
" Esme . Please . Berhentilah bercanda . Apa kamu ingin membuatku bertambah tua 10 tahun lebih cepat karena membuatku penasaran ? "
Esme tertawa terbahak bahak .
" Baiklah , dengarkan baik baik . " Ujar Esme mengubah raut wajahnya menjadi serius .
" Seperti tadi kataku , Risa memiliki trauma mengenai KDRT . Itu sebabnya Risa sangat concern mengenai perlindungan anak dan wanita . " Lanjutnya .
" Apa Risa sebagai korban ? " tanya Aydin ragu .
Esme mengangguk .
" Dan berlangsung cukup lama . Sejak usia 8 tahun dia mulai menjadi korban dari keluarganya yang broken home . Mulai usia 15 hingga 18 tahun adalah puncaknya kekerasan yang dia terima saat Ibu kandungnya telah tiada . " Ujar Esme .
" Jadi jangan heran jika Risa akan bereaksi berlebih saat melihat ada ketidak adilan dalam keluarga . Apalagi jika ada seorang anak yang dibentak atau dipukul , Risa bisa berubah jadi monster untuk membela korban . "
" Jadi tolong maklumi lah jika kemarin Risa bereaksi berlebihan . Ku pikir dia hanya tidak ingin Dafha menjadi ketakutan seperti yang pernah Ia rasakan . Ku harap setelah mengetahui hal ini kamu bisa lebih menjaga sikapmu jika memang kamu ingin bersamanya . " Ujar Esme memberi saran .
Aydin terdiam . Ia kini mengerti mengapa Risa bereaksi seperti kemarin .
Aydin akui dirinya memang salah dan tidak sabaran saat Dafha rewel . Tapi sungguh reaksi Risa kemarin tak Ia sangka .
" Memangnya separah apa KDRT yang Risa alami ? Dan apa keluarganya itu di Indonesia ? Setahuku dulu dia tinggal di Palembang kan ? Asal kamu tahu , sebenarnya Aku dan Risa dulu pernah bertemu bertahun tahun lalu saat Risa masih remaja . "
Aydin ingin mengetahui informasi yang lebih jelas tentang masa lalu Risa .
" Maaf aku tidak bisa menjawabnya . Ku rasa sudah cukup informasi yang kuberikan padamu . Bahkan sudah sangat banyak . " Ujar Esme .
" Jangan sampai Risa tahu jika kamu sudah tahu semuanya . Apalagi infonya dari aku . Risa paling tidak suka dikasihani . 10 tahun dia berjuang untuk membangun rasa percaya dirinya . Tolong jangan hancurkan usahanya . " Peringat Esme .
Aydin mengangguk mengerti . Dia tak mungkin membuat Risa merasa seperti itu .
Aydin sekarang mengerti , tatapan sendu Risa yang menarik perhatiannya ternyata berasal dari masa lalu kelamnya yang coba Ia kubur .
" Aydin... Aydin.... " Panggil Esme berulang ulang saat Aydin melamun .
" Eh yah... maaf . "
" Risa baru saja tiba di Stars Academy . Aku harus segera menyusulnya . Aku pergi dulu yah . "
Esme pamit setelah mendapat anggukan dari Aydin .
" Terimakasih Esme . "
Risa yang baru tiba di gedung Stars Academy melangkah masuk dengan penuh percaya diri .
Menyapa dan membalas sapaan orang dengan ramah merupakan salah satu hal yang membuat orang lain menyukai Risa .
Ia menuju ruang kelas yang akan dipakainya selama 6 bulan kedepan .
Ruangan yang dikelilingi dengan cermin . Ada stage mini di salah satu sisi ruangan . Ada ruangan lagi didalamnya yang akan menjadi ruang wardrobe dan ruang ganti .
Saat Risa tiba sudah ada beberapa model trainee yang tiba lebih dulu .
" Hai .... selamat siang semuanya . " Sapa Risa ramah .
" Selamat siang Ms. Kim ... " balas mereka bersamaan .
Risa menyimpan tasnya di loker yang tersedia . Tak lupa Ia menghubungi Esme , memberitahu jika dirinya sudah tiba lebih dulu .
Sambil menunggu model trainee yang lain , Risa berbincang bincang dengan model yang sudah hadir .
Kebanyakan dari mereka menanyakan mengenai pengalaman Risa saat mengikuti show dengan brand brand terkenal dunia .
Tak lama Ayana juga sudah datang . Menyapa Risa lalu ikut bergabung bersama teman temannya yang sedang mengobrol .
Satu per satu model trainee datang , hingga ke sepuluhnya kini sudah hadir . Begitu juga dengan Esme yang baru saja tiba .
Risa sudah akan memulai kelasnya , saat tiba tiba pintu dibuka lalu masuklah Anggun dengan gaya arogannya .
Tanpa permisi Anggun bergabung ke barisan model trainee membuat Risa kesal .
" Anggun ... kemari sebentar . " Panggil Risa .
Dengan malas Anggun berjalan kedepan dan berdiri disebelah Risa .
__ADS_1
" Girls ... kalian tentunya sudah mengenal Anggun . Sesuai hasil penjurian audisi kemarin hanya 10 orang terbaik yang terpilih . Tapi Anggun bersikeras jika dia bisa lebih baik dari kalian . " Ujar Risa .
Ia sengaja ingin mempermalukan Anggun , lebih bagus lagi jika setelah ini Anggun akan mendapat cibiran dari rekan rekannya , pikir Risa .
" Aku tentunya tidak ingin mengecilkan semangat Anggun yang berapi api . Karena walaupun telah ku jelaskan banyak kesalahannnya saat audisi , tapi Anggun tetap bersemangat untuk menunjukkan kemampuannya , " ujar Risa .
" Jadi ku putuskan untuk menerima Anggun di tim kita . Aku memberinya masa percobaan 3 bulan dan dia harus berkembang selama masa itu . Jika tidak berhasil , Anggun harus rela tinggalkan tim . " Lanjutnya .
" Bagaimana ? Apa kalian semua setuju ? " tanya Risa .
Ke sepuluh model trainee kompak menjawab jika mereka akan mengikuti dan mendukung keputusan yang dibuat Risa .
Sebagai awal ,hari ini Risa akan mengajarkan mengenai bagaimana menjadi seorang foto model yang baik .
" Sebagai seorang foto model , kita berkewajiban memiliki atau membangun sisi point of interst dalam diri kita . Tujuannya tentu agar orang-orang melirik hingga tertarik dengan apa yang ingin kita tunjukkan . " ujar Risa mengawali kelasnya .
Beberapa model trainee mengangguk , memahami apa yang Risa sampaikan .
Ada pula yang dengan penuh semangat bertanya jika kurang paham dengan penuturan Risa .
Risa dengan sabar mengajarkan bagaimana cara untuk melatih dan memilih ekspresi yang pas .
Tidak hanya memberi teori , Risa juga mempraktekkan apa yang Ia bahas sehingga para model trainee lebih mudah memahami .
Satu per satu model mempraktekkan apa yang telah mereka pelajari selama 90 menit terakhir .
Setelah memberikan komentarnya mengenai apa yang ditampilkan oleh model satu per satu akhirnya Risa mengakhiri kelasnya untuk hari pertama .
Sebelum semua model trainee meninggalkan kelas , Risa memanggil salah seorang model trainee yang bernama Claudia untuk bicara berdua .
" Ada apa Ms Kim ? Apa aku membuat kesalahan ? " tanya Claudia gusar .
Risa menggeleng . " Claudia , sebagai seorang model kita harus bisa merawat dan menjaga apa yang di diri kita . Karena setiap inci di tubuh kita akan mempengaruhi apa yang kita tampilkan . "
" Maaf mungkin ini hal yang sensitif , tapi tolong lebih berhati hatilah dengan tanda atau jejak yang tertinggal ditubuh mu . " ujar Risa lembut .
" Aku sama sekali tidak menghakimimu Claudia , aku bukan wanita suci , aku juga pernah lalai sepertimu melindungi diriku dari jejak yang tertinggal . Ku harap setelah ini kamu lebih berhati hati . Namun jika memang jejak itu ada , tolong kamu lebih perhatian agar orang lain tidak bisa melihat hal yang sangat pribadi seperti itu , " lanjut Risa .
Claudia menunduk , tentu Ia sangat paham apa yang dimaksud Risa . Jejak percintaan dengan kekasihnya semalam .
" Baik Ms.Kim . Terimakasih karena telah mengingatkanku . Aku permisi . " Pamit Claudia .
Setelah Claudia pergi , Risa mengambil tasnya yang Ia simpan di loker lalu mengajak Esme untuk segera pulang .
Namun tanpa Ia duga , Aydin masuk ke dalam ruangan .
" Risa ... Esme .... " sapanya .
Risa mengalihkan pandangannya, sedang Esme tersenyum penuh arti .
" Tadi saja saat bertemu denganku katanya dia tak punya waktu luang , " batin Esme .
" Esme ... bisakah aku minta tolong agar bisa bicara berdua dengan Risa. " Pinta Aydin .
" Baiklah . Selesaikan masalah kalian . Aku menunggumu di apartemen . " Pamitnya pada Risa .
__ADS_1
Kini hanya tersisa Aydin dan Risa .
" Risa ... maafkan aku atas sikapku semalam . Harusnya aku menerima kritikanmu , tapi yang ada aku malah terpancing emosi , " ujar Aydin .
" Hemm ... sudah berlalu juga . " Balas Risa masih ketus .
" Kamu mau kan memaafkan ku ? Dafha saja sudah memberiku maafnya tadi pagi . "
Seketika Risa menatap Aydin .
" Benarkah itu ? Apa benar kamu sudah minta maaf pada Dafha ? "
" Iya . Semalam aku sadari kalau selama ini harusnya aku menambah stock sabarku saat menghadapi Dafha . Benar katamu Dafha masih anak kecil , aku tidak boleh menyamakannya dengan orang dewasa yang kutemui setiap hari . " Jelas Aydin .
Akhirnya Risa tersenyum .
" Good Job . Memang sudah seharusnya begitu."
" Jadi sekarang apa kamu tidak marah lagi ? " tanya Aydin .
Risa menggeleng .
" Sebagai permohonan maafku , ayo kita pergi makan bersama . " Ajak Aydin .
" Boleh . Tapi aku ingin Dafha juga ikut . Kamu juga turut bersalah padanya . "
" Oke kita jemput Dafha di rumah mama dulu yah . " Ujar Aydin lalu merangkul pundak Risa sambil berjalan keluar dari ruang kelas .
" Ris.. tadi aku tidak sengaja mendengar pembicaraanmu soal model yang memiliki jejak percintaan ditubuhnya . "
" Lalu ? " tanya Risa .
" Memangnya jejaknya ada di bagian mana ? " tanya Aydin .
" Astaga ... kamu sungguh ingin tahu ? Dasar semua pria sama saja . "
" Hei ... jangan salah paham dulu . Aku hanya ingin tahu , agar jika aku mencumbumu aku sudah tahu daerah mana yang tidak boleh ku tinggalkan jejakku . " Bela Aydin .
Sontak wajah Risa merona . " Dasar mesum . "
Mereka berdua berjalan sambil terkekeh . Aydin terus menggoda Risa .
" Brisa Elzavira "
Teriak seorang wanita paruh baya yang berdiri tak jauh dibelakang Aydin dan Risa .
Deg .........
.
.
.
.
.
"*Seringkali kita hanya melihat apa yang ingin kita lihat, dan hanya mendengar apa yang ingin kita dengar*."
.
.
.
.
.
__ADS_1
To be continue