Menikah Karena Amanat

Menikah Karena Amanat
Bab 47 . Hanya ragamu


__ADS_3

Aydin semakin mendekat ke ranjang putranya , matanya terbelalak , mulutnya terbuka karena terkejut  melihat siapa wanita yang sedang  di  peluk oleh putranya .


" SAYANG !!!!! " Teriaknya .


" KIM RISA  , " sambungnya masih dengan teriakan .


Pekikan Aydin membuat seorang anak kecil yang masih ingin bermimpi , akhirnya bangun dengan terperanjat .


" DADDY " Teriakan suara nyaringnya bisa mencemari kesehatan telinga .


" AUNTY .... " Pekikannya makin menjadi ketika menyadari Ia tidak tidur sendirian semalam .


Sambil menguap Risa membenarkan posisi duduknya  . Matanya belum membuka sempurna saat tangan kirinya ditarik Aydin .


" Yang , kamu kapan datangnya ? Kenapa gak ngabarin aku , gak nemuin aku juga , malah tidur di sini lagi . "


" Karena aku kesini untuk nemuin Dafha bukan kamu  , " jawabnya .


Dafha tersenyum senang , "  Beneran aunty datang untuk Dafha ? " tanyanya malu - malu .


" Iya dong.... harusnya kemarin Dafha bobonya di rumah aunty kan ? Tapi karena ada yang lupa   jadinya biar aunty aja yang kesini . " Jawab Risa , semakin membuat bocah itu merasa menang telak dari Daddynya .


Dafha bahagia sekali pagi ini , bangun tidur Ia mendapati Risa yang sedang memeluknya .


Lalu kepala  oma Indira terlihat menyembul dari luar pintu , " Siap - siap gih, sarapan udah siap ."


" Oke oma, " jawab Risa dan Dafha bersamaan .


Dafha bergegas turun , dari ranjangnya


" Aunty , Dafha mandi dulu yah . Aunty gak kemana-mana kan ? " tanyanya .


Risa juga beranjak dari tempat tidur . Bersimpuh lutut hingga tingginya sejajar dengan Dafha .


" Hari ini aunty akan nemenin Dafha seharian, Dafha libur sekolah kan ? " tanya Risa yang  dijawab anggukan oleh Dafha .


Risa merentangkan tangannya meminta Dafha memeluknya , " maafin Daddy dan aunty yah  ,  kemarin aunty emang sakit . Untung ada Daddy yang jagain , foto yang Dafha lihat itu emang aunty makan bareng Daddy karena harus makan dulu lali minum obat. Jadi sekarang aunty udah sembuh dan udah bisa nemuin Dafha lagi ."


" Jadi sebagai anak baik , Dafha  harus bilang apa sama Daddy ? " bujuk Risa .


" Daddy, terimakasih ," ucapnya malu-malu .


" Dan ..... " ucapan Risa diikutin oleh Dafha .


" Dan maafkan Dafha karena langsung marah tanpa dengar penjelasan Daddy . " Ucap Dafha mengikuti apa yang Risa ucapkan.


Aydin sangat bahagia . Pagi ini terasa begitu indah , begitu hangat , seperti sebuah keluarga yang utuh .


" Aunty , boleh gak kalau Dafha manggilnya Masha ? " tanyanya .


" Masha ? Artinya apa ? "


" Hemmm ... itu singkatan dari Mama Risa , " ujarnya malu malu .


" Hemmm gimana yah...  boleh tapi Dafha harus ngasih morning kiss , "


Secepat kilat Dafha mencium kedua pipi Risa lalu  berlari menuju kamar mandi .


Risa berdiri dan mengambil tas berisi pakaiannya , Ia akan bersiap di kamar Ayana.


Tapi Aydin sempat menahannya .


" Aku juga boleh kan panggil Masha ? " rengek Aydin .


" Hemm gimana yah ... boleh tapi kamu harus mau aku panggil  Bear ... jd lengkap , aku Masha kamu Bear nya ," Risa terkekeh .


Hhhmmmmppphh..... hhhhmmppphhh.....


Aydin tanpa permisi langsung saja mencicipi rasa dari bibir Risa .


Berbeda , yang kali ini lebih memabukkan . Tidak ada rasa strawberry atau cherry , tapi rasanya buat Aydin sulit menghentikannya .


" Makasih sayang , karena kamu Dafha gak marah lagi . " Ucap Aydin .


" Lain kali jangan sungkan untuk hubungin aku  . Selagi aku bisa aku pasti akan datang . " Ujarnya.


Lama  Aydin bungkam .


" Yang , bagaimana kalau kamu tinggal aja ? "


" Tinggal , jadi gak perlu lagi datang atau pergi . "


Risa sebenarnya paham maksud Aydin , tapi masih terlalu cepat untuknya . Masih ada satu hal yang harus Ia selesaikan .


Dengan gemas Risa mencubit pipi Aydin dengan kedua tangannya. " Iihhhhhh .... pagi pagi udah gemeeesin gini sihhh beruang . "


Begitulah Masha and the Bear versi Aydin dan Risa bersiap mengawali hari mereka .



" TIDAK , TIDAK BOLEH ." Tegas Aydin .

__ADS_1



Perdebatan sedang terjadi di ruang tengah kediaman Bapak Dimas Syauki antara Aydin melawan yang lainnya .



" Mama gak lagi minta izin  kamu Aydin , Mama cuma ngasih tau , " tegas Mama Indira .



" Pokoknya jumat besok , Mama , Papa , Ayana , Dafha , dan Risa akan berangkat ke Raja Ampat . " Putus Mama  Indira .



" Aku gak izinin Dafha . " tukas Aydin .



" Dafha tetap pergi bersama Oma dan Opanya . " Ujar Papa Dimas dan tidak ada yang bisa membantah .



" Oke , kalian boleh pergi , tapi Risa tidak akan ikut . " Tegas Aydin .



Ia juga tidak ingin dibantah . Yang memiliki hak atas Risa dirumah itu hanya dirinya .



Dari jauh Ayana berkedip - kedip pada Risa . Memberitahu jika kini saatnya wanita itu beraksi .



" Tapi Ay , "  sergah Risa  menunduk dengan lesu.



" Tapi aku sangat ingin pergi Ay , " cicitnya manja .



" Sejak kembali ke Indonesia aku belum pergi kemanapun ," sesal Risa .



" Kamu ikut aja yah ke Raja Ampat . Yah, please , " rengek Risa .




" *Dan akhirnya tersampaikanlah maksud mereka yang sebenarnya , " batin Aydin* .



" Sudah ku duga , " lirih Aydin .



" Pasti ada rencana Mama dan Papa dibalik ini semua . " Lanjutnya .



Mama dan Papa hanya nyengir .



" Kenapa harus ke Raja Ampat sih? Liburan yang dekat aja ," usul Aydin .



Risa mulai tak sabar , " Ay , jadi mau ikut atau enggak ?"



" Kalo enggak mau juga gak apa apa , aku aja yang sponsorin semuanya . Aku tetap mau ke Raja Ampat . "



Risa mengambil ponselnya hendak menghubungi Esme tapi segera di⁵cegah oleh Aydin.



" Siapa yang bilang gak mau , aku mau kok . " Sergah Aydin secepatnya .


Ia mengeluarkan ponselnya , menghubungi Chandra .



" Halo Chand, tolong siapin liburan ke ... ke... Raja Ampat . " Perintahnya .

__ADS_1



Mama Indira meminta ponsel Aydin . Ia yang akan menjelaskan pada Chandra mengenai aoa yang harus disiapkan .



" Ay , aku masuk yah " ucap Risa berdiri di depan pintu ruang kerja di rumah papa Dimas .


Yah , hari ini sesuai permintaan Risa , Aydin akan tinggal bersamanya  dan Dafha .


" Masuk aja Yang , " sambutnya .


Risa ingin duduk di kursi di depan meja Aydin , tp pria itu menepuk pahanya  meminta Risa duduk di sana .


" Mau apa lagi ? " tanya Aydin .


" Aku mau ajakin kamu nemuin mommy Dafha . " Pinta Risa .


Ia juga tak sengaja melihat foto Rani yang tersenyum manis di atas meja Aydin.


Seketika tubuh Aydin menegang .


Tak Ia sangka Risa meminta secepat ini .


Dirinya belum mampu memindahkan Rani dari hatinya .


Ia akui Risa juga ada disana , tapi Rani tetap pemiliknya .


Baru beberapa hari yang lalu Ia hawatir perihal ini , dan sekarang terjadi .


Aku belum sanggup jujur pada Rani jika aku telah menghianati janji untuk tetap setia padanya .


Cup .


Risa mengecup bibir Aydin .  Tak ada respon sama sekali .


Dalam hati Risa meringis . " Bodohnya kau Risa . "


" Gak usah panik gitu ahh... aku kesana mau izin untuk menemani Dafha . " Ujar Risa .


" Aku ngerti Ay , semuanya gak akan mudah untuk kamu . " Lanjutnya .


"  Bukan gitu maksudku Ris  , tapi aku belum  .... hanya saja ... " Aydin tak sanggup melanjutkan kalimatnya . Ia bungkam .


Risa beranjak dari pangkuan Aydin , " Ya udah aku bilang Dafha dulu kalau perginya ditunda . "


Segera Ia langkahkan kakinya menuju pintu keluar , tapi dalam benaknya Ia imgin Aydin mencegahnya pergi . Entah mengapa rasanya sakit saat tau cinta Aydin untuk Rani lebih besar dari pada cinta Aydin untuknya .


" Risa  , " seru Aydin .


Risa behenti namun tak berbalik . " Ya , " jawabnya .


" Maafkan aku ." Lirihnya .


Permintaan maaf Aydin baru saja sudah memperjelas semuanya, bagaimana posisi Risa  bagi hidup Aydin . 


Yah , posisi Risa hanya untuk hidup Aydin . Ia butuh Risa untuk Dafha , putranya .  Untuk mendampinginya di sesi kehidupan . Memberi apa yang Aydin butuh dalam hidup , hingga nanti saatnya Ia akan kembali bersatu dengan hati dan jiwanya di alam kekal .


Hati yang semuanya masih dimiliki Rani . Rani sudah membawa hati dan jiwa Aydin bersamanya.  Yang tersisa sekarang hanya raga . Raga yang suatu saat juga akan pupus di telan sang waktu .


Seandainya bukan kata maaf yang Aydin ucapkan , mungkin Risa akan tetap tinggal . Tapi kata maafnya membuat Risa paham jika hanya kata itu yang bisa Ia dapatkan jika memilih terus bertahan .


.


.


.


.


.


.


.


 "Perpisahan hanya berlaku untuk mereka yang mencintai lewat mata. Karena untuk mereka yang mencintai dengan hati dan jiwa, tak akan ada yang namanya perpisahan."


.


.


.


.


.


.


To.be continue

__ADS_1


__ADS_2