas Aydin* .
__ADS_1
" *Kamu terlalu kaku Ay , Aku memberimu special previlege untuk bertanya apapun* . " *Ujarnya .
Aydin langsung memberikan pertanyaan yang sejak dulu Ia ingin tahu . Bahkan sebelum mereka menjalin hubungan* .
" *Mengapa sekarang kamu kembali ? Kamu sudah sukses sejak bertahun-tahun yang lalu . " tanya Aydin* .
" *Ay , apa kamu percaya jika terkadang aku berpikir untuk melepaskan dendamku ? " tanya Cyrin* .
" *Bukan percaya Yang , tapi itu harus . Walau bukan sekarang , suatu saat nanti aku yakin kamu bisa . " jawab Aydin* .
" *Ada amanat yang harus aku penuhi . " Tuturnya jujur* .
" *Apa aku boleh tahu apa itu* ? "
" *Aku berjanji untuk tidak memberitahu siapapun , kamu bisa mengerti kan Ay ? " Ujar Risa* .
*Aydin mengangguk , " selama hal itu tidak membahayakanmu , tidak akan menjadi penghalang dalam hubungan kita , bukan hal yang melanggar hukum agama dan negara . Ku pikir jika ada hal lain masih bisa dibicarakan lagi* . "
" *Kenapa kamu senyum senyum ? Ada yang lucu ? " protes Aydin* .
" *Kamu orang ke lima yang membuatku bersyukur memiliki kalian sebagai tempatku berbagai , " ungkap Risa* .
" *Alasannya* ? "
" *Kalian berlima sama . Sama-sama tidak memaksaku untuk memaafkan mereka . " jawab Risa* .
*Aydin kembali menarik Risa kedalam pelukannya . Risa kembali bersandar di dadanya*.
" *Ini hanya pendapatku sayang . Maafkanlah orang yang memang pantas dimaafkan , jangan menyakiti dirimu sendiri memaafkan sementara bisa saja dia kembali menyakitimu* . "
" *Tidak memaafkan hanyalah cara untuk bertahan di kerasnya kehidupan Sayang , sama seperti sedang membangun benteng pertahananmu . " lanjut Aydin* .
*Risa mengangguk , Ia memainkan jemari Aydin yang mendekapnya* .
" *Aku baru tahu jika Esme punya kembaran , " akunya* .
"*Apa kamu masih menjalin kontak dengan kedua sahabatmu ? " tanya Aydin ragu* .
" *Ya , salah satunya tapi tidak secara langsung . Sahabatku yg pria sudah tidak terdengar kabarnya sejak ulang tahunku yang ke 17* , " *jelas Risa* .
" *Apa kamu sangat ingin bertemu dengannya lagi ? " tanya Aydin* .
" *Tentu saja . Aku harus berterimakasih padanya , walau ku yakin dia selalu tulus padaku* . "
*Aydin bungkam* .
" *Apa kamu sedang cemburu Ay* ? "
" *Aku bahkan tidak mendengar kabarnya dalam 10 tahun terakhir . " Ujar Risa* .
" *Bersamamu aku harus selalu waspada Yang , kamu sangat mudah disukai dan sangat sulit untuk di tolak . " rajuknya* .
*Risa mencium pipi Aydin . Dan Aydin sangat lihai memanfaatkan peluang , hingga kini keduanya sedang menikmati pertukaran saliva* .
" *Yang kita melewatkan jam makan siang , " ujarnya* .
" *Aku tahu* . "
" *Lalu ? Apa kamu berniat puasa ? Atau sedang berdiet* ? "
*Risa menggeleng , " Aku menunggu kamu bertanya hal yang paling penting* .
" *Maksudmu , pertanyaan seperti apa kamu sudah mencintaiku* ? "
*Risa tak merespon* .
__ADS_1
" *Aku tahu , apa kamu ingin aku meminta untuk bermalam bersamamu malam ini* ? "
*Risa berdecih , " dasar mesum* . "
" *Atau kamu ingin aku tanya ada berapa mantan pacar mu ? Kamu pasti mau menyombongkan* *mereka semua , " cibir Aydin* .
" *Aku belum pernah pacaran selama 28 tahun hidupku . Ini yang pertama , bersamamu , " tuturnya* .
" *Aydin aku serius . Kamu pasti paham maksudku* , "
" *Baiklah , kamu ingin aku bertanya siapa ayah kandungmu kan ? " ujar Aydin* .
" *Aku tidak bertanya karena aku sudah tahu jika Tuan Ferdinand lah orangnya* . "
*Risa mengangguk . " Sudah ku duga kamu pasti curiga* . "
" *Aku tidak peduli siapapun ayah kandungmu . Aku tidak akan tinggal diam saat mereka berniat menyakitimu . " Ujarnya* .
" *Aku tidak ingin kamu menyimpan dendam sayang , jangan mengotori hati ini dengan hal tak berguna seperti itu . " Ujar Aydin menasihati Risa .
" Tapi aku juga tak akan menghentikanmu jika ingin memberinya pelajaran . Baj\*\*\*\*n sepertinya harus tahu apa akibat dari perbuatannya . Kamu berhak dan harus mampu membela diri Yang , dunia ini tidak akan mudah membiarkanmu menggenggamnya* . "
" *A**pa bedanya ? Bukankah sama-sama bertujuan untuk menghancurkannya . "
Aydin menggeleng* .
" *Mendendam berarti kamu bahkan korbankan kebahagiaanmu untuk membuatnya menderita ,melakukan segala cara untuk menghancurkannya . Aku tidak ingin kamu seperti itu* . "
" *Kita akan memberinya pajaran , Ferdinand harus merasakan apa akibat dari kejahatannya . Aku akan bersamamu sayang , berada di pihakmu ,dan terus menjagamu . Aku tak minta izinmu dan tidak menerima penolakan . " Tegas Aydin*.
" *Terimakasih Ay . Kamu membuatku semakin yakin jika pilihanku sudah tepat , " ungkapnya penuh rasa syukur* .
" *Aku juga berterimakasih padamu , kamu sudah menarikku keluar dari jurang yang ku buat sendri . Berjanjilah Risa , mulai sekarang kita harus menikmati setiap waktu yang kita lewati . Jalani apa adanya . Sebelum kita tua dan menyesal telah melewatkan banyak hal , sang waktu ada bukan untuk menunggu kesiapan kita* . "
*Risa mengambil map di dalam laci nakasnya* .
" *Kamu pasti terkejut saat tahu kebenarannya ." ujar Risa* .
*Rasa kantuk perlahan mendera Risa . Matanya mulai terpejam , Ia merasa nyaman dalam dekapan Aydin* .
*Aydin membaca lembar demi lembar berkas yang diberikan Risa* .
*Jika dugaannya benar , perusahaan Ferdinan saat ini dalam masalah . Dia pasti akan berusaha memenangkan proyek dengan Sky High* .
" *Dari mana kamu mendapatkan ini semua ? " tanya Aydin* .
*Tak ada jawaban dari Risa* .
*Saat itulah Aydin sadar jika sejak tadi kekasihnya itu sudah tertidur* .
*Berusaha sepelan mungkin membuat posisi tidur Risa lebih nyaman , tapi masih dalam dekapannya* .
*Puas sekali Aydin memandangi wajah cantik Risa* .
" *Bagaimana aku bisa berakhir mengagumi mu seperti ini ? Kamu sungguh luar biasa , " gumamnya sebelum menyusul Risa berlayar di dunia mimpi* .
~~~~~~~~~~~~ ***Flashback Off*** ~~~~~~~~~~
.
.
.
.
.
" *Beberapa orang terluka oleh kata-kata dan beberapa oleh tindakan. Tapi luka terbesar yang aku percaya adalah seseorang mengabaikanmu ketika kamu menghargai mereka lebih dari apapun*."
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
To be continue