Menikah Karena Amanat

Menikah Karena Amanat
Bab 39 . Bertemu iblis ( part 2 )


__ADS_3

Meeting segera dimulai saat semua sudah hadir.


Di awali dengan sambutan oleh Gio sebagai CEO dari Sky High Group .


Dengan bangga Gio memperkenalkan proyek apartemen terbarunya yang menggandeng model terkenal dunia Kim Risa .


Sorak sorai tepuk tangan mengiringi langkah Risa . Langkahnya menuju atas stage memberi kesan jika wanita yang sedang berjalan ini adalah wanita yang tegas tanpa mengurangi sisi kecantikan dan kelembuatnnya sebagai wanita .


" Elegant and perfect . " Guman Aydin .


Ia terus memuji Risa sejak langkah pertamanya hingga wanita itu selesai memperkenalkan dirinya .


" Wanita itu adalah kekasihku . Dia adalah milikku . " batinnya tersenyum bangga .


Risa memperkenalkan dirinya dengan percaya diri . Ia mengungkapkan betapa beruntungnya dirinya ikut dilibatkan dalam proyek apartemen dari Sky High Group .


Pancaran binar kebahagiaan dari sorot matanya dengan senyum merekah mampu membius para peserta yang sebagian besar adalah pria .


Hingga netranya tanpa sengaja bertemu dengan netra seorang pria paruh baya .


Pria itu sedang menatapnya dengan tajam seakan ingin membunuhnya hanya dengan tatapan itu .


Risa berusaha sekuat tenaga mempertahankan ekspresinya saat ini . Jika ingin menang ,maka  Ia tidak boleh terpengaruh dengan tatapan penuh intimidasi dari pria paruh baya itu .


" Bukan... dia bukan seorang pria . Dia adalah iblis . Iblis dalam tubuh manusia , yang sayangnya dia adalah ayah kandungku . "


Batin Risa berkecamuk .


Sungguh bayangan akan kematian Ibunya , penyiksaan yang Ia terima , hingga bayangan saat Risa hampir mengakhiri hidupnya kini terputar jelas di benaknya .


Wajahnya memucat . Ada perubahan kecil dari raut wajah Risa yang tidak disadari oleh orang lain yang masih sibuk mengagumi indahnya ciptaan Tuhan . Kecuali dua orang , Esme dan Aydin .


Mereka berdua menyadari perubahan raut wajah Risa . Keduanya mengikuti tatapan Risa yang kini juga menatap Ferdinand .


Lalu tanpa sengaja , Esme dan Aydin saling menatap seolah ingin memastikan apa benar dugaan mereka benar .


Esme segera memalingkan wajahnya saat tatapannya bertemu dengan Aydin .


" Gawat , sepertinya Aydin menyadari arti dari tatapan Risa . "  Batinnya.


Sementara Aydin kembali fokus menatap Risa .


Ia memberikan senyumnya dan anggukan kepala seolah sedang memberi kekasihnya itu kekuatan .


" Aku yakin saat ini kamu tidak baik baik saja sayang . Kamu kembali lagi bersembunyi dibalik senyum indahmu . " Batin Aydin .


" Bukankah itu Tuan Ferdinand dari Ortiva Construction ? Apa sebenarnya yang terjadi diantara mereka ? " Batin Aydin penuh tanda tanya .



Setelah perkenalan singkat dan menyampaikan dukungannya untuk keberhasilan proyek ini , Risa kembali ke tempat duduknya dengan menggandeng lengan Gio .



Sesaat setelah Ia kembali duduk di kursinya , Risa menatap Esme yang juga tersenyum penuh arti padanya .



Kemudian tiba tiba Ia menyadari jika salah satu tangannya telah digenggam oleh Aydin . Pria itu menggenggam tangan Risa dan meletakkan di atas pangkuannya yang tertutupi meja . Sesekali Ia mengusap lembut punggung tangan Risa .



Risa menoleh pada kekasihnya itu yang kini tersenyum padanya . Entah mengapa genggaman dan usapan Aydin pada tangannya seperti memberi tahu Risa jika semuanya akan baik baik saja .



Jujur saja , berkat senyuman dari Esme dan Aydin yang memberinya kekuatan untuk menyelesaikan sandiwara yang Ia perankan tadi.

__ADS_1



Begitu sesak , rasanya air mata Risa ingin tumpah saat kebencian membakar hatinya ketika Ia menatap Ferdinand .



Satu per satu perusahaan yang hadir memperkenalkan diri dan mempresentasikan rancangan mereka .



Begitu juga dengan Ortiva construction . Risa tidak bisa menampik kehebatan Ayahnya dalam berbisnis . Tapi sehebat dan selicik apapun Ayahnya , kini Risa akan berusaha menjatuhkannya . Mengambil kembali apa yang menjadi miliknya .



Dan lewat proyek ini adalah langkah awalnya .


Maafkan jika Risa terkesan memanfaatkan Gio yang menaruh hati padanya .



Tapi Risa sungguh puas saat melihat wajah pias Ferdinand saat Chandra sebagai moderator meeting menyampaikan jika Risa akan ikut serta menilai dan menentukan perusahaan mana yang dipilih karena dirinya adalah salah satu investor proyek ini .



" Apa dia benar anak sial itu ? Tapi bagaimana bisa dia sesukses ini ? " batin Ferdinand penuh tanya .



Di satu sisi Ia sangat yakin jika wanita yang di kenal orang dengan nama Kim Risa itu adalah putri kandungnya , Brisa Elzavira .



Apalagi Ia ingat penuturan istri dan anaknya beberapa hari lalu yang mengatakan jika mereka bertemu wanita yang mirip dengan anak sial itu.



Ferdinand sangat percaya pada kehebatannya .



" Akan lebih baik jika memang dia benar anak sial itu . Aku akan kembali memanfaatkannya , aku butuh proyek ini . Aku harus memanfaatkan anak sial itu , merebut semua yang dimilikinya saat ini sebelum ku lakukan apa yang seharusnya ku lakukan sejak dulu . Melenyapkannya . "



Ferdinand menyeringai dengan liciknya tanpa mengalihkan pandangannya pada Risa . Hingga netranya tanpa sengaja bertemu dengan tatapan tajam dari pria yang duduk di samping Risa .



" Bukankah dia adalah Tuan Aydin Zauki ? Mengapa dia menatap seolah menantangku . " Batin Ferdinand .



" Ciihhh ... walaupun banyak pengusaha yang mengakui kehebatannya , dia tetaplah pemuda ingusan . Aku lebih banyak memiliki pengalaman di dunia bisnis , pemuda ingusan itu bukan tandinganku . "



Ferdinand bertekad untuk mencari tahu kebenaran sosok Kim Risa dan hubungannya dengan Aydin . Ia merasa tatapan tajamnya pada Risa malah dibalas oleh tatapan menantang dari pengusaha muda itu .



Setelah beberapa jam berlalu , akhirnya meeting usai . Sky High akan mengabari perusahaan mana yang terpilih untuk mengerjakan proyek apartemen terbaru mereka .


Gio mencari Risa yang tak nampak walau ruangan mulai sepi .


" Esme , dimana Risa ? Aku ingin mengajak kalian makan siang bersama . " Ujar Gio .


" Risa sedang ke toilet . "

__ADS_1


Aydin merasa risih melihat Gio yang terang terangan mendekati kekasihnya .


Ia berniat menyusul Risa ke toilet , dan melarang wanita itu menerima tawaran Gio untuk makan siang bersama .


Sesekali langkah Aydin tertahan oleh beberapa rekan yang menyapanya . Namun ada yang aneh saat Ia melihat tim dari Ortiva construction .


" Yup ... kemana pria tua itu ? Aku tidak melihatnya pergi . " Batin Aydin gelisah menyadari Ferdinand juga tidak ada di tempatnya .


Segera Ia meninggalkan rekannya yang sedang mengajaknya mengobrol .


Dengan langkah cepat dan lebar Aydin menuju toilet terdekat . Perasaannya tak enak , ia hawatir sesuatu yang buruk terjadi pada kekasihnya .


" ****.... apa apaan ini . " Gerutunya saat melihat papan pemberitahuan jika toilet dalam perbaikan .


Aydin nekat masuk , bisa saja ini tipuan . Pikirnya .


Namun sayang toilet itu memang dalam perbaikan.


Aydin bertanya pada salah satu staff hotel lokasi toilet lain yang terdekat .


Ia di arahkan menuju ke bagaian belakang dekat dengan pintu keluar darurat .


Aydin kini tidak lagi berjalan , ia bahkan berlari untuk segera sampai disana .


Mata Aydin membelalak , emosi tiba-tiba memenuhi dirinya saat Ia melihat apa yang terjadi pada kekasihnya .


" Hei ... Bren***k . Lepaskan tangan kotormu darinya . "


Teriakan Aydin menggema , mengejutkan dua orang yang kini saling menatap dengan penuh kebencian .


.


.


.


.


.


.


" Tunggu sampai aku memperlakukanmu sebagaimana kamu memperlakukanku, maka kupastikan  kamu akan mengetahui besarnya kebencianku padamu . " ( Kim Risa / Brisa Elzavira )


.


.


.


.


.


To be continue


Please jangan stop , terus dukung yah .


Like 👍 di akhir part ,


lanjutin 📝 ketik komentar apa aja ( No bullying No SARA ) ,


❤ biar dapat update terus karya aku,


🎁 berbagi gift biar makin banyak rejeki


🎟 Vote biar othor happy nya double double .

__ADS_1


__ADS_2