Menikah Karena Amanat

Menikah Karena Amanat
Bab 49 . Reza Anggoro


__ADS_3

Beberapa jam sebelumnya di kediaman Dimas Syauqi



Hooooooaaammmm



Dafha bocah 5 tahun menguap sambil sesekali mengusap matanya yang mulai berair karena rasa kantuk yang menderanya .



" Ngantuk yah Boy  ? " tanya Aydin pada putranya .



" No Dad , " jawabnya polos tapi kepalanya malah mengangguk membenarkan pertanyaan Daddynya  .



Aydin tertawa , " yang benar yang mana Boy ? "



" Dafha ngantuk , " cicitnya .



" Ya udah kamu tidur siang aja , emang biasanya jam segini kamu biasanya tidur ? " tanya Aydin.



Dafha mengangguk , " tapi kata Mama Risa kalau Daddy di rumah Aku harus nemenin Daddy . Katanya Daddy sudah berusaha meluangkan waktu dan aku harus menghargai itu dengan cara menghabiskan waktu berdua dengan Daddy . "  Ucap Dafha tanpa filter .



" Mama Risa ? Kok bisa ? " Aydin memanfaatkan kepolosan putranya .



" Forgive me Dad . " Dafha menunduk .



" Sebenarnya Dafha kangen banget sama Mommy . Kata Masha , kalau kangen doakan saja dan bilang kangen .  Terus kata Masha kalau ada satu tempat  yg bisa Dafha datangi kalau lagi kangen . "



Aydin mengernyitkan keningnya .



" Tapi kesana harus izin Daddy dulu , tapi Daddy katanya lagi banyak pekerjaan . "  Ujarnya .



Aydin merasa bersalah pada Risa . Ia pikir Risa mengatasnamakan Dafha agar Aydin mau mengajaknya ke makam istrinya .



" Maaf Boy , tadi Daddy memang lagi sibuk banget . Nanti yah, Daddy pasti akan ajak kamu kesana ," janjinya .



Aydin merapikan selimut ,setelah memastikan Dafha tertidur .  Saat keluar kamar Dafha , Ia berpapasan dengan Mamanya .



" Dafha ? " tanya Mama Indira .



" Udah tidur , " jawab Aydin dengan suara berbisik .



"  Kamu sibuk ? Mama mau ngobrol  , " ajak Mama Indira .



" Di teras belakang aja yuk Ma ," ajak Aydin lalu merangkul pundak sang Ibu .



Aydin mengingat , kapan terakhir kali Ia sedekat ini dengan Mamanya . Sepertinya liburan ke Raja Ampat nanti bukan ide yang buruk , pikirnya .



Bibi meletakkan dua gelas jus jeruk untuk majikannya .


" Papa kemana Ma ? " tanya Aydin .


" Papa lagi ke pusat komunitas ."


" Komunitas ? "  kening Aydin mengernyit .


" Iya ,  sudah seminggu ini . Papa kesana dua hari sekali . Kalau Mama sih bilangnya panti jompo, tapi Risa dan Daddy mu  bersikeras bilang itu komunitas ," jawab Mama Indira sambil tertawa .


" Risa ? Panti jompo ? " tanya Aydin .


"  Loh kamu gak tau ? Risa itu sekarang lagi buat yayasan di Indonesia , kata Papa ini juga buat cabang aja dari yang di Korea agar pengurusan  surat-surat dan izinnya lebih mudah . " Jelas Mommy .


Aydin memang tau jika sejak dulu Ayahnya selalu aktif di kegiatan sosial . Tapi Ia baru tau mengenai Risa dan yayasan yang ingin Ia buka di Indonesia .


" Sepertinya Risa sudah mantap mau kembali ke Indonesia . Menurut kamu gimana Ay ? " tanya Mama Indira .


" Eh.. kenapa Ma ? Risa ? Tinggal di Indonesia ? Aydin belum pernah menanyakannya langsung . " Jawabnya  .


" Loh.. tadi pagi di kamar Dafha , maksud kamu ajak dia tinggal itu apa ? Bukannya itu berarti kamu ingin serius dengannya  ? " tanya Mama Indira .


" Mama nguping ? " tanya Aydin namun Mama Indira hanya menyengir .


Aydin menghela napasnya .


" Aydin juga bingung Ma , setiap bersama Risa Aydin nyaman . Lihat kedekatannya bersama Dafha , hatiku menghangat Ma . "


" Tapi entah , kenapa aku merasa berdosa telah mengingkari janjiku pada Kirani untuk setia padanya selamanya . " Ujarnya .


Raut wajah Mama Indira berubah . Ia pikir Aydin sudah tidak lagi memikirkan janji yang Ia buat secara impulsif di saat Kirani sedang kritis .


" Dasar bodoh . Kamu bukannya selingkuh dengan Risa sehingga Kirani tiada . Kenyataannya Kirani telah tiada di dunia ini lalu Risa hadir . Dari segi mananya kamu mengingkari janji ? "

__ADS_1


Mama Indira sudah bosan dan geram dengan pola pikir Aydin . Dia sudah tidak ingin peduli lagi pada putranya , tapi tidak pada Risa . Wanita baik dan tulus itu tidak pantas diperlakukan egois oleh Aydin .


" Kalau memang seperti itu tidak seharusnya kamu membawa Risa sejauh ini . Dia gadis yang baik . Walaupun selalu ceria tapi Mama tau ada luka yang Ia tutupi dengan senyumnya . " Ucap Mama Indira .


" Akhiri semuanya . Jangan bawa Risa terlalu jauh , jangan lukai dia terlalu dalam . Jangan libatkan orang setulus Risa dalam kehidupanmu yang tidak punya masa depan . " Peringat Mama Indira .


Bukan karena Mama Indira tidak menyetujui hubungan putranya dengan Risa , tapi Indira sudah jatuh hati pada ketulusan Risa .


Dia tidak ingin wanita itu bertahan bersama seorang pria yang tidak punya masa depan, yang mengikat satu kakinya pada masa lalu yang ditakdirkan Tuhan untuknya .



Aydin hendak kembali ke ruangan kerjanya saat Ia melihat adiknya Ayana sedang selonjoran di sofa ruang tengah .



Sudah lama sekali dia tidak melihat pemandangan seperti ini .



" Loh bang , kamu di rumah ? " tanyanya heran .



" Ada yang larang ? Ini rumah Papa kok ," jawab Aydin .



" Ihh abang nge gas aja ," balas Ayana .



" Yana pikir abang lagi bareng Ms. Kim , " sambungnya .



" Memangnya dia lagi ngapain ? " tanya Aydin penasaran .



" Lagi berantem yah ? " ledek Ayana .



Aydin tidak mood untuk meladeni Ayana , dengan cepat Ia merebut ponsel di tangan Ayana.



Risa baru saja memposting foto tangannya yang sedang memegang segelas *easy tropical rum cocktail carribean punch* .



![](contribute/fiction/3735314/markdown/14234181/1641606942109.jpg)



Karena penasaran , Aydin melihat lagi postingan sebelumnya  , dan nampak lah Risa berfoto dengan seorang  artis . Yang membuat Aydin geram adalah pakaian wanita itu .



" Di foto saja dia terlihat begitu menggoda , bagaimana jika dilihat langsung . " geramnya .




" Tidak , kalaupun tau Yana gak akan ngasih tau.  " Jawab Ayana .



Ia sengaja tidak memberitahu kakaknya yang sudah sangat egois .



" Ms. Kim berhak mendapat yang lebih baik dari Abang yang gagal move on . " Seloroh Ayana kembali ke kamarnya .



Perkataan Ayana semakin menaikkan emosinya.



Ia pikir Risa sekarang sedang sedih karena yang terjadi di antara mereka , namun ternyata Ia malah bersenang - senang di luar sana dengan mencari perhatian orang lain .



Tanpa menunggu lagi Aydin segera  melajukan mobilnya . Menyisir jalanan yang menjadi tempat pusatnya cafe di Jakarta .



Tapi tidak ada tanda - tanda mobil Esme .


Aydin kembali memutar kemudinya , menuju gedung apartemen Risa .



Sudah puluhan kali panggilan Aydin yang di reject oleh Risa .



Dengan emosi , Aydin semakin memacu mobilnya menuju kediaman Risa .



Ting... tong.....


Ting... tong.....


Aydin sudah tau jika apartemen itu sedang kosong . Tapi rasa kesalnya ingin menyangkal hal itu .  Tanpa peduli jika saat ini masih termasuk jam  orang lain  beristirahat , dia terus membuat keributan dengan menekan bel terus menerus  .


Echa , mulai merasa terganggu dengan bunyi bel pintu seseorang yang tidak hentinya berbunyi .


" Dasar bodoh , harusnya dia tau bagaimana aturan menekan bel rumah orang lain , " gerutunya .


Echa membuka pintu apartemennya dan mendapati seorang pria yang Ia kenal sebagai kekasih dari tetangganya yang seorang model terkenal .


" Hai ... " sapanya .


Aydin berbalik mendapati pria yang beberapa hari lalu mengusik ketenangannya karena secara terang-terangan terus memandangi kekasihnya .


" Kekasih , " batinya berdecih mengingat sejauh apa Ia membangun hubungan dengan Risa .

__ADS_1


" Sepertinya Risa dan Esme sedang tidak di rumah . " Ujarnya .


Aydin tersenyum simpul , " Ya sepertinya begitu."


" Kenapa tidak meneleponnya saja ? " Saran Echa .


Ucapan pria yang Aydin ingat bernama Reza atau Echa ini semakin menyulut emosinya .


" Salahku yang datang tanpa pemberitahuan ," ujarnya beralasan .


" Apa kamu ingin minum segelas kopi sambil menunggu Risa kembali ? " tawarnya .


Sebenarnya, Aydin enggan tapi Ia penasaran dengan Reza .  Dari tatapannya Aydin bisa melihat  jika Reza tertarik pada Risa .


Di tambah dengan  fakta yang Risa ceritakan mengenai sekertaris kakeknya yang berhianat , dia pikir tidak ada salahnya menerima tawaran Echa .


" Boleh , jika itu tidak merepotkanmu ."




Reza mengajak Aydin duduk di mini bar .



" Americano ? Black Coffee ? Latte ? Espresso ? "  Echa menawarkan Aydin kopi layaknya seorang barista profesional .



" Americano double shot , jika boleh . " Jawab Aydin .



" Tentu saja , selera kopimu unik , menarik . " Komentar Echa dengan tangan yang sibuk meracik kopi .



" Ini juga selera kopi Risa . Apa kau juga seorang barista ? "



Echa tertawa dan menggeleng . " Papaku mengelola sebuah kebun kopi peninggalan bosnya , besar di perkebunan membuatku mulai tertarik dengan kopi . "



Aydin menghirup aroma kopinya sebentar lalu menyicipinya . Sebenarnya Ia menyesal karena tanpa sengaja memberitahu Echa kopi kesukaan Risa .



" Ehhmmmm , rasanya luar biasa dengan kisah inspiratif pembuatnya ," komentar Aydin .



" Terimakasih, tapi jika ada waktu datanglah berama Risa , akan kubuatkan minuman dari coklat atau teh . " Ujar Echa .



" Risa akan sangat senang . Kau akan tau saat melihat kumpulan berbagai jenis daun teh yang Ia punya . " Ucap Aydin .



Aydin tersenyum setengah saat melihat raut wajah tak nyaman Echa .


" Pria ini harus sadar sejauh apa kedekatan kami . " Batin Aydin .



" Sebenarnya aku sedang mencari seseorang . 10 tahun yang lalu , orang tuaku mendengar kabar jika gadis itu pindah ke Jakarta . Itulah alasan ku akhirnya kuliah di Jakarta .  Tapi entah sudah 10 tahun  , kami seolah kehilangan jejaknya . " Ujar Echa .



" Siapa namanya ? Mungkin aku bisa membantumu ," tawar Aydin.



" Brisa ... Brisa Elzavira , aku tidak pernah melihatnya langsung . Karena aku diangkat anak oleh kedua orang tuaku saat mereka pindah ke Bandung. " Ujar Echa .



Aydin mungkin bingung mengapa Echa tiba-tiba saja terbuka padanya , mengingat mereka yang  belum terlalu dekat untuk saling bercerita hal pribadi .



Tapi mendengar nama Brisa  Elzavira membuat Aydin tertarik . Nama itu terasa familiar baginya , entah dia mengenalnya atau hanya pernah mendengarnya .


 


.


.


.


.


.


.


"*Kamu mungkin tidak bisa menyiram bunga yang sudah layu dan berharap ia akan mekar kembali, tapi kamu bisa menanam bunga yang baru dengan harapan yang lebih baik dari sebelumnya*."


.


.


.


.


.


To be continue .



Terimakasih yang terus mengikuti kisah Risa dan Aydin ...


Please jangan stop , terus dukung yah .  Tekan Like 👍 di akhir part , lanjutin 📝 ketik komentar apa aja ( No bullying No SARA ) , tekan ❤ biar dapat update terus karya aku, tekan 🎁 berbagi gift biar makin banyak rejeki , dan tekan 🎟 Vote biar othor happy nya double double .


__ADS_1


~ salamsayang SV


__ADS_2