Menikah Karena Amanat

Menikah Karena Amanat
Bab 17 . Orang Asing


__ADS_3

Pagi ke dua Risa di negara asalnya ,tapi sungguh terasa asing baginya .


Sudah menjadi kebiasaan bagi seorang Kim Risa untuk mengecek sosial medianya saat bangun tidur .


" Oke.... ayo kita lihat ada berita apa hari ini . " gumamnya .


Amora benar , media Korea sedang heboh dengan foto dirinya kemarin bersama salah satu penggemarnya di Palembang .


Halaman sosial media milik Agensi Risa di Korea sudah merilis berita kerja sama dengan Stars Academy , agensi modeling asal Indonesia  yang beruntung akan mendapatkan pelatihan modeling langsung dari Kim Risa .


Senyum terbit di wajah cantik Risa , ternyata antusiasme para model trainee dari Stars Academy sangat luar biasa .


Risa membaca beberapa komentar ada yang membuatnya tertawa . Sampai Ia membaca satu nama yang terkenal familiar .


" Ayana Syauqi ", gumamnya .


" Syauqi.... Syauqi... sepertinya familiar . " ujar Risa .


" Yappp... jadi dia adik Aydin Sayuqi . Ternyata Tuhan punya cara mempertemukan kita calon adik ipar . " gumamnya


Setelah selesai dengan ponselnya , Risa bergegas ke kamar mandi . Hari ini banyak hal yang harus di lakukannya .



Risa mematut dirinya di depan cermin berkali kali .



" Sipp... Kim Risa kamu memang cantik . " Pujinya pada diri sendiri .



Memuji dirinya sendiri adalah sesuatu yang diajarkan Amora padanya . Hal itu agar Risa bisa lebih menghargai dirinya dan membangun rasa percaya dirinya .



Sebelum keluar , Risa tak lupa mengambil satu kotak yang sengaja dia bawa dari Korea .



" Eonni.... selamat pagi . " Sapa Risa pada Esme yang sementara menikmati lontong sayur sebagai sarapannya .



" Pagi ... ayo sarapan . Hari ini kita banyak pekerjaan , jadi sarapannya harus lebih berat . " ujar Esme .



" Apa kamu yang memasak ini ? " tanya Risa .



Esme menggeleng . " Tidak , aku membeli di jalan saat jogging tadi . "



Risa mulai memasukkan potongan buah ke mulutnya .



Setelah cukup dia mengambil mangkuk berisi lontong sayur . Diaduknya makanan berkuah santan dengan banyak bahan di dalamnya .



" Omo ...... Amora akan membunuhku jika tahu aku sarapan dengan makanan berlemak ini . " ujar Risa .



Esme tertawa .... " Sssstttt ..... tidak ada Amora disini jadi aman , segeralah makan agar barang bukti lenyap . "



Risa tertawa terbahak bahak . Ini salah satu yang berbeda dari kembar Amora dan Esme .



Amora selalu bersikap lebih hati hati , sedang Esme selalu bersikap santai .



" Eonni.... enak sekali , aku suka . Aku akan menghabiskannya sekarang  dan akan membakar lemaknya nanti . " ujar Risa beralasan .



Esme kembali ke meja makan setelah mencuci piring kotor yang baru saja Ia gunakan .



Mengeluarkan sebuah kartu dari clutch LV yang selalu dia bawa .



" Nih.... kamu bisa membakar lemak itu sepuasnya disini . " ujarnya .

__ADS_1



Ternyata kartu itu adalah kartu member di sebuah tempat gym & fitness center .



" Kapan ? " tanya Risa singkat .



" Malam ini, jam 8 . " jawab Esme singkat sambil menaik turunkan alisnya .



Senyuman terbit di wajah mungil dan cantik Risa . Cerita pertemuan pertama di tempat gym saat sedang berolah raga , sepertinya bagus juga . Pikirnya .



" Eonni .... apa kamu yakin ini benar tempatnya ? "  tanya Risa .


" Hemmm . " Esme hanya berdeham . Ia menatap Risa , " apa kamu gugup ? " tanyanya .


Risa mengangguk . " Bagaimana jika dia tak menyukaiku ? "


" Belum dicoba , mana mungkin bisa tahu suka atau enggak . Tapi menurutku semua anak anak akan suka dengan apa yang kamu bawa . " ujar Esme .


Suasana kembali hening .


Terlihat gerbang tinggi sekolah sudah terbuka . Anak anak mulai keluar satu per satu .


" Hei Ris ... bukankah itu dia . " Ujar Esme sambil menunjuk ke arah seorang anak laki laki, badannya cukup berisi , kulit putih dengan rona merah di pipinya .


" Menggemaskan sekali . " Batin Risa .


Terlihat anak itu bersandar di dinding dekat gerbang sekolah , seperti sedang menunggu seseorang .


Risa bergegas turun . Ia menaikkan kacamata yang dipakainya ke atas kepala .


Risa mendekat ke arah anak itu , Ia memilih untuk ikut berdiri di sisinya . Risa tak ingin langsung menegurnya , hawatir jika anak itu malah jadi takut .


Risa merasa anak disampingnya sesekali menengok ke arah kotak yang berisi mainan salah satu super hero bertubuh hijau . Lalu setelahnya Ia menengok ke arah Risa .


Risa lalu berjongkok , menyejajarkan tubuhnya dengan bocah itu .


" Hai.... " sapa Risa lembut dengan senyum ceria .


" Hai....  " jawab anak itu ragu .


" Apa kamu menyukai ini ? Kupikir sejak tadi kamu melihatnya terus . " ujar Risa .


" Tampan . Rona merah di pipi putihnya yang chubby membuatnya makin menggemaskan . Rani .... kamu beruntung memilikinya . " Batin Risa  .


" Kalau begitu ini untukmu saja , aunty sudah terlalu besar untuk memainkannya . " ujar Risa .


Anak itu tersenyum senang . " Apa boleh begitu Aunty ? "


Risa mengangguk . Memegang tangan kecil anak itu dan memberinya mainan yang memang sengaja Ia bawa untuknya .


" Terimakasih banyak aunty . " ujarnya sambil kegirangan .


Yah , anak itu adalah Dafha Syauki . Putra Aydin dan Rani . Usianya kini 5 tahun .


Risa masih menatap kegembiraan yang nampak di wajah tampan Dafha .


" Apa aunty mencari seseorang disini  ? " tanyanya tiba tiba .


" Hemm ... aku memang menunggu seseorang . " jawab Risa .


" Apa itu aku ? " tanyanya lagi .


Risa terkejut . Mengapa Dafha bertanya seperti itu . " Dari mana kamu tahu ? "


" Mommy . " jawabnya singkat .


" Mommy sering menunjukkan padaku foto aunty . Mommy bilang jika nanti dia harus pulang ke surga , maka aunty akan datang untuk menemani dan menjagaku . " 


Mata Risa berkaca kaca . Rani sudah menyiapkan semuanya sebelum dia pergi .


Risa mengangguk sambil membelai lembut pipi Dafha .


" Kamu benar , aunty sudah datang sekarang . Maaf jika terlalu lama membuatmu menunggu . Jadi apa sekarang kita berteman ? "


Dafha mengangguk , Ia tersenyum senang . Akhirnya orang yang ditunggunya selama ini datang juga .


Risa melihat sebuh mobil berhenti agak jauh dari tempatnya dan Dafha berdiri .


" Itukan Aydin . " batinnya setelah melihat seorang pria turun dari mobil dan melangkah cepat ke arah mereka .


Risa membenarkan letak kacamatanya .


" Aunty harus pergi dulu . Besok aunty kesini lagi menemuimu . Sampai jumpa sayang .... " ujar Risa kemudian segera berbalik dan berlari kembali ke mobil .


Dafha menatap kepergian Risa sambil tersenyum . Hingga terdengar suara memanggil namanya .

__ADS_1


" Dafha .... " panggilnya .


Anak itu menoleh ke sumber suara .


" Daddy ... " sapanya .


Benar , pria itu adalah Aydin . Ayah dari Dafha .


" Dari mana kamu mendapatkan ini ? " tanya Aydin .


" Dari aunty yang itu ... " jawab Dafha sambil menunjuk ke arah Risa yang berlari membelakangi mereka .


Aydin menatap lekat tubuh Risa dari belakang yang berjalan menjauh lalu masuk ke sebuah mobil .


" Apa aunty itu yang sejak tadi mengobol denganmu disini ? " tanya Aydin .


Dafha mengangguk .


" Dafha ... lain kali kamu tidak boleh seperti ini lagi . Tidak boleh bicara atau menerima barang dari orang asing . " ujar Aydin menasihati putra kecilnya .


Dafha menunduk , Ia pikir daddy marah padanya.


Aydin menghela napas . Sepertinya dia baru saja salah bicara pada putranya .


" Dafha , sayang.... lihat Daddy . Daddy tidak marah padamu Son . Oke ... kali ini tidak apa apa , tapi setelahnya tidak boleh lagi yah . Daddy tidak mau melihat Dafha bicara atau menerima barang dari orang asing, orang yang tidak kita kenal . Itu berbahaya . " Ujar Dafha sekali lagi . Tapi kali ini lebih lembut .


" I'm sorry Daddy . Aku akan ingat pesan Daddy . Tapi aunty yang tadi itu bukan orang asing . "


Ujar Dafha .


" Lalu apa Dafha tahu nama aunty yang tadi ? " tanya Aydin .


Dafha menggeleng lemah .


Ia menyesali dirinya yang terlalu senang mendapat mainan baru hingga lupa bertanya nama aunty tadi .


" Lalu apa mungkin Daddy mengenal aunty itu ? Apa Dafha pernah melihat daddy , oma , opa , dan kakek pernah bertemu dengan aunty yang tadi ? " tanya Aydin lagi .


Kali ini Dafha mengedikkan bahunya .


Ia memang tidak yakin , mungkin pernah atau tidak . Mommy nya hanya selalu menunjukkan  foto saja . Dan Dafha suka karena aunty itu cantik .


Aydin menggeleng . " Nah , itu artinya aunty yang tadi orang asing . "


" No Dad . Aunty yang tadi bukan orang asing . Dafha sering men....... " ucapan bocah itu dihentikan Aydin . Ia tak ingin  berdebat dengan putranya di pinggir jalan seperti ini .


" Stop Dafha . Sekali Daddy bilang orang asing , Maka tetap orang asing . Jangan lagi dekat dekat dengannya . Oke . " ujar Aydin tegas tak ingin dibantah lagi .


Ia lalu menggendong putranya dan menaikkan ke mobil .


Setelah memastikan putranya duduk dengan nyaman dan aman , Aydin segera melajukan mobilnya .


Suasana hening selama perjanan , Dafha terus menunduk memandangi mainan baru miliknya .


Hingga tak terasa mobil Aydin tiba di rumah orang tuanya .


Mamanya sudah menunggu di depan pintu . Aydin membantu melepas sabuk pengaman Dafha .


" Jangan menyusahkan oma yah . Sore nanti Daddy menjemputmu . "


Dafha mengangguk .


Sebelum kembali menutup pintu mobil , Dafha bertanya pada Aydin .


" Daddy ... jika nanti aku tahu nama aunty itu , apa  dia bukan orang asing lagi ? "


" Will see . " Jawab Aydin singkat sambil mengedikkan bahunya .


Setelah melihat Dafha masuk ke dalam rumah bersama mamanya , Aydin melajukan mobil untuk kembali ke perusahaan .


" Siapa wanita itu ? Mengapa aku terasa tak asing melihatnya berjalan menjauh tadi . " Batin Aydin .


.


.


.


.


.


"Pertemuan adalah takdir, dan setiap pertemuan selalu membawa kita ke takdir yang lain."


.


.


.


.


.

__ADS_1


To be continue


__ADS_2