
" Jadi apa jadwalku hari ini ? " tanya Aydin pada Chandra saat keduanya sudah berada di ruangan Aydin .
" Pukul 10 nanti Bapak ada meeting dengan Pak Gio di Sky High Building . Katanya hari ini Pak Gio akan hadir meeting bersama investornya . " Jelas Chandra .
Mendengar nama Gio seketika darah Aydin rasanya mendidih .
Emosinya pagi ini sepertinya sedang diuji . Dan itu semua tak lain karena seorang Risa .
" Pak ... semalam apa Bapak bertengkar dengan adik Bapak ? " Tanya Chandra .
Semalam Chandra sampai tidak tidur memikirkan nasib wanita yang Ia sukai dalam diam selama 3 tahun terakhir .
Bukannya Chandra tak tahu jika semalam bosnya itu mendadak pulang dari lounge dalam keadaan marah setelah mendapat pesan dari Ayana .
Kening Aydin mengernyit menatap Chandra . Aydin tentu tahu jika Chandra menaruh hati pada adiknya . Chandra pria yang baik dan pekerja keras . Tapi Aydin tahu hati adiknya sudah terpaut pada pria lain .
" Memangnya kenapa kalau aku bertengkar dengan anak nakal itu ? " Aydin bertanya balik .
" Hemm .... Pak , janganlah terlalu keras pada Ayana . Di masa masa inilah dia harus mencoba hal hal baru sebelum memilih yang terbaik untuknya . " ujar Chandra .
" Sepertinya kamu sangat perhatian pada adikku . Chand ... jangan sampaikan perhatianmu padaku , sampaikan langsung padanya . Tak akan ada kemajuan jika kamu seperti ini terus . Ini saranku sebagai temanmu . " ujar Aydin .
Chandra diam sejenak . Apa ini berarti lampu hijau dari bosnya , pikirnya .
" Baik Pak . Akan saya usahakan . Tapi bolehkah saya juga memberi saran sebagai teman pada Bapak ? " tanya Chandra hati hati .
Aydin mengangguk sambil mulai mengerjakan sesuatu di komputernya .
" Tidak ada yang tahu luka hati sembuhnya kapan , bagaimana , atau siapa yang bisa menyembuhkan . " ujar Chandra dan berhasil membuat Aydin berhenti .
" Sebaiknya segera cari tahu apa keinginan hati , sebelum terlambat . Apalagi untuk wanita seperti Nona Kim . Ckckckck .... " lanjut Chandra tanpa sadar jika bosnya kini menatapnya tajam .
" Apa maksudmu ? Kenapa kamu bawa bawa Risa ? " tanya Aydin dengan sedikit membentak .
Chandra mulai panik . Apa dia sudah bicara terlalu jauh yah , pikirnya .
" Hemmm ... maaf Pak tapi kemarin saya juga lihat jejak yang tertinggal pada Nona Kim . Ku pikir suatu kemajuan jika Bapak bisa melakukan itu . Bukannya selama ini untuk berkenalan dengan wanita lain saja Bapak tidak mau ? " ujar Chandra dengan berani , sudah kepalang tanggung pikirnya .
Aydin menatap Chandra dengan tatapan membunuh .
Tak ada jawaban dari Aydin , tapi satu persatu berkas di atas mejanya melayang ke arah Chandra .
" Siapa yang izinkan kamu berani menatap tubuhnya hah . " ujar Aydin .
" Maaf... maaf Pak .. tapi itu terlihat sangat jelas . Harusnya Bapak membuat jejaknya di tempat yang lebih tertutup . " ujar Chandra makin membuat Aydin emosi .
" Sialan . Sini kamu ... dasar asisten lucknut .... "
Maki Aydin .
Chandra berlari keluar ruangan Aydin sebelum bukan lagi berkas yang melayang ke arahnya melainkan meja .
Chandra keluar dari ruangan Aydin dengan tawa . Puas sekali rasanya menggoda bosnya yang sok jual mahal itu .
" Chandra .... " panggil seorang wanita .
" Eh .. pagi Bu Franda . " sapa Chandra ramah .
" Aydin sudah datang ? " tanyanya .
" Sudah Bu ... Beliau ada di ruangannya . Tapi hati hati yah Bu , harimau lagi marah karena jejaknya ketahuan . " Ujar Chandra sambil cekikikan .
Franda hanya bisa menggeleng tak mengerti dengan maksud dari asisten pria yang Ia sukai .
" Paa....gi Aydin " Sapa Franda yang baru masuk ke ruangan Aydin dan terkejut dengan berkas yang berserakan .
" Hei.. pagi Nda ... sorry berantakan . Asisten lucknut bikin aku emosi pagi pagi . " Ujarnya .
" Ada apa ? " tanya Aydin .
" Aku mau mengingatkan untuk meeting di perusahaan Gio jam 10 nanti . " ujar Franda berbasa basi .
Aydin mengangguk .
" Din , siapa wanita yang kemarin bersamamu ? " tanya Franda .
" Hemm .... siapa ? " Aydin berpikir .
" Ohh maksudmu Risa ?
" Kim Risa , dia model asal korea . Temen Gym , eh ternyata dia juga mentor Ayana di agensi modelnya . " jelas Aydin .
" Sepertinya kalian dekat ? "
" Oh yah ? Apa terlihat seperti itu ? " Aydin kembali bertanya , namun dari raut wajahnya Franda bisa melihat jika Aydin senang dengan pertanyaannya .
Franda hanya mengedikkan bahunya .
Sesuai janji , sebelum jam 10 pagi Aydin sudah tiba di Sky High building didampingi Chandra dan Franda .
Ketiganya langsung menuju ke ruang meeting . Disana sudah ada Albert tanpa Gio .
" Pagi Albert ... " sapa ketiganya kemudian dibalas dengan sopan oleh Albert .
" Gio kemana ? " tanya Aydin .
" Masih diruangannya . Lagi ngegombal dengan memanfaatkan maket apartemen . " Ujar Albert .
__ADS_1
Chandra dan Franda merespon dengan tertawa ,mereka sudah tahu bagaimana kebiasaan Gio yang suka menebar pesona pada wanita .
Sementara Aydin merasa geram , bisa bisanya Gio mendekati wanita lain saat dia juga sedang mendekati Risa .
Tak lama terdengar suara Gio samar samar dari luar .
" Yuk .. silahkan masuk princess ." Ujar Gio sambil membukakan pintu .
Aydin tiba tiba saja menjadi malas mendengar bualan Gio .
" Kamsahamnida ( *terima kasih* ) .... "
Terdengar suara wanita membalas ucapan Gio membuat Aydin menoleh .
" Shiitttt.... " umpatnya dalam hati .
Chandra menyadari raut wajah tak senang dari bosnya .
" Hei ... kalian sudah disini . " sapa Gio ramah pada Aydin , Chandra dan Franda .
Sementara Aydin makin geram tatkala Risa dengan sengaja menatap ke arah lain saat Aydin menatapnya .
Gio mempersilahkan semua orang duduk . Risa sendiri duduk di antara Gio dan Esme .
Gio memperkenalkan Risa sebagai investor untuk salah satu proyek apartemen terbarunya .
Bahkan apartemen terbaru Gio akan dibuat dengan mengusung konsep ' **Sky High X Kim Risa** ' . Jadi dari segi interior apartemen akan menjadi pilihan dari model terkenal Kim Risa .
Semua peserta meeting setuju dengan konsepnya . Banyak yang optimis jika apartemen ini akan sukses karena mengusung nama model terkenal , dan ini merupakan suatu ide yang baru .
Sedang perusahaan Aydin akan berkontribusi untuk membuat apartemen dilengkapi teknologi canggih salah satunya dari sistem keamanan .
Aydin makin kesal lantaran selama 2 jam meeting , Risa sama sekali tidak pernah menatap padanya .
Hingga akhirnya meeting selesai . Gio dengan sangat menyesal meminta maaf karena tidak bisa menjamu makan siang karena masih harus meeting dengan klien yang lain .
Dan hal itu membuat Aydin senang karena dia akhirnya ada kesempatan untuk bicara berdua dengan Risa .
Mereka dalam satu lift yang sama namun terasa sangat menegangkan , tidak ada yang saling menegur kecuali Chandra dan Esme .
Hingga lift akhirnya berhenti di lobby .
Aydin segera menghentikan langkah Risa dengan menarik tangannya lalu menggenggamnya erat .
" Chandra , Franda ... kalian bisa kembali ke kantor sendiri ? Aku ingin pakai mobilnya . " Ujarnya sambil menoleh ke arah Risa yang sedang berusaha melepas genggaman Aydin .
" Baik Pak . Tentu saja , silahkan . " Jawab Chandra .
" Risa kita harus bicara berdua . " ujar Aydin .
" Aku tidak mau , lepaskan . " tolak Risa .
" Please . Jangan sampai kita jadi pusat perhatian disini . " ujar Aydin , namun terdengar seperti ancaman .
Esme mengangguk pada Risa , mengizinkan wanita itu untuk menerima permintaan Aydin .
" Bagaimana jika kalian berdua ikut denganku saja . " Ujar Esme menawarkan mengantar Chandra dan Franda .
__ADS_1
Tanpa menunggu lagi Aydin menarik Risa untuk mengikuti langkahnya menuju mobilnya .
Setelah memastikan Risa sudah memakai seat belt , Aydin segera melajukan mobilnya .
Entah mengapa Ia malah membawa Risa ke bukit yang ada di belakang kampusnya dulu .
30 menit perjalanan dengan keheningan dan mereka sampai di sana.
Aydin menepikan mobilnya , kemudian turun dan menutup pintu dengan keras .
Risa sampai terlonjak kaget . Ia diam sesaat , sedikit ada ketakutan akan sikap Aydin saat ini .
Beberapa menit diam di dalam mobil , akhirnya Risa ikut turun .
" Apa maumu ? Kenapa membawaku kesini . " Tanya Risa .
Aydin tidak bergeming , Ia hanya fokus menatap pemandangan jalan dari atas bukit .
Risa mulai kesal .
" Kalau kamu tidak ingin bicara , aku lebih baik pergi saja . "
Risa berbalik hendak mengambil tasnya di mobil. Namun Aydin menghentikannya .
" Apa hubunganmu dengan Gio ? " tanya Aydin .
" Apa urusannya dengan mu ? " tantang Risa .
" Hahh ?? Kamu pikir aku tidak tahu , jika malam sebelum kejadian di kantorku kamu makan malam romantis bersama Gio . " Ujar Aydin .
Suaranya meninggi .
" Lalu ? Masalahnya apa ? " Risa sungguh tak mengerti apa yang dipermasalahkan pria ini .
Aydin tertawa .
" Masalahnya karena kamu menerima bahkan membalas semua ciumanku di saat malamnya kamu telah makan malam romantis bersama pria lain . "
Suara Aydin tidak hanya meninggi , Ia bahkan menekankan setiap kata yang dia ucapkan .
" Dan malamnya setelah yang terjadi diantara kita , kamu bertemu lagi dengan Gio kan . " Lanjutnya .
" Iya benar .... semua yang kamu bilang benar . " Jawab Risa tak kalah menantangnya .
" Memangnya kenapa hah ??? Kamu cemburu ???? "
Pertanyaan Risa barusan mampu membuat Aydin membeku .
.
.
.
.
.
"*Sedikit kecemburuan bisa menjadi hal yang baik, karena kita mungkin diingatkan untuk menghargai apa yang kita miliki." - Shane Parrish*
.
.
.
.
__ADS_1
.
To be continue