
"Hati-hati bergurau karena bila berlebihan pasti timbul masalah dan menurunkan kewibawaan dan juga sering berakhir dengan kebencian."
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Aydin mematung di tempat duduknya, “Kau bodoh Aydin. Dengan mudahnya kau terpancing emosi dan mengusir wanita yang begitu sulit kau raih.” Rutuknya pada dirinya.
Kesadaran Aydin kembali saat terdengar suara pintu yang di buka lalu kemudian ditutup kembali dengan kasar.
Braaakkk....
Suara pintu yang dibanting Risa.
“Sh*t.....” umpat Aydin.
Segera Ia beranjak, berlari mengejar Risa yang sudah keluar dari ruangannya.
Masih bisa Ia lihat bayangan Risa yang baru saja melangkah masuk ke dalam lift.
Segera Ia berlari mengejar sang kekasih. Berharap masih ada kata maaf untuknya.
“Ku mohon Tuhan jangan jadikan hari spesial ini menjadi hari yang akan kukenang buruk selamanya,” batin Aydin.
Sementara dalam setiap langkah Risa Ia terus merutuki dirinya.
“Apa aku bersikap berlebihan yah? Tapi aku hanya mengikuti rencana Ayana. Apa Aydin yang terlalu baper? Atau aku yang sudah bercanda berlebihan?” batin Risa sungguh kacau saat ini.
Pintu lift yang sebentar lagi tertutup, ditahan oleh tangan seorang pria.
“Ay,” lirih Risa.
“Sayang, maaf. Maafkan aku,” ucap Aydin.
Netra keduanya bertemu, Aydin masuk ke dalam lift lalu memeluk Risa.
“Maafkan aku sayang, harusnya aku tidak membentakmu.” Ucap Aydin.
Risa yang masih dalam dekapan Aydin mengangguk.
“Maafin aku juga Ay, aku akui aku sudah bersikap menjengkelkan.” Ucap Ayana.
Aydin mengangguk, lalu mendaratkan satu kecupan di bibir merah muda Risa.
“Ay, apa aku masih boleh minta untuk kita pergi menyusul Dafha?” tanya Risa hati-hati.
Aydin tersenyum, “As you wish baby.”
♡♡♡♡
Sementara tanpa kedua pemeran drama ftv itu sadari, Chandra yang menjadi penonton sukses dibuat baper oleh keduanya.
Chandra telah mengirim pesan pada Ayana jika misi mereka gagal saat Ia melihat Risa keluar dari ruangan Aydin dengan wajah yang tak karuan.
Apalagi sebelumnya Ia sempat mendengar keributan dari dalam ruangan bosnya.
Tapi tak berselang lama ponselnya bergetar dan segera Ia terima,
“Apa maksudmu gagal huh?” teriak Ayana dari seberang telepon.
“Tidak. Maaf... Maaf... tadi saya terlalu cepat menarik kesimpulan.” Balas Chandra.
“Sepertinya Ms.Kim berhasil dan sekarang sepertinya mereka sudah berangkat kesana.” Ujar Chandra di telepon.
“Lalu kau bagaimana?” tanya Ayana.
“Saya?” Chandra bingung.
“Kenapa kau tak kemari?” Tanya Ayana.
“Bagaimana saya bisa bersiap kesana jika kamu tidak mengakhiri panggilannya?" tanya Chandra.
Dan sedetik berikutnya,
Tut..tut..tut..tut..
Ayana mengakhiri sambungan telepon tanpa permisi.
Chandra hanya bisa menghela napasnya, “Untung sayang,” batinnya.
__ADS_1
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Ditengah kesibukan Ayana dan yang lainnya bersiap menyambut kedatangan sang empunya acara, setelah mendapat pesan dari Risa jika mereka hampir tiba.
Setelah 1 jam 15 menit mereka habiskan untuk perjalanan, kini Aydin dan Risa sedikit tersesat saat mencari villa yang mereka tuju.
Pasalnya aplikasi penunjuk arah yang digunakan Aydin tidak berfungsi dengan baik, terkendala jaringan internet yang kurang stabil.
Setelah beberapa kali bertanya pada warga sekitar, akhirnya mereka tiba di villa tujuan mereka.
Berlokasi sekitar 12km dari Jungleland Adventure themepark dan berada di tengah hutan nan sejuk, membuat villa ini sangat pas jika digunakan sebagai tempat bersantai bersama keluarga untuk melepas penat.
“Aneh yah Yang, katanya acara sekolah tapi sepi banget.” Aydin mulai curiga.
Risa hanya mengedikkan bahunya sebagai jawaban.
Dengan jemari yang saling bertautan, Aydin berjalan lebih dulu. Risa sengaja berjalan di belakang Aydin.
Perlahan pria itu mendorong pintu yang terbuat dari kayu, dan kesan pertama yang Ia dapati adalah sepi.
Keningnya mengernyit, namun Ia tetap melangkah masuk.
Baru saja kedua kakinya beberapa langkah maju kedepan tiba-tiba,
“SURPRISE....”
Teriakan menggema dari seluruh keluarga, dan orang terdekatnya membuat Aydin terkejut.
Pria itu sampai memegangi dadanya karena debaran yang kuat akibat mendengar teriakan yang tiba-tiba, di ikuti dengan suara terompet dan konfeti yang berhamburan.
Bisa Ia lihat Risa segera menggendong putranya, kemudian Mama Indira yang memegang kue ulang tahun dengan lilin angka 33 diatasnya.
Aydin memanjatkan doanya dulu sebelum meniup lilin.
Hhhuuuuuufffffff,
Lilin padam bersamaan dengan semua orang yang satu persatu mengucapkan selamat pada Aydin.
♡♡♡
Hari sudah semakin sore saat Chandra tiba dan langsung bergabung dengan para pria yang sedang mengobrol di teras villa.
Sedang Mama Indira dan Eomma Martha kompak menyiapkan hidangan makan malam di taman depan villa di bantu oleh Ayana, Esme, dan Amora. Sedang Risa kini sedang sibuk membantu Dafha berpakaian.
Menit demi menit berlalu, hingga langit yang awalnya biru kini perlahan berubah menjadi jingga.
Sepasang kekasih yang tengah dimabuk asmara menikmati keindahan langit senja bersama di bagian belakang Villa.
Aydin memeluk Risa dari belakang, sesekali pria itu mencuri kesempatan untuk mengecup pipi, pundak, tengkuk, bahkan jika beruntung Ia bisa meninggalkan jejaknya pada ceruk leher wanita yang kini Ia peluk.
“Sayang, makasih yah kamu udah repot menyiapkan kejutan ini untukku.” Ucap Aydin saat keduanya tengah duduk di atas bukit-bukit kecil yang ada disana.
“Hemmm,” jawab Risa dengan dehaman.
Bukannya tak ingin menjawab, hanya saja tangan nakal Aydin kini tengah bergerilya di tubuhnya .
Posisi Risa yang duduk bersandar pada Aydin, sangat menguntungkan bagi pria itu.
“Sayang, bolehkah aku meminta kadoku?” tanya Aydin.
“Apa itu? Padahal aku sudah menyiapkan kado untukmu. Tapi jika aku bisa, akan ku berikan lagi padamu.” Jawab Risa menanggapi serius ucapan Aydin.
“Aku ingin kamu. Aku ingin kamu jadi milikku seutuhnya,” ucap Aydin dengan suara beratnya.
Sementara satu tangannya sudah Ia eluskan di salah satu paha kekasihnya dan berhenti di pangkalnya.
Risa menutup kedua matanya saat menikmati sentuhan Aydin. Entahlah setan dari mana yang merasukinya, hingga Ia tanpa ragu menyetujui permintaan Aydin.
“Maka jadikanlah aku milikmu, lakukan apa yang harus dilakukan agar kamu memilikiku seutuhnya.” Balas Risa.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Malampun tiba, kini semuanya sudah berkumpul di taman depan villa yang sudah di dekorasi dengan tema bohemian party.
__ADS_1
Asap yang berasal dari daging yang sedang dipanggang menebarkan aroma barbeque yang sangat menggugah selera.
Dafha tak pernah jauh dari Risa. Anak itu sungguh tak mau sedikitpun mengalah pada Daddynya yang juga mulai kedinginan dan ingin mendapatkan kehangatan dari pelukan Risa, kekasihnya.
Bahan obrolan seakan tak pernah habis untuk dibahas malam itu. Hingga malam semakin larut dan Risa pamit untuk menidurkan Dafha di kamar Mama Indira.
Jika Papa Dimas dan Mama Indira memberikan kepercayaan penuh pada putra dan putrinya dalam menjalin hubungan, sedangkan Appa Kim dan Eomma Martha yang memang sudah lama tinggal di Korea dan Belanda, memberikan kebebasan bagi putrinya saat menjalin hubungan selama mereka harus bisa bertanggung jawab atas apa yang terjadi nantinya.
Mama Indira dan Papa Dimas masuk ke kamar, dan memberitahu Risa jika Ia bisa meninggalkan Dafha bersama mereka.
“Aydin menunggumu, pergilah. Biarkan Dafha tidur bersama kami,” ucap Mama Indira.
Risa menyusul keluar dan benar saja sudah sepi. Semua orang sudah masuk ke kamar masing-masing karena malam memang sudah sangat larut.
“Aku masih punya kejutan untukmu Ay,” ucap Risa.
“Apa itu?” tanyanya.
Risa membuka kamar yang telah ia berikan dekorasi seadanya, “Surprise,” serunya.
Aydin tersenyum lalu menarik wanita itu ke dalam pelukannya.
Risa menghias kamar dengan balon berwarna merah dan hitam juga menuliskan ucapan selamat ulang tahun diatas tempat tidur dengan menggunakan mawar merah. Ada juga kotak kado berwarna hitam dengan pita merah di sisi lain tempat tidur.
“Makasih sayang.” Ucapnya sambil mengecup bibir Risa.
Keduanya masuk ke dalam kamar duduk bersila di atas tempat tidur saling berhadapan.
Risa meraih kotak hitam itu lalu menyodorkannya pada Aydin, “Selamat ulang tahun sayang.”
“Kamu tidak seharusnya repot memberikanku kado , kamu taukan kado apa yang paling kuinginkan,” balas Aydin dengan senyum jahilnya.
Risa memutar bola matanya, “kamu selalu saja cari kesempatan.”
“Itu namanya efisien dan efektif sayang.” Elaknya.
“Ssstttt, berhentilah beralasan. Sekarang lebih baik kamu buka aja kotaknya,” pinta Risa.
Di dalamnya ada 2 kotak berwarna hijau yang isinya adalah jam tangan.
Namun salah satu kotaknya sudah kosong.
Risa mengangkat lengannya, “Aku sudah memakainya.”
Kemudian Risa memakaikan juga jam tangan couple pada pergelangan tangan Aydin.
“Apa kamu suka?” tanya Risa.
“Ya, aku selalu suka semua pemberianmu, terimakasih sayang.” Balasnya.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Aydin memandangi Risa yang kini terlelap di sisi lain tempat tidur.
“Bagaimana jika dia kembali dan kamu berpaling dariku?” gumam Aydin lirih sembari memandangi wajah cantik Risa.
Niatnya untuk memiliki Risa seutuhnya malam ini akhirnya Ia urungkan.
Aydin tak ingin melakukannya karena Ia terdesak dengan rasa takutnya kehilangan Risa.
Tanpa sengaja Aydin melihat amplop putih pemberian Gio dan Amora sebagai kado ulang tahun.
“Paket honeymoon 5 hari 4 malam di Bali.” Gumamnya.
Senyum terbit di wajah Aydin, “Sepertinya ini adalah solusi dari apa yang ku khawatirkan.”
“Bali, We’re coming soon.” Batinnya.
♡♡♡♡♡ To Be Continue ♡♡♡♡♡♡
Jangan pernah berpaling jika menemukan sesuatu yang lebih sempurna.
__ADS_1
Kau masih bisa menyempurnakan apa yang sudah ada, dan hal itu lebih mudah.
Bertahanlah.