Menikah Karena Amanat

Menikah Karena Amanat
Bab 26 . Hasrat dan Cemburu


__ADS_3

Katakan Aydin sudah kehilangan kewarasannya. Yang Ia tahu , wanita didekapannya ini telah mengganggu pikirannya sejak semalam .


Dan kini dia sendiri yang datang pada Aydin .


" Baiklah Kim Risa , ayo kita cari tahu apa yang terjadi padaku . "


Batin Aydin lalu mulai mendekatkan wajahnya pada wajah cantik di hadapannya kini .


Risa mematung tatkala benda kenyal milik Aydin bertemu dengan miliknya yang hanya berlapiskan liptint rasa strawberry .


Aydin awalnya hanya menempelkan bibirnya saja . Tidak ada pergerakan yang Ia lakukan .


Ia memeriksa bagaimana perasaannya  . Tidak ada sedikitpun perintah untuk berhenti .


Tak ada penolakan dari Risa . Sekilas Aydin melihat Risa memejamkan matanya , membuat Aydin semakin berani melanjutkan aksinya .


Salah satu tangannya kini beralih menahan tengkuk Risa agar wanita itu tidak bisa berubah pikiran lagi . Setelah itu Aydin mulai melancarkan aksinya . Peraduan tak terhindarkan lagi , suara cecapan benda kenyal yang beradu bagaikan lantunan melodi yang memabukkan keduanya .


Kepala keduanya bergantian ke kiri dan kanan , mencari posisi pas saat masing masing sibuk saling membelit dan mengabsen benda benda di dalam rongga mulut masing masing .


Hawa panas menjalar di tubuh Aydin . Sudah cukup lama namun tak ada tanda tanda Aydin akan menyudahi kegiatannya . Kaki Risa mulai terasa seperti  jelly , tak membuat Aydin berniat berhenti .


Rasa strawberry sungguh membuatnya lupa diri . Aydin mendorong tubuh Risa perlahan hingga bersandar di dinding  tanpa melepas tautan keduanya .


Aydin baru melepaskan tautan mereka saat dirasa keduanya butuh tambahan oksigen . Wajah risa merona , Aydin bisa melihat itu . Aydin menempelkan kening mereka . Keduanya bisa merasakan hembusan napas masing masing yang semakin berat .


" Sepertinya kau tak mengingat apa yang ku katakan soal pria jika melihat yang seperti ini . " Bisik Adit dengan suara serak sambil tangannya yang tadi ditengkuk Risa kini menjelajahi lembut leher dan pundak terbuka Risa .


Risa memejamkan kembali matanya . Sungguh luar biasa sensasi yang Ia rasakan . Tangannya kini mulai bermain di dada bidang Aydin dari luar kemejanya .


Apalagi saat Aydin mulai beralih ke leher jenjang Risa, mengecup beberapa kali , bermain disana , hingga menggigit pelan .


Anehnya bukan rasa sakit yang Risa rasakan . Risa kesulitan menahan perasaan yang membuncah akibat perbuatan Aydin .


" Aaaahhh.... " beberapa kali suara aneh keluar tanpa diperintah oleh Risa tatkala Aydin mengabsen tiap inci dari leher hingga ke pundak Risa .


Aydin menghentikan aksinya . Ada sesuatu yang ingin Ia tahu sebelum Ia kembali melanjutkan aksinya .


" Semalam kamu dimana ? " tanyanya .


" Hah ? Maksudmu ? " Risa mengumpulkan dulu kesadarannya .


" Ku tanya , semalam apa kamu makan malam di apartemen ? " tanya Aydin sekali lagi .


" Hemm ..  semalam aku makan malam di luar bersama teman . " jawab Risa jujur  .


Aydin menjauhkan satu tangannya yang tadi menangkup pipi Risa lalu mengepalkannya kuat.


" Apa dia Pria ? Giovanni Ezra ? " Aydin memastikan .


" Kamu mengenalnya ? " Risa bertanya balik .


Pertanyaan Risa sudah cukup memberi jawaban bagi Aydin .


Pria itu melepaskan rengkuhannya pada pinggang Risa lalu mundur , menjauhi Risa .


" Shiiiit.... " Teriaknya sambil mengayunkan tinjunya ke udara .


Risa menatap Aydin tak mengerti . 


" Apa kamu baru saja mengumpat padaku ? " tanya Risa .


Aydin kembali merapatkan tubuhnya pada Risa . Dia bahkan tak tahu perasaan apa yang Ia rasakan saat tahu jika wanita semalam memang Risa sesuai dugaannya .


Matanya menatap tajam Risa , ingin sekali Ia marah pada wanita ini . Namun matanya melirik ke arah leher dan pundak Risa , ada beberapa jejak yang Ia buat .


Aydin membuka jasnya lalu memakaikannya pada Risa .


" Harus berapa jasku yang kamu pakai baru kamu akan berhenti membuat pria lain mengagumi tubuhmu . " Ujar Aydin .


Setelah berkata itu , Aydin keluar dari ruang pribadinya . Ia mengambil sebotol air mineral dari minibar yang ada di ruangannya . Meneguknya sampai habis .


Jika tadi darahnya terbakar karena hasrat  , kini rasanya darahnya mendidih saat tahu Risa bersama Gio semalam .



\------- Flashback beberapa saat yang lalu ----------

__ADS_1



Tanpa mereka tahu ,  Franda yang tadinya sudah kembali ke ruang meeting merasa gelisah .



" Apa yang mungkin mereka lakukan berdua didalam ? Walaupun ada Dafha , tapi sepertinya bocah itu sedang tidur . " Batin Franda .



" Bu Franda ... bukankah yang bersama Pak Aydin tadi adalah Kim Risa ? Model dari Korea . " tanya salah satu karyawan di ruang meeting .



" Kim Risa ? " ulang Franda .



" Iya Bu . Dari berita , model itu sedang ada kerja sama dengan stars academy . " jelas yang lain .



Franda akhirnya membubarkan meeting  lalu masuk kembali ke ruangan Aydin .



Dengan ragu dan mengendap ngendap , Franda mencoba mendorong pintu ruang pribadi Aydin yang ternyata tidak di kunci  .  Pintu baru sedikit terbuka dan yang terdengar adalah suarah dari seorang wanita yang sedang merasakan kenikmatan dunia .



Air mara menetes membasahi wajah Franda .


" Mengapa setelah bertahun tahun akhirnya aku punya kesempatan , tapi mengapa ada saja  yang menghalangi . "


Batin Franda .



Tak kuat mendengar \*\*\*\*\*\*\* yang menyakitkan , Franda berlari keluar dari ruang kerja Aydin . Bersamaan dengan Chandra yang akan membuka pintu .




Franda tak menjawab hanya mengangguk . Chandra bisa melihat ada bulir air mata di mata Franda.



Chandra membuka pintu namun tak ada siapapun di sana .  Matanya tertuju pada pintu ruang pribadi bosnya .



" Apa mungkin ? " Chandra membayangkan yang iya iya mungkin sedang terjadi antara bosnya dan model itu .



Lamunan Chandra terhenti karena ada suara yang memanggil manggil namanya .



" Hei.... hello ... hei .... hello ... "



" Pak.. Pak..  Pak Chandra ... "



Esme sampai harus menaikkan volume suaranya untuk menyadarkan sekertaris Aydin .



" Jadi dimana Risa ? Apa mereka ada di dalam  ? " tanya Esme .



Chandra mengangguk . " Tapi sepertinya mereka membahas sesuatu yang penting . "

__ADS_1



" Sebaiknya kita menunggu di ruanganku saja . " Ajaknya sambil mendorong tubuh Esme keluar menuju ruangannya .



\-------- Flashback Off ---------



" Pria aneh .... enak saja sudah ku tolong putranya tapi masih bersikap seenaknya saja ."  Batin Risa .


" Apa apaan dia meninggalkanku setelah apa yang terjadi . " gerutu Risa .


Apalagi Ia melirik pundaknya yang terdapat beberapa jejak Aydin disana .


Setelah merapikan jas Aydin yang Ia pakai , Risa keluar menyusul Aydin .


Ia duduk di Sofa dengan kasar  .


Aydin mengernyit melihat tingkah menggemaskan Risa  .


" Jadi apa tadi yang kamu tanyakan ? Aku lupa . " tanya Risa .


Aydin mengulang pertanyaannya pada Risa mengenai Dafha yang bersamanya .


Risa akhirnya menceritakan pada Aydin skenario yang sudah Ia buat bersama Esme dan Dafha .


Aydin tak bertanya lagi , sepertinya dia percaya .


" Lalu , apa yang kamu lakukan bersama Gio semalam ? "  tanya Aydin selanjutnya .


" Dinner . " jawabnya singkat .


Aydin mengepalkan tangannya . " Sedekat apa hubunganmu dengannya hingga dinner berdua ? "


" Hemm ... hubungan pertemanan yang berawal dari rekan bisnis . " ujar Risa .


" Cihhh...... " Aydin berdecih  . Entah hatinya semakin mendidih melihat Risa santai menjawab semua pertanyaannya tentang Gio .


Risa merasa aneh dengan sikap Aydin . Ia berdiri dan memilih berkeliling ruangan Aydin .


Ia berdiri menghadap dinding kaca dan menatap lurus ke depan . Ternyata Esme bernar , jika perusahaan Aydin berhadapan tepat dengan  apartemennya .


Setelah itu , Risa beralih ke sebuah dinding yang terpajang banyak penghargaan . Dari banyaknya penghargaan di sana , tatapannya terkunci pada sebuah gambar sketsa yang terbingkai  .


" Aydin .... " panggilnya .


Aydin mendekat. " Hemm ...? "


" Gambar itu , dari mana kamu mendapatkannya ? " tanya Risa .


" Kenapa  ? Baguskan gambarnya . Aku suka arti kata Ohana yang tertulis di sana . " ujar Aydin .


" Keluarga . " ujarnya bersamaan .


Kedua mata itu seketika saling pandang . Mata Risa yang  berkaca - kaca dan Mata Aydin yang penuh tanda tanya .


.


.


.


.


.


 "Bahkan perasaan paling hebat pun berhenti ketika diabaikan dan diterima begitu saja."


.


.


.


.

__ADS_1


.


To be continue


__ADS_2