Menikah Karena Amanat

Menikah Karena Amanat
Bab 40 . Bertemu iblis ( part 3 )


__ADS_3


" *Eonni ..... aku harus ke toilet sebentar* . "


*Ujar risa pada Esme* .



" *Hemm ...... palli yo ( cepatlah ) . Ki**ta masih harus bergegas ke Stars Academy* . " 



*Risa mengangguk kemudian pamit pada  salah satu staff dari perusahaan design interior yang sedang mengobrol dengannya* .



*Risa mempercepat langkahnya untuk segera sampai di toilet . Ini karena terlalu banyak air yang Ia minum* .



*Aydin yang awalnya hanya menggenggam tangannya di bawah meja  , tiba-tiba bertingkah jahil dengan menggelitiki telapak tangannya* .



*Risa harus menahan rasa geli akibat perbuatan Aydin . Akan aneh jika Ia sampai tertawa , padahal tidak ada hal yang lucu* .



*Belum lagi Aydin yang sesekali berpura-pura seakan berbisik padanya, padahal Ia sedang mencuri ciuman di pipi Risa* .



*Risa terkejut . Tak Ia duga Aydin sangat nekat* .


*Itulah mengapa Risa terus terusan meneguk air dari gelasnya untuk meredam keterkejutannya karena tindakan nekat Aydin* .



*Dan inilah hasilnya , Risa bahkan kini berlari untuk sampai di toilet secepatnya* .



*Risa panik saat melihat sign board yang menghalanginya masuk ke dalam toilet* .



" *Maaf Nona , toilet ini dalam perbaikan . Nona bisa ke bagian belakang, di dekat pintu keluar darurat . Di sana toilet terdekat* . "



*Ucapan salah satu cleaning service hotel serasa angin sejuk bagi wanita berparas cantik itu* .



" *Terimakasih* . "


*Balasnya lalu melanjutkan langkahnya cepat mengikuti arah yang diberitahukan*  .



*Risa bahkan tak menyadari jika sejak tadi sepasang mata penuh dendam terus mengikuti langkahnya* .



" *Huuuffftttt.... leganya . " Gumam Risa setelah akhirnya berhasil mengeluarkan semua cairan yang Ia tahan sejak tadi* .



*Risa mengamati tampilan wajahnya di cermin berukuran besar sebelum akhirnya keluar dari toilet* .



*Prok... prok... prok*...



*Suara tepukan tangan terdengar menggema karena keadaan sekitar yang sunyi* .



*Berada di bagian paling belakang dan dekat dengan pintu keluar darurat , menjadikan area ini jarang dilewati oleh pengunjung atau karyawan hotel* .



*Risa berbalik , sudah Ia duga jika pelakunya adalah iblis itu* .



*Dengan semua kemampuan aktingnya , Risa berusaha menjaga ekspresinya tetap datar* .


*Risa berpura - pura tidak mengenali iblis yang kini berjalan perlahan mendekatinya* .



*Iblis itu adalah Ferdinand* .



" *Maaf , ada yang bisa saya bantu ? " tanya Risa* .



" *Kim Risa ...... bagaimana kabarmu* ? "


*Ferdinand dengan gaya angkuhnya bertanya* .



" *Baik . Terimakasih atas perhatian Anda* . "


*Jawab Risa* .



*Risa hendak berbalik meninggalkan Ferdinand . Melawan Ferdinand sekarang sama saja Ia menyerahkan diri dengan suka rela . Walaupun sudah lebih berumur , tapi kekuatan Ferdinand masih jauh di atas Risa*  .



" *Kamu mau kemana ? " cegahnya* .



*Risa berhenti . " Maaf Tuan . Tidak ada alasan untuk saya tinggal , kita bahkan tidak saling mengenal* . "



" *Oh yah ??? Bukannya sejak awal meeting kamu selalu menatapku ? Bisakah ku simpulkan jika kamu tertarik padaku sebagai pria ? " Ujar Ferdinand sengaja memprovokasi Risa* .

__ADS_1



*Risa mengernyitkan keningnya* .


" *Ohh saya ingat sekarang . Anda adalah salah satu dari perusahaan konstruksi itu kan* ? "



" *Sepertinya Anda telah salah paham Tuan . Walaupun ku sadari jika Aku sering menjadi perhatian , tapi sayang sejauh ini belum ada yang berhasil menarik perhatianku . Begitupun dengan Anda . Permisi* . "


*Balas Risa dengan meremehkan Ferdinand* .



*Risa hendak melanjutkan langkahnya* .



" *Berhentilah berpura-pura Brisa Elzavira . " Bentaknya* .



" *Kamu terlihat menjadi wanita bodoh sama seperti Ibumu . " lanjutnya menghina* .



*Risa mengepalkan kuat tangannya menahan emosi saat Ibunya dihina* .



" *Apa sebenarnya yang anda inginkan Tuan* ? "


*Tanya Risa* .



" *Karena ini pertemuan pertama kita dan mengingat jika mungkin saja kita akan menjadi rekan bisnis , maka aku akan melupakan hinaan Tuan mengenai wanita bodoh itu . " Tegasnya* .



" *Brisa ... Brisa ... aku tahu ini kamu* . "



*Ferdinand kini menarik salah satu tangan Risa dan mencengkramnya kuat* .



*Risa meringis menahan sakit di tangannya karena cengkraman iblis* .



" *Apa yang Anda katakan . Siapa Brisa ? Saya tidak mengenalnya . " Teriak Risa di hadapan wajah Ferdinand sambil satu tangannya berusaha melepas cengkraman pria iblis itu*  .



" *Kamu bisa saja membodohi orang lain dengan wajah dan kemolekan tubuh mu anak sial . Tapi tidak dengan ayah mu . Kamu lahir dari benihku , aku yang paling tahu tentangmu* . "


*Ferdinand berucap penuh penekanan* .



*Dalam hati Risa kini sungguh sedang menangis. Rasanya ini pertama kali setelah hampir 20 tahun Ferdinand akhirnya kembali mengakui jika Ia adalah ayahnya . Tapi pengakuannya yang tak lebih sebagai hinaan itu malah makin membuat hati Risa hancur* .




" *Tidak akan kubiarkan kamu lari lagi anak sial* ."



" *Apa yang kamu mau dariku hahh ? "  Risa kembali menantang Ferdinand* .



" *Aku akan melakukan hal yang seharusnya ku lakukan sejak dulu . Menghabisimu sama seperti Ibumu* . "



*Ferdinand mencengkram Risa makin kuat* .


*Sementara Risa meringis  semakin keras menahan sakit* .



*Dari sudut matanya sudah berlinang air mata* .



*Bukan ... bukan air mata karena sakit di tangannya . Tapi air mata karena sakit di hatinya. Bahkan saat sekarang , saat dirinya menjadi Kim Risa  pria iblis ini tetap bisa menyakitinya dengan semua hinaan yang keluar dari bibir penuh dosanya* .



~~~~~~~~~~~~~~~~~ ***Flashback Off***~~~~~~~~~~~~~~



Mata Aydin membelalak , emosi tiba-tiba memenuhi dirinya saat Ia melihat apa yang terjadi pada kekasihnya .



" Hei ... Bren\*\*\*k . Lepaskan tangan kotormu darinya . "



Teriakan Aydin menggema , mengejutkan dua orang yang kini saling menatap dengan penuh kebencian .



Pria itu berlari sekencang yang Ia bisa .


Melepaskan tangan Risa dari cengkraman pria tua yang tak lain  adalah salah satu rekan bisnisnya .



Buuugghhh .. Buuugghhh ..



Dua pukulan kuat Aydin berikan tepat di perut dan rahang Ferdinand membuat pria tua itu tersungkur .



Aydin melihat Risa sudah berada di tempat yang aman . Namun air mata di pipi kekasihnya itu membuat emosinya meledak .


__ADS_1


" Kurang ajar . Kau berani menyakitinya bahkan membuatnya menangis . " Geram Aydin .



Aydin mendekati Ferdinand yang masih tersungkur sambil memegangi rahangnya yang kena pukulan Aydin .



Aydin mencengkram kerah kemeja Ferdinand . Baru kali ini Aydin menghajar pria yang lebih tua darinya .



Tapi melihat air mata kekasihnya , Aydin sudah tidak peduli .



Kembali Ia layangkan pukulan di wajah Ferdinand .



" Aydin... berhenti . Stop . " Teriak Risa .



Aydin menulikan telinganya . Ia menarik paksa Ferdinand agar berdiri lalu melayangkan satu tinjunya lagi ke perut Ferdinand . Ferdinand terdorong mundur beberapa langkah .



Risa tidak ingin Aydin mendapatkan masalah karenanya . Hal itu juga tentu akan mengacaukan rencananya .



Risa mendekati Aydin . Wanita itu memeluk Aydin , menahan agar Aydin tidak melanjutkan apa yang ingin Ia lakukan .



" Aydin ... sudah cukup . Aku tidak apa-apa . " Ujar Risa menenangkan Aydin .



" Dia  menyakitimu sayang . " Balas Aydin .



" Ay , ku mohon .... aku hanya ingin pulang . Kepalaku pusing . "


Risa menyandarkan kepalanya pada dada bidang Aydin .



Aydin akhirnya mengalah . Satu tangannya Ia rangkulkan di pundak Risa .



" Awas saja jika kau berani mendekati atau menyakiti Risa lagi . Kau akan tahu akibatnya . " Ancam Aydin .



" Kau akan menyesal karena ikut campur dalam permasalahan yang bukan urusanmu Anak muda . " Balas Ferdinand .



" Semua yang menyangkut Risa adalah urusanku . Dia kekasihku . Jadi berhentilah , apapun niatmu . Karena anak muda ini bisa berbuat hal yang tidak kamu duga . "



Ancaman terakhir Aydin sebelum Ia membawa Risa pergi dari tempat itu .



Meninggalkan Ferdinand yang meringis memegangi rahang dan perutnya .



" Temui aku di dekat pintu keluar darurat. Sekarang . " Bentaknya memberi perintah lewat ponselnya .



" Awas saja kau anak sial . Kau dan kekasihmu itu akan segera merasakan balasanku . " Gumam Ferdinand .



Setelah keadaan lebih tenang , seorang pria melangkah dengan perlahan meninggalkan tempatnya berdiri sejak tadi .


Pria itu berjalan dengan rahang mengeras , menahan amarah . Ia sungguh marah saat seorang pria tua berani menyakiti wanita yang Ia sukai .


Tapi kekecewaan dan sakit di hatinya masih mengalahkan amarahnya .


Kecewa dan sakit saat tahu jika wanita yang Ia suka ternyata sedang menjalin hubungan dengan temannya . Dan dengan bodohnya dia tidak tahu hal itu .


" Ciihh.... pintar sekali mereka menyembunyikan hubungan mereka . " Gumamnya sambil terus melangkah .


" Tak ku sangka Aydin secepat itu merebut Risa dariku , padahal dia tahu jika aku ingin serius dengan Risa . "


Entah dari mana munculnya . Perasaan dendam pada Aydin kini muncul dalam hatinya .


" Akan ku buat kau menyesal merebut Risa dariku Aydin . Akan ku buat pria tua itu menyesal telah menyakiti tangan yang kupuja . Dan akan ku buat kau memohon untuk bisa bersamaku Risa sayang . " Batin pria itu sambil terus melangkah menuju parkiran mobilnya .


Sebelum melajukan mobilnya Ia menghubungi seseorang dengan ponselnya .


Tuut... tuut....


" Albert ... aku pergi dan tidak kembali lagi ke kantor hari ini . Atur ulang semua jadwalku . "


Perintahnya .


Yah.... pria itu adalah Giovanni Ezra .


.


.


.


.


.


"Aku hanya manusia biasa, tetapi jangan pernah meremehkanku karena aku bisa melakukan hal yang luar biasa yang tidak bisa kalian lakukan."


.


.


.


.

__ADS_1


To be continue


__ADS_2