
Aydin semakin mendekat ke ranjang putranya , matanya terbelalak , mulutnya terbuka karena terkejut melihat siapa wanita yang sedang di peluk oleh putranya .
" SAYANG !!!!! " Teriaknya .
" KIM RISA , " sambungnya masih dengan teriakan .
Pekikan Aydin membuat seorang anak kecil yang masih ingin bermimpi , akhirnya bangun dengan terperanjat .
" DADDY " Teriakan suara nyaringnya bisa mencemari kesehatan telinga .
" AUNTY .... " Pekikannya makin menjadi ketika menyadari Ia tidak tidur sendirian semalam .
Sambil menguap Risa membenarkan posisi duduknya . Matanya belum membuka sempurna saat tangan kirinya ditarik Aydin .
" Yang , kamu kapan datangnya ? Kenapa gak ngabarin aku , gak nemuin aku juga , malah tidur di sini lagi . "
" Karena aku kesini untuk nemuin Dafha bukan kamu , " jawabnya .
Dafha tersenyum senang , " Beneran aunty datang untuk Dafha ? " tanyanya malu - malu .
" Iya dong.... harusnya kemarin Dafha bobonya di rumah aunty kan ? Tapi karena ada yang lupa jadinya biar aunty aja yang kesini . " Jawab Risa , semakin membuat bocah itu merasa menang telak dari Daddynya .
Dafha bahagia sekali pagi ini , bangun tidur Ia mendapati Risa yang sedang memeluknya .
Lalu kepala oma Indira terlihat menyembul dari luar pintu , " Siap - siap gih, sarapan udah siap ."
" Oke oma, " jawab Risa dan Dafha bersamaan .
Dafha bergegas turun , dari ranjangnya
" Aunty , Dafha mandi dulu yah . Aunty gak kemana-mana kan ? " tanyanya .
Risa juga beranjak dari tempat tidur . Bersimpuh lutut hingga tingginya sejajar dengan Dafha .
" Hari ini aunty akan nemenin Dafha seharian, Dafha libur sekolah kan ? " tanya Risa yang dijawab anggukan oleh Dafha .
Risa merentangkan tangannya meminta Dafha memeluknya , " maafin Daddy dan aunty yah , kemarin aunty emang sakit . Untung ada Daddy yang jagain , foto yang Dafha lihat itu emang aunty makan bareng Daddy karena harus makan dulu lali minum obat. Jadi sekarang aunty udah sembuh dan udah bisa nemuin Dafha lagi ."
" Jadi sebagai anak baik , Dafha harus bilang apa sama Daddy ? " bujuk Risa .
" Daddy, terimakasih ," ucapnya malu-malu .
" Dan ..... " ucapan Risa diikutin oleh Dafha .
" Dan maafkan Dafha karena langsung marah tanpa dengar penjelasan Daddy . " Ucap Dafha mengikuti apa yang Risa ucapkan.
Aydin sangat bahagia . Pagi ini terasa begitu indah , begitu hangat , seperti sebuah keluarga yang utuh .
" Aunty , boleh gak kalau Dafha manggilnya Masha ? " tanyanya .
" Masha ? Artinya apa ? "
" Hemmm ... itu singkatan dari Mama Risa , " ujarnya malu malu .
" Hemmm gimana yah... boleh tapi Dafha harus ngasih morning kiss , "
Secepat kilat Dafha mencium kedua pipi Risa lalu berlari menuju kamar mandi .
Risa berdiri dan mengambil tas berisi pakaiannya , Ia akan bersiap di kamar Ayana.
Tapi Aydin sempat menahannya .
" Aku juga boleh kan panggil Masha ? " rengek Aydin .
" Hemm gimana yah ... boleh tapi kamu harus mau aku panggil Bear ... jd lengkap , aku Masha kamu Bear nya ," Risa terkekeh .
Hhhmmmmppphh..... hhhhmmppphhh.....
Aydin tanpa permisi langsung saja mencicipi rasa dari bibir Risa .
Berbeda , yang kali ini lebih memabukkan . Tidak ada rasa strawberry atau cherry , tapi rasanya buat Aydin sulit menghentikannya .
" Makasih sayang , karena kamu Dafha gak marah lagi . " Ucap Aydin .
" Lain kali jangan sungkan untuk hubungin aku . Selagi aku bisa aku pasti akan datang . " Ujarnya.
Lama Aydin bungkam .
" Yang , bagaimana kalau kamu tinggal aja ? "
" Tinggal , jadi gak perlu lagi datang atau pergi . "
Risa sebenarnya paham maksud Aydin , tapi masih terlalu cepat untuknya . Masih ada satu hal yang harus Ia selesaikan .
Dengan gemas Risa mencubit pipi Aydin dengan kedua tangannya. " Iihhhhhh .... pagi pagi udah gemeeesin gini sihhh beruang . "
Begitulah Masha and the Bear versi Aydin dan Risa bersiap mengawali hari mereka .
" TIDAK , TIDAK BOLEH ." Tegas Aydin .
__ADS_1
Perdebatan sedang terjadi di ruang tengah kediaman Bapak Dimas Syauki antara Aydin melawan yang lainnya .
" Mama gak lagi minta izin kamu Aydin , Mama cuma ngasih tau , " tegas Mama Indira .
" Pokoknya jumat besok , Mama , Papa , Ayana , Dafha , dan Risa akan berangkat ke Raja Ampat . " Putus Mama Indira .
" Aku gak izinin Dafha . " tukas Aydin .
" Dafha tetap pergi bersama Oma dan Opanya . " Ujar Papa Dimas dan tidak ada yang bisa membantah .
" Oke , kalian boleh pergi , tapi Risa tidak akan ikut . " Tegas Aydin .
Ia juga tidak ingin dibantah . Yang memiliki hak atas Risa dirumah itu hanya dirinya .
Dari jauh Ayana berkedip - kedip pada Risa . Memberitahu jika kini saatnya wanita itu beraksi .
" Tapi Ay , " sergah Risa menunduk dengan lesu.
" Tapi aku sangat ingin pergi Ay , " cicitnya manja .
" Sejak kembali ke Indonesia aku belum pergi kemanapun ," sesal Risa .
" Kamu ikut aja yah ke Raja Ampat . Yah, please , " rengek Risa .
" *Dan akhirnya tersampaikanlah maksud mereka yang sebenarnya , " batin Aydin* .
" Sudah ku duga , " lirih Aydin .
" Pasti ada rencana Mama dan Papa dibalik ini semua . " Lanjutnya .
Mama dan Papa hanya nyengir .
" Kenapa harus ke Raja Ampat sih? Liburan yang dekat aja ," usul Aydin .
Risa mulai tak sabar , " Ay , jadi mau ikut atau enggak ?"
" Kalo enggak mau juga gak apa apa , aku aja yang sponsorin semuanya . Aku tetap mau ke Raja Ampat . "
Risa mengambil ponselnya hendak menghubungi Esme tapi segera di⁵cegah oleh Aydin.
" Siapa yang bilang gak mau , aku mau kok . " Sergah Aydin secepatnya .
Ia mengeluarkan ponselnya , menghubungi Chandra .
" Halo Chand, tolong siapin liburan ke ... ke... Raja Ampat . " Perintahnya .
__ADS_1
Mama Indira meminta ponsel Aydin . Ia yang akan menjelaskan pada Chandra mengenai aoa yang harus disiapkan .
" Ay , aku masuk yah " ucap Risa berdiri di depan pintu ruang kerja di rumah papa Dimas .
Yah , hari ini sesuai permintaan Risa , Aydin akan tinggal bersamanya dan Dafha .
" Masuk aja Yang , " sambutnya .
Risa ingin duduk di kursi di depan meja Aydin , tp pria itu menepuk pahanya meminta Risa duduk di sana .
" Mau apa lagi ? " tanya Aydin .
" Aku mau ajakin kamu nemuin mommy Dafha . " Pinta Risa .
Ia juga tak sengaja melihat foto Rani yang tersenyum manis di atas meja Aydin.
Seketika tubuh Aydin menegang .
Tak Ia sangka Risa meminta secepat ini .
Dirinya belum mampu memindahkan Rani dari hatinya .
Ia akui Risa juga ada disana , tapi Rani tetap pemiliknya .
Baru beberapa hari yang lalu Ia hawatir perihal ini , dan sekarang terjadi .
Aku belum sanggup jujur pada Rani jika aku telah menghianati janji untuk tetap setia padanya .
Cup .
Risa mengecup bibir Aydin . Tak ada respon sama sekali .
Dalam hati Risa meringis . " Bodohnya kau Risa . "
" Gak usah panik gitu ahh... aku kesana mau izin untuk menemani Dafha . " Ujar Risa .
" Aku ngerti Ay , semuanya gak akan mudah untuk kamu . " Lanjutnya .
" Bukan gitu maksudku Ris , tapi aku belum .... hanya saja ... " Aydin tak sanggup melanjutkan kalimatnya . Ia bungkam .
Risa beranjak dari pangkuan Aydin , " Ya udah aku bilang Dafha dulu kalau perginya ditunda . "
Segera Ia langkahkan kakinya menuju pintu keluar , tapi dalam benaknya Ia imgin Aydin mencegahnya pergi . Entah mengapa rasanya sakit saat tau cinta Aydin untuk Rani lebih besar dari pada cinta Aydin untuknya .
" Risa , " seru Aydin .
Risa behenti namun tak berbalik . " Ya , " jawabnya .
" Maafkan aku ." Lirihnya .
Permintaan maaf Aydin baru saja sudah memperjelas semuanya, bagaimana posisi Risa bagi hidup Aydin .
Yah , posisi Risa hanya untuk hidup Aydin . Ia butuh Risa untuk Dafha , putranya . Untuk mendampinginya di sesi kehidupan . Memberi apa yang Aydin butuh dalam hidup , hingga nanti saatnya Ia akan kembali bersatu dengan hati dan jiwanya di alam kekal .
Hati yang semuanya masih dimiliki Rani . Rani sudah membawa hati dan jiwa Aydin bersamanya. Yang tersisa sekarang hanya raga . Raga yang suatu saat juga akan pupus di telan sang waktu .
Seandainya bukan kata maaf yang Aydin ucapkan , mungkin Risa akan tetap tinggal . Tapi kata maafnya membuat Risa paham jika hanya kata itu yang bisa Ia dapatkan jika memilih terus bertahan .
.
.
.
.
.
.
.
"Perpisahan hanya berlaku untuk mereka yang mencintai lewat mata. Karena untuk mereka yang mencintai dengan hati dan jiwa, tak akan ada yang namanya perpisahan."
.
.
.
.
.
.
To.be continue
__ADS_1