Menikah Karena Amanat

Menikah Karena Amanat
Bab 29 . Cemburu ? Tidak mungkin !


__ADS_3

" Jadi apa jadwalku hari ini ? "  tanya Aydin pada Chandra  saat keduanya sudah berada di ruangan Aydin .


" Pukul 10 nanti Bapak ada meeting dengan Pak Gio di Sky High Building  . Katanya hari ini Pak Gio akan hadir meeting bersama investornya . " Jelas Chandra .


Mendengar nama Gio seketika darah Aydin rasanya mendidih .


Emosinya pagi ini sepertinya sedang diuji . Dan itu semua tak lain karena seorang Risa .


" Pak ... semalam apa Bapak bertengkar dengan adik Bapak ? " Tanya Chandra .


Semalam Chandra sampai tidak tidur memikirkan nasib wanita yang Ia sukai dalam diam selama 3 tahun terakhir .


Bukannya Chandra tak tahu jika semalam bosnya itu mendadak pulang dari lounge dalam keadaan marah setelah mendapat pesan dari Ayana .


Kening Aydin mengernyit menatap Chandra . Aydin tentu tahu jika Chandra menaruh hati pada adiknya . Chandra pria yang baik dan pekerja keras . Tapi Aydin tahu hati adiknya sudah terpaut pada pria lain .


" Memangnya kenapa kalau aku bertengkar dengan anak nakal itu ? " Aydin bertanya balik .


" Hemm .... Pak , janganlah terlalu keras pada Ayana . Di masa masa inilah dia harus mencoba hal hal baru sebelum memilih yang terbaik untuknya . " ujar Chandra .


" Sepertinya kamu sangat perhatian pada adikku . Chand ... jangan sampaikan perhatianmu padaku , sampaikan langsung padanya . Tak akan ada kemajuan jika kamu seperti ini terus . Ini saranku sebagai temanmu . " ujar Aydin .


Chandra diam sejenak . Apa ini berarti lampu hijau dari bosnya , pikirnya .


" Baik Pak . Akan saya usahakan . Tapi bolehkah saya juga memberi saran sebagai teman pada Bapak ? " tanya Chandra hati hati .


Aydin mengangguk sambil mulai mengerjakan sesuatu di komputernya .


" Tidak ada yang tahu luka hati sembuhnya kapan , bagaimana , atau siapa yang bisa menyembuhkan . " ujar Chandra dan berhasil membuat Aydin berhenti .


" Sebaiknya segera cari tahu apa keinginan hati , sebelum terlambat . Apalagi untuk wanita seperti Nona Kim . Ckckckck .... " lanjut Chandra tanpa sadar jika bosnya kini menatapnya tajam .


" Apa maksudmu ? Kenapa kamu bawa bawa Risa ? " tanya Aydin dengan sedikit membentak .


Chandra mulai panik . Apa dia sudah bicara terlalu jauh yah , pikirnya .


" Hemmm ... maaf Pak tapi kemarin saya juga lihat jejak yang tertinggal pada Nona Kim . Ku pikir suatu kemajuan jika Bapak bisa melakukan itu . Bukannya selama ini untuk berkenalan dengan wanita lain saja Bapak tidak mau ? " ujar Chandra dengan berani , sudah kepalang tanggung pikirnya .


Aydin menatap Chandra dengan tatapan membunuh .


Tak ada jawaban dari Aydin , tapi satu persatu berkas di atas mejanya melayang ke arah Chandra .


" Siapa yang izinkan kamu berani menatap tubuhnya hah . " ujar Aydin .


" Maaf... maaf Pak .. tapi itu terlihat sangat jelas . Harusnya Bapak membuat jejaknya di tempat yang lebih tertutup . " ujar Chandra makin membuat Aydin emosi .


" Sialan . Sini kamu ... dasar asisten lucknut .... "


Maki Aydin .


Chandra berlari keluar ruangan Aydin sebelum bukan lagi berkas yang melayang ke arahnya melainkan meja .


Chandra keluar dari ruangan Aydin dengan tawa . Puas sekali rasanya menggoda bosnya yang sok jual mahal itu .


" Chandra .... " panggil seorang wanita .


" Eh .. pagi Bu Franda . "  sapa Chandra ramah .


" Aydin sudah datang ? " tanyanya .


" Sudah Bu ... Beliau ada di ruangannya . Tapi hati hati yah Bu , harimau lagi marah karena jejaknya ketahuan . " Ujar Chandra sambil cekikikan .


Franda hanya bisa menggeleng tak mengerti dengan maksud dari asisten pria yang Ia sukai .


" Paa....gi Aydin " Sapa Franda yang baru masuk ke ruangan Aydin dan terkejut dengan berkas yang berserakan .


" Hei..  pagi Nda ... sorry berantakan . Asisten lucknut bikin aku emosi pagi pagi . " Ujarnya .


" Ada apa  ? " tanya Aydin .


" Aku mau mengingatkan untuk meeting di perusahaan Gio jam 10 nanti . " ujar Franda berbasa basi .


Aydin mengangguk .


" Din , siapa wanita yang kemarin bersamamu ? " tanya Franda .


" Hemm .... siapa ? " Aydin berpikir .


" Ohh maksudmu Risa ?


" Kim Risa , dia model asal korea . Temen Gym , eh ternyata dia juga mentor Ayana di agensi modelnya . " jelas Aydin .


" Sepertinya kalian dekat ? "


" Oh yah ? Apa terlihat seperti itu ? " Aydin kembali bertanya , namun dari raut wajahnya Franda bisa melihat jika Aydin senang dengan pertanyaannya .


Franda hanya mengedikkan bahunya .




Sesuai janji , sebelum jam 10 pagi Aydin sudah tiba di Sky High building didampingi Chandra dan Franda .



Ketiganya langsung menuju ke ruang meeting . Disana sudah ada Albert tanpa Gio .



" Pagi Albert ... " sapa ketiganya kemudian dibalas dengan sopan oleh Albert .



" Gio kemana ? " tanya Aydin .



" Masih diruangannya . Lagi ngegombal dengan memanfaatkan maket apartemen . " Ujar Albert .


__ADS_1


Chandra dan Franda merespon dengan tertawa ,mereka sudah tahu bagaimana kebiasaan Gio yang suka menebar pesona pada wanita .



Sementara Aydin merasa geram , bisa bisanya Gio mendekati wanita lain saat dia juga sedang mendekati Risa .



Tak lama terdengar suara Gio samar samar dari luar .



" Yuk .. silahkan masuk princess ." Ujar Gio sambil membukakan pintu .



Aydin tiba tiba saja menjadi malas mendengar bualan Gio .



" Kamsahamnida ( *terima kasih* ) .... "


Terdengar suara wanita membalas ucapan Gio membuat Aydin menoleh .



" Shiitttt.... " umpatnya dalam hati .



Chandra menyadari raut wajah tak senang dari bosnya .



" Hei ... kalian sudah disini . " sapa Gio ramah pada Aydin , Chandra dan Franda .



Sementara Aydin makin geram tatkala Risa dengan sengaja menatap ke arah lain saat Aydin menatapnya .



Gio mempersilahkan semua orang duduk . Risa sendiri duduk di antara Gio dan Esme .



Gio memperkenalkan Risa sebagai investor untuk salah satu proyek apartemen terbarunya .


Bahkan apartemen terbaru Gio akan dibuat dengan mengusung konsep ' **Sky High X Kim Risa** ' . Jadi dari segi interior apartemen akan menjadi pilihan dari model terkenal Kim Risa .



Semua peserta meeting setuju dengan konsepnya . Banyak yang optimis jika apartemen ini akan sukses karena mengusung nama model terkenal , dan ini merupakan suatu ide yang baru .



Sedang perusahaan Aydin akan berkontribusi untuk membuat apartemen dilengkapi teknologi canggih salah satunya dari sistem keamanan .




Aydin makin kesal lantaran selama 2 jam meeting , Risa sama sekali tidak pernah menatap padanya .



Hingga akhirnya meeting selesai . Gio dengan sangat menyesal meminta maaf karena tidak bisa menjamu makan siang karena masih harus meeting dengan klien yang lain .



Dan hal itu membuat Aydin senang karena dia akhirnya ada kesempatan untuk bicara berdua dengan Risa .



Mereka dalam satu lift yang sama namun terasa sangat menegangkan , tidak ada yang saling menegur kecuali Chandra dan Esme .



Hingga lift akhirnya berhenti di lobby .



Aydin segera menghentikan langkah Risa dengan menarik tangannya lalu menggenggamnya erat .



" Chandra , Franda ... kalian bisa kembali ke kantor sendiri ? Aku ingin pakai mobilnya . " Ujarnya sambil menoleh ke arah Risa yang sedang berusaha melepas genggaman Aydin .



" Baik Pak . Tentu saja , silahkan . " Jawab Chandra .



" Risa kita harus bicara berdua . " ujar Aydin .



" Aku tidak mau , lepaskan . " tolak Risa .



" Please . Jangan sampai kita jadi pusat perhatian disini . " ujar Aydin , namun terdengar seperti ancaman .



Esme mengangguk pada Risa , mengizinkan wanita itu untuk menerima permintaan Aydin .



" Bagaimana jika kalian berdua ikut denganku saja . "  Ujar Esme menawarkan mengantar Chandra dan Franda .

__ADS_1



Tanpa menunggu lagi Aydin menarik Risa untuk mengikuti langkahnya menuju mobilnya .



Setelah memastikan Risa sudah memakai seat belt , Aydin segera melajukan mobilnya .



Entah mengapa Ia malah membawa Risa ke bukit yang ada di belakang kampusnya dulu .


30 menit perjalanan dengan keheningan dan mereka sampai di sana.



Aydin menepikan mobilnya , kemudian turun dan menutup pintu dengan keras .



Risa sampai terlonjak kaget . Ia diam sesaat , sedikit ada ketakutan akan sikap Aydin saat ini .



Beberapa menit diam di dalam mobil , akhirnya Risa ikut turun .



" Apa maumu ? Kenapa membawaku kesini . "  Tanya Risa .



Aydin tidak bergeming , Ia hanya fokus menatap pemandangan jalan dari atas bukit .



Risa mulai kesal .



" Kalau kamu tidak ingin bicara , aku lebih baik pergi saja . "



Risa berbalik hendak mengambil tasnya di mobil. Namun Aydin menghentikannya .



" Apa hubunganmu dengan Gio ? " tanya Aydin .



" Apa urusannya dengan mu ? " tantang Risa .



" Hahh ?? Kamu pikir aku tidak tahu , jika malam sebelum kejadian di kantorku kamu makan malam romantis bersama Gio . " Ujar Aydin .


Suaranya meninggi  .



" Lalu ? Masalahnya apa ? " Risa sungguh tak mengerti apa yang dipermasalahkan pria ini .



Aydin tertawa .



" Masalahnya karena kamu menerima bahkan membalas semua ciumanku di saat malamnya kamu telah makan malam romantis bersama pria lain . "


Suara Aydin tidak hanya meninggi , Ia bahkan menekankan setiap kata yang dia ucapkan .



" Dan malamnya setelah yang terjadi diantara kita , kamu bertemu lagi dengan Gio kan . " Lanjutnya .



" Iya benar .... semua yang kamu bilang benar . " Jawab Risa tak kalah menantangnya .



" Memangnya kenapa hah ??? Kamu cemburu ???? "



Pertanyaan Risa barusan mampu membuat Aydin membeku .



.


.


.


.


.


"*Sedikit kecemburuan bisa menjadi hal yang baik, karena kita mungkin diingatkan untuk menghargai apa yang kita miliki." - Shane Parrish*


.


.


.


.

__ADS_1


.


To be continue


__ADS_2