
Entah bagaimana takdir mengatur segalanya , Echa bahkan tak pernah membayangkan jika Ia bisa menemukan sosok yang Ia cari selama 10 tahun lebih .
Brisa Elzavira , akhirnya aku menemukanmu . Ralat , akhirnya kau mengakui siapa dirimu .
Echa tertawa jika Ia mengingat perjuangannya 10 tahun ini untuk menemukan sosok Brisa .
" Ternyata tanpa ku cari , wanita itu malah mengakui dirinya sendiri . " Gumamnya sambil melanjutkan tawanya .
Dengan langkah cepat Echa memasuki sebuah restaurant yang bernuansa Jepang . Bertanya pada pelayan di mana ruangan tempatnya janjian dengan seseorang .
Srreetttt ..... ( bunyi pintu di geser )
" Aydin , maaf . Apa kau menunggu lama ? " sapanya .
" Tak apa , take your time . Aku yang butuh bertemu denganmu , tak apa jika aku menunggumu . " Jawab Aydin .
" Tidak ku sangka , lamanya wanita berbelanja bahkan mengalahkan macetnya Jakarta di pagi hari , " ucap Echa mengomentari Risa dan Amora .
" Bagaimana kabarnya ? " tanya Aydin .
" Kabar siapa ? " Echa sepertinya ingin menguji Aydin .
" Jangan bercanda . Tentu saja kabar Risa ??? "
" Dia baik saja . Dia sangat bersemangat mengelilingi satu per satu toko di Mall . Senyuman tak pernah pudar dari wajah cantiknya . Aku sampai takjub melihat sosok wanita yang baru saja putus cinta biss bersikap setegar itu . " Ucap Echa , kali ini dia jujur.
Aydin mengernyitkam keningnya .
Cukup lama bungkam , Echa melanjutkan ucapannya .
" Tapi bagi Esme , saat ini Risa tidak baik-baik saja , bahkan mungkin hal ini akan menjadi salah satu titik terendah dalam hidupnya . " Lanjutnya .
" Ya , aku paham maksud Esme . Seorang Risa akan selalu menyembunyikan kesedihannya di balik senyuman dan tawanya , " ujar Aydin .
" Kamu memahaminya , ucapanmu sama seperti Esme . Mengapa kalian membentengi diri dengan keegoisan masing-masing, ckck . "
Echa berdecak, sulit untuk mengerti jalan pikiran Aydin dan Risa .
Seorang pelayan mengantarkan makanan dan minuman yang Aydin pesan .
" Sorry , aku sudah memesannya lebih dulu . "
" Tak apa , aku memang sudah sangat lapar . "
" Apa kau pernah menemani Risa berbelanja ? " tanya Echa .
" Tentu saja . Beberapa kali , ku pikir dia wanita yang cermat . Kekayaan tidak membuatnya lantas menghambur-hamburkan uang , " ungkap Aydin .
" Itulah , aku menyimpulkan jika kini dia sedang tidak baik- baik saja . " lanjutnya .
Aydin tidak memikmati makanannya , Ia hanya mengamati Echa yang makan dengan lahap .
" Oh yah , aku ingin membicarakan soal wanita yang kau cari . " Ucap Aydin .
Echa tak menghentikan kegiatannya yang fokus pada makanannya . Ia hanya sesekali menatap pada Aydin .
" Brisa Elzavira maksud mu ? " tanya Echa .
" Ya , ku pikir aku mengetahui siapa dia . " ungkapnya .
Echa terdiam . Dia menatap Aydin penuh tanda tanya .
" Dugaanku wanita itu adalah Risa . " Ungkapnya.
Echa tetap bungkam . Ia ingin tau sejauh mana informasi yang Aydin miliki .
" Risa pernah bercerita padaku , soal asisten kakeknya yang diduga telah berhianat bernama Rifat Anggoro . " ungkap Aydin
" Dan juga mengenai tanda lahir , aku melihatnya sendiri . Ada di tengkuknya , dekat dengan telinga kiri . Tandanya samar , mungkin dia pernah berusaha menghilangkannya . " lanjutnya .
Echa hanya mengangguk , tapi Ia masih tetap bungkam . Ia tetap melanjutkan makannya.
" Jika benar dia adalah orang yang kau cari , maukah kau berjanji padaku untuk menjaganya ? " pinta Aydin .
" Aku menyaksikan sendiri bagaimana kejamnya Ferdinand , ayah kandung Risa . " Ucap Aydin .
__ADS_1
" Permintaanmu ku kabulkan . " Ucap Echa sambil terkekeh .
Memandang raut wajah bingung Aydin , Ia semakin kasihan . Pria ini begitu memedulikan Risa , tapi sangat bodoh untuk memperjuangkan perasaannya .
" Saat ini aku adalah pengacara pribadi Kim Risa, dan semoga beberapa hari lagi statusku sudah berubah menjadi pengacara pribadi Brisa Elzavira . " ungkap Echa .
" Maksudmu ,kau sudah tau ? "
" Ya , kemarin malam . Pak Gio yang membongkar semuanya . " Jawab Echa ..
" Kau ingatkan semua warisan peninggalan bos dari Ayahku ? Semua itu akan segera ku alihkan menjadi milik Risa , setelah identitas lamanya kembali . " Ujar Echa .
Aydin mengangguk , nama Brisa Elzavira sepertinya pernah Ia dengar tapi entah kapan dan dimana .
" Mengapa kau tidak mencoba meluruskan kesalah pahamanmu dengan Risa ? " tanya Echa.
" Aku yakin , pria sepertimu tidak akan melakukan hal seperti itu . " Lanjutnya .
Aydin tertawa . " Sepertinya kau belum lama berada di circle kami , tapi kini kau bahkan tau masalah yang terjadi di antara kami . "
" Kau lupa , aku seorang pengacara . Aku selalu mengumpulkan banyak informasi , " balasnya sambil tertawa .
" Saat ini aku hanya ingin dia bahagia . Aku sadar jika kehadiranku hanya akan menambah luka hatinya , " ucap Aydin .
" Apa kau menyerah padanya ? "
" Aku merelakannya . " Jawab Aydin singkat .
" Apa kau sedang memainkan peran sebagai pria pengecut ? " sindir Echa .
" Tak apa jika menganggapku begitu . Aku hanya tak ingin Risa bertahan bersama pria sepertiku . Kepergian mantan istirku untuk selamanya , juga turut membawa hak ku untuk bahagia karena terikat sebuah janji . "
Echa tertawa ....
" Aydin kau sungguh lucu . Yang harus kau relakan adalah kepergian istrimu , " ucapnya berkomentar .
" Menurutku kau kini tengah bersembunyi dari rasa bersalahmu dengan alasan janji yang kau buat ."
" Tidak ada yang bisa menghalangi seseorang bahagia Aydin . Bahagia , sedih , tawa , tangis , kecewa ,amarah , semuanya akan tetap kau rasakan hingga nafasmu berhembus yang terakhir kali . "
Kalimat terakhir sebelum Echa bungkam .
Aydin juga turut bungkam . Suasana hening bertahan cukup lama .
" Sorry jika aku berkomentar terlalu berlebihan , " sesal Echa saat melihat raut wajah Aydin begitu terpukul .
" Tak apa . Aku senang bisa bicara denganmu . Rasanya aku kembali memiliki seorang sahabat . " Ucap Aydin .
Aydin cukup lega setelah pertemuannya dengan Echa malam ini . Sekarang ada Echa yang akan membantu dan menjaga Risa juga ada Gio yang Ia yakin pasti akan melindungi Risa .
Sekarang Aydin akan fokus menyelesaikan masalahnya dengan Franda .
Setelah itu , Ia akan berusaha untuk mengembalikan tatanan hidupnya seperti dulu lagi , saat Ia belum bertemu Risa .
Hidup dengan putranya, orang tua dan adiknya . Ia yakin Dafha juga akan mengerti seiiring pertambahan usianya .
Namun satu hal yang sedikit mengganggu pikiran Aydin .
" Apa benar aku tengah bersembunyi dari rasa bersalahku pada Kirani ? " batinnya .
Awal kepergian Kirani , Aydin tak henti-hentinya menyalahkan dirinya . Ia merasa telah menyia-nyiakan istrinya .
Obsesinya agar perusahaannya semakin berjaya membuatnya harus mengorbankan waktu bersama keluarganya .
Kirani menyembunyikan penyakitnya , melakukan pengobatan seorang diri di tengah tengah kesibukannya mengurus Dafha .
Kirani juga pernah meminta agar mereka merencanakan kehamilan anak ke dua dengan alasan agara Dafha memiliki teman nantinya , namun karena kesibukan Aydin terus menunda.
Hingga akhirnya kesehatan Kirani menurun dan akhirnya Ia pergi untuk selamanya menyisakan penyesalan dan rasa bersalah bagi Aydin .
Sementara di waktu yang sama dengan pertemuan Aydin dan Echa .
__ADS_1
Di ruang VIP restauran salah satu hotel bintang lima , tiga orang pria tengah tertawa setelah melakukan kesepakatan untuk bekerja sama .
Yah , dia adalah Gio , Albert , dan Ferdinand .
Ditemani dengan tiga wanita cantik dan seksi di pangkuan masing - masing , Ferdinand merasa bangga karena seorang Gio akan membantunya menghancurkan wanita asing bernama Kim Risa dan juga kekasihnya Aydin .
Tidak ada kecurigaan di benak Ferdinand pada Gio . Apalagi setelah Gio membuktikan kebenciannya pada sosok Aydin dengan mengeluarkannya dari proyek .
Ferdinand sangat yakin jika wanita yang mengaku sebagai Kim Risa itu adalah Putri sulungnya yang bernama Brisa Elzavira .
Ia menunjukkan semua bukti-bukti yang sekiranya bisa membantunya .
Ferdinand menyeringai , Ia sungguh senang bisa memanfaatkan Gio yang tengah patah hati setelah di tolak oleh wanita asing itu .
Ia bahkan berencana untuk mengenalkannya pada Aurora .
Gio berjanji , jika Ia yang akan membongkar identitas Risa . Dengan syarat , Ferdinand harus berpura-pura menerimanya . Masukkan dia kedalam perusahaan lalu menjebaknya .
Ferdinand mengangkat gelasnya yang berisi alkohol , " mari bersulang untuk kelancaran rencana kita . "
Ting...
Terdengar suara gelas yang berdenting .
" Silahkan Pak Gio , nikmati hidangan penutup malam ini . "
Ucap Ferdinad sambil terus mere\*\*s bongkahan milik wanita yang duduk di pangkuannya .
Seringai licik di wajah dan tawa ketiganya terdengar menggema di ruangan yang sangat luas itu .
.
.
.
.
Kamu bukan orang jahat untuk caramu mencoba membunuh kesedihan.
Kamu bebas memilih sesuatu. Tapi kamu tak bisa lari dari konsekuensi pilihanmu.
.
.
.
.
__ADS_1
To be continue