
Beberapa jam sebelumnya di kediaman Dimas Syauqi
Hooooooaaammmm
Dafha bocah 5 tahun menguap sambil sesekali mengusap matanya yang mulai berair karena rasa kantuk yang menderanya .
" Ngantuk yah Boy ? " tanya Aydin pada putranya .
" No Dad , " jawabnya polos tapi kepalanya malah mengangguk membenarkan pertanyaan Daddynya .
Aydin tertawa , " yang benar yang mana Boy ? "
" Dafha ngantuk , " cicitnya .
" Ya udah kamu tidur siang aja , emang biasanya jam segini kamu biasanya tidur ? " tanya Aydin.
Dafha mengangguk , " tapi kata Mama Risa kalau Daddy di rumah Aku harus nemenin Daddy . Katanya Daddy sudah berusaha meluangkan waktu dan aku harus menghargai itu dengan cara menghabiskan waktu berdua dengan Daddy . " Ucap Dafha tanpa filter .
" Mama Risa ? Kok bisa ? " Aydin memanfaatkan kepolosan putranya .
" Forgive me Dad . " Dafha menunduk .
" Sebenarnya Dafha kangen banget sama Mommy . Kata Masha , kalau kangen doakan saja dan bilang kangen . Terus kata Masha kalau ada satu tempat yg bisa Dafha datangi kalau lagi kangen . "
Aydin mengernyitkan keningnya .
" Tapi kesana harus izin Daddy dulu , tapi Daddy katanya lagi banyak pekerjaan . " Ujarnya .
Aydin merasa bersalah pada Risa . Ia pikir Risa mengatasnamakan Dafha agar Aydin mau mengajaknya ke makam istrinya .
" Maaf Boy , tadi Daddy memang lagi sibuk banget . Nanti yah, Daddy pasti akan ajak kamu kesana ," janjinya .
Aydin merapikan selimut ,setelah memastikan Dafha tertidur . Saat keluar kamar Dafha , Ia berpapasan dengan Mamanya .
" Dafha ? " tanya Mama Indira .
" Udah tidur , " jawab Aydin dengan suara berbisik .
" Kamu sibuk ? Mama mau ngobrol , " ajak Mama Indira .
" Di teras belakang aja yuk Ma ," ajak Aydin lalu merangkul pundak sang Ibu .
Aydin mengingat , kapan terakhir kali Ia sedekat ini dengan Mamanya . Sepertinya liburan ke Raja Ampat nanti bukan ide yang buruk , pikirnya .
Bibi meletakkan dua gelas jus jeruk untuk majikannya .
" Papa kemana Ma ? " tanya Aydin .
" Papa lagi ke pusat komunitas ."
" Komunitas ? " kening Aydin mengernyit .
" Iya , sudah seminggu ini . Papa kesana dua hari sekali . Kalau Mama sih bilangnya panti jompo, tapi Risa dan Daddy mu bersikeras bilang itu komunitas ," jawab Mama Indira sambil tertawa .
" Risa ? Panti jompo ? " tanya Aydin .
" Loh kamu gak tau ? Risa itu sekarang lagi buat yayasan di Indonesia , kata Papa ini juga buat cabang aja dari yang di Korea agar pengurusan surat-surat dan izinnya lebih mudah . " Jelas Mommy .
Aydin memang tau jika sejak dulu Ayahnya selalu aktif di kegiatan sosial . Tapi Ia baru tau mengenai Risa dan yayasan yang ingin Ia buka di Indonesia .
" Sepertinya Risa sudah mantap mau kembali ke Indonesia . Menurut kamu gimana Ay ? " tanya Mama Indira .
" Eh.. kenapa Ma ? Risa ? Tinggal di Indonesia ? Aydin belum pernah menanyakannya langsung . " Jawabnya .
" Loh.. tadi pagi di kamar Dafha , maksud kamu ajak dia tinggal itu apa ? Bukannya itu berarti kamu ingin serius dengannya ? " tanya Mama Indira .
" Mama nguping ? " tanya Aydin namun Mama Indira hanya menyengir .
Aydin menghela napasnya .
" Aydin juga bingung Ma , setiap bersama Risa Aydin nyaman . Lihat kedekatannya bersama Dafha , hatiku menghangat Ma . "
" Tapi entah , kenapa aku merasa berdosa telah mengingkari janjiku pada Kirani untuk setia padanya selamanya . " Ujarnya .
Raut wajah Mama Indira berubah . Ia pikir Aydin sudah tidak lagi memikirkan janji yang Ia buat secara impulsif di saat Kirani sedang kritis .
" Dasar bodoh . Kamu bukannya selingkuh dengan Risa sehingga Kirani tiada . Kenyataannya Kirani telah tiada di dunia ini lalu Risa hadir . Dari segi mananya kamu mengingkari janji ? "
__ADS_1
Mama Indira sudah bosan dan geram dengan pola pikir Aydin . Dia sudah tidak ingin peduli lagi pada putranya , tapi tidak pada Risa . Wanita baik dan tulus itu tidak pantas diperlakukan egois oleh Aydin .
" Kalau memang seperti itu tidak seharusnya kamu membawa Risa sejauh ini . Dia gadis yang baik . Walaupun selalu ceria tapi Mama tau ada luka yang Ia tutupi dengan senyumnya . " Ucap Mama Indira .
" Akhiri semuanya . Jangan bawa Risa terlalu jauh , jangan lukai dia terlalu dalam . Jangan libatkan orang setulus Risa dalam kehidupanmu yang tidak punya masa depan . " Peringat Mama Indira .
Bukan karena Mama Indira tidak menyetujui hubungan putranya dengan Risa , tapi Indira sudah jatuh hati pada ketulusan Risa .
Dia tidak ingin wanita itu bertahan bersama seorang pria yang tidak punya masa depan, yang mengikat satu kakinya pada masa lalu yang ditakdirkan Tuhan untuknya .
Aydin hendak kembali ke ruangan kerjanya saat Ia melihat adiknya Ayana sedang selonjoran di sofa ruang tengah .
Sudah lama sekali dia tidak melihat pemandangan seperti ini .
" Loh bang , kamu di rumah ? " tanyanya heran .
" Ada yang larang ? Ini rumah Papa kok ," jawab Aydin .
" Ihh abang nge gas aja ," balas Ayana .
" Yana pikir abang lagi bareng Ms. Kim , " sambungnya .
" Memangnya dia lagi ngapain ? " tanya Aydin penasaran .
" Lagi berantem yah ? " ledek Ayana .
Aydin tidak mood untuk meladeni Ayana , dengan cepat Ia merebut ponsel di tangan Ayana.
Risa baru saja memposting foto tangannya yang sedang memegang segelas *easy tropical rum cocktail carribean punch* .

Karena penasaran , Aydin melihat lagi postingan sebelumnya , dan nampak lah Risa berfoto dengan seorang artis . Yang membuat Aydin geram adalah pakaian wanita itu .
" Di foto saja dia terlihat begitu menggoda , bagaimana jika dilihat langsung . " geramnya .
" Tidak , kalaupun tau Yana gak akan ngasih tau. " Jawab Ayana .
Ia sengaja tidak memberitahu kakaknya yang sudah sangat egois .
" Ms. Kim berhak mendapat yang lebih baik dari Abang yang gagal move on . " Seloroh Ayana kembali ke kamarnya .
Perkataan Ayana semakin menaikkan emosinya.
Ia pikir Risa sekarang sedang sedih karena yang terjadi di antara mereka , namun ternyata Ia malah bersenang - senang di luar sana dengan mencari perhatian orang lain .
Tanpa menunggu lagi Aydin segera melajukan mobilnya . Menyisir jalanan yang menjadi tempat pusatnya cafe di Jakarta .
Tapi tidak ada tanda - tanda mobil Esme .
Aydin kembali memutar kemudinya , menuju gedung apartemen Risa .
Sudah puluhan kali panggilan Aydin yang di reject oleh Risa .
Dengan emosi , Aydin semakin memacu mobilnya menuju kediaman Risa .
Ting... tong.....
Ting... tong.....
Aydin sudah tau jika apartemen itu sedang kosong . Tapi rasa kesalnya ingin menyangkal hal itu . Tanpa peduli jika saat ini masih termasuk jam orang lain beristirahat , dia terus membuat keributan dengan menekan bel terus menerus .
Echa , mulai merasa terganggu dengan bunyi bel pintu seseorang yang tidak hentinya berbunyi .
" Dasar bodoh , harusnya dia tau bagaimana aturan menekan bel rumah orang lain , " gerutunya .
Echa membuka pintu apartemennya dan mendapati seorang pria yang Ia kenal sebagai kekasih dari tetangganya yang seorang model terkenal .
" Hai ... " sapanya .
Aydin berbalik mendapati pria yang beberapa hari lalu mengusik ketenangannya karena secara terang-terangan terus memandangi kekasihnya .
" Kekasih , " batinya berdecih mengingat sejauh apa Ia membangun hubungan dengan Risa .
__ADS_1
" Sepertinya Risa dan Esme sedang tidak di rumah . " Ujarnya .
Aydin tersenyum simpul , " Ya sepertinya begitu."
" Kenapa tidak meneleponnya saja ? " Saran Echa .
Ucapan pria yang Aydin ingat bernama Reza atau Echa ini semakin menyulut emosinya .
" Salahku yang datang tanpa pemberitahuan ," ujarnya beralasan .
" Apa kamu ingin minum segelas kopi sambil menunggu Risa kembali ? " tawarnya .
Sebenarnya, Aydin enggan tapi Ia penasaran dengan Reza . Dari tatapannya Aydin bisa melihat jika Reza tertarik pada Risa .
Di tambah dengan fakta yang Risa ceritakan mengenai sekertaris kakeknya yang berhianat , dia pikir tidak ada salahnya menerima tawaran Echa .
" Boleh , jika itu tidak merepotkanmu ."
Reza mengajak Aydin duduk di mini bar .
" Americano ? Black Coffee ? Latte ? Espresso ? " Echa menawarkan Aydin kopi layaknya seorang barista profesional .
" Americano double shot , jika boleh . " Jawab Aydin .
" Tentu saja , selera kopimu unik , menarik . " Komentar Echa dengan tangan yang sibuk meracik kopi .
" Ini juga selera kopi Risa . Apa kau juga seorang barista ? "
Echa tertawa dan menggeleng . " Papaku mengelola sebuah kebun kopi peninggalan bosnya , besar di perkebunan membuatku mulai tertarik dengan kopi . "
Aydin menghirup aroma kopinya sebentar lalu menyicipinya . Sebenarnya Ia menyesal karena tanpa sengaja memberitahu Echa kopi kesukaan Risa .
" Ehhmmmm , rasanya luar biasa dengan kisah inspiratif pembuatnya ," komentar Aydin .
" Terimakasih, tapi jika ada waktu datanglah berama Risa , akan kubuatkan minuman dari coklat atau teh . " Ujar Echa .
" Risa akan sangat senang . Kau akan tau saat melihat kumpulan berbagai jenis daun teh yang Ia punya . " Ucap Aydin .
Aydin tersenyum setengah saat melihat raut wajah tak nyaman Echa .
" Pria ini harus sadar sejauh apa kedekatan kami . " Batin Aydin .
" Sebenarnya aku sedang mencari seseorang . 10 tahun yang lalu , orang tuaku mendengar kabar jika gadis itu pindah ke Jakarta . Itulah alasan ku akhirnya kuliah di Jakarta . Tapi entah sudah 10 tahun , kami seolah kehilangan jejaknya . " Ujar Echa .
" Siapa namanya ? Mungkin aku bisa membantumu ," tawar Aydin.
" Brisa ... Brisa Elzavira , aku tidak pernah melihatnya langsung . Karena aku diangkat anak oleh kedua orang tuaku saat mereka pindah ke Bandung. " Ujar Echa .
Aydin mungkin bingung mengapa Echa tiba-tiba saja terbuka padanya , mengingat mereka yang belum terlalu dekat untuk saling bercerita hal pribadi .
Tapi mendengar nama Brisa Elzavira membuat Aydin tertarik . Nama itu terasa familiar baginya , entah dia mengenalnya atau hanya pernah mendengarnya .
.
.
.
.
.
.
"*Kamu mungkin tidak bisa menyiram bunga yang sudah layu dan berharap ia akan mekar kembali, tapi kamu bisa menanam bunga yang baru dengan harapan yang lebih baik dari sebelumnya*."
.
.
.
.
.
To be continue .
Terimakasih yang terus mengikuti kisah Risa dan Aydin ...
Please jangan stop , terus dukung yah . Tekan Like 👍 di akhir part , lanjutin 📝 ketik komentar apa aja ( No bullying No SARA ) , tekan ❤ biar dapat update terus karya aku, tekan 🎁 berbagi gift biar makin banyak rejeki , dan tekan 🎟 Vote biar othor happy nya double double .
__ADS_1
~ salamsayang SV